Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Gift


__ADS_3

Anna terlihat menggeliat pelan dalam tidurnya. Gadis itu mengedipkan matanya perlahan dan menatap ke sebelah ranjangnya yang terlihat masih kosong.


Gadis itu seketika terbangun dan mengarahkan pandangannya ke sekitar. Sepertinya Alex belum kembali ke kamar, pikir Anna.


Ia pun menatap kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 2 dini hari. Dengan cepat Anna pun duduk di atas tempat tidurnya.


Saat ia hendak bangkit dari ranjangnya untuk mencari Alex, tiba-tiba pandangan gadis itu pun mengarah pada sebuah sofa di dekat box tempat tidur kedua bayinya yang berada di sudut sebelah kanan.


Anna pun membelalakkan matanya saat melihat sang suami yang tengah tertidur dengan posisi duduk di sofa sambil memangku salah satu bayi mereka,


"Alex.." ucapnya pelan.


Ia pun perlahan bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan pelan kearah sofa itu.


Seketika sebuah senyuman pun mengembang di wajahnya saat melihat wajah pulas sang suami yang sedang tertidur sambil memangku Aron di dalam pelukannya.


Anna menatap kearah box milik Airin dan melihat putrinya itu yang juga tengah terlelap di tempat tidurnya.


Anna pun dapat melihat dua botol susu yang terlihat telah habis. Sepertinya Alex baru saja selesai memberikan susu pada kedua bayi mereka.


Gadis itu pun berjalan kearah sofa dan melihat wajah Alex yang begitu lelap di dalam tidurnya.


Perlahan ia pun mengambil Aron yang berada di pangkuan Alex dengan hati-hati. Setelah itu Anna berjalan kearah box dan meletakkan Aron di dalam tempat tidurnya,


CUP!!


Anna mengecup lembut kening putranya sebelum ia meletakkannya ke dalam box,


"Selamat tidur sayang.." bisiknya lembut.


Setelah itu ia pun menghampiri Alex dan menyentuh pundaknya dengan lembut untuk membangunkannya,


"Sayang.." ucapnya lembut.


Alex terlihat menggeliat pelan dan perlahan membuka matanya,


"Tidurlah di atas tempat tidur.." lanjutnya pelan.


Alex pun mengusap matanya sambil terduduk,


"Ah.. Aku pasti ketiduran" ucapnya.


Anna pun tersenyum dan mulai menggenggam tangan Alex untuk menuntunnya ke tempat tidur. Alex meraih tangan Anna dan tersenyum lembut. Mereka pun mulai berjalan kearah tempat tidur dan merebahkan tubuh mereka.


Alex membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya,


"Apa mereka tadi menangis??" tanya Anna dalam pelukan suaminya.


Alex menutup matanya sambil mengangguk pelan,


"Iya, awalnya Airin yang menangis lalu Aron pun ikut menangis tidak lama setelahnya" ucapnya.


Anna mengangkat wajahnya dan menatap wajah Alex yang terlihat mengantuk,


"Kenapa tidak bangunkan aku?? Kau pasti kerepotan harus menjaga keduanya" ujarnya lembut.


Alex tersenyum pelan sambil membuka matanya dan mengecup kening Anna lembut,


"Aku tidak mau mengganggumu.. Aku tau kau pasti kelelahan. Lagipula aku tidak kerepotan sama sekali" jawabnya lembut.


Anna pun tersenyum sambil mengusap rambut suaminya,


"Terimakasih.." ucapnya tulus.


Alex membuka matanya dan menatap Anna dalam,


"Kau tidak perlu berterimakasih sayang.. Itu adalah kewajibanku juga untuk mengurus mereka" ujarnya menenangkan.


Alex pun mengecup kening istrinya dan membawanya kembali ke dalam pelukannya,


"Sekarang, tidurlah.." ujarnya lembut.


Anna pun menyandarkan wajahnya ke dalam pelukan sang suami dan tertidur.




Pagi hari ini langit terlihat begitu cerah..



Di kediaman Alex terlihat orang-orang tengah sibuk untuk mempersiapkan acara makan malam keluarga dan kerabat dekat sekaligus menyambut kelahiran bayi kembar Anna dan Alex.



Kemarin Donna mengusulkan acara untuk malam ini agar orang-orang yang ingin menjenguk ataupun melihat bayi Anna dan Alex bisa lebih intens di hari ini.



Tidak banyak yang di izinkan untuk hadir, hanya keluarga dan kerabat-kerabat terdekat saja.



Tadi pagi-pagi sekali Alex juga harus pergi ke kantor terlebih dahulu untuk mengurus beberapa pekerjaan.



"Nah kurasa ini sangat cocok!!" ujar Donna bersemangat pada orang yang bekerja untuk mendekorasi ruang tamu dan meja makan.



Anna saat ini tengah berada di kamarnya. Setelah ia selesai menyusui kedua buah hatinya, Anna pun mulai bersiap-siap untuk acara makan malam hari ini.



KRING!!!

__ADS_1



Tiba-tiba terdengar suara handphone miliknya yang berdering. Anna pun dengan cepat mengambilnya dan melihat nama Jennie di layar. Ia pun tersenyum dan mengangkat panggilannya,



"Halo.." sapanya.



("YA TUHAN ANNA!!!!!! SELAMAT YA ATAS KELAHIRAN BAYI KEMBARMU!!!") teriaknya di seberang sana.



Terdengar suara berisik juga dari Bianca yang mencoba merebut handphone milik Jennie,



("aku ingin bicara!!! ANNA SELAMAT YA!!!!") teriaknya juga yang membuat Anna tertawa pelan.



"Iya, terimakasih.." balas Anna.



("Ya Tuhan, aku benar-benar tidak menyangka kau melahirkan sepasang anak kembar!!! Kau sungguh beruntung Anna!!") ucap Bianca lagi dengan terharu.



("Aku sangat ingin melihat keponakan-keponakanku!! Oh, jangan tanya lagi, pasti mereka sangat tampan dan cantik sepertimu dan juga suamimu ya kan!!!") ujarnya lagi excited.



Anna tersenyum pelan dan menjawab perkataan teman-temannya itu,



"Maka dari itu datang kemari malam ini, ya" ucapnya.



Jennie terdengar kembali merebut handphonenya dari tangan Bianca dan mengangguk excited,



("Tentu saja!!! Tentu saja kami akan kesana. Kapan lagi kita boleh diizinkan masuk ke dalam rumah megah milik pengusaha kaya, iya kan") ujarnya bersemangat.



Anna pun kembali tertawa dan menggeleng pelan mendengar tingkah teman-temannya,



"Kalau begitu dandan lah yang cantik" ucap Anna menggoda.




Anna kembali tertawa mendengar ucapan Jennie dan Bianca,



"Baiklah, kalian bersiap-siaplah, aku akan menunggu" ucapnya mengakhiri panggilan.



("Baiklah kalau begitu, sampai jumpa nanti malam!! Bye!!!") ujar mereka bersamaan.



Anna pun mematikan panggilannya dan tersenyum. Ia kembali berjalan kearah box bayinya dan melihat kedua malaikatnya yang tengah tertidur pulas.



Tok..



Tok..



Tiba-tiba suara ketukan pintu pun terdengar. Anna dengan cepat berjalan kearah pintu dan membukanya.



CKLEK!!



Terlihat Bibi Van yang berada di depan pintu sambil tersenyum lembut padanya,



"Nona.. Ini ada kiriman dari Tuan Alex. Tuan bilang ini hadiah spesial untuk Nona, dan mungkin Tuan sedikit terlambat pulang sore ini" ujarnya.



Anna pun mengambil bingkisan dan sebuket bunga dari tangan Bibi Van lalu tersenyum padanya,



"Terimakasih Bibi" ucapnya.


__ADS_1


Bibi Van pun mengangguk pelan,



"Sama-sama Nona, kalau begitu Bibi akan kembali ke bawah" pamitnya.



Anna pun mengangguk dan kembali ke dalam kamarnya setelah Bibi Van pergi.



Anna duduk di atas tempat tidur dan menghirup aroma bunga yang ada di tangannya. Ini adalah bunga baby breath dengan rose berwarna biru dan pink kesukaannya,



![](contribute/fiction/4190711/markdown/442964/1678879128601.jpg)



Gadis itu tersenyum lembut dan mulai membuka bingkisan yang berisi 3 buah kotak kado. Dua kotak berukuran sedang dan satu berukuran kecil.



Anna melihat ada sebuah surat di dalam bingkisan itu. Ia pun mengambil suratnya dan membacanya,



•••*Untuk istriku yang paling aku cintai di dunia ini*..



*Sayang*..


*Aku hanya ingin kau tau, bahwa aku sangat.. sangat.. bersyukur karena memilikimu di dunia ini*.


*Di tambah lagi sekarang ada buah cinta kita Aron dan Airin yang menjadi bagian dalam hidup kita*..



*Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan apa yang aku rasakan saat ini*..


*Aku hanya bisa bersyukur dan berharap Tuhan akan mempersatukan kita untuk selama-lamanya sampai kita bisa bersama lagi di kehidupan selanjutnya*..



*Selamat sayang*,


*Selamat telah menjadi seorang ibu, aku juga sangat bersyukur telah menjadi seorang ayah*.


*Semoga kita bisa bersama selama-lamanya menjaga anak-anak kita sampai mereka dewasa nanti*..



*Maaf, aku akan pulang sedikit terlambat. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu. Sebenarnya aku sangat ingin sekali pulang, tapi Harry si menyebalkan itu mengatakan bahwa dokumennya harus selesai hari ini. Jadi, aku akan menyelesaikannya dengan cepat dan kembali pulang*..



*Ini hanya sedikit hadiah yang ingin aku berikan untukmu dan juga untuk Aron dan Airin*..



*Aku tau kau tidak terlalu suka diberi hadiah yang seperti ini, tetapi.. semoga kau menyukainya*..



*Selamat bertemu nanti sore sayang, aku mencintaimu*..



*Dari suamimu tercinta*,


*Alexander Wijaya ❤️*•••



Anna menyeka air mata disudut matanya dan tersenyum pelan,



"Terimakasih sayang.." bisiknya sambil menutup kembali surat itu.



Ia pun mulai mengambil salah satu kotak dan mencoba menebak apa isinya,


'Kira-kira ini apa ya???' pikirnya penasaran.



Bersambung..



Hallo readers,


Jangan lupa dukung selalu cerita ini ya, kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️



Mungkin cerita ini akan berakhir sebentar lagi..


Huhuhu, jadi sedih tapi seneng juga, semoga author bisa lancar namatinnya dan semoga happy ending 😁



Author minta banget dukungan buat novel kedua author yang berjudul **MYSTERIOUS MAN** ya 🙏🙏

__ADS_1


Boleh di baca, ceritanya dijamin seru dan oasti ketagihan ☺️😌


__ADS_2