
Alex membuka kancing kemejanya satu persatu dan melepaskannya.
KRET!!!
Tiba-tiba terdengar suara pintu sedikit berdecit dan membuat Alex dengan cepat mengarahkan mata tajamnya ke arah pintu yang sedikit terbuka. Alex melangkah cepat mendekati pintu dan membukanya. Namun tidak ada siapapun disana.
Alex pun terdiam sejenak dan kembali masuk sambil menutup pintunya.
Setelah berganti pakaian, Alex melangkahkan kakinya ke lantai bawah dan melihat semua orang telah berkumpul di meja makan.
"Nah itu dia.. Hayo duduklah aku sudah lapar" ujar Donna.
Alex pun menarik salah satu kursi di samping Anna. Pandangannya tiba-tiba mengarah tajam pada Key yang sedang duduk di depannya.
Key yang merasakan tatapan tajam Alex pun seketika menundukkan pandangannya. Jantung Key berdetak kencang saat dengan tiba-tiba pria itu menatap tajam kearahnya.
'Apakah pria itu mengetahui bahwa dirinya telah mengintipnya tadi??' pikir Key takut.
Namun saat Key memberanikan diri menatap Alex kembali. Pria itu sedang tersenyum lembut pada gadis di sampingnya sambil membawakan beberapa makan di atas piring gadis itu.
Seketika hal itu membuat Key merasa cemburu dan kesal.
"Key, apa kau baik-baik saja???" tanya Donna.
Key pun dengan cepat menatap Donna dan memaksakan senyuman padanya,
"Memangnya kenapa?? Aku baik-baik saja" ujar Key.
Donna pun mengangguk pelan dan tersenyum pada putrinya itu.
"Baiklah ayo kita mulai makan malamnya.. Aku menyiapkan semua ini sekaligus untuk menyambut anggota keluarga kita yaitu Alex dan kekasihnya Anna" ujar Donna senang.
Jonas pun tersenyum dan menatap Alex dengan kagum,
"Tidak ku sangka kau sudah beranjak menjadi pria dewasa yang sangat tampan.. Aku pernah melihat beberapa artikel tentangmu.. Kau juga adalah pria yang banyak diincar oleh para wanita haha" ujar Jonas.
Alex menundukkan wajahnya sedikit pada Jonas,
"Terimakasih paman" jawab Alex singkat.
Donna pun tersenyum senang saat Alex memanggil suaminya dengan sebutan Paman tanpa paksaan.
"Baiklah kalau begitu, ayo di makan" ujar Donna.
Mereka pun mulai makan malam diiringi dengan obrolan santai untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri. Namun berbeda dengan Key yang terlihat banyak diam dan memilih fokus dengan makanannya.
Lalu pandangan Anna pun mengarah pada gadis itu,
"Oh iya, apakah Key sudah lulus sekolah??" tanya Anna ramah.
Key menatap Anna sekilas dan kembali fokus pada makanannya,
"Belum" jawabnya singkat.
Anna pun tersenyum dan mengangguk pelan mendengar jawaban gadis itu. Donna terlihat sedikit kesal dengan tingkah putrinya, namun dia tidak ingin menegurnya disini dan membuat Key tersinggung.
"Oh iya, kalau boleh aku tau.. kapan pertama kali kalian bertemu?? Dan bagaimana kalian bisa menjadi sepasang kekasih??" tanya Jonas ingin tau.
Seketika Alex terdiam mendengar pertanyaan pria itu. Lalu ingatan saat pertama bertemu dengan Anna membuat Alex merasa sedikit canggung dan selalu ada rasa penyesalan saat mengingat perlakuannya pertama kali pada kekasihnya itu.
Anna yang menyadari perubahan sikap Alex langsung menyentuh tangan pria itu dan tersenyum lembut padanya,
__ADS_1
"Kami bertemu di salah satu restoran saat itu" ujar Anna berbohong.
Alex pun menatap Anna yang tersenyum lembut padanya. Lalu perasaannya pun menjadi lebih tenang dan hangat.
"Benarkah??? Wah... Kurasa Alex benar-benar jatuh cinta padamu. Aku pernah dengar berita bahwa Alex tidak pernah berkencan dengan gadis manapun. Dan dia juga terkenal dengan sifat angkuh dan dinginnya" ujar Jonas polos.
Seketika Alex mendelik tajam pada Jonas dan membuat pria itu salah tingkah di buatnya.
"Ahh... Aku hanya bercanda Alex haha" ujar Jonas sedikit takut melihat tatapan Alex yang tajam.
Anna pun tersenyum dan mencoba menenangkan Alex yang sepertinya sedikit tersinggung dengan ucapan Jonas.
"Kapan kalian akan menikah???" tanya Donna tiba-tiba.
Anna pun terdiam sesaat dan hendak menjawab pertanyaan Donna. Namun dengan cepat Alex menjawab pertanyaan wanita itu terlebih dahulu.
"Secepatnya" jawab Alex singkat.
Donna pun tersenyum puas dan menatap keponakannya itu dengan sumringah.
"Baiklah, bagaimana kalau bulan depan?? Atau minggu depan???" tanya Donna excited.
Anna pun membelalakkan matanya dan menatap Donna dengan tatapan tidak percayanya.
"Boleh juga" jawab Alex santai.
Anna pun mengarahkan pandangan tajamnya pada Alex,
"Ti... Tidak Bibi... Itu terlalu cepat. Lagipula...." ujar Anna ragu.
Donna pun terdiam sesaat dan berdeham sejenak lalu menatap Anna dengan serius.
Anna pun terkejut dan menatap Donna tidak percaya,
"Tenang saja.. Aku akan mengatasinya. Aku sudah kenal ayahmu sejak dulu. Aku pasti bisa membujuknya" ujar Donna tersenyum bangga.
Anna pun tersenyum kikuk dan menatap Donna dengan ragu,
"Tapi...." ujar Anna pelan.
"Tentang kakek Alex???? Kau juga tidak usah khawatirkan hal itu. Aku bisa mengurus semuanya" ujar Donna percaya diri.
Alex pun menyeringai tipis dan merasa sedikit bangga pada Bibinya itu. Ternyata wanita itu bisa diandalkan, ujar Alex dalam hatinya.
BRAK!!!
Tiba-tiba Key menyimpan sendoknya cukup keras di atas meja, lalu berdiri dari duduknya.
"Aku sudah selesai" ujar Key lalu meninggalkan meja makan.
Donna pun menatap kesal pada putrinya yang tidak sopan itu,
"Hey kau!!!!! Kau ini benar-benar tidak sopan!!! Kembali ke tempat dudukmu!!!!" teriak Donna yang di acuhkan oleh Key.
"Gadis itu benar-benar....." gerutu Donna.
Jonas pun menghela nafasnya pelan,
"Sudah biarkan saja, mungkin dia ingin istirahat" ujar Jonas.
Donna pun mendelik kesal pada suaminya itu,
__ADS_1
"Kau selalu saja membelanya!!!" gerutu Donna.
Pandangan Donna pun mengarah pada Anna dengan rasa bersalahnya,
"Maafkan atas sikapnya itu.. Dia memang kadang seperti itu. Mungkin karena pergaulan di luar negeri sana" ujar Donna merasa tidak enak.
Anna pun tersenyum dan menyentuh tangan Donna,
"Tidak apa-apa Bibi, aku mengerti. Mungkin Key benar-benar ingin istirahat" ujar Anna menenangkan.
Donna pun tersenyum lega dan membalas sentuhan tangan Anna.
Setelah mereka selesai makan malam. Jonas mengajak Alex untuk duduk di ruang tamu dan mengobrol ringan.
Sedangkan Donna dan Anna sedang berada di dapur. Anna membantu Donna yang sedang membuat bubur.
Setelah selesai Donna pun menyimpan bubur itu di atas nampan dan juga air putih serta beberapa obat dan vitamin.
"Ikutlah denganku" ajak Donna pada Anna.
Anna terlihat ragu sejenak lalu mengangguk pelan. Mereka pun melangkah ke sebuah kamar yang luas.
Seorang pelayan pun membuka pintunya dan membiarkan Anna dan juga Donna untuk masuk ke dalam.
Tatapan Anna mengarah pada seorang pria tua yang sedang tertidur tak berdaya dengan jarum infus di tangannya serta oksigen di lubang hidungnya.
Donna pun menyimpan nampan itu di atas meja. Dia duduk di samping tempat tidur dan menatap wajah Peter dengan sedih.
"Aku selalu menyiapkannya bubur karena berharap dia akan segera sadar dan memakannya... Tapi... Sejauh ini dia belum juga sadarkan diri..." ujar Donna bergetar.
"Walaupun ayahku mempunyai sifat keras dan terkadang menyebalkan, tetapi bagaimanapun juga dia adalah ayahku.... dan aku sangat menyayanginya" ujar Donna.
Anna menatap sedih pada Peter dan tidak terasa setetes air mata menetes di pipinya. Dengan cepat Anna pun menghapus air mata itu.
Mereka terdiam beberapa saat, lalu tiba-tiba handphone Donna bergetar di dalam sakunya. Dengan cepat wanita itu pun menghapus air matanya dan mengambil handphone di sakunya.
Donna pun mengangkat panggilan itu dan mengisyaratkan pada Anna untuk keluar sejenak menerima telepon.
"Hallo" bisik Donna lalu keluar dari kamar itu.
Kini hanya ada Anna seorang diri di kamar itu. Dengan ragu gadis itu duduk di samping tempat tidur dan menatap wajah Peter.
Wajah pria itu terlihat sangat lelah. Entah mengapa Anna merasa sangat iba pada pria tua itu. Dengan ragu Anna pun mencoba mengangkat tangannya dan menggenggam tangan pria tua itu dengan lembut.
"Hallo kakek... Aku Anna, putra dari William" ujar Anna pelan.
"Segeralah pulih dan sehat kembali...." bisik Anna bergetar.
DEG!!!
Tiba-tiba salah satu jari Peter dalam genggaman Anna pun bergerak. Anna membelalakkan matanya dan menatap kembali wajah Peter dengan tidak percaya.
'Apakah kakek bisa mendengarku???' pikir Anna.
Bersambung...
Yuk, support selalu cerita ini, jangan lupa kasih like dan komen yang banyak 🤗
Boleh juga kasih vote dan hadiah 🤭
Terimakasih readers tercinta ❤️😘❤️😘
__ADS_1