Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Past 3


__ADS_3

"Jaga dia disini.. Aku akan membereskan si tua itu sebelum putrinya tiba" perintahnya yang membuat Alex seketika mengangkat wajahnya dengan terkejut.


Putrinya??


Apa yang pria itu maksud adalah Erika?? pikir Alex.


Jadi.. Erika tidak sedang berada di luar negri??


Berarti Tuan Morgan berbohong padanya..


Sebenarnya apa maksud dari ini semua?? pikir Alex.


Pria itu meninggalkan Alex bersama anak buahnya. Keempat anak buah pria tadi mengawasi Alex di dalam ruangan itu.


Alex menatap orang-orang itu sambil berusaha melepaskan tangannya dari borgol yang berada di balik tubuhnya.


Lalu pandangan Alex pun mengarah pada sebuah kapak yang berada di salah satu lemari di sudut ruangan. Suasana ruangan itu memang cukup gelap, tetapi mata tajam Alex masih dapat melihat dengan jelas ke sekitar.


Orang-orang itu tengah duduk di sisi ruangan sambil sesekali memperhatikan Alex.


Saat orang-orang itu tengah mengobrol dan sedikit lengah, Alex berusaha menggerakkan tubuhnya mundur kearah lemari itu.


Sedikit demi sedikit tubuhnya mulai mendekati lemari. Dengan perlahan Alex pun mulai mencoba untuk berdiri. Namun, salah satu pria mengarahkan pandangannya ke tempat Alex semula,


"Dimana pria itu???" tanyanya sambil berdiri dan membuat pria yang lain ikut mengarahkan pandangannya kesana.


"ITU DIA!!" teriak pria lain yang melihat Alex berdiri di depan lemari.


Mereka pun berlari dan menghampiri Alex. Alex tidak tinggal diam, pria itu menendang meja di depannya dan mengenai pria-pria itu,


BRUK!!


"Arghh!! SIALAN!!" teriak mereka.


Mereka pun mulai mengepung Alex dan mencoba memukulnya. Salah satu pria mengangkat tangannya dan hendak memukul wajah Alex. Namun Alex dengan cepat menghindar dan menendang kuat tubuh pria itu,


BUGH!!


"Akhh!!!"


"KEPARAT!!!"


BUGH!!


BUGH!!


Mereka pun mulai saling memukul. Alex dengan gesit selalu menghindari pukulan mereka semua dan berakhir menyerang para pria itu dengan tendangannya.


Alex menendang salah satu pria kearah lemari dan membuat kaca lemari itu pecah seketika,


PRANG!!


Pria itu tergeletak dengan kepala bersimbah darah. Pria yang lain terlihat bertambah emosi dan mengambil kapak di dalam lemari untuk menyerang Alex,


"MATI KAU!!!" teriaknya.


BRAK!!


Pukulan pria itu meleset dan kapaknya menancap di atas meja. Alex memutar tubuhnya lalu menendang pria itu sampai pria itu terjungkal.


BUGH!!


Salah satu pria yang lain mulai menyerang Alex dengan memukul punggung Alex dari belakang dengan sebuah kursi. Alex seketika tersungkur sambil merintih kesakitan.


Pria itu kembali hendak memukul Alex dengan kayu, namun Alex dengan cepat berguling ke kanan dan membuat kursi itu hancur di atas lantai.


"ARGHH!!!" teriak pria itu hendak menendang tubuh Alex.


Namun Alex dengan cepat mengangkat kakinya dan menendang pria itu sekuat tenaga. Alex pun bangkit berdiri dengan kakinya sambil menahan sakit.


Tapi, lagi dan lagi salah satu pria yang masih tersisa menendang punggung Alex dan membuat pria itu kembali tersungkur,


BRUK!!!


"Akhh!!" rintih Alex menahan sakit.

__ADS_1


Pria itu tertawa mencemooh melihat Alex yang tergeletak dengan tangan yang masih terborgol di belakang tubuhnya.


"Dasar bajingan tidak berguna!!" desisnya pada Alex.


Pria itu pun dengan segera mengeluarkan handphonenya untuk menghubungi Boss nya tadi. Alex tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Alex pun dengan cepat menendang pria di depannya sampai pria itu tersungkur.


BUGH!!


"Arghh!!!"


Handphone di tangan pria itu pun terlempar ke atas lantai, namun panggilan pria itu telah tersambung pada Boss nya. Alex tidak menghiraukan handphone pria itu dan dengan cepat menendang wajah pria di depannya berulang kali sampai pria itu mengeluarkan darah dari mulutnya dan tak sadarkan diri,


BUGH!!


BUGH!!


Nafas Alex terlihat memburu dengan cepat, keringat membasahi tubuhnya. Seketika Alex menatap handphone pria tadi yang telah diangkat oleh Boss nya, kemungkinan Boss nya tadi telah mendengar keributan barusan.


Alex dengan segera menghampiri kapak yang tertancap di atas meja dan mencoba mengaitkan rantai borgolnya disana agar terlepas.


PRANG!!


Alex masih berusaha mencoba melepaskan borgol itu, namun belum kunjung berhasil.


"Sial!! Ayolah!!" ujar Alex tidak sabaran.


Disisi lain, pria yang menjadi pemimpin tadi tengah berjalan menghampiri tubuh Morgan yang tergeletak diatas lantai. Pria itu menyeringai pelan saat melihat wajah Morgan yang mulai memucat dengan nafas yang mulai menipis.


BRUK!!


Pria itu menendang sedikit tubuh Morgan dan tertawa puas,


"Sungguh pria tua yang malang.." bisiknya.


Pria itu terlihat senang melihat Morgan yang masih merintih di ujung kematiannya. Dia senang melihat Morgan yang tidak langsung mati dan masih merasakan kesakitan.


"Kau pantas mendapatkannya!!" lanjutnya sinis.


Saat pria itu hendak ingin menyeret tubuh Morgan, tiba-tiba saja handphone di dalam sakunya bergetar. Pria itu berdecak kesal dan mengambil handphonenya dengan kasar.


"Ada apa dengan orang bodoh ini!!" gerutunya saat melihat nomor yang tengah menghubunginya.


"Ck.. Tidak berguna!!" gerutunya marah lalu dengan segera berlari cepat kembali ke lantai atas.


Saat pria itu sudah berada di lantai atas, dia pun menuju ruangan tempat Alex di kurung tadi.


CKLEK!!


Dia membuka pintu dengan tidak sabaran. Lalu matanya pun seketika terbelalak saat melihat anak buahnya sudah tergeletak di atas lantai,


"Brengsek!!" desisnya.


Pria itu pun masuk dan mencoba mencari keberadaan Alex. Lalu pandangannya pun mengarah pada sebuah borgol yang sudah terbelah di bawah meja,


BRAK!!


"BAJINGAN!!!" teriaknya.


Dia pun membalikkan tubuhnya menatap kearah jendela. Tidak ada jendela yang terbuka atau pun rusak disana. Lalu kemana perginya pria itu?? pikirnya.


Tiba-tiba dari belakang tubuhnya, pria itu merasakan sesuatu yang menempel di belakang kepalanya,


"Jangan bergerak!!" desis seseorang tajam.


Pria itu pun menyeringai dan tertawa pelan,


"Ternyata aku terlalu meremehkanmu.." ujarnya pelan.


Alex menatap tajam pria di depannya sambil menodongkan pistol pada kepala pria itu,


"Siapa kau?? Apa yang kau inginkan??" tanya Alex tajam.


Pria itu kembali tertawa pelan dan masih membelakangi Alex,


"Kau ingin tau siapa aku??" tanyanya mencibir.

__ADS_1


Alex menggertakkan giginya dengan kuat,


"Katakan!! Atau aku akan menembakmu sekarang juga!!" desis Alex lagi.


Pria itu pun berhenti tertawa dan mulai menyeringai tajam di balik topengnya. Perlahan dia pun membalikkan tubuhnya sambil mengangkat kedua tangannya di atas. Pria itu menatap Alex yang masih menodongkan pistol ke kepalanya.


Dia terdiam sejenak dan menatap Alex dengan tajam,


"Aku tidak akan memberitahumu!!" desisnya.


BRUK!!


Pria itu pun memukul pistol di tangan Alex dengan kuat, membuat Alex melepaskan pelurunya dan meleset kearah jendela,


PRANG!!


Pria itu menghindari Alex dan mengangkat tangannya untuk menghajar wajah Alex. Namun dengan cepat Alex menepisnya dengan cepat,


BUGH!!


BUGH!!


Mereka mulai saling memukul dan menghindar, keduanya terlihat sama-sama cekatan dan mempunyai kekuatan yang seimbang,


BUGH!!


Tiba-tiba pukulan pria itu mengenai tangan Alex dan membuat pistol di tangannya terjatuh ke lantai.


BUGH!!


BUGH!!


Perkelahian sengit pun dimulai, mereka saling menyerang dan mencoba melumpuhkan satu sama lain,


"Seharusnya aku langsung saja membunuhmu!!" desis pria bertopeng itu.


Alex menahan tangan pria itu dengan kuat sambil menatapnya tajam,


"Kau yang akan aku habisi!!" belas Alex tak kalah tajam.


BUGH!!


Alex pun memukul wajah pria itu dan membuat pria itu sedikit terhuyung ke belakang. Tangan Alex kembali terangkat untuk meraih topeng pria di depannya.


Namun dengan cepat pria itu menghindar dan berlari keluar kearah pintu. Alex mengejar pria itu yang sudah berlari kearah koridor yang cukup gelap.


Saat Alex keluar dari ruangan itu, tiba-tiba saja sebuah lentera lilin hampir terlempar kearahnya. Namun dengan sigap Alex pun menghindar dan membuat lentera itu pecah mengenai sebuah tirai jendela, membuat minyak yang berada di lentera itu tumpah di lantai dan juga tirai.


PRANG!!


Alex menatap pria itu yang terlihat tersenyum mengejek padanya,


"Dasar bajingan tidak berguna!!" gumamnya tajam pada Alex.


Pria itu kembali meraih lentera di dinding dan mencoba melemparnya kembali kearah Alex. Namun dengan cepat Alex menghampiri pria itu dan menahan tangannya.


BUK!!


"BAJINGAN!! AKAN KU BUNUH KAU!!" teriak pria itu sambil mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Alex.


Alex menahan kuat tangan pria itu dan hendak mengambil alih lenteranya. Namun, dengan cepat pria itu menendang Alex dan membuatnya tersungkur.


Pria itu menyeringai dan mengangkat lenteranya untuk di lemparkan kepada Alex,


"MATI KAU!!!!!" teriaknya.


Bersambung...


Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️


Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏


Oh iya, author juga mau minta dukungan buat novel kedua author ya, yg judulnya 'Mysterious Man' 🙏


Terimakasih..

__ADS_1


Dan jangan lupa pesan author, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya..


Apalagi ibadahnya sampai terlewat 😁


__ADS_2