Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Next Plan


__ADS_3

Taxi yang Erika tumpangi berhenti tepat di sebuah gedung apartemen. Wanita itu dengan segera turun dari dalam mobil sambil mengenakan kacamata hitam dan maskernya. Erika lalu melangkah masuk dengan langkah yang terburu-buru.


Wanita itu telah membuat janji dengan Leonard untuk bertemu di salah satu kamar apartemen. Mereka tidak mungkin bertemu di rumah Leonard ataupun kantornya.


Saat Erika meninggalkan rumah Alex tadi, dia merasa ada seseorang yang mengikutinya. Erika curiga jika pengawal Alex lah yang mencoba mengikutinya. Jika itu benar, berarti dugaannya tentang Alex yang mulai mencurigainya itu adalah benar.


Erika mengecoh pengawal Alex saat dirinya berhenti di sebuah supermarket. Setelah pengawal Alex mengira dirinya benar-benar masuk ke dalam supermarket, Erika pun secara diam-diam kembali keluar dan menaiki taxi yang lain.


Untung saja saat itu dia menyadari bahwa dirinya telah diikuti. Jika tidak, maka habis sudah riwayatnya.


Erika masuk ke dalam lift dan menaiki lantai 7. Setelah tiba disana, wanita itu melangkah cepat dan berdiri di sebuah pintu kamar nomor 520.


Tingtong..


Erika memencet tombol bel pintu dan menunggu Leonard untuk membukanya dengan gelisah.


KLIK..


Pintu pun terbuka dan Erika pun langsung masuk ke dalam dan menguncinya kembali.


"Selamat datang sayang.." sapa Leonard sambil memeluk tubuh Erika.


Erika melepas maskernya dan membalas pelukan Leonard dengan singkat. Pria itu mengernyitkan keningnya dan menatap wajah Erika yang terlihat gugup,


"Ada apa?? Apa kau tidak rindu dengan suamimu ini??" tanyanya.


Erika menghela nafasnya dan melangkah kearah sofa lalu duduk sambil memijit pelan keningnya,


"Saat aku kemari... diam-diam pengawal Alex telah mengikuti" ujarnya pelan.


Leonard seketika terdiam dan duduk di samping Erika sambil mengernyitkan keningnya,


"Bagaimana bisa?? Apa kau ketahuan olehnya??" tanya Leonard.


Erika kembali menghela nafasnya dan menggeleng pelan,


"Untungnya tidak.. Aku berhasil mengecohnya" ujarnya.


Seketika Leonard pun tersenyum dan mengusap pelan pipi Erika,


"Kerja yang bagus.. Kau memang istriku yang paling pintar" ujarnya puas.


Erika menghempaskam tangan Leonard pelan dan kembali berdiri sambil menggigit jarinya dengan cemas,


"Tapi tetap saja!! Tetap saja itu artinya Alex telah mencurigaiku Leo!!" ujarnya gusar.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan?? Aku tidak berani untuk kembali ke rumah itu!!" lanjutnya.


Leonard terdiam sejenak dan mulai berdiri mensejajarkan posisinya dengan Erika,


"Tenang sayang... Tenang..." ucapnya lembut.

__ADS_1


Pria itu menyentuh pundak Erika dan mencoba menenangkannya,


"Jangan mudah menyerah seperti itu.." bujuknya.


Erika menggeleng cepat dan menatap Leonard dengan wajah frustasinya,


"Tapi aku tidak bisa!! Kau tidak tau betapa ketatnya rumah Alex!! Aku seperti di awasi oleh seribu pasang mata!! Bahkan untuk bergerak pun aku terlalu takut!!" ujarnya keras.


Erika mulai menangis dan menyentuh keningnya,


"Aku tidak mau melakukannya lagi..." lanjutnya putus asa.


Leonard membawa tubuh Erika ke dalam pelukannya dan mencoba menenangkan wanita itu tanpa berkata apapun. Pria itu mengusap lembut punggung Erika dan membiarkan wanita itu tenang di dalam pelukannya.


Setelah merasa tenang, Erika pun melepaskan pelukan Leonard. Wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap kearah Leonard,


"Leo... Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu??" tanyanya pelan.


Leonard menatap Erika dan tersenyum lembut,


"Tentu saja sayang.. Kau boleh bertanya apapun padaku" jawabnya.


Erika terlihat ragu sejenak dan mulai memberanikan dirinya untuk bertanya,


"Bolehkah.. Bolehkah aku tau, sebenarnya alasan apa yang membuatmu menyimpan dendam pada Alex?? Dan.. Dan mengapa kau menyuruhku untuk menyelidiki rumahnya??" tanyanya takut-takut.


Leonard sejenak terlihat terkejut dan tidak suka mendengar pertanyaan Erika. Namun pria itu mencoba untuk terlihat biasa saja dan berusaha tenang,


"Kau benar-benar ingin tau??" tanyanya balik.


"Kau tau kan.. Aku telah kehilangan ayahku 6 tahun yang lalu.." ujarnya terputus.


Erika menatap punggung Leonard dan tidak berkata apapun. Leonard menghela nafasnya dan terlihat mencoba mengendalikan emosinya saat ingatannya kembali teringat pada kematian sang ayah.


"Ayahku.. Ayahku meninggal dengan tragis.. Dia dibunuh oleh seorang pria bajingan yang tidak punya hati!!" lanjutnya tajam.


"Bahkan, aku tidak bisa melihat jasad ayahku.. Karena.. Karena jasad ayahku telah dimakan habis oleh hewan buas tanpa tersisa!!" geramnya.


Leonard pun membalikkan tubuhnya pada Erika dengan wajah yang memerah menahan amarah,


"Apa kau bisa bayangkan bagaimana perasaanku yang tidak bisa melihat jasad ayahku untuk yang terakhir kalinya?? Apa kau bisa bayangkan bagaimana menyedihkannya aku saat aku tidak bisa menguburkan ayahku dengan layak!!!!" ujarnya keras.


Erika terlihat sedikit ketakutan saat melihat wajah Leonard yang terlihat sangat emosional,


"Dan kau tau siapa pria bajingan itu??" tanyanya penuh penekanan.


"Dia adalah Alex!!!!!!" ujarnya keras.


"Pria bedebah sialan itu!!! Dia telah membunuh ayahku!!!!"


Leonard mengepalkan tangannya kuat dan memukul tembok yang berada di sampingnya,

__ADS_1


BUGH!!


"Aku... Aku telah berjanji pada diriku sendiri dan mendiang ayahku, bahwa aku akan membalaskan dendam ayahku pada si brengsek itu!!!" ujarnya tajam.


Tubuh Erika terlihat bergetar dan hanya dapat terdiam melihat Leonard yang sedang emosi. Wanita itu bisa mengerti sekarang mengapa Leonard begitu membenci Alex sejak dulu.


Leonard mencoba menghela nafasnya dengan tenang. Dia tidak ingin membuat Erika ketakutan dengan tingkahnya sekarang. Pria itu pun membalikkan tubuhnya dan memandang Erika,


"Maaf... Aku terlalu terbawa emosi" ujarnya.


Leonard pun terdiam beberapa saat dan kembali mendekati Erika,


"Sekarang kau sudah tau kan, mengapa aku begitu membenci pria itu??" tanyanya.


"Aku yakin kau mengerti, karena kau juga merasakan apa yang aku rasakan" lanjutnya.


"Pria itu.. Pria itu juga telah membunuh ayahmu dengan sadis.."


"Jadi, kita mempunyai tujuan yang sama untuk membalaskan dendam kita pada pria itu" lanjutnya.


Leonard mendekati Erika dan menyentuh pipi wanita itu dengan lembut,


"Dan.. Alasanku memintamu untuk menelisik rumah Alex adalah untuk mencari barang penting milik ayahku yang hilang" ucapnya.


"Aku yakin.. pria itu telah membawa barang penting milik ayahku setelah dia membunuhnya!! Dan, aku mau mengambil kembali barang itu dari tangan si brengsek itu!!" lanjutnya tajam.


Leonard mengusap pipi Erika dan menatapnya lembut,


"Sekarang kau mengerti bukan??" tanyanya.


Erika menatap Leonard dengan tatapan ragunya dan perlahan mengangguk pelan,


"Tapi... tapi aku tidak bisa Leo... Aku tidak bisa bergerak bebas di rumah Alex... Aku takut.. Aku takut jika aku nantinya akan ketahuan karena Alex sepertinya telah mencurigaiku" ujar wanita itu memelas.


Leonard mencoba menenangkan Erika dan tersenyum lembut padanya,


"Tenang sayang.. Kau tidak perlu khawatirkan hal itu lagi.." ujarnya.


Erika menatap wajah Leonard sambil mengerutkan keningnya,


"Aku akan merubah rencana kita.." lanjutnya.


"Kita akan langsung melaksanakan rencana intinya tanpa harus menunggu lama..."


"Dan... aku yakin, rencana ini tidak akan gagal!" lanjutnya penuh keyakinan.


Bersambung..


Halo, support selalu cerita ini ya,


Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️

__ADS_1


Yuk, bikin author semangat lagi nulis dengan tinggalkan jejak di kolom komentar 🙏😁


Dan, jangan lupa kalau baca novel jangan lupa waktu ya, dan ibadah juga ☺️🙏


__ADS_2