Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Terpaksa Menjadi Roy


__ADS_3

Alex menatap wajahnya di depan cermin dengan tatapan jijik. 'Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan Alex???' pikirnya tidak mengerti.


Alex pun menutup matanya dan menggeleng kuat. Baiklah, kita lupakan dulu tentang harga diri..


Sekarang yang terpenting adalah, dirinya harus melakukan hal apapun agar bisa kembali berada di dekat istrinya.


Pria itu menghela nafasnya dan kembali menatap dirinya di depan cermin,


"Baiklah.. Demi istriku, aku rela melakukan hal apapun!!" ujarnya pada diri sendiri.


Alex pun kembali menatap kemeja biru yang cukup ketat di tubuhnya dan menatap tatanan rambutnya,


"Jika ini tidak berhasil maka aku akan membuat perhitungan dengan Roy!!" ujarnya tajam.


Alex pun dengan segera membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar dari ruang kerjanya untuk masuk ke dalam kamar.


Alex menatap pintu di depannya dengan jantung yang berdebar. Pria itu kembali menenangkan dirinya dan membuang rasa malunya,


"Demi Anna.." bisiknya menyemangati.


Setelah itu Alex pun dengan perlahan membuka pintu,


CKLEK!!


Alex masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan sedikit khawatir,


"Kau sudah bangun??" tanyanya khawatir.


Anna pun seketika mengarahkan wajahnya pada Alex dengan kening yang berkerut. Terlihat sekali gadis itu begitu kebingungan melihat penampilan suaminya.


Jantung Alex kembali berdegup dengan kencang..


Pria itu berjalan menghampiri istrinya dan berharap Anna tidak akan langsung mual saat dirinya mendekat.


Alex hampir tiba di dekat Anna dan jantung pria itu semakin berdetak cepat. Di dalam hatinya dia berdoa semoga rencana konyolnya ini akan berhasil dan tidak sia-sia.


Alex pun telah berdiri di hadapan istrinya dan menatap Anna dengan dalam,


"Alex???" ujar Anna bingung.


Alex menghela nafasnya dan menatap Anna dengan wajah yang terlihat cemas,


"Apa... Apa kau merasa mual???" tanya Alex takut.


Anna terlihat berpikir sejenak lalu menggeleng pelan,


"Ada apa dengan penampilanmu??" tanya Anna.


Alex lalu berjongkok di hadapan Anna sambil menyentuh tangan gadis itu dengan perasaan was-was,


"Benarkah??? Kau tidak merasa mual??" tanyanya lagi memastikan.


Anna pun menatap suaminya itu dengan bingung, lalu kembali menggeleng.


Seketika Alex pun tersenyum senang dan mencium telapak tangan Anna berulang-ulang dengan wajah yang terlihat sumringah,


"Sungguh??? Kau tidak merasa mual mencium aroma tubuhku yang sekarang??" tanyanya.


Anna pun menahan senyumnya dan menggeleng pelan,


"Tidak Alex..." jawabnya.

__ADS_1


GREP!!


Alex pun dengan cepat memeluk tubuh Anna dengan erat. Pria itu tidak bisa menggambarkan bagaimana bahagia hatinya saat ini karena Anna tidak merasa mual lagi saat berada di dekatnya,


"Syukurlah..." bisik Alex terharu.


Setelah beberapa lama, pria itu pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Anna dalam,


"Aku sangat senang.." bisiknya lagi.


Anna tersenyum melihat tingkah Alex dan menyentuh pipi suaminya dengan lembut,


"Oh.. Jadi kau sengaja berpenampilan seperti ini, agar aku tidak mual lagi saat berada di dekatmu??" tanya Anna geli.


Alex pun mengangguk cepat,


"Benar... Dan aku tidak menyangka ini akan berhasil" ujarnya senang.


Alex menyentuh pipi Anna dan menatapnya dalam,


"Kau tau, aku hampir gila karena kau selalu mual saat berada di dekatku.." ujar Alex.


"Hatiku sangat hancur saat melihatmu harus menahan sakit dan mual seorang diri tanpa ada aku disisimu.. Aku merasa tidak berguna... Aku merasa sangat bersalah setiap kali melihatmu menahan mual saat berada di dekatku.." ujarnya sedih.


"Aku tidak sanggup..." ujarnya lagi.


Anna pun tersenyum lembut dan mengusap wajah Alex,


"Tidak apa-apa, aku mengerti Alex.." ujarnya menenangkan.


Alex pun kembali memeluk tubuh Anna dan menghirup aroma tubuh istrinya yang amat sangat dia rindukan itu.


Setelah beberapa saat Anna pun melepaskan pelukan Alex dan menatap lekat penampilan suaminya itu,


Seketika Alex pun terlihat gugup,


"Aku merasa pernah melihat seseorang berpenampilan seperti ini.. Tapi dimana ya??" lanjut Anna yang membuat Alex semakin gugup.


"Benarkah?? Mungkin... itu hanya perasaanmu saja" ujar Alex menutupi kegugupannya.


"Sudahlah.. Yang penting aku bisa kembali berada disisimu tanpa membuatmu merasa mual lagi" ujar Alex mencoba mengalihkan pembicaraan.


Anna pun menatap Alex dan mengangguk pelan. Gadis itu juga merasa senang, akhirnya dirinya tidak merasa mual lagi saat berada di dekat suaminya.


"Kalau begitu, ayo kita turun kebawah untuk makan malam. Aku sudah membelikan makanan kesukaanmu" ujar Alex sambil mengecup pipi istrinya.


Anna pun tersenyum dan mengangguk. Dengan cepat Alex pun menggendong tubuh Anna dan membuat gadis itu sedikit terkejut,


"Kenapa kau menggendongku??" tanyanya bingung.


Alex pun tersenyum sambil mengecup bibir istrinya,


"Aku tidak ingin kau kelelahan sayang.. Mulai sekarang aku akan terus menggendongmu dan tidak akan membiarkanmu turun naik tangga sendirian" ujarnya tegas.


Anna pun hanya dapat menghela nafasnya pasrah melihat tingkah posesif suaminya itu. Akhirnya, sekarang dirinya bisa kembali berdekatan dengan Alex tanpa rasa mual.


'Apa benar ini semua karena Alex merubah penampilan dan aroma tubuhnya??' pikir Anna tidak mengerti.


Setelah itu Alex pun menggendong tubuh Anna ke lantai bawah untuk makan malam.


Pria itu terlihat begitu posesif dan menyuapi Anna dengan hati-hati. Bibi Van yang melihat penampilan Alex yang sangat berbeda hanya dapat menggeleng pelan sambil tersenyum geli.

__ADS_1


Tapi disisi lain, Bibi Van sangat senang karena akhirnya Alex akhirnya bisa kembali berada di dekat istrinya.


Wanita paruh baya itu tau, Alex sangat tertekan dan hampir gila karena perubahan Anna saat hamil. Tapi untungnya, Boss nya itu punya cara agar bisa kembali berada di dekat istrinya walaupun idenya sedikit konyol.


Sebenarnya Bibi Van sempat mendengarkan pembicaraan Roy dan Alex tadi pagi. Wanita paruh baya itu sempat terkekeh pelan mendengar ide dari Roy.


Tapi dia tidak menyangka bahwa seorang Alex akan mendengarkan ide konyol temannya itu. Mungkin pria itu sudah sangat putus asa, pikir Bibi Van.


Tapi, sepertinya ide konyol Roy cukup ampuh juga..


Setelah selesai makan malam, Anna sempat muntah-muntah kembali. Alex terlihat sangat khawatir. Namun ada sedikit rasa lega di hatinya karena penyebab istrinya mual kali ini bukanlah dirinya, melainkan karena makanan dan minuman.


Setelah selesai, Alex pun kembali menggendong tubuh Anna ke lantai dua menuju kamar mereka.


Alex meletakan tubuh Anna di atas tempat tidur dan memijit kaki istrinya dengan lembut,


"Apakah terasa nyaman??" tanya Alex lembut.


Anna pun menatap Alex dan mengangguk pelan. Setelah beberapa menit Alex pun beralih duduk di samping Anna dan memijit punggung istrinya,


"Terimakasih..." ujar Anna tulus.


Alex tersenyum mendengar ucapan Anna sambil menggeleng pelan,


"Tidak perlu berterimakasih sayang..." ujarnya lembut.


Anna terlihat terdiam sejenak dan menatap Alex dengan ragu. Alex yang menyadari tatapan Anna pun menatap istrinya dengan lembut,


"Apa kau menginginkan sesuatu?? Katakanlah.. Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan" ujarnya lembut.


Anna pun membalikkan tubuhnya perlahan dan menatap Alex dengan ragu,


"Hmm... Apakah.. Apakah kau bisa menceritakan padaku sebuah lelucon??" tanya Anna tiba-tiba.


Seketika Alex pun mengernyitkan keningnya,


"Lelucon???" tanyanya ragu.


Anna pun langsung mengangguk cepat,


"Iya.. Sebuah lelucon yang lucu, seperti yang di ceritakan Roy tadi pagi" ujar Anna excited.


Seketika Alex pun sedikit menggertakkan giginya karena merasa cemburu mendengar istrinya menyebut nama Roy.


Sial!! Sepertinya Roy telah memberikan pengaruh buruk untuk istrinya..


Sekarang dirinya telah berpenampilan seperti pria itu..


Apakah Alex juga harus bersikap konyol sepertinya?? pikirnya.


Sebuah lelucon???


Bagaimana bisa seorang Alexander Wijaya menceritakan sebuah lelucon???


'Ya Tuhan.. Cobaan apalagi ini???' jerit Alex dalam hatinya.


Bersambung..


Hai, support selalu cerita ini ya,


Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️

__ADS_1


Oh iya, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya, apalagi ninggalin sholat 😁👍


__ADS_2