
Anna memandang kearah jendela di sampingnya dengan kagum. Saat ini dirinya tengah berada di atas pesawat pribadi bersama Alex.
Setelah pria itu memberitahunya bahwa mereka akan pergi ke paris. Hanya butuh beberapa jam saja sampai akhirnya mereka pun berangkat.
Ternyata Alex telah mempersiapkan segalanya dari beberapa hari yang lalu tanpa sepengetahuan Anna.
Sebenarnya Alex datang ke Paris untuk mengurus beberapa pekerjaan dan pertemuan dengan para pemimpin perusahaan disana. Rencananya dia akan berada di Paris selama 3 hari.
Namun, Alex merasa dia tidak bisa jauh-jauh dari Anna.
Maka dari itu Alex mengajak Anna untuk ikut ke Paris bersamanya tanpa sepengetahuan gadis itu terlebih dahulu.
Alex menatap Anna yang masih fokus menatap jendela di sampingnya dengan kagum.
"Apa kau senang?" tanya Alex yang membuat Anna seketika membalikkan pandangannya pada pria itu.
Dengan semangat Anna menganggukkan kepalanya,
"Aku sangat senang!" ujar Anna.
"Seingatku.. Aku belum pernah pergi ke luar negri sejak kecil. Jika ayahku ada urusan pekerjaan ke luar negri, dia tidak pernah mengajakku sekali pun" ujar Anna sedih.
Alex mengangkat tangannya pada wajah Anna lalu mengelusnya dengan lembut dan perlahan.
"Dengar... Aku hanya ingin melihat sebuah senyuman di wajah ini.." ujar Alex lembut.
Anna menatap Alex sejenak, lalu tersenyum tipis pada pria itu. Entah mengapa jantungnya berdebar saat pria itu menatapnya dengan lembut seperti tadi.
"Istirahatlah, perjalanan kita masih cukup jauh" ujar Alex sambil mengusap rambut Anna.
Anna pun menyandarkan tubuhnya pada kursi dan mencoba untuk memejamkan matanya.
Setelah beberapa jam, akhirnya pesawat pun telah sampai di Bandara Charles de Gaulle, Paris.
Alex menatap kearah Anna yang masih terlelap di kursinya. Seorang pramugari pesawat memberitahu Alex bahwa pesawat mereka telah tiba. Alex hanya menganggukkan kepalanya dan menyuruh pramugari itu untuk pergi.
Alex menatap wajah Anna yang sedang tertidur lelap. Sebuah senyuman muncul di wajahnya. Gadis ini sangat cantik.. pikirnya kagum.
Perlahan tatapannya turun pada bibir merah muda Anna. Seketika dada nya berdegup kencang. Alex menelan ludahnya kuat menahan dirinya untuk tidak mencium gadis itu disaat seperti ini.
Dengan perlahan Alex mengelus rambut Anna dan mencoba untuk membangunkannya.
"Anna.. Kita sudah sampai" bisik Alex lembut.
Anna hanya menggeliat sesaat mendengar suara Alex dan kembali tertidur.
Alex tersenyum melihat reaksi Anna. Seketika sebuah ide muncul di pikirannya. Dan sebuah seringai pun muncul di bibirnya.
Dengan perlahan Alex menggendong tubuh Anna dan membawanya keluar dari pesawat.
Alex menggendong tubuh Anna sampai keluar bandara. Dia melewati jalan VIP untuk sampai keluar bandara dengan cepat. Seorang sopir telah menunggunya di luar dan juga sekretarisnya Harry yang telah tiba lebih dulu.
Harry membelalakkan matanya menatap Alex yang tiba sambil menggendong tubuh Anna yang masih terlelap.
"Se.. Selamat malam Tuan" ujarnya membungkuk menyambut kedatangan Alex.
Alex hanya menganggukkan kepalanya,
"Kita akan langsung ke hotel!" ujar Alex.
__ADS_1
Harry membungkuk cepat dan membukakan pintu mobil untuk Alex.
Setelah masuk ke dalam mobil, Alex menyandarkan tubuh Anna pada bahunya. Anna tertidur sangat lelap, bahkan dia tidak terbangun sedikit pun sejak tadi.
Mobil pun melaju menuju hotel. Selama perjalan, pandangan Alex tidak pernah lepas menatap wajah Anna yang tertidur di pelukannya. Perlahan tangan Alex terus mengelus rambut Anna.
Harry yang duduk di depan, mencoba mencuri pandang menatap Boss nya dari kaca di atasnya. Sebuah senyuman terpampang di wajahnya. Dia tidak menyangka, ternyata Boss nya yang dingin, kejam dan kaku ini sangat romantis dan lembut terhadap kekasihnya.
"Apa yang kau lihat!!!" ujar Alex tajam tiba-tiba.
Seketika Harry mengalihkan pandangannya menatap kearah luar jendela.
"Ti.. Tidak ada Tuan" ujarnya ketakutan.
Setelah beberapa menit akhirnya mobil pun sampai di sebuah hotel bintang 5 yang telah di pesan Alex sebelumnya.
Dengan cepat Harry pun turun dan membukakan pintu untuk Alex.
Alex pun kembali menggendong Anna dan membawanya masuk ke dalam hotel. Setelah Harry memberikan kartu kamarnya. Dengan cepat mereka pun naik ke atas lift menuju kamar.
Alex memesan sebuah ruangan kamar VIP yang berada di hotel ini.
Setelah membantu Tuan nya membukakan pintu, Harry pun kembali ke kamarnya yang berada satu lantai di bawah kamar Alex dan Anna.
Alex masuk ke dalam kamar Anna dan melangkahkan kakinya menuju tempat tidur.
Dengan perlahan Alex menidurkan tubuh Anna yang masih terlelap. Gadis ini benar-benar tertidur dengan nyenyak sejak tadi, pikir Alex.
Alex melepaskan sepatu milik Anna dan meletakkan selimut di tubuhnya. Alex membelai rambut Anna dengan lembut.
"Selamat tidur" bisik Alex.
CUP!!!
Dengan pelan bibir Alex mengecup bibir Anna dan ********** lembut.
Seringai muncul di bibir pria itu. Anggap saja ini sebuah imbalan baginya karena telah menggendong gadis ini, pikirnya tersenyum senang.
Alex pun kembali merapihkan letak selimut gadis itu, lalu berjalan keluar menuju kamarnya yang berada di samping kamar Anna.
-
Sinar matahari masuk melalui celah jendela. Anna mengerjapkan matanya mencoba untuk bangun dari tidurnya.
Anna mengusap matanya perlahan dan menatap ke sekitar. Dimana ini? pikirnya.
"Kau sudah bangun??" tanya seseorang.
Anna mengarahkan pandangannya pada suara itu.
"Selamat pagi" ujar Alex tersenyum menatap Anna dengan rambutnya yang masih basah.
Setelah bangun pagi dan membersihkan diri Alex langsung masuk ke kamar Anna untuk melihat keadaan gadis itu.
Anna yang belum terlalu sadar, melihat kearah wajah Alex yang terkena cahaya matahari dari jendela balkon yang terbuka. Kenapa pria itu terlihat begitu tampan?? pikir Anna.
Alex hanya menggunakan kaos putih polos dan celana panjangnya. Cahaya matahari menyinari tubuhnya. Membuat Anna dengan jelas dapat melihat otot tubuh pria itu di balik kaosnya. Di tambah lagi dengan rambutnya yang masih basah dan sedikit berantakan, pria itu terlihat sexy dan tampan.
Alex menyeringai menatap wajah Anna yang sejak tadi terus memandangnya.
__ADS_1
"Kenapa kau menatapku seperti itu??" tanya Alex menggoda.
Dengan cepat Anna memalingkan wajahnya,
"A.. Aku tidak menatapmu!!" ujar Anna gugup.
Alex hanya tersenyum melihat tingkah Anna,
"Apa yang kau lakukan disini?? Kita ada dimana?? Kenapa aku tiba-tiba ada disini??" tanya Anna yang masih kebingungan.
"Kemarilah!" ujar Alex lembut pada Anna yang masih terduduk di atas tempat tidurnya.
Dengan ragu Anna pun turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya ke arah Alex yang berada di pintu balkon yang terbuka.
Setelah sampai di hadapan Alex, Anna pun mengarahkan pandangannya ke luar balkon.
Matanya terbelalak seketika saat melihat pemandangan di luar. Menara Eiffel terlihat jelas dari atas balkon tempatnya berdiri. Anna menutup mulutnya kagum menatap menara itu berada di depan matanya.
"Kita sudah ada di Paris???" tanya Anna tak percaya.
Alex tersenyum melihat reaksi Anna dan menganggukkan kepalanya. Dengan cepat Anna berjalan ke ujung balkon dan menatap menara eiffel dengan kagum.
"Indah sekali...." ujar Anna tersenyum.
Alex melangkah menghampiri Anna dan berdiri di sampingnya. Pandangannya tidak lepas dari wajah Anna yang sedang tersenyum mengagumi pemandangan di depannya.
Menurutnya keindahan pemandangan menara itu tidak ada apa-apanya dibandingkan melihat senyuman gadis di sampingnya ini.
Seketika Anna yang menyadari sesuatu lalu mengarahkan pandangannya pada Alex yang berada di sampingnya.
"Oh iya, bagaimana aku bisa langsung berada disini?? Apakah setelah sampai aku masih tertidur?? Lalu... Apakah kau yang membawaku kesini??" tanya Anna penasaran.
Alex tersenyum menatap Anna yang terlihat penasaran. Seringai tiba-tiba muncul di bibirnya.
"Kau tau, Aku yang menggendong mu sejak saat kita sampai di bandara dan ke tempat ini. Aku sudah berusaha membangunkan mu, tapi kau sama sekali tidak mau bangun!" ujar Alex dengan tatapan jahilnya.
Anna membelalakkan matanya mendengar ucapan Alex,
"Benarkah??" tanya Anna terkejut sekaligus malu.
Alex menganggukkan kepalanya,
"Tanganku sampai pegal karena menggendongmu.. Bukankah kau seharusnya memberi imbalan padaku??" ujar Alex perlahan mendekatkan wajahnya pada Anna.
"I... Imbalan apa???" tanya Anna gugup.
Alex pun perlahan membelai pipi Anna dan menatapnya dalam.
"Cium aku..." bisik Alex dengan tatapan lembutnya.
'Ci... cium????' pikir Anna yang gugup seketika.
Bersambung...
Hai dukung selalu cerita ini dengan kasih like dan komennya ya ☺️
Boleh juga bantu share dan rekomendasikan ke teman-teman yang lain...
Terimakasih 🙏❤️❤️
__ADS_1