Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Pesta


__ADS_3

Pagi ini Roy sedang berada di kantornya. Dia terlihat sedikit sibuk untuk memeriksa berapa laporan yang harus dia tanda tangani.


Sebenarnya Roy sangat malas untuk pergi ke kantor. Dia bukanlah tipe orang yang suka pekerjaan monoton seperti ini. Hanya duduk dan membaca berkas-berkas yang membosankan.


Tetapi ini sudah menjadi kewajibannya sebagai pemilik perusahaan. Biasanya Roy jarang pergi ke kantor. Dia hanya akan ke kantor jika ada sesuatu hal yang penting saja. Roy lebih suka menghabiskan waktunya di club miliknya.


Tok..


Tok..


Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Roy menyimpan berkasnya dan menatap pintu,


"Masuk" ujarnya.


Seseorang pun masuk sambil membungkukkan badannya pada Roy. Dengan segera dia masuk dan memberikan sebuah berkas pada Roy,


"Tuan, ini data yang anda inginkan. Aku sudah berhasil menemukan identitas wanita itu" ujarnya melapor.


Dengan cepat Roy pun mengambil berkasnya dan tersenyum senang,


"Kerja yang bagus! Kau boleh kembali" ujar Roy.


Pengawalnya pun kembali membungkuk dan berlalu pergi.


Dengan segera Roy pun membuka berkas itu dan melihat sebuah foto serta identitas seseorang disana.


"Amber Shirley..." bisik Roy dengan seringainya.


Akhirnya, dia berhasil menemukan identitas wanita yang telah mencuri dompetnya waktu itu. Bukan!! Bukan cuma dompetnya, tetapi Roy pikir wanita itu juga telah berhasil mencuri hatinya.


Sebenarnya Roy tidak peduli dengan dompetnya yang hilang. Jika saja pencuri dompetnya bukanlah wanita waktu itu, mungkin Roy akan membiarkannya saja, dan tidak ingin bersusah payah untuk mencarinya.


Tapi entah mengapa sejak saat itu, Roy selalu memikirkan wanita ini. Wajahnya, aroma tubuhnya, matanya, setiap lekukan tubuhnya.. Roy seperti terhipnotis oleh wanita ini.


Sebenarnya Roy tidak percaya dengan cinta. Dia berpikir mungkin dirinya hanya sedang penasaran saja dengan wanita yang bernama Amber ini. Mungkin lama kelamaan dia juga akan bosan seperti biasanya.


Tetapi Roy harus menemukan wanita ini terlebih dahulu agar dia merasa puas.


"Baiklah... Akhirnya aku menemukanmu. Setelah aku bertemu denganmu, maka aku tidak akan melepaskanmu lagi!!" bisik Roy sambil menatap foto wanita itu.


-


Hari sudah menjelang sore. Anna tengah berada di taman sambil mencoba menggambar bunga yang berada di depannya.


Sebenarnya dia cukup bosan hari ini, karena hanya berdiam diri di rumah saja. Jadi, Anna memutuskan untuk pergi ke taman dan mencoba menggambar saja.


Seseorang menghampiri Anna dan menepuk pundaknya. Dengan cepat Anna pun membalikkan wajahnya dan menatap Bibi Van yang tersenyum padanya,


"Nona, para perias sudah tiba" ujar Bibi Van.


Anna pun mengangguk pelan dan menyimpan bukunya. Dia pun kembali melangkah masuk bersama Bibi Van.


"Selamat sore Nona" ujar perias yang selalu membantu Anna bersiap-siap setiap ada pesta.


"Selamat sore" ujar Anna tersenyum.


"Seperti biasa, aku di tugaskan oleh Tuan Alex untuk membantu Nona bersiap-siap" ujarnya.


Anna pun mengangguk pelan,


"Baiklah" ujarnya.

__ADS_1


Perias itu pun menyuruh orang-orangnya membawa pakaian yang telah di siapkan untuk Anna dan mulai melakukan perawatan tubuh.


Setelah beberapa jam, hari pun sudah mulai gelap. Anna sedang di rias oleh para perias tadi. Mereka menggulung rambut Anna dan menatanya rapi, menyisakan rambut tipis di kedua sisi pipinya.


Kali ini Anna memakai baju berwarna lilac yang memperlihatkan leher putihnya. Di lehernya Anna memakai kalung yang di berikan Alex saat di Paris waktu itu.


Riasannya terlihat simpel dengan lipstik berwarna pink. Namun gadis itu terlihat begitu cantik bak seorang putri dari negri dongeng.


"Nona aku tidak bosan-bosan mengatakannya... Kau terlihat sangat cantik!!" ujar perias itu jujur.


Anna pun terlihat tersenyum canggung dan menggeleng pelan,


"Jangan berlebihan" ujar Anna pelan.


Namun para perias itu menggeleng keras,


"Kami tidak berbohong... Tuan Alex pasti akan terpesona!!" ujar salah satu dari mereka.


Anna pun menghela nafasnya dan tersenyum tipis. Ngomong-ngomong soal Alex...


Pria itu belum juga kembali dari kantornya. Hari sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Sebelumnya Alex berjanji akan pulang sebelum larut. Tetapi pria itu belum juga kembali, pikir Anna sedikit kecewa.


Tok..


Tok..


Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamarnya. Salah satu perias pun membuka pintunya lalu membungkuk pelan saat melihat Alex yang sudah berdiri di depan pintu.


"Apa sudah selesai???" tanya Alex pada perias itu.


Perias itu pun menatap Alex dan mengangguk pelan,


"Sudah Tuan, Nona Anna sudah siap" ujarnya.


Dengan perlahan Alex melangkah menghampiri Anna yang masih duduk di meja riasnya. Pria itu tersenyum lembut dan menatap gadis itu dengan tatapan memuja.


"Kau sangat cantik..." ujar Alex terpesona.


Pria itu mengulurkan tangannya pada Anna dan menciumnya lama. Anna terlihat tidak bergeming dari duduknya dan menatap Alex dengan datar.


"Apa kau marah padaku?? Maaf, aku pulang terlambat. Ada sesuatu hal yang mendadak. Aku harus menyelesaikannya tadi" ujar Alex lembut.


Pria itu berlutut di hadapan Anna yang masih terduduk di kursinya sambil terus mengecup tangan gadis itu.


"Jangan marah lagi...." bisik Alex memohon.


Anna pun menghela nafasnya dan menatap Alex dalam,


"Aku tidak marah... Hanya... sedikit... kesal...." ujar Anna pelan.


Alex pun tersenyum geli dan membelai pipi gadis itu dengan lembut.


"Baiklah... Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan menghubungimu sebelumnya jika aku terlambat pulang" ujarnya serius.


Anna pun mengangguk pelan, lalu Alex menuntun gadis itu untuk berdiri dari duduknya. Pria itu memeluk pinggang Anna dan mendekatkan wajahnya pada wajah Anna,


"Aku merindukanmu...." bisiknya.


"Aku ingin sekali mencium bibir ini, tapi aku takut membuat riasanmu berantakan. Jadi... Aku akan menagihnya saat kita pulang nanti" bisiknya lagi intens.


CUP!!!

__ADS_1


Alex pun mencium pipi Anna cukup lama. Setelah itu dia melepaskan ciumannya dan menggenggam tangan Anna,


"Ayo kita berangkat" ujarnya.


Anna mengangguk pelan dan mereka pun berjalan bersama menuju mobil yang berada di halaman rumah.


....


Pesta pertunangan terlihat begitu mewah dan meriah. Para tamu sudah mulai datang memenuhi tempat itu.


Roy terlihat menyambut beberapa tamu. Pria itu terlihat rapih dengan jas berwarna putihnya.


"Selamat datang" sambutnya pada salah satu tamu.


Terlihat sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu masuk. Alex keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu mobil di sebelahnya untuk Anna.


Pria itu menggenggam tangan Anna dan berjalan bersama. Alex memberikan kunci mobilnya pada petugas disana. Dan mereka pun melangkah ke pintu masuk.


Roy melihat kedatangan Alex dan menghampirinya,


"Hey Bro.... Akhirnya kau datang juga" ujar Roy senang.


Pria itu pun mengalihkan pandangannya pada Anna dengan terpesona,


"Selamat malam Nona... Kau sangat cantik. Pantas saja sahabatku ini begitu tergila-gila padamu" ujar Roy jujur.


Alex pun memicingkan matanya dan menatap Roy dengan tajam,


"Tutup mulutmu!! Dan berhenti menatapnya!!!" ujar Alex tajam.


Roy pun terlihat bergidik ngeri dan menggelengkan kepalanya,


"Ya ampun.. Kau ini kenapa??? Memuji saja tidak boleh!! Lagipula aku tidak berbohong kan?? Kau begitu tergila-gila pada kekasihmu ini" kesal Roy.


Alex pun mendengus kesal dan kembali menatap Roy,


"Kali ini siapa wanita yang kau bawa???" tanya Alex meledek.


Roy pun menatap Alex dan menggaruk kepalanya,


"Aku tidak membawa wanita manapun.." ujar Roy pelan.


Alex pun menatap Roy dengan datar. Tumben sekali pria ini tidak membawa salah satu wanitanya. Mungkin saja dia akan mencari wanita lain di pesta ini, pikir Alex.


"Ah sudahlah... Ayo silahkan masuk, sebentar lagi acara pertunangannya akan di mulai" ujar Roy.


Mereka pun masuk bersama...


Setelah beberapa saat, pesta pertunangan pun di mulai. Terlihat kakak Roy dan kekasihnya sedang bertukar cincin dan berciuman. Para tamu bersorak dan memberikan ucapan selamat pada mereka.


Disudut ruangan Roy terlihat bertepuk tangan dan meminum wine nya. Entah mengapa saat ini hatinya terasa begitu hampa.


Selama hidupnya, Roy tidak pernah merindukan seseorang. Pria itu pun mengeluarkan sebuah foto dari saku jas miliknya.


Itu adalah foto Amber yang dia dapatkan tadi dari bawahannya. Dia menatap foto itu dalam diam...


"Hey, kita baru pertama kali bertemu dan itu pun sangat singkat. Tapi... Tapi mengapa aku merasa... aku sangat merindukanmu???" gumam Roy pelan.


Bersambung..


Halo, support selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih kike, komen, vote dan hadiahnya ☺️

__ADS_1


Dan di bantu rate nya juga 😁


Terimakasih 😘❤️🙏


__ADS_2