
Hari ini adalah hari terakhir persiapan di rumah keluarga Wijaya. Besok adalah hari yang paling di tunggu oleh semua orang...
Rumah keluarga Wijaya telah di dekorasi dengan sangat mewah dan megah. Di taman terlihat semua hiasan dari bunga-bunga berwarna putih telah siap. Kursi-kursi untuk para tamu pun telah berjejer rapih. Meja-meja, dekorasi pelengkap lainnya pun telah berjejer rapih. Begitu pun dengan ruangan di dalam, semua telah selesai di dekorasi.
Hari ini William telah berada di kediaman keluarga Wijaya. Semalam pria itu baru tiba dari Jepang dan langsung di jemput oleh pengawal Peter.
Pagi ini, Alex masih harus ke kantor untuk menemui beberapa rekan bisnis dari luar negri. Setelah itu Alex akan kembali ke rumah dan bersiap untuk hari besarnya besok.
Sebenarnya pria itu sudah sangat frustasi, karena sudah 2 hari ini dia tidak dapat bertemu dengan calon istrinya. Kemarin malam dia sempat menyambut William dan mengobrol dengannya. Namun, sayangnya dia tidak diizinkan bertemu dengan Anna.
Bibi Donna sangat mengawasi pergerakkan Alex. Dia tidak ingin sampai keponakannya itu berbuat nekat hanya untuk menemui Anna.
Donna juga selalu menjaga Anna dan membantunya untuk menyiapkan segala hal untuk hari pernikahannya. Seperti perawatan ke spa, salon, dan juga membeli berbagai perhiasan dan pakaian untuk Anna nanti.
Saat ini Anna dan William sedang berada di sebuah pemakaman di dekat bukit. Perjalanan ke pemakaman ini membutuhkan waktu 3 jam dari rumah keluarga Wijaya.
Mereka berjalan bersama dan menghampiri salah satu makam. William dan Anna pun meletakkan buket bunga yang mereka bawa di samping makam itu,
"Hai, Merry... Maaf, aku baru kemari setelah sekian lama..." ujar William pelan.
Pria itu menunduk dan menyentuh tulisan di makam itu,
"Aku tau.. Mungkin aku tidak pantas berada disini sekarang.... Sejujurnya aku sangat malu dan merasa bersalah untuk datang kemari.. Maafkan aku.... Maafkan atas segala kesalahanku padamu selama ini..." lanjutnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
William menghapus air matanya dan kembali menatap makam di depannya,
"Merry.... Aku kemari membawa kabar bahagia untukmu..." bisiknya sambil menatap Anna yang sudah berlinang air mata.
"Putri kita.... Besok putri kita yang cantik ini akan menikah.." ujarnya penuh haru.
"Aku tau, kau pasti sangat senang mendengarnya... Anna sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik, dan dalam hitungan jam, putri kita ini akan menjadi seorang istri..." lanjutnya.
William kembali menyeka air matanya dan menatap makam di depannya dengan dalam,
"Kuharap, Anna bisa menjadi seorang istri yang sabar... dan setia sepertimu... Dan aku juga berharap, kelak suaminya tidak mempunyai sifat buruk sepertiku..." ujar William dengan wajah menyesalnya.
Pria itu pun mundur dan menyentuh pundak Anna untuk mendekat pada makam ibunya.
Anna menggigit bibirnya dan menatap makam itu dengan air mata yang berlinang,
"Ibu..... Apa kabar????" ujar Anna bergetar.
"Maafkan aku.... Aku jarang kemari untuk menemui ibu..." lanjutnya pelan.
Anna menyentuh nama ibunya yang tersemat di makam itu,
"Ibu.... Aku akan menikah.... Aku sangat berharap ibu bisa berada disini bersamaku, menemaniku dan menenangkanku saat aku gugup" ujarnya lagi sambil terisak.
William merangkul bahu Anna dan menenangkannya. Gadis itu memeluk William dan menangis di pelukannya.
Sungguh... Saat ini Anna benar-benar merindukan sosok ibunya. Dia selalu berharap ibunya masih ada dan menemaninya saat hari pernikahannya nanti. Tetapi, Anna tau itu semua tidak mungkin. Dan Anna yakin, ibunya sudah tenang di alam sana dan turut berbahagia atas pernikahannya.
Seekor kupu-kupu berwarna biru muda tiba-tiba mendekat ke arah William dan Anna. Lalu kupu-kupu itu hinggap di bahu Anna yang bergetar.
Gadis itu pun melepaskan pelukannya dari William dan menatap kupu-kupu itu penuh haru.
Setelah Anna berhenti menangis, kupu-kupu itu pun kembali terbang dan hinggap di batu nisan milik ibunya.
__ADS_1
William pun mengusap bahu Anna dan tersenyum kearah makam Merry,
"Aku tau.... Ibumu pasti tidak ingin kau bersedih... Dan aku juga yakin, ibumu pasti sangat bahagia karena sebentar lagi putrinya akan menikah..." ujar William menenangkan.
Anna pun mengangguk pelan dan menghapus air matanya.
Setelah beberapa saat mereka pun meninggalkan makam itu. William mengemudikan mobilnya ke suatu tempat. Anna yang tidak tau kemana tujuan ayahnya itu hanya dapat diam dan menurut.
Kini mobil yang di kendarai William berhenti di salah satu pemakaman lagi. Anna yang melihat tempat di depannya hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti.
'Pemakaman??? Siapa lagi yang akan ayah temui???' pikir Anna.
William pun turun dari mobilnya dan menuntun Anna masuk ke dalam pemakaman itu. Setelah berjalan beberapa saat, William pun berhenti di salah satu makam.
Anna menatap makam di depannya dan melihat nama 'Diana Lenne Wijaya' disana. Anna pun membelalakkan matanya dan menatap William yang mengangguk pelan.
Mereka pun menghampiri makam itu. William menaruh buket bunga disana dan mengusap batu bertuliskan nama Diana dengan lembut,
"Hai.... Apa kabar Di???" ujar William pelan.
"Aku sangat merindukanmu...." bisik William dalam.
Pria itu pun menghapus air matanya dan menatap Anna dengan senyum lembutnya,
"Aku datang kemari membawa kabar bahagia untukmu... untuk kita...." ujarnya pelan.
William pun membawa Anna mendekat,
"Ini putriku, namanya Anna.... Dia sangat cantik bukan????" lanjutnya tersenyum haru sambil menatap Anna.
"Sebentar lagi... Putriku juga akan menjadi putrimu... Dia akan menikah dengan putramu, Alex..." ujar William dengan mata yang berkaca-kaca.
"Lucu bukan..... Takdir memang mengejutkan.... Dia tidak mengizinkan kita bersama, tetapi sekarang, takdir menyatukan anak-anak kita" lanjutnya.
"Tapi... Aku sangat bahagia dan bersyukur atas segala hal yang terjadi selama ini... Sekarang, semuanya telah berjalan dengan baik Diana.... Dulu, kau selalu berharap aku dan keluargamu mempunyai hubungan yang baik... Dan, lihat sekarang.... Apa yang kau inginkan telah terkabul..." ujar William penuh haru.
"Aku tau... Kau pasti merasa bahagia mendengar semua kabar ini... Aku juga bahagia... Sangat bahagia...." lanjutnya.
Anna menyentuh tangan William yang bergetar dan menatap makam di depannya dengan dalam,
"Ini adalah pertama kalinya aku mengunjungimu..." ujar Anna pelan.
"Aku selalu mendengar semua tentangmu dari Alex dan juga Bibi Donna... Walaupun aku belum pernah bertemu denganmu... Tetapi sejujurnya, aku sangat mengagumi... Aku banyak belajar darimu...." ujar Anna bergetar.
"Alex selalu bilang, bahwa kau adalah ibu terbaik baginya... Dan aku percaya itu..." lanjutnya.
"Terimakasih.... Ibu.." bisik Anna.
Seekor burung merpati putih pun datang dan hinggap di batu nisan milik Diana. Burung itu seakan menatap William dan Anna dengan senyumannya.
William pun merangkul Anna dan tersenyum penuh haru.
Setelah beberapa lama, William dan Anna pun keluar dari pemakaman dan melangkah ke arah mobil.
Tiba-tiba mata William dan Anna pun terbelalak saat melihat seorang pria yang sedang bersandar di mobilnya.
"Alex?????" ujar Anna terkejut.
__ADS_1
Alex pun mengarahkan pandangannya pada Anna dan William lalu tersenyum lembut. Pria itu berdiri tegak dan menghampiri calon istri dan mertuanya itu.
"Maaf.... Sebenarnya, aku telah mengikuti kalian sejak tadi" ujar Alex.
Pria itu pun menatap Anna dengan tatapan lembutnya yang dalam,
"Aku merindukanmu...." bisik Alex dalam.
Anna pun membalas senyuman Alex. William yang melihat hal itu pun berdehem keras,
"Ekhem!!!!! Bukankah bibimu berkata kau tidak boleh menemui Anna sampai hari pernikahanmu?? Kenapa kau nekat mengikuti kami!!!!" tegas William.
Alex pun menggaruk kepalanya dan menatap William dengan datar,
"Aku.. Aku hanya ingin melihatnya sebentar saja... ayah" ujar Alex.
William pun memicingkan matanya dan menatap Alex dengan tajam,
"Ayah??? Kau belum resmi menjadi menantuku!!" ujar William tajam.
Anna pun menyenggol tangan William pelan. William pun tertawa dan menepuk pundak Alex,
"Apa kau ingin menemui ibumu???" tanyanya.
Alex pun menatap William dan mengangguk pelan,
"Aku juga telah meminta restu pada ibu Anna. Aku menghampirinya setelah kalian pergi" ujar Alex.
William pun mengangguk dan mempersilahkan Alex untuk mengunjungi makam ibunya. Setelah beberapa lama, Alex pun keluar dan menatap Anna dengan lembut.
"Bolehkah Anna pulang bersamaku???" tanya Alex pada William penuh harap.
William pun dengan tegas menggeleng kuat,
"Tidak boleh!!!" ujarnya.
Pria itu pun menarik Anna untuk segera masuk ke dalam mobil,
"Bersabarlah... Besok adalah hari pernikahanmu!! Setelah itu, kau bebas membawanya kemanapun yang kau mau" ujar William sambil mengedipkan matanya.
Pria itu pun masuk ke dalam mobil dan melaju lebih dulu. Alex yang mengerti ucapan William pun tersenyum geli mendengarnya.
Alex itu hendak masuk ke dalam mobilnya, namun pandangannya kembali mengarah kearah makam di belakangnya,
'Ibu... Doakan aku...' bisiknya dalam hati.
Bersambung....
Perhatian!!!
Undangan untuk para readers pada hari pernikahan besok!! Ditunggu ya 😁
Siapa yang udah ngak sabar??
Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya..
Terimakasih ❤️❤️
__ADS_1