Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Pertempuran 2


__ADS_3

BRUK!!


"Alex!!!!!!!!!!!!!!" teriak Anna sambil menangis.


Daniel pun menarik kembali jarum suntiknya yang telah di beri obat bius sebelumnya dari leher Alex. Lalu menatapnya dengan tajam. Dia tidak akan membiarkan Anna kembali bertemu dengan pria ini untuk selama-lamanya!! tekad Daniel dalam hatinya.


"Alex!!!!" teriak Anna kembali.


William hanya menatap datar pada tubuh Alex yang sudah tak sadarkan diri itu.


"Bawa dia!!" perintah William pada anak buahnya.


Lalu para anak buah William mengangkat tubuh Alex dan hendak membawanya pergi.


"Jangan bawa dia pergi!!!" teriak Anna mencoba memberontak dan melepaskan diri.


"Ayah!! Kumohon lepaskan dia!! Aku akan kembali ke rumah, tapi kumohon lepaskan dia!!!!" teriak Anna tersedu-sedu.


William tidak bergeming sedikit pun dengan ucapan Anna. Dia tetap menyuruh bawahannya membawa Alex pergi.


"Masukkan ke dalam mobil. Dan bawa dia ke markas!!" perintah William tegas pada bawahannya.


Anna yang mendengar itu seketika memberontak kuat,


"Tidak!!!" teriaknya.


Lalu dengan cepat Anna pun menggigit tangan pria yang sedang menahannya dengan kuat.


"Argghhh!!!" teriak pria itu.


Lalu dengan cepat Anna berlari mencoba menghampiri tubuh Alex. Namun tubuh Daniel menahan tubuh Anna dengan kuat.


"Lepaskan aku!!!!!" teriak Anna mencoba melepaskan diri dari tubuh Daniel yang memeluknya kuat.


"Anna sadarlah!! Dia bukan pria yang baik untukmu!!" ujar Daniel marah.


Anna yang mendengar hal itu seketika menatap Daniel dengan tajam.


"Kau tidak tau apapun!!! Aku lebih mengenalnya dari pada siapapun!!! Lepaskan aku!!!" teriak Anna memberontak.


Daniel yang mendengarkan perkataan Anna seketika menggertakkan giginya kuat. Ternyata pria itu telah mempengaruhi Anna sampai seperti ini!!


"Cukup Anna!!!! Kalian cepat bawa pria itu pergi!!!" teriak Daniel pada anak buahnya.


Lalu dengan cepat mereka pun membawa tubuh Alex keluar dari ruangan itu.


"Tidak!!!! Alex!!!! Alex!!!!" teriak Anna histeris.


Daniel pun terus menahan tubuh Anna dalam pelukannya. Sebenarnya dia tidak tega mendengar tangisan gadis yang dia cintai ini. Namun, ini semua demi kebaikan Anna. Dia harus menjauhi gadisnya dari pria bernama Alex itu.


Anna pun menangis sejadi-jadinya. Dia tidak tau apa yang akan di lakukan ayahnya nanti pada Alex. Dan Anna pun juga tidak tau apakah setelah ini dia bisa bertemu kembali dengan pria itu atau tidak.


"Kau jahat!!! Aku membencimu!!!" teriak Anna pada William sambil terus memberontak dari dekapan Daniel.


"Lepaskan aku!!!!" teriak Anna.

__ADS_1


Lalu dengan sekuat tenaga Anna menggigit tangan Daniel. Namun Daniel mencoba menahan rasa sakit itu sekuat tenaga tanpa melepaskan Anna sedikit pun dari dalam pelukannya.


William yang melihat hal itu seketika marah melihat tingkah Anna.


"Berikan dia suntikan bius itu!!" perintah William pada Daniel.


Daniel terlihat ragu untuk menerima perintah William. Namun dengan berat hati akhirnya Daniel menyuruh anak buahnya untuk menyuntikkan suntikan yang sama pada Anna.


"Tidak!!! Lepaskan aku!!!!" teriak Anna kembali memberontak.


Lalu anak buah Daniel tadi menahan tubuh Anna, dan menyuntikan suntikan itu pada tangannya. Seketika Anna pun perlahan mulai berhenti memberontak. Tubuhnya terasa lemas dan pandangannya pun mulai kabur.


Lalu Anna pun tak sadarkan diri dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


Daniel pun dengan sigap menopang tubuh Anna, lalu menatapnya dengan perasaan bersalah. 'Maafkan aku Anna' ucap Daniel dalam hatinya.


"Bawa dia kembali ke rumah!! Aku akan mengurus pria tadi!" ujar William pada Daniel, lalu berlalu bersama anak buahnya untuk menyusul Alex yang sudah berada di dalam mobilnya.


Daniel pun perlahan menghapus air mata di pipi Anna dengan wajah sedihnya. Lalu perlahan mengangkat tubuh Anna dalam gendongannya dan membawa kembali gadis itu pulang ke rumah William.


Disisi lain saat di perjalanan, Roy teringat bahwa dia telah meninggalkan handphonenya di atas meja makan tadi karena terburu-buru. Lalu dia pun memutuskan untuk kembali lagi ke restoran milik Daniel untuk mengambil handphonenya.


Namun saat dia berada di halaman parkir restoran, dia melihat pria-pria berjas hitam sedang membopong seseorang yang tak sadarkan diri. Roy memicingkan matanya untuk memperjelas pandangannya.


Seketika Roy membelalakkan matanya saat melihat pakaian pria yang tak sadarkan diri itu, persis seperti pakaian yang di pakai Alex tadi. Roy merasakan perasaannya mulai tidak enak. Dia harus mengikuti kemana orang-orang itu akan membawa Alex pergi.


"Kau turunlah disini dan pesan taksi!! Ada urusan penting yang harus aku lakukan!!" ujar Roy cepat pada wanita yang duduk di sebelahnya.


Terlihat wanita itu enggan untuk turun. Namun tatapan Roy yang menatapnya dengan tajam seketika membuat nyalinya menciut. Dan dengan berat hati akhirnya wanita itu pun turun dari dalam mobil Roy.


"Sial!!! Apa yang sebenarnya terjadi!!!" umpat Roy gusar.


Roy pun melajukan kencang mobilnya hendak menyusul mobil di depannya itu.


Seketika anak buah William menyadari bahwa ada mobil di belakang mereka yang terus mengikuti mereka sejak tadi.


"Mobil itu sepertinya mengikuti kita sejak tadi. Lajukan lebih cepat!!" perintah salah satu pria itu.


Lalu mobil mereka pun melaju dengan cepat. Roy terlihat tidak gentar dan mempercepat laju mobilnya, mencoba menyusul mobil di depannya itu.


TIT!!!


TIT!!!


Terdengar suara klakson mobil di sepajang jalan. Roy melajukan mobilnya dengan ugal-ugalan. Dia tidak ingin kehilangan jejak. Roy menancap gas mobilnya dengan kuat hampir menyusul mobil yang di bawa oleh anak buah William itu.


Lalu dengan cepat Roy pun membanting stir nya ke kiri menyusul mobil itu dan berhenti tepat di depannya.


"Brengsek!!! Siapa dia??? Ayo hajar dan habisi dia!!!!" ujar salah satu anak buah William itu.


Lalu mereka pun turun dan menghampiri mobil Roy di depannya.


Roy terlihat menggertakkan giginya kuat, menatap orang-orang itu tajam dari dalam mobilnya.


Dengan cepat Roy memasang sarung tangannya dan turun dari dalam mobil.

__ADS_1


"Siapa kau!!! Menyingkir dari sana!!! Atau kami akan menghabisimu!!!" teriak anak buah William tadi.


Roy terlihat tersenyum sinis mendengar ucapan dari salah satu pria itu. Lalu dalam sekejap Roy menatap mereka dengan tatapan membunuhnya.


"Habisi aku jika kau bisa!!!!" ujar Roy tajam.


"Brengsek!!!! Ayo habisi dia!!!!" ujar anak buah William.


Lalu mereka pun mulai maju dan menyerang Roy.


BUGH!!!


BUGH!!!


Roy menangkis serangan mereka semua, lalu balik menghajar dan menendang pria-pria itu dengan cekatan. Roy cukup mahir dalam berkelahi. Dia dan Alex pernah berlatih di tempat yang sama dulu. Jadi tidak heran jika Roy dapat dengan mudah melawan orang-orang itu.


BUGH!!!


Roy memukul mereka satu-persatu sampai mereka terkapar di aspal. Namun salah satu anak buah William dengan cepat mengeluarkan pistol dari balik jas nya.


"Angkat tanganmu atau aku akan menembakmu sekarang!!!!" teriak salah satu pria di belakang Roy.


Lalu dalam sekejap Roy pun berhenti dan mengangkat tangannya ke atas dan membalikkan badannya pada pria itu.


"Siapa kau??? Mengapa kau mengikuti kami sejak tadi???" ujarnya tajam pada Roy.


Roy mencoba mengatur nafasnya yang memburu. Lalu berjongkok di depan pria yang membawa pistol itu.


Dengan hati-hati anak buah William itu mendekati Roy dan mencoba menggeledah pakaiannya dan mencari identitas Roy.


Namun saat pria itu menyentuh bahunya, dengan cepat Roy memutar tangan pria itu dan membalikkan tubuhnya dengan kuat. Satu tangan Roy yang lain merebut pistol dari tangan pria itu dengan cepat dan menodongkannya pada kepala pria itu.


"Aargghh!!!" teriak pria itu kesakitan.


Roy pun memperkuat cengkramannya,


"Apa yang kau lakukan pada sahabatku!!! Siapa yang menyuruhmu???" geram Roy marah.


Pria itu terlihat kesakitan, namun tidak juga mau membuka mulutnya untuk berbicara pada Roy.


Roy pun menarik pelatuk pistol itu dan bersiap-siap untuk menembak pria dalam cengkramannya itu.


"Tu... Tunggu...." ujar pria itu ketakutan.


"A... Aku hanya menjalankan perintah dari Tuan William" ujarnya terbata-bata.


Roy pun seketika memicingkan matanya dan menggertakan giginya kuat.


William?? pikir Roy tak percaya.


Bersambung....


Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like dan komennya yang banyak. Terimakasih 🙏☺️❤️


Oh iya, untuk foto para karakter di cerita ini aku akan update setelah ini ya ☺️

__ADS_1


__ADS_2