Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Meloloskan Diri


__ADS_3

-FLASHBACK MALAM ITU-


...****************...


Alex keluar dari rumah William, lalu masuk dan menyalakan mobilnya. Saat sudah keluar dari gerbang pintu, mata tajamnya menatap pada spion depan dan melihat mobil Daniel yang sedang menunggunya. Sebuah seringai muncul di bibir Alex.


Sebenarnya dia sudah tau bahwa Daniel telah mengikutinya sejak dia keluar dari apartemen tadi. Alex penasaran apa yang di rencanakan oleh pria itu.


Alex pun mulai menginjak gas mobilnya dan melaju dengan kencang. Baiklah, kita lihat sejauh mana pria itu bisa mengikutinya, pikir Alex.


Alex membanting stir nya ke kiri dan ke kanan untuk menyusul beberapa mobil yang menghalangi di depannya. Terdengar suara klakson dari pengendara lain. Namun Alex mengacuhkannya dan menajamkan pandangannya ke depan.


Alex kembali menatap kaca spion dan melihat mobil Daniel tertinggal di belakangnya, namun masih terus mencoba mengikutinya.


Mereka terus saling mengejar dan melajukan mobilnya dengan kencang, sampai terdengar suara decitan dari ban mobil mereka yang menyentuh aspal. Suara klakson terdengar kencang saat mobil lain merasa terganggu dengan aksi kejar-kejaran antara Alex dan Daniel.


Saat melihat sebuah perempatan jalan, tidak sengaja mata Alex menatap sebuah mobil yang sama persis seperti mobil yang di kendaraainya.


Alex menyeringai licik, lalu mengikuti mobil yang mirip dengan mobilnya itu untuk menjebak Daniel. Saat pandangannya menatap mobil Daniel di belakangnya yang tertutupi mobil lain, dengan cepat Alex berbelok ke arah sebuah gang. Lalu membiarkan mobil Daniel melaju mengikuti mobil yang serupa dengan mobilnya itu.


Alex menatap tajam kaca spion dan melihat mobil Daniel yang terus melaju lurus mengikuti mobil di depannya.. Ternyata pria itu sangat mudah terkecoh, pikir Alex.


Pria itu mengikuti mobil lain. Alex pun menyeringai puas. Jika saja pria itu cukup pintar, mungkin dia akan menyadarinya dengan melihat plat nomor mobil itu. Namun, jika pria itu bodoh, mungkin dia akan terus mengikuti mobil itu tanpa menyadari bahwa yang di ikutinya bukanlah mobil milik Alex.


Alex pun kembali menancap gas mobilnya dan memutar arah menuju apartemennya.


Namun, saat dirinya hampir tiba di apartemen. Dua buah mobil melaju kencang menyusul mobilnya dan berhenti menghalangi jalannya.


Alex menginjak rem mobilnya lalu memicingkan matanya tajam menatap segerombol pria berjas hitam yang keluar dari mobil itu.


Salah satu pria menghampirinya dan mengetuk kaca mobilnya, sambil mengisyaratkan agar Alex segera keluar dari dalam mobil.


Tok.. Tok...


Alex menggertakkan giginya, lalu dengan malas keluar dari dalam mobil.


"Menyingkir dari jalanku!!!" ujar Alex tajam pada pria itu.


Namun, pria itu mengacuhkannya dan membungkuk sedikit pada Alex.


"Kami mendapat perintah dari Tuan Peter Wijaya untuk membawa anda" ujarnya tegas.


Alex memicingkan matanya, lalu tersenyum sinis,


"Siapa kau bilang??? Aku tidak mengenalnya!!! Minggir!!!" ujar Alex tajam dan hendak kembali masuk ke dalam mobilnya.


Namun pria di depan Alex itu menatap segerombol pria lain di depannya dan memberikan kode untuk bertindak.


"Maaf Tuan, ini perintah!!" ujar pria itu.


Lalu segerombol pria lain pun mulai mendekati Alex dan hendak menahan tangannya.


Namun dengan cepat Alex memutar tubuhnya dan meninju salah satu pria yang mencengkeramnya tadi.


BUGH!!!


"Brengsek!!!! Bukankah sudah ku katakan untuk menyingkir dari hadapanku!!!!" geram Alex.


Namun, pria tadi kembali mengisyaratkan segerombol pria lain untuk menangkap Alex,


"Cepat tangkap dia!!!" teriaknya.


Segerombol pria itu pun mulai mencoba menahan dan menyerang Alex,


BUGH!!!


BUGH!!!


Alex kembali meninju dan menendang pria-pria itu sampai tersungkur di atas aspal. Mereka mencoba menyerang dan melumpuhkan Alex, namun ternyata tidak semudah itu. Segerombol pria itu dapat mudah di kalahkan oleh seorang Alex.


Tidak ada pilihan lain, pikir pengawal itu. Lalu pria pertama tadi mencoba mendekati Alex yang sedang menghadapi beberapa pria lain, lalu menyuntikkan obat bius di lehernya dengan cepat.


Alex yang sadar pun seketika menarik tubuhnya dan memukul pria tadi sampai terjatuh,


BUGH!!!


"Bajingan!!!!!!!!!!" teriak Alex sambil menyentuh lehernya.


'Sial!!!!! Obat bius itu telah menancap sedikit di lehernya' gerutu Alex dalam hatinya.


Lalu pandangannya pun perlahan mulai kabur dan Alex pun terjatuh tak sadarkan diri.


BRUK!!!!


"Cepat borgol dia!!!!!!!" ujar pria yang tersungkur tadi sambil menyentuh sudut bibirnya yang berdarah karena tinjuan Alex.


"Bodoh!!! Melawan satu orang saja tidak bisa!!!!!" teriaknya pada segerombol pria lain.


Setelah mereka berhasil memborgol Alex. Mereka pun mulai membopong tubuh Alex masuk ke dalam mobil. Dan melaju pergi. Salah satu pria lain juga melajukan mobil Alex dan membawanya pergi.

__ADS_1


-


Alex mengerjapkan matanya perlahan dan menatap ke sekitar. Dia menyentuh kepalanya yang terasa berat. Lalu kembali menatap ke sekitar ruangan itu. Seketika Alex pun bangkit terduduk di atas tempat tidur.


"Arghh" rintihnya kembali menyentuh kepalanya yang terasa berat.


Alex kembali menatap sebuah kamar besar dengan ornamen dan arsitektur mewah yang dia tempati saat ini. Dimana ini?? pikir Alex.


Alex mencoba kembali mengingat kejadian sebelum dia terbangun disini. Lalu tangannya mengepal kuat setelah dia berhasil mengingat kembali saat dirinya berhasil di bius oleh salah satu pria ber jas hitam kemarin.


"****!!!" umpatnya.


Alex pun turun dari atas tempat tidur dan berjalan cepat kearah pintu untuk keluar. Namun, saat Alex hampir mendekati pintu, pintu pun terbuka tiba-tiba dan memperlihatkan seorang pengawal yang sedang mendorong seorang pria tua di atas kursi rodanya.


"Kau sudah sadar??" tanya pria tua itu.


Alex memicingkan matanya dan menatap tajam pada pria tua itu.


"Kau!!!" geram Alex.


"Apa yang kau inginkan dariku??? Biarkan aku keluar dari sini!!!" ujar Alex tajam.


Pria tua itu pun menghela nafasnya dan menatap Alex,


"Kau mau kemana?? Ini rumahmu!!! Aku tidak akan membiarkanmu kabur lagi dari sini!!!!" ujar pria tua itu tegas.


Alex tersenyum sinis mendengar ucapan pria tua di depannya itu,


"Rumahku??? Ini bukan rumahku!!!!!" tegasnya tajam.


Pria itu terlihat memijit keningnya dan menyerah dengan kekeras kepalaan Alex.


"Cukup Alex... Ini saatnya kau kembali lagi ke rumah ini! Kau tau, aku sudah tua dan sakit-sakitan seperti ini... Kau adalah cucu lelaki ku satu-satunya. Siapa lagi yang akan menjadi penerus keluarga Wijaya selain dirimu!!!" ujarnya.


Alex terlihat acuh dan menatap tajam pada pria tua itu,


"Aku bukanlah penerus keluarga ini!! Aku tidak punya keluarga!! Dan aku bisa menjalani hidupku sendiri!!!" ucap Alex tajam.


Pria tua itu terlihat mendelik dan tersenyum mencemooh pada Alex,


"Aku tau kau sudah menjadi pria yang sukses dengan usahamu sendiri.. Tetapi apakah kau sadar, kau bahkan masih memakai nama Wijaya di belakang namamu!" ujarnya sinis.


Alex mengepalkan tangannya menatap pria tua itu,


"Itu adalah nama pemberian ibuku!! Tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga ini!! Lagipula.... Aku tidak memiliki lencana emas milik keluarga Wijaya" ujar Alex sinis.


"Sekarang menyingkir dari hadapanku!!!!" tegas Alex lalu melangkah cepat melewati pria tua itu.


"Cepat cegat dia dan kurung kembali di kamar ini!!! Jangan biarkan pria itu keluar dari rumah ini!!!" perintahnya pada pengawal di belakangnya.


Pengawal itu mengangguk dan memencet tombol perintah pada pengawal di bawah untuk mencegat Alex keluar dari rumah ini.


Alex yang sudah berada di luar pintu utama pun di cegat oleh beberapa pengawal berbadan kekar.


"Menyingkirlah dari hadapanku!!!!" ujar Alex dengan mata tajamnya.


Namun para pengawal itu tidak mengindahkan ucapan Alex,


"Maaf Tuan, anda tidak bisa keluar dari rumah ini!!!" ujar salah satu pengawal.


Lalu mereka pun melangkah maju hendak menahan Alex, namun dengan kuat Alex menghajar para pengawal yang menghalanginya itu.


BUGH!!!!


"Sudah ku katakan jangan halangi jalanku!!!!" geram Alex, lalu pria itu memukul para pengawal disana dengan membabi buta.


BUGH!!!


BUGH!!!


BUGH!!!


Peter Wijaya menyaksikan perkelahian itu di depan pintu. Cucunya itu bisa mengalahkan para pengawalnya seorang diri. Tidak heran jika dia bisa bertahan hidup seorang diri di luar sana sejak dulu, pikirnya.


"Berapa lama obat bius itu akan bekerja kembali???" tanyanya pada pengawal di belakangnya.


Pengawal itu pun mengecek jam di tangannya,


"Sebentar lagi obati bius nya akan bekerja kembali" ujar pengawal itu.


Ya, obat bius yang di suntikkan pada Alex adalah obat bius jangka panjang yang cukup keras. Peter sengaja memerintahkan pengawalnya untuk memberikan obat bius itu karena dia tau hal seperti ini akan terjadi.


Alex pun mulai merasa pandangannya perlahan kabur dan kepalanya terasa berat.


'Sial!!!! Apa yang terjadi???' pikir Alex.


Lalu saat hendak kembali meninju pengawal di depannya, tiba-tiba tubuhnya terasa sulit di gerakan dan pandangannya pun mulai gelap dan tubuh Alex pun ambruk.


BRUK!!!

__ADS_1


Alex kembali jatuh tak sadarkan diri karena efek obat bius yang masih tersisa di tubuhnya.


"Bawa dia kembali ke kamar dan borgol tangannya!!!" perintah Peter.


Para pengawal itu pun mengangguk dan mulai membawa tubuh Alex kembali ke kamar.


-


Alex mulai mengerjapkan matanya dan kembali terbangun. Seketika pria itu mencoba bangkit dari tidurnya. Namun, Alex merasakan pergerakan tangannya tertahan oleh sesuatu.


"Brengsek!!!!!" gerutu Alex menatap borgol yang ada di tangannya.


Dengan sekuat tenaga Alex mencoba melepaskan borgol itu. Namun sayang borgol itu tidak terlepas sedikitpun.


Dengan cepat Alex bangkit dan berjalan ke sekeliling kamar untuk mencari benda apapun yang dapat membantunya membuka borgol di tangannya. Pandangan Alex pun mengarah ke arah jendela di sudut kamar.


Alex menatap keluar dan melihat hari sudah gelap. Pandangannya mengarah pada besi yang menghalangi jendela. Sebuah ide pun terlintas di pikirannya. Alex pun menarik besi itu sekuat tenaga agar terlepas dari jendela.


PRANG!!


PRANG!!


Alex menarik kuat besi itu dengan kedua tangannya yang masih terborgol. Perlahan baut besi itu mulai terlepas satu persatu. Dengan sekuat tenaga Alex kembali menarik besi itu sampai tangannya memerah dan..


PRANG!!


BRUK!!!


Besi itu pun terlepas, Alex menyangkutkan borgol di tangannya pada besi itu dan kembali menariknya sekuat tenaga,


PRANG!!?


Rantai borgol itu pun putus, membuat tangan Alex kembali terpisah, namun borgol itu masih berada di kedua pergelangan tangan Alex.


Alex tidak menghiraukannya dan mulai menatap jendela di depannya dan menendangnya sekuat tenaga sampai terbuka.


PRANG!!!


Dengan cepat Alex pun menghampiri jendela dan menatap keluar. Sekarang dia berada di lantai 2. Namun tanpa takut Alex mulai memanjat dan mencoba melompat ke bawah. Tidak peduli apapun yang terjadi, yang terpenting dia bisa keluar dari rumah ini dan bertemu dengan Anna.


Benar, gadis itu...


Alex sangat merindukannya..


Sekarang dia berada jauh darinya,


Sial!!! Pria tua bangka itu telah membawanya kembali sejauh ini.


Dengan berani Alex pun melompat ke bawah,


BRUK!!!


"Argh!!"


Alex terjatuh ke tanah dan menahan sakit di pergelangan kakinya. Seorang penjaga yang berjaga mendengar suara itu dengan segera menghampiri tempat jatuhnya Alex tadi.


Dengan segera Alex pun bersembunyi di balik pohon besar dan menatap seorang penjaga yang mengecek keadaan disana.


Setelah dikiranya tidak ada apapun. Penjaga itu pun kembali melangkah pergi dengan acuh.


Alex kembali melangkahkan mendekati gerbang dan melihat beberapa penjaga disana. Alex pun bersembunyi, lalu melihat seorang penjaga yang masuk ke dalam dan meninggalkan seorang lagi di depan gerbang.


Dengan berani, Alex mulai menghampirinya dan memukul pria itu dari belakang sampai pingsan.


BUGH!!


Setelah itu, Alex menggeledah saku celananya untuk mencari kunci gerbang, namun nihil tidak ada kunci disana.


Lalu tanpa pikir panjang Alex pun memanjat gerbang tinggi itu dan berhasil sampai di atas. Lalu pria itu kembali melompat ke bawah dan merasakan sakit yang luar biasa di pergelangan kakinya.


"Arghhhh!!!" rintih Alex.


Alex mencoba kembali bangun namun kakinya terasa sangat sakit. Dipikirannya saat ini hanya ada kekasihnya Anna, dia ingin segera bertemu dengannya...


Namun kakinya benar-benar sakit saat ini, Alex pun menutup matanya menahan sakit dan membayangkan wajah Anna di kepalanya,


'Anna... Tunggulah aku...' ujar Alex dalam hatinya.


Bersambung...


Oke ini adalah episode terpanjangggggggggggg sejauh ini 😩


Bisa jadi dua episode sebenarnya, tapi takut nanggung ya sudah di lanjut aja, daripada readers komplain nanti 😌


Jangan lupa kasih like sama komennya ya 🙄


Ngasih vote sama hadiah juga boleh 🤣🤣


Thank you 🤗❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2