
Seorang pria duduk di kursinya sambil menunduk ketakutan. Terlihat keringat dingin masih membasahi tubuhnya.
Pria itu mengelap keringatnya perlahan dan mulai mengangkat wajahnya. Dia memberanikan diri menatap pria di depannya yang sedang menatap tajam kearahnya,
"Ah... Ja.. Jadi bagaimana keadaanmu kawan???" tanya Roy sambil menepuk tangan pria di depannya dengan senyum tiga jarinya, mencoba untuk mencairkan suasana.
Alex masih menatap tajam kearah Roy dan tidak menjawab pertanyaan pria itu.
Roy seketika kembali menutup mulutnya dan menghela nafas frustasi,
"Ya Ampun Alex!!!!!! Harus berapa kali aku meminta maaf???? Lagipula aku tidak tau kau sedang 'begitu'!!!" ujarnya frustasi.
Alex mendelik tajam pada Roy lalu menyentuh keningnya pelan. Pria itu telah berada di atas tempat tidurnya kembali. Sedangkan Anna, istrinya itu langsung pergi keluar karena malu.
"Lupakan!!!!!" ujar Alex pasrah.
Pria itu pun kembali menatap Roy,
"Untuk apa kau datang kemari????" tanya Alex tajam.
Seketika Roy pun membelalakkan matanya dan menatap heran pada temannya itu,
"Untuk apa??? Kau tanya untuk apa??? Tentu saja aku ingin menjengukmu!!!" ujarnya kesal.
Pria itu tidak habis pikir pada pertanyaan Alex yang cukup menyebalkan menurutnya. Padahal jelas-jelas pria itu sengaja datang sepagi ini hanya untuk menjenguknya.
Alex menyandarkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mengangguk acuh,
"Sekarang kau sudah melihatku kan?? Aku baik-baik saja!! Kau bisa kembali sekarang.. " ujar Alex cepat.
Roy kembali mengangakan mulutnya mendengar ucapan Alex yang sangat.. sangat.. menyebalkan!! Jika saja dia berani, Roy sudah ingin sekali memukul wajah tampan pria di depannya itu.
"Ya Tuhan... Kau benar-benar keterlaluan!!! Aku baru saja tiba dan kau langsung mengusirku seperti ini????" ujarnya kesal.
Alex menatap Roy datar dan mengacuhkan pertanyaan pria itu.
Roy menghela nafasnya perlahan dan mencoba sabar menghadapi sikap acuh dan dingin sahabatnya itu,
"Sabar Roy... Sabar...." bisiknya pada diri sendiri.
Setelah tenang, pria itu pun kembali menatap Alex dengan serius. Tatapan matanya langsung tertuju pada perban yang berada di bahu Alex,
"Apa.... wanita itu yang menembakmu???" tanya Roy tiba-tiba.
Alex menatap arah pandang Roy dan menghela nafasnya pelan,
"Ya, begitulah.." jawab Alex acuh.
Roy terdiam sejenak dan menggeleng pelan,
"Aku benar-benar tidak menyangka, wanita itu ternyata sangat nekat dan berbahaya.." ujar Roy.
"Pagi ini aku melihat kabar tentang kematiannya.. Kematian wanita itu dinyatakan sebagai kasus bunuh diri oleh polisi" lanjut Roy.
Pria itu kembali terdiam dan menatap Alex dengan serius,
"Kudengar, sekarang perusahaan Fieldbezz sedang di ambang kehancuran.. Bahkan warisannya pun jadi bahan rebutan, karena keluarga ghostfield tidak memiliki ahli waris lagi" ujar Roy.
"Tapi... sepertinya seluruh warisannya akan di sumbangkan" lanjutnya lagi.
Alex terdiam mendengar ucapan Roy dan menatap pria itu dengan acuh,
"Aku tidak peduli tentang itu semua" ujar Alex dingin.
Roy pun menatap temannya itu dan menghela nafasnya,
"Aku hanya memberitahumu saja..." ujar Roy kesal.
Pria itu pun terdiam sejenak lalu menatap Alex kembali dengan senyuman penuh arti,
"Ekhem.. Ngomong-ngomong.. Bagaimana rasanya????" tanya Roy dengan senyuman menggodanya.
__ADS_1
Alex menatap Roy dan mengernyitkan keningnya,
"Apa maksudmu???" tanya Alex datar.
Roy pun kembali tersenyum dan mengedipkan matanya,
"Tentu saja.. 'bercinta'..." bisik Roy penuh arti.
Seketika Alex pun menatap tajam pada Roy dan tersenyum mencemooh padanya,
"Cih.. Kau bertanya padaku bagaimana rasanya??? Sedangkan kau saja sudah berpengalaman dengan beberapa wanita!! Lucu sekali.." ledek Alex tajam.
Bagaikan di tusuk panah tepat di jantungnya.. Roy pun langsung terdiam dan merasa tersindir dengan ucapan tajam temannya itu,
"Kau ini!! Aku sudah bertaubat!!!" teriak Roy tidak terima.
"Lagipula selama ini aku selalu melakukannya dengan menggunakan pengaman.. Tentu saja aku ingin tau bagaimana rasanya jika tanpa menggunakan apapun!!!" lanjutnya lagi.
Alex menatap Roy tajam dan menyeringai padanya,
"Kau ingin tau????" tanya Alex tiba-tiba.
Roy pun seketika tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Alex sambil mengangguk senang..
"Menikahlah dulu..
baru kau akan tau rasanya" ujar Alex datar.
Senyuman Roy pun seketika menghilang dan mendengus kesal mendengar jawaban Alex,
"Kau benar-benar kejam!!!" sindir Roy.
Pria itu pun menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dan terdiam sesaat. Roy terlihat termenung dengan wajah yang sulit diartikan,
"Sepertinya aku terkena karma..." bisik Roy tiba-tiba.
Alex mengarahkan pandangannya pada Roy dan terdiam menunggu pria itu untuk melanjutkan ucapannya,
"Saat ini.... Aku sedang menyukai seseorang, dan aku merasa dialah orang yang tepat untukku..." ujar Roy pelan.
"Tapi.. Sayangnya, sepertinya wanita itu sangat benci padaku" lanjutnya.
Alex menatap wajah Roy yang terlihat serius dan putus asa. Pria itu pun terdiam dan menghela nafasnya,
"Dulu, Anna juga sangat membenciku..." ujar Alex tiba-tiba.
"Kau tau bukan apa yang aku perbuat padanya dulu sangat kejam dan sulit untuk di maafkan.." lanjutnya lagi.
Pria itu menundukkan kepalanya dan kembali teringat dengan masa lalu yang ia sesali,
"Tapi.. Tuhan telah menolongku untuk bisa meluluhkan hatinya" ujar Alex.
Pria itu pun menatap Roy dengan serius,
"Jangan menyerah.. Teruslah berusaha untuk meluluhkan hatinya, dan tunjukkan keseriusan mu padanya" ujar Alex datar.
Seketika Roy pun menatap Alex dengan sebuah senyuman di wajahnya,
"Aku tidak menyangka.. Sahabatku yang kejam dan super dingin ini bisa memberikanku sebuah nasehat yang menyentuh.." ujar Roy.
"Cinta benar-benar telah merubahmu kawan.. Aku benar-benar terharu" lanjutnya sambil menepuk pundak Alex dengan bangga.
Alex seketika menatap tajam pada Roy dan menghempaskan kasar tangan temannya itu di bahunya,
"Jika kau sudah selesai maka segeralah pergi!!!" usir Alex tajam.
Roy pun masih tersenyum lebar dan bangkit dari duduknya,
"Baiklah.. Baiklah.. Aku tidak akan menganggu lagi" ujar Roy sambil memperbaiki jasnya.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Cepatlah sembuh kawan dan....." ujar Roy terputus.
__ADS_1
"Cepat berikan aku keponakan" bisiknya lagi sambil mengedipkan matanya.
Alex hanya menatap datar pada Roy dan menghela nafasnya.
Saat Roy hendak membuka pintu, tiba-tiba Anna pun masuk dan tersenyum canggung padanya,
"Ah... Su.. sudah mau pergi ya.." ujar Anna sedikit malu.
Roy menatap Anna dan tersenyum manis padanya,
"Iya, maaf ya atas ketidak sopananku tadi hehe..." ujar Roy sambil menggaruk tengkuknya malu.
Anna pun menatap Roy dan tersenyum padanya sambil mengangguk pelan.
Roy pun tersenyum manis dan seketika menatap Alex yang sedang menatap tajam kearahnya dari atas tempat tidur,
"Istrimu benar-benar cantik dan manis.. Andai saja aku yang lebih dulu bertemu dengannya" ujar Roy menggoda Alex.
Seketika wajah Alex pun mengeras dan menatap Roy dengan tatapan membunuhnya.
Pria itu hendak turun dari tempat tidur untuk menghajar sahabatnya itu, namun dengan cepat Roy pun berlari keluar,
BRAK!!
"AKU HANYA BERCANDA KAWAN!!! AKU PERGI DULU!!!!" teriaknya sambil berlari cepat sebelum temannya itu menghajar wajah mulusnya.
Alex menghela nafasnya kasar dan memijit keningnya pelan,
"Dasar pria brengsek!!!" gumam Alex tajam.
Anna pun menghampiri Alex dan menyentuh tangannya sambil tersenyum lembut.
Seketika kekesalan Alex pun menghilang dan pria itu dengan cepat membawa tubuh istrinya dalam pelukannya,
"Dia benar-benar teman yang menyebalkan" bisik Alex mengadu.
Anna membalas pelukan Alex dan tersenyum,
"Tapi dia adalah teman terbaikmu kan..." ujar Anna.
Alex pun terdiam dan mencium bahu istrinya dengan lembut.
Kecupan demi kecupan dia berikan disana. Namun semakin lama kecupan Alex pun semakin naik kearah tengkuk dan telinga Anna.
Anna yang mulai merasa kegelian pun menggeliat di dalam pelukan Alex,
"Cukup Alex... Ayo kita sarapan dulu" ujar Anna mencoba menghentikan suaminya.
Alex tidak mengidahkan ucapan Anna dan mengecup telinga istrinya dengan intens,
"Sekarang sudah tidak ada siapapun... Apakah... kita bisa melanjutkannya lagi???" bisik Alex dalam.
Pria itu melepaskan pelukannya dan meraih tengkuk Anna. Dia menatap istrinya dalam dan menyentuh bibir Anna dengan lembut,
"Aku menginginkanmu..." bisik Alex intens.
Saat bibir pria itu hendak menyentuh bibir Anna, tiba-tiba pintu terketuk sekali dan terbuka,
CKLEK!!!
"SELAMAT PAGI!!!!" sapa Donna dengan semangat.
Dengan cepat Anna pun mendorong tubuh Alex dan membalikkan tubuhnya,
"Se... Selamat pagi Bibi" ujar Anna.
Alex pun seketika mengeram pelan sambil mengepalkan tangannya. Sepertinya kali ini dia harus menahannya lagi....
Bersambung..
Halo, dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya 🙏☺️
__ADS_1
Dukungan kalian sangat-sangat berarti guys 🥺
Yok siapa yang ngak sabar menunggu Alex dan Anna junior???? 🤭