Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Happiness (Ending)


__ADS_3

Bianca dan Jennie sejak tadi tidak bisa mengalihkan pandangannya pada kedua bayi kecil Anna. Kedua gadis itu merasa sangat gemas dan terpesona pada Aron dan Airin,


"Ya Tuhan Anna!! mereka benar-benar lucu!!" ucap Bianca gemas.


Anna hanya dapat tersenyum dan menggeleng pelan mendengar ucapan Bianca yang sudah puluhan kali mengucapkan kata seperti itu,


"Benar!! Aku sampai tidak bosan melihat mereka" timpal Jennie.


"Anna.. Kau benar-benar beruntung bisa menikah dengan pria seperti Alex. Dia pria tampan incaran semua wanita dan juga kaya raya! Aku sampai tidak bisa menutup mulutku karena begitu terpesona dengan rumah megah ini" lanjutnya.


Bianca menatap kearah Jennie dan menyenggol bahu gadis itu,


"Kau salah Jen.. Yang beruntung itu Alex karena bisa menikah dengan Anna" ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Anna.


Anna hanya dapat tersenyum pelan mendengar ucapan temannya itu. Jennie pun langsung menggeleng mendengar ucapan Bianca,


"Salah!! Bukan seperti itu.." ujarnya terpotong.


"Mereka beruntung karena dapat memiliki satu sama lain" lanjutnya dengan senyuman lebarnya.


"Iya.. Iya.. Aku setuju" ucap Bianca.


Saat ini kedua gadis itu tengah berada di ruang tamu bersama Anna dan juga si kembar yang tertidur di dalam box mereka.


Acara makan malam tadi telah selesai beberapa menit yang lalu. Para tamu sebagian sudah ada yang pulang.


Terlihat di sebuah meja banyak sekali bingkisan dan juga kado untuk Aron dan Airin..


Saat Anna dan kedua temannya tengah mengobrol, tiba-tiba Daniel pun menghampiri mereka dengan senyumannya,


"Selamat malam" sapanya.


Seketika Anna, Bianca dan Jennie pun mengarahkan pandangannya pada pria itu. Anna tersenyum pelan pada Daniel dan membalas sapaannya,


"Selamat malam" balasnya.


Bianca dan Jennie terlihat terdiam menatap kearah Daniel dengan tatapan terpesona mereka. Bahkan keduanya tidak berkedip saat menatap wajah Daniel.


Daniel tidak terlalu memperhatikan kedua teman Anna. Pria itu hanya fokus menatap pada Anna dan anak-anaknya,


"Anna, aku hanya ingin berpamitan pulang" ucapnya lembut.


Pria itu berdiri di samping Anna yang sedang duduk di sofa dengan senyuman lembutnya. Anna pun berdiri dan mengangguk pelan,


"Terimakasih Daniel, kau telah menyempatkan waktumu datang kemari" ucap Anna.


Daniel tersenyum dan menggeleng pelan,


"Tidak Anna, aku yang harusnya berterimakasih.." balasnya pelan.


Pria itu pun mengalihkan pandangannya pada si kembar dan tersenyum lembut,


"Paman pulang dulu ya.. Paman janji akan sering mengunjungi kalian jika ada waktu" ucapnya.


Anna tersenyum pelan mendengar ucapan Daniel. Pria itu pun kembali menegakkan tubuhnya dan menatap Anna,


"Aku senang jika kau bahagia.. Tetaplah bahagia, Anna" ucapnya penuh arti.


Anna pun menatap Daniel dan mengangguk,


"Kau juga harus bahagia.. Bahagia untuk dirimu sendiri" balas Anna tersenyum.


Daniel pun terdiam sejenak dan mengangguk,


"Aku akan bahagia" ucapnya.


"Kalau begitu, aku pulang dulu" lanjutnya berlalu sambil melambaikan tangannya pada Anna.


"Hati-hati di jalan" ucap Anna sambil membalas lambaian tangan Daniel.


Setelah Daniel pergi, Bianca dan Jennie pun kembali tersadar dan langsung menyentuh tangan Anna,


"Siapa pria itu?? Ya Tuhan!! Dia tampan sekali!!" celetuk Jennie.


"Apakah dia sudah punya kekasih?? Atau sudah menikah??" celetuk Bianca juga.


Anna pun menghela nafasnya dan menatap kedua temannya itu,


"Ya ampun kalian ini.." ucap Anna sambil menggelengkan kepalanya.


"Dia Daniel, teman lamaku. Aku tidak tau dia sudah punya kekasih atau belum. Tetapi.. Sepertinya belum" jawab Anna santai.


Jennie dan Bianca seketika tersenyum kegirangan,


"Syukurlah.. Jika begitu, kita masih punya kesempatan" ujar Jennie senang.


"Anna apa kau punya nomor telfonnya?? Bolehkah aku meminta??" tanya Bianca.


Anna pun hanya menghela nafasnya dan menggeleng pelan melihat tingkah kedua temannya itu. Mereka tidak berubah sejak dulu, pikir Anna sambil menahan tawanya.



Acara telah selesai, dan orang-orang pun telah meninggalkan kediaman Alex dan Anna.



Kedua suami istri itu telah kembali ke kamar mereka dan bersiap untuk istirahat.



Anna merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan di susul oleh suaminya Alex,



"Apa kau lelah??" tanya Alex lembut sambil mengusap pipi istrinya.



Anna menatap Alex dan mengangguk pelan,



"Lumayan" jawabnya.



Alex tersenyum dan mengecup kening istrinya,



CUp!!



"Istirahatlah.." ucapnya lembut.



Alex membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya. Anna yang merasa nyaman pun perlahan menutup kedua matanya untuk tertidur.



Namun, tiba-tiba gadis itu kembali membuka matanya saat teringat dengan sesuatu,



"Oh iya, aku hampir saja lupa!!" ucap Anna langsung melepaskan tubuhnya dari pelukan Alex dan bangkit dari atas tempat tidur.



Alex pun ikut terbangun sambil mengernyitkan keningnya melihat sang istri,



"Ada apa??" tanyanya.



Anna hanya tersenyum penuh arti dan mengambil sesuatu dari dalam laci. Lalu ia pun kembali ke tempat tidur dan duduk di samping sang suami,



"Ini mungkin bukan barang yang mahal, tetapi... aku membuatnya dengan sepenuh hatiku" ucap Anna pelan sambil memberikan sebuah kado pada Alex.



Alex mengambil kado itu dan terlihat penasaran,



"Apa ini??" tanyanya pada Anna.



Anna hanya tersenyum pelan,



"Buka saja" ucapnya.



Alex pun perlahan membuka kado itu dan langsung terdiam melihat isi di dalam sana.


__ADS_1


Di dalam kado itu ada sebuah sweater rajut berwarna putih dengan tulisan AA di bagian ujung bawah sebelah kiri.



Alex perlahan mengambil sweater itu dan menatap Anna dalam,



"Apa.. kau membuatnya sendiri??" tanya Alex.



Anna pun balas menatap sang suami dan mengangguk pelan dengan senyumannya. Alex langsung mengangkat telapak tangan Anna dan melihat ada bekas-bekas tusukan jarum di jemari gadis itu.



Pria itu langsung menatap kembali istrinya dengan mata yang berkaca-kaca,



"Apa kau suka??" tanya Anna.



Alex tanpa menjawab pertanyaan Anna langsung membawa tubuh gadis itu ke dalam pelukannya,



GREP!!



"Aku sangat menyukainya sayang.. Terimakasih.." bisik Alex dalam.



Anna pun tersenyum dan membalas pelukan sang suami,



"Ini adalah hadiah paling indah dan berharga yang pernah aku terima seumur hidupku" ucap pria itu dalam.



Alex mengecup kening Anna cukup lama dan menakup wajah gadis itu untuk berhadapan dengannya,



"Terimakasih.." ucapnya lagi.



Anna tersenyum dan mengangguk pelan,



"Terimakasih kembali" jawabnya.



Alex pun kembali menatap telapak tangan Anna dan mengecup bekas tusukan jarum di tangan gadis itu,



"Ini pasti sakit.." ucapnya khawatir.



Anna pun tersenyum dan menggenggam tangan Alex,



"Ini tidak sakit.. Aku hanya terlalu bersemangat untuk membuat sweater ini" ucapnya sambil tersenyum untuk menghilangkan ke khawatiran sang suami.



Alex menyentuh pipi Anna dan menatapnya dalam,



"Terimakasih sekali lagi sayang..." ujarnya.



"Aku mencintaimu... Sangat.. sangat mencintaimu" lanjutnya bersungguh-sungguh.



Anna pun tersenyum dan menyentuh tangan Alex yang berada di pipinya,




Perlahan Alex pun mendekatkan wajahnya pada wajah Anna dan menempelkan bibirnya pada bibir manis sang istri,



CUP!!



Ciuman lembut dan penuh cinta itu pun menghiasi malam panjang mereka..



1 tahun kemudian


"Ayo cepat kemari!!! Kau harus bergaya seperti ini nanti!!" ucap Donna bersemangat pada Alex.


"Bibi ini sangat cerewet!" balas Alex datar.


Donna pun hanya mencibir dan tidak membalas ucapan keponakannya itu. Sedangkan Anna, Peter, Jonas dan Key hanya tertawa pelan melihat pertengkaran kecil mereka.


"Dimana William, kenapa dia lama sekali!!" gerutu Donna sambil menggendong Airin.


Dan tidak lama setelah itu, orang yang mereka tunggu pun akhirnya tiba,


"Nah!! Itu dia..." ucap Donna lega.


William pun menghampiri mereka,


"Maaf aku terlambat" ucapnya merasa bersalah.


Donna pun menarik William untuk berdiri di posisinya,


"Ya sudah, ayo cepat berdiri di posisimu" ujarnya.


Setelah William berdiri di posisinya, Donna pun menatap fotografer itu sambil tersenyum,


"Nah, sekarang kita mulai pemotretannya" ucapnya.


Fotografer itu pun tersenyum dan bersiap dengan kameranya. Donna pun meletakkan Airin di pangkuan Anna, sedangkan Aron berada di pangkuan Alex


"Baiklah.. Semua sudah berada di posisi" ucapnya.


Anna dan Alex terlihat duduk di kursi sambil memangku kedua anak mereka. William dan Peter duduk disisi kanan dan kiri, lalu Donna dan Jonas berdiri di tengah-tengah mereka dengan Key yang berada di tengah kedua orang tuanya.


"Oke, semua boleh tersenyum dan 1.. 2.. 3..."


CKREK!!!


"Bagus!!! Sekarang posisi selanjutnya boleh dengan ekspresi yang lebih ceria lagi" ucap fotografer itu mengarahkan.


"Ayo seperti ini!!" ucap Key pada yang lain untuk berpose dengan jari tangan membentuk love seperti tren korea.


Mereka pun menuruti Key dan fotografer pun memotret mereka.


CKREK!!


CKREK!!!


Berbagai gaya sudah mereka lakukan, sampai yang terakhir pose Donna yang mencubit kedua pipi Alex pun sudah di abadikan dan membuat semua tertawa melihatnya. Bahkan Airin dan Aron pun ikut tertawa di pangkuan kedua orang tuanya.


Setelah selesai, William pun pergi ke belakang sebentar lalu kembali lagi dengan membawa seseorang.


Seketika pandangan semuanya pun mengarah pada William.


William tersenyum canggung dan berjalan mendekati Anna,


"Sayang.. Ayah ingin memperkenalkan seseorang padamu" ucapnya pelan.


Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik pun keluar dari belakang tubuh William dengan senyuman canggungnya,


"Dia.. Teman dekat ayah, namanya Olivia" ucap William.


Wanita bernama Olivia itu terlihat canggung dan menyapa semua yang berada disana,


"Selamat siang.. Aku Olivia Broundy, teman dekat William" ucapnya sedikit gugup.


Donna pun seketika tersenyum penuh arti dan menepuk bahu Anna,


"Iya.. Kurasa, Anna juga harus mengenalnya" ucapnya.


William pun mendekati Anna dan menatapnya lembut,

__ADS_1


"Sayang.. Ayah..." ucapnya terputus saat Anna menggeleng pelan.


"Ayah... Ayah tidak perlu merasa tidak enak padaku. Aku mengerti, dan aku akan bahagia jika ayah juga bahagia" ucap Anna lembut.


William pun menghela nafas leganya dan tersenyum, begitu juga dengan Alex dan yang lainnya,


"Terimakasih sayang" ucapnya lagi sambil memeluk putrinya itu.


Anna pun membalas pelukan William dan tersenyum. Mungkin ini memang saatnya ayahnya mencari pasangan hidup yang lain agar hati dan pikirannya tidak selalu tertuju pada Diana, mantan kekasihnya yang juga adalah ibu dari Alex.


Anna hanya berdoa semoga ayahnya hidup bahagia dengan cinta barunya saat ini..




Di sebuah taman bunga yang luas di dekat sebuah rumah yang megah, terlihat sepasang suami istri dengan kedua anak mereka yang sudah mulai bisa merangkak sedang terduduk di atas rumput.



Mereka terlihat bahagia sambil menatap pemandangan matahari terbenam di depan mereka.



"Aron.. hati-hati sayang, jangan makan itu" ucap Anna sambil mengambil segenggam rumput yang di tarik Aron.



Alex terlihat sedang merapihkan rambut putrinya Airin yang tertiup oleh angin. Mereka pun menatap matahari di depan mereka dengan senyuman bahagia,



"Sudah lama sekali.. Akhirnya kita bisa kembali ke rumah ini" ucap Alex.



Anna pun tersenyum menatap suaminya dan mengangguk,



"Benar, rumah kedua kita.." ucap Anna.



"Pertama kita kemari saat berbulan madu.. Dan, sekarang kita kemari bersama Aron dan Airin" ucapnya tersenyum.



Alex membiarkan Airin dan Aron bermain di rumput. Terlihat kedua anak itu tengah saling tertawa dan mengoceh.



Alex membawa tubuh istrinya dan menyandarkan kepala Anna di bahunya,



"Aku sangat bahagia.." ucapnya dalam.



Anna pun menutup matanya menikmati hembusan angin dan tersenyum,



"Aku juga sangat bahagia" balasnya.



Alex pun membawa wajah istrinya agar saling berhadapan dengannya,



"Terimakasih telah memberikan kebahagian dan warna di hidupku sayang.. Aku mencintaimu" ucapnya.



Anna pun tersenyum dan menyentuh pipi Alex dengan lembut,



"Aku juga mencintaimu.." jawabnya.



Perlahan Alex pun mendekatkan wajahnya pada Anna dan mulai mengecup bibir sang istri. Pria itu \*\*\*\*\*\*\*\*\*\* pelan sambil memeluk tubuh istrinya dengan lembut.



Bibir Alex mulai \*\*\*\*\*\*\* bibir Anna dan sekali-kali menggigitnya dengan lembut. Pria itu pun melepaskan ciumannya dan menatap mata Anna dengan intens,



"Bagaimana... Kalau kita membuat anak lagi??" bisiknya.



Seketika Anna pun membelalakkan matanya dan mendorong tubuh Alex,



"Enak saja!! Mereka masih kecil!!" ucap Anna sambil menatap Aron dan Airin yang sedang bermain.



Alex pun terkekeh dan kembali membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya,



"Aku hanya bercanda.." ucapnya.



Mereka pun tertawa bersama sambil menikmati matahari terbenam dan menggendong kedua anak mereka..



![](contribute/fiction/4190711/markdown/442964/1679387525809.jpg)



Cinta memang sulit di tebak akan jatuh kemana dan berakhir pada siapa..


Yang jelas, jangan pernah ragu untuk mengungkapkan cinta pada seseorang yang kau cintai walaupun orang itu belum mencintaimu..



Seperti kisah Gadis penakluk pria dingin ini..



Walaupun karena dendam dan kebencian yang mempertemukan mereka. Tetapi, semua itu sesungguhnya adalah takdir yang akan membuat kebencian itu perlahan menjadi sebuah cinta yang tulus dan tak tergoyahkan..



Tuhan memang mempunyai cara dan kejutan untuk mempersatukan kedua insan dan membalikkan sebuah perasaan..



Yang mungkin bisa jadi tidak mungkin..


Dan yang tidak mungkin, bisa jadi mungkin..



Percayalah, cinta itu ajaib dan cinta itu adalah anugerah ❤️



\=\=\=\=**TAMAT**\=\=\=\=



...----------------...



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...----------------...



Terimakasih untuk karakter favorit author Alexander Wijaya & Anna Elizabeth Pratama 🥺


Love you guys ❤️



![](contribute/fiction/4190711/markdown/442964/1679392534993.jpg)



![](contribute/fiction/4190711/markdown/442964/1679392534995.jpg)

__ADS_1


__ADS_2