
-
-
Alex merendam seluruh tubuhnya ke dalam air. Hari ini cukup melelahkan untuknya. Banyak berkas-berkas yang harus dia periksa ulang. Walaupun ada karyawan yang bertugas di setiap bagiannya, namun Alex selalu memeriksa ulang pekerjaan mereka. Alex memang orang yang sangat perfeksionis, dia selalu memeriksa setiap detail-detail kecil. Karena sifatnya itu terkadang para karyawannya harus bekerja ekstra untuk memuaskan boss nya.
Alex jarang bertatap muka langsung dengan orang-orang yang ada di perusahaan nya. Hanya dalam keadaan mendesak saja atau saat mengadakan rapat, baru dia akan bertatapan langsung dengan beberapa karyawannya.
Alex menatap kearah pintu, dia merasa seperti ada seseorang yang sedang mengamatinya. Alex keluar dari dalam bak mandinya lalu berjalan kearah pintu. Pintunya tertutup rapat, mungkin dia salah mengira karena terlalu lelah..
Kemudian Alex mengunci pintunya, dan membuka seluruh pakaian nya. Alex kembali berendam ke dalam air hangat dan mengambil wine miliknya.
Dia harus sedikit bersantai hari ini..
-
-
Beberapa hari sudah terlewati..
Anna menatap kosong ke arah jeruji yang terkunci. Beberapa hari terakhir Lidya terkadang mengunjunginya dengan membawa makan dan minum untuknya. Tapi 2 hari ini Lidya tidak datang menemuinya. Apakah ada masalah? pikirnya gusar. Anna takut jika Lidya ketahuan sering menemuinya dan mendapatkan hukuman dari Alex itu.
Pikirannya gusar dan cemas. Perutnya juga terasa sangat lapar. Tubuhnya terasa lengket dan kotor. Biasanya dia hanya mencuci wajahnya saja dengan air yang di bawa Lidya untuknya.
Selama dikurung disini, Anna belum pernah membersihkan tubuhnya. Terkadang dia buang air di dalam wadah yang di bawa oleh Lidya. Untungnya dia belum pernah buang air besar selama dikurung di tempat ini.
Anna memegang perutnya yang terasa sangat perih dan sakit. Ada apa dengannya? Apakah tidak makan 2 hari membuat perutnya menjadi sakit? Atau karena pencernaannya yang sedang bermasalah..
Anna menyandarkan tubuhnya, perutnya benar-benar sakit dan mulas. Tiba-tiba Anna merasakan sesuatu yang hangat keluar dari bawah tubuhnya.
Anna melihat baju belakangnya yang sudah terkena darah.
Darah??
Anna mencoba menghitung hari, benar.. ini sudah masuk masa menstruasinya. Anna berdiri dengan cemas, bagaimana ini..
Saat itu Anna benar-benar berharap Lidya segera datang dan membantunya.
Terdengar suara langkah kaki yang mendekat kearahnya. Anna merasa sedikit lega dari cemasnya, apakah Lidya datang menemuinya?
Tapi.. tunggu.. suara langkah kaki ini terdengar seperti beberapa orang, bukan satu orang. Siapa yang datang? cemasnya dalam hati.
Anna melangkah mundur ke sudut ruangan dan menatap waspada kearah pintu jeruji. Dua orang pria penjaga menghampiri pintu jeruji dan membukanya, lalu menarik tangan Anna dan menyeretnya keluar.
"Lepaskan aku!!!" teriak Anna mencoba melawan.
"Jangan melawan, jika tidak aku akan membunuhmu!!" ancam salah seorang pria itu.
__ADS_1
Anna berhenti memberontak dan pasrah dengan apa yang di lakukan kedua pria itu. Mereka membawa Anna menaiki tangga dan keluar dari ruang bawah tanah. Kemudian Anna di bawa masuk ke dalam rumah.
Anna melihat ke sekitar, para penjaga membawa Anna ke lantai 2 rumah itu. Di depan sana Anna melihat Lidya dan beberapa wanita sedang menunggu nya. Siapa mereka? pikirnya.
Anna mencoba tersenyum kearah Lidya, namun Lidya tidak membalas senyumnya bahkan tidak menatapnya sedikitpun. Anna mencoba berpikir positif, mungkin Lidya tidak ingin orang-orang disini curiga padanya.
Para penjaga itu melepaskan pegangannya pada Anna dan menyerahkan Anna pada wanita-wanita di depannya. Siapa mereka? pikir Anna. Wanita-wanita ini terlihat cantik dan modis..
Salah seorang wanita menghampiri Anna dan membungkukkan badannya. Anna yang merasa heran hanya terpaku menatap wanita itu.
"Selamat sore Nona.. Perkenalkan namaku Lila, Aku dan teman-temanku bertugas untuk merias dan menyiapkan kebutuhan Nona untuk malam ini" ujarnya tersenyum.
Anna terlihat bingung, apa maksud kata-kata wanita ini? merias? untuk apa?
Anna menatap Lidya dengan ekspresi penuh tanya.
Lidya menghampiri Anna dan membungkukkan badannya memberi hormat. Anna terlihat salah tingkah dengan apa yang di lakukan Lidya. Lidya melihat ada bercak darah di pakaian Anna. Lidya yang paham pun lalu menggandeng tangan Anna.
"Nona.. Aku akan membantumu membersihkan diri, Ayo ikut aku" ujar Lidya. Anna hanya pasrah dan mengikutinya. Nanti dia akan tanyakan pada Lidya tentang apa maksud dari semua ini..
-
Lidya dan beberapa wanita membantu Anna membersihkan tubuhnya dengan berendam air hangat yang di taburi oleh bunga-bunga dan wewangian, memijat tubuhnya dan membersihkan wajahnya.
Setelah membersihkan diri Anna disiapkan banyak makanan. Anna yang kelaparan pun melahap makanannya dengan cepat..
Semua ini begitu tiba-tiba, pikirnya. Walaupun ada kecurigaan dalam benaknya. Namun Anna belum sempat bertanya pada Lidya tentang maksud dari semua ini, karena wanita-wanita lain itu terus mengikutinya.
"Nona silahkan dipakai" ujar Lidya.
Anna menatap Lidya dengan penuh tanda tanya. Untuk apa dia memakai gaun ini?
Namun Lidya hanya menatap datar pada Anna.
Salah satu wanita membantu Anna untuk mengganti pakaiannya dengan gaun yang sudah di persiapkan.
Setelah berganti pakaian, para wanita itu mulai merias wajah Anna. Rambut panjang Anna dibuat sedikit ikal dan ditata di depan dadanya, membuat gaun yang terbuka di bagian punggung itu memperlihatkan punggungnya yang mulus dengan jelas.
Anna menatap dirinya di depan cermin dengan takjub. Dia tidak pernah berdandan dan berpakaian seperti ini sebelumnya. Bahkan pernah beberapa kali ayahnya mengajak Anna untuk pergi ke sebuah pesta menggunakan pakaian seperti ini, namun Anna selalu menolak.
Para wanita perias itu menatap Anna dengan kagum,
"Nona cantik sekali.. Tidak salah jika Tuan Alex memilih anda" celetuk wanita bernama Lila itu tersenyum.
'Tunggu.. Apa maksud perkataannya tadi? Alex???' pikirnya bingung. Tiba-tiba perasaan tidak enak muncul dalam benak Anna. Jangan-jangan pria kejam itu telah merencanakan sesuatu untuknya..
__ADS_1
"Tunggu dulu.. Apa maksud ini semua?? Kenapa kalian mendandaniku seperti ini? Tolong jawab aku!" ujar Anna tegas.
Anna menatap wanita-wanita itu, namun mereka terlihat gugup dan tidak menjawab pertanyaannya.
Anna menatap Lidya menunggu sebuah jawaban, namun lagi-lagi Lidya hanya menatapnya acuh dan tidak berkata apa-apa.
"Tidak ada yang perlu menjawab pertanyaan mu!" ujar seseorang yang baru masuk ke dalam kamar.
Anna menatap kearah pintu. Matanya terbelalak melihat pria psikopat dan kejam itu yang masuk ke dalam kamar dengan wajah dingin nya.
Alex berjalan mendekat kearah Anna. Para wanita itu bergegas keluar sambil memberi hormat padanya. Lidya melihat kearah Anna sekilas lalu membungkuk dan berjalan keluar.
Anna merasa sepertinya Lidya sedang marah padanya. Kenapa? Atau mungkin itu hanya perasaannya saja..
Alex berjalan pelan kearah Anna dengan ekspresi datar dan dinginnya. Dia menatap Anna dari atas kepala sampai ujung kakinya. Harus Anna akui pria itu memang mempunyai wajah yang tampan, tubuh yang sempurna dan tinggi..
Namun sayang, karena sifatnya yang kejam itu membuat kesempurnaannya hilang di mata Anna.
"Apa yang kau rencanakan?" tanya Anna dengan berani menatap wajah Alex.
Takut dengannya tidak ada gunanya bagi Anna. Dia sudah muak dengan semua ini. Jika pria itu ingin membunuhnya itu dirasa jauh lebih baik bagi Anna, daripada selamanya dia dikurung di rumah itu yang bagaikan neraka menurutnya, bersama pria kejam bernama Alex ini..
Alex menatap Anna dan menyeringai mendengar ucapan Anna barusan.
"Ohh.. Tikus kecil ini sudah menjadi pemberani rupanya.." ujarnya mencemooh.
Anna menatapnya Alex dengan tajam. Sebenarnya kakinya bergetar ketakutan sejak tadi, namun Anna mencoba untuk mulai berani menghadapi pria itu. Anna tidak ingin pria itu menganggapnya lemah dan mudah untuk ditindas..
Alex menyentuh dagu Anna lalu mengangkatnya mendekat pada wajahnya,
"Sekarang aku tidak punya waktu untuk bermain-main denganmu" ujarnya.
Anna menahan nafasnya sesaat, wajah pria itu terlalu dekat dengannya. Bayangan saat pria itu menciumnya seketika muncul, membuat Anna kesal sekaligus malu pada dirinya sendiri.
"Ikut aku!!" tegas Alex lalu menarik tangan Anna keluar dari kamar.
"Tidak.. Aku tidak mau!!!" teriak Anna.
Alex menghentikan langkanya lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Anna,
"Jika kau melawan, kau tau hal mengerikan apa yang akan ku lakukan padamu.." bisik nya.
Bulu kuduk Anna seketika berdiri, Anna terdiam sesaat. ' Tidak.. Aku tidak boleh gegabah, setidaknya sekarang aku harus mengikuti perkataanya. Aku harus mencari kelemahan pria ini untuk mengalahkannya' tekad Anna dalam hati.
Alex menarik kembali tangan Anna untuk mengikuti langkahnya. Anna tidak lagi memberontak dan mengikuti langkah Alex dengan patuh.
Dari balik tembok terlihat Lidya mengepalkan tangannya marah, melihat adegan tadi di depan matanya ' Sial.. Aku tidak akan membiarkan gadis itu bersama Tuan Alex.. Aku akan menyingkirkannya secepat mungkin' kesalnya dalam hati..
__ADS_1
Bersambung..
Keep support this story.. Jangan lupa kasih like dan komennya ya ☺️