
"Hmm.. Erika.. Apa, Apa kau dekat dengan wanita itu??" tanya Anna tiba-tiba.
Bukan tanpa alasan Anna menanyakan hal itu. Anna berpikir demikian karena wanita tadi hanya memanggil Alex dengan sebutan nama, tanpa embel-embel 'Tuan' seperti yang lainnya, jadi wajar Anna menanyakan hal itu pada suaminya.
Alex seketika terdiam dan kembali menatap Anna. Sepertinya sekarang dirinya harus menceritakan tentang Erika pada Anna, pikirnya.
Alex menghela nafasnya dan menatap Anna sambil menyentuh pipinya dengan lembut,
"Ceritanya sedikit panjang dan rumit.. Aku akan menceritakannya setelah kita sampai di rumah ya??" tanyanya lembut.
Anna pun terdiam sesaat dan mengangguk pelan,
"Baiklah.." jawabnya.
Alex mengecup bibir Anna dan tersenyum padanya,
"Ayo kita pulang.." ujarnya.
Alex pun kembali menyalakan mobilnya dan melajukannya menuju rumah.
~~
Seorang wanita tengah berjalan di lorong sebuah rumah yang cukup megah. Suasana di dalam rumah itu terlihat sepi dengan lampu yang redup.
Wanita itu menaiki tangga menuju lantai 2 dan memasuki sebuah ruangan yang cukup luas.
CKLEK!!
Wanita itu masuk ke dalam dan disambut oleh seorang pria yang sedang menatap kearah jendela.
Pria itu tengah duduk di kursi rodanya. Setelah mendengar suara langkah kaki yang masuk, pria itu pun membalikkan kursi rodanya dan tersenyum pada wanita itu,
"Kau sudah kembali??" tanyanya pada wanita di depannya.
Wanita itu menghampiri pria yang berada di kursi roda dan mengangguk padanya. Pria itu tersenyum pelan dan menatap wanita itu dengan rasa ingin tau,
"Apa kau bertemu dengannya??" tanyanya penasaran.
Wanita itu terdiam sesaat dan kembali mengangguk. Seketika pria itu menyeringai pelan,
"Beritahu aku, informasi apa yang kau dapat, Erika??" tanyanya lagi.
Wanita yang ternyata Erika itu terlihat membalikkan tubuhnya sambil mengambil sebuah sapu tangan di atas meja,
"Tidak ada yang istimewa.." ujar Erika pelan.
Wanita itu kembali membalikkan tubuhnya dan duduk di salah satu kursi yang menghadap pada si pria di kursi roda tadi.
Erika menyentuh wajah pria itu dan mengelapkan sapu tangan tadi di wajah si pria yang terlihat melepuh di sebelah kiri wajahnya dan mengeluarkan sedikit cairan seperti nanah.
Si pria terdiam sejenak saat Erika mengelap wajahnya. Lalu setelah itu pria itu mencengkram tangan Erika dan menatapnya tajam,
"Cepat katakan padaku!!" ujarnya tidak sabar.
Erika pun menatap wajah pria itu dan menghela nafasnya,
"Seperti yang kau tau.. Alex telah menjadi pria yang sangat sukses sekarang.. Perusahaannya memasuki peringkat 3 besar sebagai perusahaan terbaik di negeri ini.." ujarnya pelan.
"Dia telah melangkah begitu jauh.." lanjutnya lagi.
Seketika pria itu terlihat tidak senang dengan ucapan Erika. Pria itu mencengkram dagu Erika dan menatapnya tajam,
"Lalu??? Apa hanya itu informasi tidak berguna yang kau dapatkan??" tanyanya tidak puas.
"Aku tidak peduli dengan itu semua!! Segala yang dia miliki seharusnya menjadi milikku!!!" teriaknya.
Pria itu pun menghempaskan dagu Erika dan membalikkan kursi rodanya dengan emosi,
"Si brengsek itu!!! Dia harus membayar semua yang telah hilang dari tanganku!!" teriaknya lagi.
__ADS_1
Pria itu pun menyentuh wajahnya yang melepuh sambil menggertakkan giginya kuat,
"Aku tidak akan membiarkannya hidup dengan tenang!! Aku akan membalaskan semua dendamku!!" lanjutnya.
Erika terlihat terdiam dan tidak merespon ucapan pria itu,
Pria itu pun kembali menghadap Erika dan menghampirinya,
"Kita harus mulai bergerak sekarang!! Bukan begitu sayang???" tanyanya pada Erika.
Erika menatap pria itu dan tidak berkata apapun. Pria itu menggenggam tangan Erika dan menatapnya dengan lembut,
"Kita harus membalaskan dendam kita.. Kau harus ingat, karena dia, kau harus kehilangan ayahmu, bukan???" ujarnya serius.
Erika menutup matanya dan menghela nafasnya sambil mengangguk,
"Kau benar, Leonard.." ujarnya pelan.
Pria bernama Leonard itu pun tersenyum senang dan membawa tubuh Erika ke dalam pelukannya,
"Kita harus menyusun rencana.." ujarnya.
"Aku tidak ingin gosip tentang perceraian kita dan keburukan image ku menjadi sia-sia.." lanjutnya lagi.
Erika masih terdiam di dalam pelukan Leonard. Setelah beberapa saat Leonard pun melepaskan pelukannya dan menatap Erika dengan lembut,
"Apa kau mempunyai informasi lain lagi tentangnya???" tanyanya.
Erika terlihat ragu sejenak dan menatap Leonard sambil menghembuskan nafasnya pelan,
"Tidak begitu penting... Tadi aku juga bertemu dengan istrinya.. Dia, dia tengah mengandung sekitar 4 bulan" ujarnya pelan.
Seketika Leonard pun menatap Erika dan tersenyum licik,
"Benarkah??" tanyanya pelan.
"Bagus... Sepertinya aku sudah tau rencana apa yang harus kita lakukan" ujarnya menyeringai.
"Sayang... Kali ini, aku butuh bantuanmu lagi.." ujarnya senang.
~~
Hari sudah menunjukkan pukul 8 malam. Setelah selesai makan malam, Anna dan Alex pun bergegas ke kamar mereka.
Saat ini, Anna tengah duduk bersandar di atas tempat tidur. Alex terlihat sedang menyiapkan obat yang harus di minum oleh istrinya malam ini,
"Ini minumlah.." ujarnya lembut.
Anna pun mengambil obatnya dan mulai meminumnya. Setelah selesai Alex pun naik ke atas tempat tidur dan duduk bersandar di samping istrinya.
Pria itu tersenyum lembut pada Anna sambil mengusap perut istrinya,
"Sehat-sehat ya sayang.." bisik Alex di perut Anna.
CUP!!
Pria itu pun mengecup perut Anna cukup lama. Ini adalah kebiasaan baru Alex sebelum tidur. Dia akan mengecup perut istrinya sebelum tidur dan mengobrol dengan calon anaknya yang masih berada di dalam perut Anna.
Anna tersenyum dan mengusap rambut suaminya. Setelah itu Alex pun mengangkat kembali wajahnya dan mendekatkan bibirnya pada bibir Anna,
CUP!!
Pria itu pun mengecup bibir istrinya dengan lembut dan ********** perlahan. Setelah itu Alex menatap dalam mata Anna dengan intens,
"Bolehkah aku mendapatkan jatahku malam ini??" bisiknya.
Anna terlihat terdiam sejenak dan tersenyum melihat wajah Alex yang terlihat sangat tampan malam ini.
Gadis itu menyentuh bibir Alex dengan jari telunjuknya untuk menggoda pria itu.
__ADS_1
Namun, sebelum Anna berkata sesuatu, tiba-tiba gadis itu teringat dengan obrolan mereka di mobil tadi sore,
"Oh iya.. Kau berhutang penjelasan padaku!!" tuntut Anna tiba-tiba sambil menjauhkan wajahnya dari Alex.
Alex terlihat kecewa sambil mengernyitkan keningnya,
"Penjelasan??" tanya Alex.
Anna menghela nafasnya dan menatap Alex dengan kesal,
"Erika?? Kau belum cerita padaku siapa wanita itu sebenarnya!!" ujar Anna.
Alex pun seketika kembali teringat dan mengangguk pelan,
"Ah.. Iya, Aku lupa" ujarnya.
Anna pun kembali mendekatkan wajahnya pada Alex dengan penasaran,
"Jadi... Siapa dia??" tanyanya tidak sabar.
Alex pun tersenyum melihat wajah penasaran istrinya dan mengusap rambutnya dengan lembut,
"Baiklah.. Aku akan ceritakan" ujarnya.
Alex menghela nafasnya pelan dan mulai bercerita,
"Dulu.. Saat aku masih merintis di usia 18 tahun. Aku bertemu dengan sekelompok penjahat yang sedang menculik anak-anak tidak bersalah. Mereka menculik anak dari kalangan atas sampai kalangan bawah.."
"Singkat cerita, saat itu aku membantu beberapa anak untuk melarikan diri dengan orang-orangku, termasuk Lidya saat itu... Setelah itu, ada satu anak perempuan yang sedang di sekap di dalam mobil. Awalnya aku tidak terlalu memperdulikannya, tetapi anak perempuan itu menangis dan memohon padaku.. Sampai akhirnya aku pun menolongnya.."
"Aku menyuruh orang-orangku untuk memanggil polisi dan mengamankan anak-anak itu. Tetapi anak perempuan itu tidak ingin ikut dengan polisi dan memintaku untuk menghubungi ayahnya. Dia bilang ayahnya adalah orang yang terkenal.. Aku tidak peduli dengan ucapannya tetapi dia berlutut padaku dan memintaku untuk menemaninya sampai ayahnya tiba. Aku sangat keberatan, tetapi polisi memintaku untuk menuruti ucapannya.."
"Lalu setelah beberapa jam akhirnya ayahnya tiba.. Pria paruh baya yang terlihat gagah dan berwibawa. Dia
mengucapkan terimakasih padaku dan memberikanku sejumlah uang yang sangat banyak.. Tetapi aku langsung menolaknya.." ujar Alex terdiam sesaat.
Anna mengernyitkan keningnya dan menunggu kelanjutan cerita Alex,
"Anak perempuan itu menangis dan memaksaku untuk menerima hadiah dari ayahnya. Tetapi aku bersikeras menolak dan ingin pergi tanpa peduli. Tapi, lagi dan lagi, anak perempuan itu menangis histeris sampai menganggu orang lain.. Akhirnya ayah anak perempuan itu membujukku dan memintaku untuk menerima hadiahnya..."
"Setelah aku berpikir, akhirnya aku bersedia mengambil hadiah dari mereka, tetapi aku tidak menginginkan uang.." ujarnya.
"Aku ingin ayah anak perempuan itu membantu bisnisku.. Dan akhirnya dia pun bersedia lalu berinvestasi cukup besar di perusahaanku.."
"Lambat laun perusahaanku pun mulai maju. Tidak aku pungkiri, bantuan dari mereka sangat berpengaruh dengan kemajuan bisnisku.. Setelah itu, kami terus bekerjasama dan saling membantu.. Sampai suatu hari perusahaan ayah Erika bangkrut secara tiba-tiba. Aku mencoba untuk membantu, tetapi entah mengapa Erika dan ayahnya mulai menjauh dariku dan sulit di hubungi..." lanjut Alex.
"Aku tidak tau apa yang terjadi.. Sampai suatu hari, ayah Erika datang padaku dan memintaku untuk menikah dengan Erika saat usiaku baru 22 tahun dan usia Erika 25 tahun.."
"Dia tidak memberitahukan ku sebuah alasan, dia hanya ingin secepatnya aku menikahi Erika. Tetapi saat itu aku langsung menolaknya. Walaupun dia berjasa padaku, tetapi aku tidak bisa begitu saja menikahi seseorang yang tidak aku cintai hanya untuk berbalas budi.."
"Setelah kejadian itu, sepertinya ayah Erika marah padaku.. Tapi, sebulan kemudian dia kembali datang dengan kondisi yang berantakan.. Dan.. Dia berlutut padaku sambil memohon sesuatu yang tidak masuk akal.." ujar Alex terputus.
Anna seketika mengernyitkan keningnya dengan penasaran,
"Sesuatu?? Sesuatu apa??" tanyanya penasaran.
Alex pun mengangkat wajahnya dan menatap Anna dengan serius,
"Dia ingin.. Dia ingin aku membunuhnya saat itu juga..."
Bersambung..
Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏
Oh iya, author juga mau minta dukungan buat novel kedua author ya, yg judulnya 'Mysterious Man' 🙏
Terimakasih..
__ADS_1
Dan jangan lupa pesan author, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya..
Apalagi ibadahnya sampai terlewat 😁