Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Home Sweet Home


__ADS_3

Matahari terlihat begitu cerah menerangi pagi hari ini..


Terlihat di sebuah ruangan, sepasang suami istri sedang sibuk mempersiapkan barang-barang mereka untuk di bawa pulang.


Setelah sekian lama di rawat di rumah sakit, akhirnya hari ini mereka akan pulang ke rumah bersama bayi-bayi mereka.


Terlihat Donna dan William juga tengah berada di ruangan Alex dan membantu suami istri itu untuk membereskan barang-barang mereka.


Pagi tadi, Dokter sudah memeriksa kondisi Alex, Anna dan juga kedua bayi mereka. Dokter mengatakan kedua bayi sudah sehat dan sudah bisa pulang.


Tanpa menunggu lama, Alex dan Anna pun langsung membereskan barang-barang mereka untuk di bawa pulang. Sudah cukup lama mereka harus berada di rumah sakit dan mereka sangat tidak sabar untuk kembali pulang.


Di rumah pun Bibi Van dan pengawal Alex telah bersiap-siap. Beberapa hari sebelumnya juga sudah ada pekerja yang merenovasi kamar untuk bayi-bayi mereka.


Donna telah mengabarkan Jonas tentang kepulangan Alex hari ini. Dan pria itu pun bersiap-siap untuk menunggu di rumah Alex dengan Key dan juga Peter.


Donna telah memberitahu Peter beberapa hari lalu tentang kelahiran anak Alex. Peter terlihat sangat bahagia dan tidak sabar untuk bertemu cicitnya. Namun Donna jelas tidak memberitahu tentang kejadian yang menimpa Alex dan Anna sebelumnya karena ia tidak ingin membuat Peter banyak pikiran dan kembali drop.


"Semua sudah selesai!!" ucap Donna senang saat telah merapihkan semua perlengkapan si kembar ke dalam tas.


"Akhirnya, kita bisa pulang juga" ucap Anna tersenyum senang.


Alex menyentuh pipi istrinya dan mengangguk,


"Aku sudah menelpon supir untuk menjemput kita" ujarnya lembut.


Donna pun tersenyum dan mengangguk,


"Tadi Key juga sudah menelpon, dia bilang mereka juga sudah berada di perjalanan menuju rumah kalian" ucapnya.


William pun tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Alex,


"Aku sudah mengurus semuanya, kita sudah bisa pulang sekarang" ucapnya tersenyum.


Donna pun tersenyum dan menatap kedua bayi yang berada di kereta dorong mereka,


"Akhirnya cucu-cucu nenek sudah bisa pulang!!" ujarnya bersemangat.


Setelah selesai membereskan semuanya, akhirnya mereka pun keluar dari ruangan dan bersiap untuk pulang. Donna mendorong salah satu kereta dorong dan William mendorong yang satunya. Sedangkan Anna sedikit menuntun Alex karena takut luka di perut suaminya kembali sakit. Alex menyentuh tangan istrinya dan tersenyum lembut.


Mereka telah berada di pintu keluar. Dan, dengan cepat supir dan pengawal Alex langsung menghampiri mereka dan memasukkan barang-barang ke dalam mobil.


Alex, Anna dan Donna serta kedua bayi ada di mobil Alex, dan William di mobilnya sendiri. Mereka pun mulai melaju untuk pulang ke rumah.




Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka pun tiba di kediaman Alex.



Anna tersenyum melihat gerbang rumah,



"Wah.. Seperti sudah lama sekali aku tidak berada disini" ucapnya senang.



Alex menatap istrinya dan tersenyum,



"Selamat kembali ke rumah, sayang..." ucapnya lembut.



Anna pun membalas tatapan Alex dan tersenyum senang,



"Selamat kembali ke rumah juga sayang" balasnya lembut.



Mobil mereka pun masuk ke dalam halaman rumah, disusul dengan mobil William dan beberapa mobil pengawal di belakang mereka.



Terlihat di depan pintu, Bibi Van, Jonas, Key, Peter dan juga Roy tengah berdiri disana untuk menyambut kedatangan mereka.



Seorang pengawal pun dengan cepat membuka pintu mobil untuk Anna dan Alex serta Donna,



"Selamat kembali pulang ke rumah, Tuan dan Nona" ucapnya tersenyum senang.



Alex dan Anna membalas senyuman pengawal itu dan mengangguk pelan,



"Terimakasih.." jawab Anna ramah.



Seketika Roy pun berlari menghampiri Alex dan memeluknya,



GREP!!!



"Aku sangat merindukanmu Bro!!!" ucapnya sambil menahan air matanya.



Alex tersenyum pelan dan mendorong tubuh Roy agar menjauh darinya,


__ADS_1


"Lepaskan aku!! Menjijikkan!" ucapnya berpura-pura dingin.



Roy melepaskan pelukannya dan menatap Alex dengan mata yang berkaca-kaca,



"Tega sekali kau!! Aku selalu memikirkanmu dan mencemaskanmu!!! Kau ini, tidak bisakah bersikap lembut sedikit saja padaku!!" gerutunya yang membuat Anna tertawa pelan.



Tatapan Roy pun seketika mengarah pada kedua bayi yang berada di kereta dorong mereka,



"Ya Tuhan!! Apakah ini keponakan-keponakanku???" tanyanya tidak percaya.



Roy menatap takjub pada kedua bayi itu dan tersenyum penuh haru,



"Mereka sangat lucu..." gumamnya terpesona.



Donna tersenyum mendengar ucapan Roy dan menepuk bahu pria itu pelan,



"Lucu bukan?? Makanya cepatlah menikah dan miliki yang seperti ini" sindir Donna pada Roy sambil terkekeh pelan.



Roy pun langsung berhenti tersenyum dan menatap Donna,



"Ya ampun Bibi.. Aku sedang dalam proses mencari calon istri. Doakan aku ya.." ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Donna.



Donna pun tertawa pelan mendengar ucapan Roy,



"Tentu saja Bibi doakan.. Tapi, Bibi tidak yakin kau akan setia pada satu wanita" sindir Donna sambil terkekeh.



Roy pun seketika terdiam dan mencoba meyakinkan Donna,



"Ya ampun Bibi.. Aki sudah berubah!! Aku hanya akan mempunyai satu wanita saja dalam hidupku!!" ucapnya meyakinkan.




"Baiklah.. Baiklah.. Aku percaya" ucapnya sambil berlalu meninggalkan Roy dan berjalan kearah yang lainnya sambil mendorong salah satu kereta bayi.



Bibi Van terlihat menangis penuh haru saat Anna dan Alex yang berjalan kearahnya sambil mendorong salah satu kereta bayi,



"Selamat kembali ke rumah, Nona dan Tuan.." ucapnya sambil menghapus air matanya.



Anna tersenyum pada Bibi Van dan memeluk wanita paruh baya itu,



"Terimakasih Bibi" balasnya lembut.



Bibi Van pun mengarahkan pandangannya pada kereta bayi yang di bawa Anna,



" Ya Tuhan.. Dia sangat cantik, seperti Nona" ucapnya sambil memperhatikan bayi itu.



Anna tersenyum pelan dan mengarahkan pandangannya pada Peter yang berada di samping Bibi Van dengan kursi rodanya,



"Kakek.." ucapnya lalu menghampiri pria tua itu dan memeluknya.



Peter membalas pelukan Anna dan tersenyum penuh haru,



"Selamat sayang..." ucapnya.



Anna tersenyum di dalam pelukan Peter dan mengangguk pelan,



"Terimakasih kakek" balasnya lembut.



Anna mendekatkan kereta bayinya pada Peter dan Peter pun tidak bisa menahan air matanya,

__ADS_1



"Ya Tuhan.. Akhirnya aku bisa melihat cicitku" ucapnya penuh rasa syukur.



Donna pun mendekatkan satu bayinya lagi pada Peter dan membuat Peter seketika terkejut,



"Bayi ini???" tanya Peter tidak mengerti saat melihat ada dua bayi disana.



Donna pun tersenyum dan menjawab pertanyaan Peter,



"Ayah.. Cicit ayah tidak hanya satu.. Tapi dua!!" ucap Donna tersenyum.



Peter pun seketika membelalakkan matanya dan mulai menangis tidak percaya,



"Ya Tuhan!! Be.. Benarkah??" tanyanya menatap takjub kedua bayi itu.



Anna tersenyum melihat reaksi Peter dan mengangguk,



"Iya kakek.. Mereka kembar, lelaki dan perempuan" jawab Anna sambil menahan air matanya.



Peter pun kembali menatap kedua bayi itu dan mulai menangis bahagia. Sebelumnya Donna memang tidak memberitahu Peter bahwa anak Alex kembar. Ia sengaja menyembunyikannya untuk memberikan kejutan pada ayahnya itu.



"Ya Tuhan, terimakasih!!!" ucapnya sambil membawa Anna ke dalam pelukannya.



Peter pun juga memeluk tubuh Alex dan menepuk punggung pria itu dengan bangga,



"Kau memang hebat Alex!! Kau tidak hanya memberiku satu cicit, tetapi dua sekaligus" ucapnya bangga pada cucunya itu.



Alex pun tersenyum dan membalas pelukan kakeknya,



"Aku memang hebat" ucap Alex sambil tersenyum.



Mereka pun masih berkumpul di luar sambil memandangi bayi kembar Alex dan Anna,



"Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam" ucap Donna.



Saat mereka hendak melangkah ke dalam rumah, tiba-tiba sebuah mobil asing masuk ke dalam halaman rumah Alex.



Alex mengernyitkan keningnya dan menatap mobil itu,



"Siapa itu??" tanya Donna sambil memperhatikan mobil berwarna merah di depannya.



Seketika pintu mobil pun terbuka dan memperlihatkan seorang pria yang keluar dari dalam mobilnya sambil membuka kacamata hitamnya.



Anna pun mengernyitkan keningnya memperhatikan pria itu dan seketika membelalakkan matanya setelah menyadari siapa pria di depannya,



"Daniel!!!" ucapnya terkejut.



Bersambung..



Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️


Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁



Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...


Please... 🥺🙏



Terimakasih banyak ❤️🙏



Kemungkinan beberapa episode lagi cerita ini akan tamat ya, jangan lupa dukung selalu novel ini. Dan kalo ada yang minta sequel boleh deh author pikirkan hehe

__ADS_1


__ADS_2