Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Don't Leave Me


__ADS_3

Seorang gadis tengah berlari tak tentu arah, mencari jalan yang entah kemana dia tuju. Sejak tadi dia hanya berlari dan terus berlari. Mulutnya pun mulai terasa kering dan nafasnya memburu kencang.


Anna memutuskan untuk duduk dan bersandar di bawah pohon. Keringat membasahi sekujur tubuhnya. Setelah melihat ayahnya pergi keluar rumah. Anna dengan nekat mencoba untuk kabur dan berhasil melarikan diri dari rumah.


Anna memutuskan untuk mencoba mencari jalan menuju apartemen Alex. Entah mengapa hatinya sangat yakin bahwa Alex belum meninggal dunia. Dan semoga saja pria itu memang berada di apartemennya sekarang.


Dia harus mencari tau keadaan pria itu saat ini. Walaupun ada ketakutan dalam hatinya jika semua yang terjadi saat ini benar adanya.


Tidak!!! Dia tidak boleh berasumsi macam-macam terlebih dahulu, ujar Anna dalam hatinya. Dia harus melihatnya dan memastikannya sendiri.


Anna pun kembali bangkit dan mulai berjalan mencari jalan menuju apartemen Alex. Namun, Anna tidak tau apa yang harus dia lakukan, karena dia tidak membawa uang sepeser pun. Bagaimana caranya dia bisa menuju ke apartemen Alex?? pikirnya bingung.


Setelah memilih untuk tetap terus berjalan, akhirnya Anna tiba di sebuah jalan raya besar. Banyak kendaraan yang melintas dan juga orang-orang yang berlalu lalang.


Anna terlihat kebingungan sekarang, dia tidak tau kearah mana apartemen Alex berada. Dan seingatnya lokasi apartemen itu cukup jauh. Yang Anna masih ingat adalah nama apartemen itu.


Anna mencoba berpikir sesaat bagaimana caranya dia bisa pergi ke apartemen Alex sedangkan dia tidak membawa uang sepeserpun..


Saat sedang berpikir tiba-tiba pandangannya terarah pada jam tangan yang terpasang di tangannya. Sebuah ide pun muncul di pikirannya. Dengan cepat Anna berjalan mencari sebuah taxi. Setelah beberapa lama akhirnya ada sebuah taxi yang melintas dan dengan cepat Anna pun melambaikan tangannya untuk memberhentikan taxi itu.


"Taxi!!!!" teriak Anna.


Taxi itu pun berhenti tepat di depan Anna. Dengan terburu-buru Anna pun masuk ke dalam taxi.


"Take me to Akasaka apartment (Antar saya ke apartemen Akasaka)" ujar Anna pada supir taxi itu.


Lalu mobil taxi itu pun melaju menuju apartemen Akasaka.


-


Daniel terus mengendarai mobilnya ke segala penjuru kota Tokyo. Pandangannya mengarah ke kiri dan ke kanan untuk mencari keberadaan Anna. Namun sayangnya, dia belum bisa menemukan gadis itu.


"Sial!!!! Kemana aku harus mencarinya???" ujar Daniel frustasi.


Daniel mencoba kembali berpikir, kemana kira-kira Anna akan pergi. Apakah gadis itu membawa uang atau barang-barangnya??? pikir Daniel.


Anna pasti begitu sedih dan terpukul karena kehilangan pria itu. Sampai-sampai dia nekat untuk kabur dari rumah.


Anna adalah tipikal gadis yang pendiam dan penurut sejak dulu. Namun entah mengapa sejak mengenal pria bernama Alex itu, dia menjadi gadis yang nekat seperti ini, pikir Daniel tak habis pikir. Pria itu sepertinya memberi pengaruh buruk pada Anna nya..


Daniel kembali mengarahkan pandangannya ke setiap arah sambil mengendarai mobilnya dengan pelan. Namun tiba-tiba pikirannya tertuju pada apartemen Alex waktu itu. Apakah gadis itu pergi kesana?? pikir Daniel.

__ADS_1


Daniel terlihat berpikir sejenak, apakah dia harus pergi kesana?? pikirnya.


Dengan ragu akhirnya Daniel pun melajukan mobilnya menuju apartemen Alex. Semoga saja Anna benar pergi kesana, harapnya dalan hati.


-


Setelah menempuh hampir setengah jam lebih perjalanan, taxi pun berhenti tepat di depan apartemen Akasaka. Salah satu apartemen mewah di Jepang. Anna pun terdiam sesaat dan menatap gedung apartemen itu dengan jantung yang berdegup kencang.


Gadis itu berdoa di dalam hatinya, semoga saja benar Alex masih berada di dalam sana dan baik-baik saja. Anna pun hendak turun dari dalam taxi, namun supir taxi itu menghentikannya.


"Excuse me miss, you have to pay first! (Permisi Nona, anda harus membayar terlebih dahulu!)" ujar supir itu dengan logat Jepangnya.


Anna pun terlihat gugup dan dengan ragu mulai melepaskan jam tangannya.


"So... Sorry, I don't have cash, can I pay with this?? (Ma... Maaf, saya tidak punya uang tunai, bisakah saya membayar dengan ini??)" ujar Anna gugup.


Supir itu mengerutkan keningnya dan menatap jam tangan yang Anna berikan,


"Sorry, I only want cash!! (Maaf, saya hanya ingin uang tunai!!) ujar supir itu tegas.


Anna mulai terlihat sedikit panik mendengar ucapan supir taxi itu,


"But... I really don't carry cash. This watch is real watch, you can check it. The price is also quite expensive (Tapi... Saya benar-benar tidak membawa uang tunai. Jam tangan ini adalah jam tangan asli, Anda dapat memeriksanya. Harganya juga lumayan mahal)" ujar Anna membujuk supir taxi itu.


"Ok, i accept this!! (Baiklah, saya terima ini!)" ujar supir itu.


Anna pun menghela nafasnya dan tersenyum,


"Oke, thank you" ujar Anna, lalu segera turun dari dalam taxi.


Anna melangkahkan kakinya ke arah pintu masuk apartemen. Namun seorang petugas menghalangi jalannya.


"Permisi Nona, anda ingin bertemu dengan siapa?? Bisa tunjukkan kartu tamu anda???" tanya petugas itu.


Anna terlihat panik dan terdiam sesaat,


"A... Aku ingin bertemu dengan Alexander Wijaya, dia tinggal di apartemen ini" ujar Anna.


Petugas itu menatap Anna dan memperhatikannya,


"Apakah Nona kerabat dari Tuan Alex???" tanyanya.

__ADS_1


Dengan cepat Anna pun menganggukkan kepalanya,


"Iya!! Aku kerabatnya" ujar Anna.


Petugas itu menghela nafasnya dan kembali menatap Anna,


"Tuan Alex belum kembali ke apartemen sejak 2 hari yang lalu. Ada kabar yang mengatakan bahwa Tuan Alex mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Saat ini polisi masih menyelidiki identitas korban. Dan memastikan apakah itu benar Tuan Alex atau bukan" ujar petugas itu.


Anna membelalakkan matanya dan menggigit bibirnya menahan tangis. Jadi, Alex juga belum kembali ke apartemennya sejak hari itu?? pikir Anna sedih.


"Tidak... Tidak mungkin... Alex pasti baik-baik saja" ujar Anna menggeleng pelan.


Petugas itu menatap Anna prihatin dan menyentuh bahunya,


"Iya, semoga saja.. Tabahkan dirimu!" ujar petugas itu lalu berlalu meninggalkan Anna yang mulai meneteskan air matanya.


'Tidak!!! Alex pasti masih hidup!!!' ujar Anna menjerit dalam hatinya.


Dengan tertatih Anna pun membalikkan badannya meninggalkan apartemen itu. Air mata terus mengalir di pipinya. Dia berjalan seperti orang yang kehilangan arah. Anna menyentuh dadanya yang terasa sesak.


"Hiks... Alex, kau dimana??" bisik Anna.


TES!!!


TES!!!


Seketika tetesan air dari langit perlahan turun membasahi bumi. Tetesan yang semula pelan, kini mulai turun dengan derasnya. Orang-orang berlarian mencari tempat untuk berteduh. Namun berbeda dengan Anna yang terus berjalan dengan pandangan kosongnya.


Air hujan mulai membasahi seluruh tubuhnya. Anna menengadahkan pandangannya ke atas sambil menutup matanya. Bibirnya bergetar dan tangisannya pun pecah. Anna menangis tersedu..


Bumi pun seperti turut merasakan kesedihan gadis itu. Hujan deras itu mewakili perasaannya saat ini. Anna meremas dadanya kuat menahan sakit lalu jatuh terduduk.


"Alex.... Kau dimana.... Jangan tinggalkan aku....!!!" ujar Anna di bawah derasnya hujan.


Tangisan gadis itu semakin menjadi bersamaan dengan turunnya air hujan yang semakin deras..


Bersambung...


Maaf sepertinya episode kali ini cukup pendek ya 😁


Tapi it's oke yang penting update hehe

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🤗❤️


__ADS_2