Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Suspicion


__ADS_3

Anna sejak tadi menunduk di atas kursinya, selama perjalan pulang ini Alex hanya terdiam dan fokus menatap jalanan di depannya.


Anna mengalihkan pandangannya ke arah Alex dan mencoba untuk membuka suara.


TIN!!


TIN!!


Tiba-tiba Alex menekan klakson mobil dan membuat Anna kembali mengurungkan niatnya untuk berbicara. Pria itu sepertinya sangat marah, pikir Anna.


Setelah beberapa lama akhirnya mobil pun telah tiba di halaman rumah. Dengan cepat seorang pengawal membukakan pintu untuk Alex dan juga Anna.


Alex keluar dari dalam mobil dan menghampiri Anna. Pria itu mengulurkan tangannya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Anna menatap uluran tangan Alex dalam diam. Gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap dalam pada wajah Alex.


"Ayo kita masuk" ujar Alex pelan.


Anna pun menghela nafasnya dan menerima uluran tangan Alex. Setelah masuk ke dalam rumah, mereka pun melangkah ke lantai atas menuju kamar.


Alex menutup pintu kamar dan membuka kemejanya sambil melangkah ke kamar mandi. Anna menatap punggung pria itu dalam diam.


'Apakah Alex marah dan tidak percaya padanya???' pikir Anna sedih dalam hatinya.


Anna duduk di tepi tempat tidur dan kembali mengingat kejadian tadi. Apa maksud Daniel berbicara bohong seperti tadi?? Lalu, mengapa sepertinya wanita bernama Miranda itu sengaja memojokkan dirinya.


Dan.. Anehnya lagi, wanita itu bisa berada tepat di depan kamar mandi bersama para wartawan saat dirinya hendak keluar. Apa jangan-jangan wanita itu sengaja menjebaknya??? pikir Anna.


Gadis itu pun menidurkan tubuh lelahnya di atas tempat tidur sambil memikirkan hal-hal ganjil di pesta tadi. Kejadian tadi menguras pikiran dan juga tenaganya.


Anna kembali menatap pintu kamar mandi sambil menunggu Alex keluar.


'Kenapa Alex lama sekali??' pikir Anna.


Anna pun perlahan mengerjapkan matanya yang mulai terasa berat. Dan tidak lama, kedua mata Anna pun benar-benar tertutup. Gadis itu tertidur dengan gaun yang masih dikenakannya.


-


Cahaya matahari masuk melalui celah jendela. Anna perlahan mengerjapkan matanya dan mengusapnya dengan pelan.


Gadis itu menatap langit-langit kamar sejenak dan seketika dia pun bangkit dari tidurnya.


Tunggu!!! Jam berapa ini!!!! pikir Anna.


Anna mengarahkan pandangannya ke samping dan tidak menemukan keberadaan suaminya disana. Lalu gadis itu menatap pakaian di tubuhnya yang telah berganti dengan gaun tidur yang tipis. Pasti Alex yang telah mengganti pakaiannya semalam, pikir Anna. Lalu kemana pria itu sekarang??


Anna menurunkan kakinya dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi. Namun nihil, Alex juga tidak berada di dalam sana.


Gadis itu pun memakai kardigannya dan berjalan keluar kamar menuju lantai bawah. Siapa tau Alex sedang sarapan sekarang, pikirnya.


Saat Anna sudah berada di lantai bawah, gadis itu berpapasan dengan Bibi Van yang sedang menyimpan makanan di atas meja,

__ADS_1


"Oh Nona, selamat pagi" sapa Bibi Van sambil tersenyum.


Anna mengangguk pada Bibi Van dan membalas senyumannya,


"Selamat pagi Bibi" balasnya.


"Oh iya, apa Bibi melihat Alex??" tanya Anna sambil mengarahkan pandangannya ke sekeliling ruangan.


Bibi Van menatap Anna dan kembali tersenyum,


"Tuan Alex telah berangkat ke kantornya Nona" jawabnya.


Anna pun seketika membelalakkan matanya dan terdiam. Alex telah berangkat ke kantor tanpa memberitahunya?? pikir Anna sedih.


"Be... benarkah??? Kenapa dia tidak memberitahuku.." ujar Anna kecewa.


Bibi Van menatap wajah Anna yang seketika berubah murung,


"Nona, tadi Tuan Alex terlihat sangat terburu-buru, mungkin dia tidak ingin mengganggu Nona yang masih terlelap" ujar Bibi Van menenangkan.


Mata Anna terlihat mulai berkaca-kaca. Segala pikiran buruk pun menghantui kepalanya.


'Apa Alex tidak percaya padanya dan menganggap bahwa ucapan Daniel semalam adalah benar???' pikir Anna sedih.


Tidak!! Alex tidak mungkin percaya begitu saja!!! Anna yakin Alex pasti lebih percaya dengan ucapannya!! ujarnya yakin dalam hati.


Gadis itu pun menghela nafasnya pelan,


Seketika Anna pun menegakkan tubuhnya dan menatap Bibi Van,


"Kalau begitu.. Aku akan bersiap-siap.. Bibi tolong katakan pada supir untuk bersiap mengantarku ke kantor Alex sebentar lagi" ujar Anna cepat lalu kembali melangkah ke kamar untuk bersiap.


Dia harus menemui Alex sekarang dan bertanya padanya. Anna tidak ingin suaminya itu salah paham dan terus mendiamkannya seperti semalam.


Setelah selesai membersihkan diri, Anna pun memakai gaun selututnya. Saat sedang melihat cermin, Anna tidak sengaja menatap dua tanda merah di lehernya. Gadis itu pun menyentuhnya dan terlihat mengerutkan keningnya, apakah lehernya di gigit nyamuk?? pikir Anna.


Anna pun menggeleng cepat dan mengacuhkan tanda merah di lehernya. Dia harus segera berangkat ke kantor Alex. Gadis itu pun mengambil blazernya dan memakainya dengan cepat. Dia harus segera berangkat ke kantor suaminya.


-


Alex sedang mengecek laporan yang di berikan oleh Harry tadi pagi. Pria itu sengaja datang pagi-pagi sekali agar Anna tidak curiga padanya.


Semalam sebenarnya Alex telah menelpon Harry untuk mencari tau tentang kejadian di pesta semalam. Dan juga memastikan tidak ada wartawan yang mengeluarkan berita macam-macam tentang istrinya.


Tok..


Tok..


Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Alex pun mengarahkan pandangannya kearah pintu.


"Masuk!!" ujarnya tegas.

__ADS_1


Harry membuka pintu dan membungkuk pada Alex,


"Tuan, di luar ada Nona Miranda. Dia bilang dia ingin bertemu dengan anda sebentar" ujar Harry.


Alex terdiam sejenak, lalu sebuah seringai pun muncul di bibirnya,


"Biarkan dia masuk!!" ujar Alex tajam.


Harry pun kembali membungkuk dan melangkah keluar. Tidak lama setelah itu Miranda pun mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Alex,


"Selamat pagi Tuan Alex" sapanya lembut.


Miranda pun melangkah kearah meja Alex,


"Bolehkah aku duduk??" tanya Miranda pelan.


Alex mengalihkan pandangannya dari berkas di tangannya dan menatap Miranda dengan tatapan yang sulit di artikan,


"Silahkan duduk" ujar Alex datar.


Miranda pun tersenyum tipis dan mulai duduk di hadapan pria itu. Alex menatap Miranda sambil menopang tangannya di atas meja,


"Apa yang membawa Nona dari perusahaan Fieldbezz datang pagi-pagi seperti ini???" tanya Alex menyeringai tipis.


Miranda menatap Alex dengan tatapan terpesonanya. Baru kali ini pria itu mau menatapnya seperti ini,


"Ekhem.. Sebenarnya.. Aku datang kemari untuk meminta maaf pada Tuan beserta istri atas kejadian tadi malam. Semua yang terjadi di luar kendaliku.. Dan, tentang istri Tuan yang berduaan dengan seorang pria di toilet itu... Aku sudah menyuruh para wartawan untuk tutup mulut dan tidak menyebarkan berita buruk tentang istri anda" ujar Miranda berpura-pura sedih.


"Kuharap.. Tuan Alex dan Nona Anna dapat menyelesaikan masalah kemarin dengan baik-baik.. Mungkin semalam Tuan Daniel dan Nona Anna tidak bermaksud melakukan hal yang tidak-tidak di dalam toilet" lanjutnya mencoba memanas-manasi.


Alex menggertakkan giginya kuat dan menatap Miranda dengan tajam. Lalu sebuah seringai pun muncul di bibirnya,


"Apakah aktingmu sudah selesai????" tanya Alex tiba-tiba dengan tajam.


Seketika Miranda pun mengangkat wajahnya dan menatap Alex dengan terkejut,


"A... Apa maksud anda???" ujarnya tidak mengerti.


Alex semakin menatap tajam pada Miranda, pria itu terlihat seperti seorang singa yang ingin menerkam mangsanya.


CKLEK!!


Namun seketika pandangan Alex pun mengarah pada pintu yang terbuka dan memperlihatkan Anna yang berdiri di depan pintu sambil menatap Alex dalam diam. Pandangan gadis itu pun mengarah pada Miranda yang duduk di hadapan suaminya,


"Anna....." ujar Alex pelan.


Bersambung...


Halo, dukung terus cerita ini, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiah yang banyak ya ☺️


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 😘❤️

__ADS_1


__ADS_2