
Cahaya matahari masuk melalui celah-celah sebuah ruangan yang sangat gelap dan kumuh.
Anna membuka matanya perlahan. Dia terbangun dari tidurnya lalu merasakan seluruh tubuhnya terasa sakit, terutama di bagian tangannya. Anna mencoba menggerakkan tubuhnya namun pergerakannya tertahan oleh sesuatu.
Anna mencoba kembali menggerakkan seluruh tubuhnya namun sayang tubuhnya terikat kuat oleh sesuatu. Anna yang sudah mulai sadar sepenuhnya lalu melihat tubuhnya yang terikat kuat di sebuah kursi dan mulutnya yang tertutup sesuatu.
Dia mencoba berteriak namun suaranya tertahan,
"Hmmm!!!! Hmmm!!!"
Anna memperhatikan pandangannya ke sekitar. Tempat ini sangat gelap, lembab dan juga menakutkan. Dimana ini??? pikirnya.
Dengan panik Anna menggoyangkan kembali tubuhnya mencoba melepaskan ikatan di tubuhnya. Namun sayang usahanya tidak membuahkan hasil.
Anna mencoba kembali mengigat apa yang sebenarnya terjadi. Seingatnya malam tadi dia sedang bersama Alex, lalu Alex marah padanya karena foto yang dibawanya, dan setelah itu dia kembali turun lalu Anna tidak ingat apa lagi yang terjadi..
Apakah seseorang sedang menculiknya?? pikir Anna dalam hatinya.
KREK!!
Terdengar suara seseorang sedang membuka pintu dari luar. Anna dengan cemas mengarahkan pandangannya ke arah pintu. Siapa itu??? cemasnya.
Pintu terbuka membuat cahaya masuk dan menyilaukan mata Anna. Seseorang masuk dengan perlahan menatap kearah Anna lalu kembali menutup pintunya.
Suasana kembali menjadi gelap dan mencekam. Orang itu berjalan pelan ke hadapan Anna.
Anna menyipitkan matanya untuk melihat siapkah seseorang itu.
Orang itu menggunakan penutup wajah seperti para penjaga yang membawa Anna ke rumah Alex pertama kali.
"Rupanya kau sudah bangun!" ujar seseorang itu.
Anna membelalakkan matanya seketika. Suara itu?? Dia sangat mengenalnya.
Lidya??? pikir Anna.
Dengan cepat orang di depannya itu membuka penutup wajahnya dan memperlihatkan wajah Lidya dengan senyum meremehkannya.
"Hallo..... Nona!" ujar Lidya tersenyum sinis.
Anna menatap Lidya tidak percaya. Kenapa wanita ini mengikatnya disini??
Lidya mendekati Anna lalu menarik selotip yang menutupi mulut Anna dengan keras sampai bibir Anna mengeluarkan darah.
"Akhh!!!" teriak Anna yang merasakan perih di bibirnya.
"Owh.. Maaf" ujar Lidya dengan senyum puasnya.
Anna menjilat bibirnya yang terasa perih dan mengeluarkan darah.
"Apa yang kau lakukan padaku??" ujar Anna pelan.
Lidya tersenyum lebar mendengar perkataan Anna. Lalu mengelus pipi Anna dengan tangannya.
"Apa yang aku lakukan?? Tentu saja aku sedang bersenang-senang" ujarnya menyeringai.
Anna menatap Lidya dengan tatapan tidak percayanya,
" Untuk apa kau mengurungku disini?? Apa selama ini kau berpura-pura baik padaku??" ujar Anna.
__ADS_1
Lidya menatap Anna dengan tajam,
"Tentu saja bodoh!!!" geramnya.
Dengan kuat Lidya menarik rambut Anna,
"Aargghhh!!!!" teriak Anna.
"Inilah yang ingin aku lakukan padamu selama ini!!!!!" teriak Lidya sambil menarik kuat rambut Anna.
Anna berteriak kesakitan sambil mencoba melepaskan rambutnya dari tangan Lidya, namun sayang usahanya sia-sia.
"Kenapa kau lakukan ini padaku!!!!!!" teriak Anna mengalihkan perhatian Lidya.
Lidya berhenti menjambak rambut Anna lalu menarik wajah Anna kuat agar menatap padanya.
"Kenapa?????? Kau tanya kenapa?????" ujar Lidya tajam.
"Itu karena kau telah menggoda Tuan Alex!!!!!" geramnya.
Lidya menekan kuat wajah Anna sampai kukunya melukai wajah Anna.
"Gadis ****** sepertimu memang harus di beri pelajaran!!!!" ujarnya sinis lalu dengan kuat Lidya menampar wajah Anna.
PLAK!!!!
Anna merasakan pipinya terasa panas dan perih serta telinganya yang berdengung.
Anna menatap Lidya dengan tatapan tajamnya.
"Aku tidak pernah menggoda Tuan Alex mu itu!" ujar Anna tajam.
"Kau pikir aku bodoh?? Aku tau Tuan Alex tidak akan dengan mudah membiarkan seorang wanita keluar masuk ruangannya begitu saja!! Apalagi jika bukan karena kau yang menggodanya!!!!" geram Lidya.
Anna menatap Lidya tajam,
"Jadi benar dugaan ku... Kau memang menyukai pria itu sampai membuatmu lupa diri!! Apa kau cemburu padaku??" ujar Anna.
Lidya tersenyum sinis mendengar ucapan Anna,
"Cemburu??? Huh!!! Untuk apa aku cemburu dengan gadis murahan sepertimu!!!!" geramnya.
"Ku peringatkan kau, jangan kau berpikir Tuan Alex bersungguh-sungguh menaruh perasaan padamu!!!" lanjutnya.
Anna tersenyum sinis mendengar ucapan Lidya. Wanita itu benar-benar di dibutakan oleh cinta.
"Lalu apa gunanya kau mengurungku disini??" ujar Anna.
Lidya menghampiri Anna dan mengeluarkan sebuah pisau lipat dari dalam sakunya. Lidya membuka pisau itu dan mendekatkannya pada wajah Anna.
"Tentu saja... Aku akan memberikan sedikit pelajaran untukmu!" ujarnya tersenyum.
Anna menatap cemas pada pisau yang berada di dekat wajahnya.
"Hentikan Lidya!!" ujar Anna.
Lidya tersenyum senang melihat wajah Anna yang ketakutan.
"Bagaimana jika Tuan Alex melihat wajahmu nanti yang cacat dan tercabik-cabik penuh luka?? Mungkin dia akan merasa jijik dan membuang mu!!!!" ujar Lidya menyeringai.
__ADS_1
-
William menatap lencana emas milik keluarga Wijaya di tangannya. Seharusnya dia mengembalikkan benda ini pada anak Diana. Namun sayangnya, putra Diana yang bernama Alex itu telah salah paham dan balik membencinya dan ingin membalaskan dendam padanya.
Dan sekarang pria itu telah menyekap putrinya yang tak bersalah.
William akui memang dia patut disalahkan atas kematian Diana dan Frans. Namun dia tidak berpikir lelaki itu menaruh dendam yang teramat dalam padanya. Sampai ingin menghancurkan kehidupannya.
Sekarang perusahaannya sudah bangkrut. William tidak berniat untuk memulihkan perusahaannya sesegera mungkin. Yang dia inginkan saat ini adalah memperbaiki kehidupannya dan putrinya. Dia harus membawa Anna kembali dari pria itu!!
CKLEK!!!
Pintu terbuka dengan keras dan memperlihatkan bawahannya yang terburu-buru memasuki ruangannya.
"Apa yang kau lakukan!!!" ujar William sedikit marah.
Bawahannya terlihat mengatur nafasnya lalu menghampiri William.
"Tuan!!! Di luar ada penyusup!! Beberapa orang telah tertembak dan mati!!!!" ujarnya.
William membelalakkan matanya mendengar penjelasan dari bawahannya. Siapa yang berani menyerangnya saat ini??
Pikirannya langsung tertuju pada Alex. Dengan cepat William berjalan keluar sambil membawa pistol dan memasukkannya ke dalam saku jas.
DOR!!!
Terdengar suara tembakan yang memekakkan telinga. William menatap seluruh penjaga di luar rumahnya telah tergeletak bersimbah darah.
William menatap seorang pria yang memakai jaket kulit hitam dan beberapa anak buahnya di belakang pria itu.
Alex membalikkan badannya menatap William dengan tajam.
"Akhirnya aku menemukanmu!!!" ujar Alex tajam.
William menatap Alex yang menghampirinya dengan tenang.
Alex melangkahkan kakinya kearah William dan berdiri di depannya sambil menodongkan pistol ke arah kepala William.
"Dimana gadis itu????" ujar Alex tajam.
William memicingkan matanya mendengar perkataan Alex. 'Gadis itu?? Apa yang di maksud pria ini??' pikir William tidak mengerti.
"Apa yang kau bicarakan!!" ujar William.
Alex menggertakkan giginya kuat mendengar ucapan William.
William balik menodongkan pistol ke arah kepala Alex,
"Dimana putriku???" tanya William tajam.
Seketika Alex membelalakkan matanya. Mengapa pria tua ini bertanya padanya. Bukankah dia yang membawa Anna kembali..
Jika bukan dia lalu dimana gadis itu sekarang??? pikir Alex cemas.
Bersambung...
Hai dukung selalu cerita ini dengan kasih komen dan likenya ya, jangan lupa bantu share juga 🤭😁
Selamat menikmati 2 episode hari ini, semoga suka ya 🙏❤️
__ADS_1