
-2 Bulan Kemudian-
"BWAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!!!!"
Terdengar suara tawa seseorang memenuhi salah satu ruangan.
Terlihat 2 orang pria tengah berada di dalam ruangan tersebut. Satu pria sedang tertawa terbahak-bahak, sedangkan yang satu lagi tengah menatap pria yang tertawa tadi dengan tatapan tajamnya.
"Bisakah kau diam!!! Kau sangat berisik Roy!!!" ujar Alex tajam.
Roy masih tertawa sambil menyentuh perutnya. Pria itu tertawa puas sampai mengeluarkan air mata,
"Ya Tuhan!! Hahaha Ini benar-benar lucu..." ujarnya masih terpingkal-pingkal.
Alex hanya dapat menghela nafasnya melihat Roy yang habis-habisan menertawakan dirinya. Ini semua gara-gara Harry sialan itu, pikir Alex kesal.
Sebelum Alex tiba di kantor hari ini, Roy telah berada di ruangannya. Pria itu tengah mengobrol dengan Harry, asisten pribadi Alex.
Dan tanpa sengaja Harry membicarakan tentang Alex yang saat itu merubah penampilannya agar istrinya tidak mual. Sampai Alex yang menyuruhnya untuk membelikan berbagai parfum terbaik, kemeja dan gel rambut yang sama seperti yang di pakai Roy.
Padahal sebelumnya Alex sudah memperingatkan Harry untuk merahasiakan hal itu. Tetapi sepertinya kecerobohan Harry yang suka bergosip membuatnya lepas kontrol dan menceritakannya pada Roy.
Terlihat jelas Harry tengah mengelap keringat dinginnya di luar ruangan Alex dengan takut. Dia menyesali kecerobohannya yang telah membocorkan rahasia Boss nya itu pada Roy,
"Dasar ceroboh!! Seharusnya aku tidak terpancing dengan ucapan Tuan Roy!!" gerutunya pada diri sendiri.
Harry pun hanya bisa pasrah dan menunggu hukuman apa yang akan di berikan Boss nya itu padanya nanti.
Kembali ke dalam ruangan Alex, Roy pun akhirnya berhenti tertawa sambil mengelap air mata di sudut matanya,
"Ya Tuhan.. Ini benar-benar kejadian super langka yang hanya akan terjadi sekali seumur hidupku" ujarnya terkikik.
Alex menatap Roy dengan tajam,
"Kau puas???" ujarnya tajam.
Roy pun mengangguk dengan antusias,
"Aku benar-benar puas kawan.. Sudah ku bilang saat itu bukan, kau harus merubah gayamu seperti aku!!" ujarnya bangga.
Alex pun mendengus kesal dan menyibukkan dirinya dengan laporan yang berada di mejanya. Daripada mendengar ucapan Roy yang terus meledeknya, lebih baik ia menyibukkan diri dengan pekerjaannya yang menumpuk.
Sudah hampir 4 bulan Alex jarang pergi ke kantor. Dia akan ke kantor hanya jika ada sesuatu yang penting saja, seperti hari ini.
Kebetulan hari ini akan ada rapat dengan para petinggi. Roy termasuk yang juga akan mengikuti rapat hari ini.
Namun sepertinya Roy terlalu rajin dan datang ke kantornya pagi-pagi sekali. Padahal rapat baru akan di adakan pada pukul 10 pagi nanti.
"Lupakan!! Itu sudah lama terjadi. Lagipula aku yakin sebenarnya saat itu istriku memang sudah tidak mual lagi ketika berada di dekatku, bukan karena aku merubah gayaku sepertimu!" ujar Alex mengelak.
Roy pun hanya dapat mencibir ucapan Alex,
"Bilang saja kau tidak ingin mengakui ide cemerlangku! Lagipula mana mungkin secepat itu istrimu berubah dan tidak mual lagi saat berada di dekatmu!" ujar Roy mengelak.
"Sudah kuduga, saat itu istrimu sepertinya menyukaiku.. Bahkan dia meminta aku menceritakan sebuah lelucon.. Aku tau, aku memang pria yang..." ujar Roy terputus saat dengan cepat Alex menggebrak meja sambil menatap Roy dengan tatapan membunuhnya.
BRAK!!
"Apa kau bilang???" tanya Alex penuh penekanan.
Seketika Roy pun menutup mulutnya dan tersenyum gugup pada Alex,
"Hey.. Hey.. Aku hanya bercanda kawan!!" ujarnya bergidik ngeri.
'Dasar pria menyeramkan' gerutu Roy dalam hatinya.
Alex masih menatap tajam pada Roy,
"Jika kau sudah selesai dengan ocehanmu, kau boleh pergi sekarang!! Aku sedang sibuk!!" ujar Alex tajam.
Roy pun seketika menghela nafasnya,
"Kau mengusirku?? Tega sekali.. Setidaknya sedikit berterimakasihlah pada temanmu ini.." ujar Roy membujuk.
Alex menghiraukan ucapan Roy dan mulai berkutat dengan berkas-berkas di tangannya. Roy terlihat tidak menyerah dan mencoba mengalihkan pembicaraan agar Alex tidak marah kepadanya,
__ADS_1
"Oh iya... Bukankah sekarang usia kehamilan istrimu telah memasuki 4 bulan?? Wah.. Ku dengar jika usia kandungan sudah memasuki 4 bulan, kau sudah bisa melihat jenis kelamin calon anakmu.." ujar Roy mengalihkan pembicaraan.
Seketika Alex pun mengangkat wajahnya dan menatap kearah Roy,
"Benarkah??" tanya Alex penasaran.
Roy pun tertawa dalam hatinya dan mengangguk pelan,
"Benar.. Apa, kau tidak penasaran dengan jenis kelamin calon anakmu??" tanya Roy memancing.
Alex terlihat terdiam sejenak dan menghela nafasnya,
"Sebenarnya aku penasaran.. Tapi, Anna selalu menolak jika dokter ingin memberitahukan jenis kelamin calon anak kami.." ujar Alex.
"Anna bilang, dia ingin itu menjadi kejutan nanti. Ketika usia kandungannya memasuki 7 atau 8 bulan, baru dia ingin tau jenis kelamin anak kami" lanjut Alex.
Roy pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Alex,
"Benarkah?? Bukankah akan merepotkan nantinya?? Bagaimana dengan persiapan untuk anak kalian nanti, seperti pakaian dan lainnya??" tanya Roy.
Alex menatap Roy dan terlihat santai,
"Tidak apa, apa pun yang diinginkan istriku, aku akan menurutinya.." ujar Alex tulus.
Roy pun menatap wajah lembut Alex dan tersenyum,
"Kau benar-benar suami idaman... Huh.. Andai saja aku ini wanita, aku sudah pasti menginginkan suami seperti dirimu" ujar Roy menghayal.
Seketika Alex pun menatap Roy dengan matanya yang tajam. Roy yang mengerti tatapan Alex pun seketika tersenyum dengan takut,
"Aku hanya bercanda!! Ya ampun.. Sulit sekali mengajakmu bercanda" gerutu Roy.
Tok..
Tok..
Seketika pintu ruangan Alex pun terketuk. Alex menatap kearah pintu dan menyahut,
"Masuk!!!" ujarnya tegas.
"Ma.. Maaf Tuan, Istri Tuan ada disini" ujar Harry.
Seketika Alex pun bangkit dari kursinya dengan terkejut,
"Istriku??" tanya Alex.
Lalu terlihat Anna pun masuk ke dalam ruangan Alex dengan senyuman manisnya.
Gadis itu memakai gaun berwarna biru muda dengan rambut yang di ikat setengah.
DEG!!
Seketika jantung Alex pun berdebar kencang melihat wajah cantik istri tercintanya.
Dengan cepat Alex pun melangkah untuk menghampiri Anna,
"Sayang.. Kenapa kau kemari??" tanya Alex posesif.
"Bukankah kau harus beristirahat di rumah?? Siapa yang mengantarmu kemari?? Kenapa kau tidak menghubungiku lebih dulu?? Biar aku saja yang menjemputmu di rumah.." ujar Alex cerewet.
Seketika Roy pun mengangakan mulutnya melihat tingkah Alex.
Ternyata teman kutubnya itu bisa juga menjadi sangat cerewet dan banyak bicara. Sungguh sesuatu hal yang mengejutkan, pikir Roy.
Anna pun tersenyum pada Alex,
"Aku kemari bersama supir.. Aku bosan di rumah, dan memutuskan untuk bermain kemari.." ujar Anna.
"Memangnya tidak boleh ya??" lanjut Anna dengan wajah yang sedikit kecewa.
Seketika Alex pun terlihat gelagapan,
"Bu.. Bukan begitu sayang.. Aku hanya takut terjadi apa-apa denganmu.." ujar Alex lembut.
Roy pun terlihat menahan tawanya melihat tingkah Alex. Sejak kapan seorang Alex yang dingin dan menyeramkan itu bisa gelagapan seperti ini.
__ADS_1
Alex yang mendengar tawa Roy pun seketika mendelik pada pria itu dengan tajam.
Roy yang ketakutan melihat tatapan Alex pun berdiri dari duduknya dan menghampiri Anna,
"Hai Anna.." sapanya pada Anna.
Anna pun menatap kearah Roy dan tersenyum,
"Hai Roy.." balas Anna yang membuat Alex cemburu seketika.
"Wah.. Perutmu sudah terlihat menonjol ya" ujar Roy.
Anna pun hanya tersenyum dan mengangguk untuk membalas ucapan Roy.
Alex yang sedikit terganggu dengan sikap Roy yang sok akrab dengan istrinya pun seketika membalikkan tubuhnya menatap Roy,
"Hey Roy, bukankah kau sedang ada urusan?? Lebih baik kau cepat pergi sekarang, dan kembali lagi kemari saat rapat akan di mulai" ujar Alex tajam.
Roy yang mengerti dengan tatapan Alex pun seketika terlihat gelagapan dan pasrah. Memangnya dia mempunyai urusan apa?? pikir Roy.
"A..Ahh.. Iya, kau benar.. Kalau begitu aku permisi dulu" ujar Roy berpamitan dengan pasrah.
Sebelum Roy pergi, pria itu pun menatap Anna dengan seringainya,
"Oh iya Anna, aku punya teka-teki lucu untukmu, apa kau mau dengar??" tanya Roy semangat.
Anna pun menatap kearah Roy dan mengangguk dengan semangat,
"Boleh.." jawabnya.
Alex pun seketika mendelik tajam pada Roy. Roy mengabaikan tatapan Alex dan menatap kearah Anna,
"Dia memiliki bentuk yang sempurna tetapi sekeras batu, di dalamnya sangat dingin seperti es.. tetapi jika di sentuh olehmu maka dia akan lunak seperti jelly.. Ayo tebak apakah itu???" ujar Roy semangat.
Anna pun terlihat berpikir keras untuk menjawab teka-teki Roy,
"Es Jelly??" ujar Anna mencoba menebak.
Roy pun seketika menggeleng dengan senyumannya,
"Bukan!!" ujarnya.
Anna kembali berpikir keras dan tidak menemukan jawaban apapun,
"Kau menyerah??" tanya Roy semangat.
Anna pun menghela nafasnya dan mengangguk,
"Apa jawabannya??" tanya Anna penasaran.
Roy pun seketika tersenyum dan mencoba menahan tawanya,
"Jawabannya adalah...." ujar Roy menggantung.
Roy pun berjalan mundur secara perlahan kearah pintu sambil menatap kepada Anna,
"Jawabannya adalah.. Suamimu!! Hahahahaha!! Aku pergi dulu!!!!" teriak Roy puas sambil berlari keluar dari ruangan Alex.
Anna yang mengerti jawaban Roy pun seketika tertawa. Sedangkan Alex terlihat terdiam dan mencoba kembali mencerna apa yang di maksud oleh Roy.
Setelah beberapa detik, pria itu pun mengerti dengan teka-teki Roy yang dimaksud untuk menyindirnya.
'Lunak seperti Jelly???' pikir Alex.
'Dasar Roy sialan!!!' umpat Alex dalam hatinya.
Bersambung..
Halo, keep support this story ya,
Jangan lupa kasih like, vote, hadiah dan komennya ☺️
Yuk komen yang banyak, biar author semangat lagi 😁
Oh iya, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya 👍❤️
__ADS_1