
"Lalu.. Apa yang terjadi setelah itu?? Apa pria bertopeng tadi telah mati?? Dan.. Bagaimana dengan Erika???" tanya Anna pada Alex.
Alex menatap Anna dan menghela nafasnya pelan,
"Aku tidak tau.. Setelah kejadian itu tiba-tiba saja aku sudah berada di rumah sakit dan di rawat. Dokter bilang para pemadam kebakaran berhasil menyelamatkanku dan membawaku keluar. Tapi.. Informasi yang ku dapat saat itu adalah Tuan Morgan telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh yang telah terbakar" ujar Alex.
Seketika Anna menutup mulutnya dan terlihat terkejut sekaligus sedih mendengar cerita Alex.
"Setelah masa pemulihanku, aku menyuruh orang-orangku untuk mencari kabar tentang Erika. Tetapi sayangnya, aku tidak mendapatkan kabar apapun. Aku juga tidak tau kapan dan dimana pemakaman Tuan Morgan berada" lanjutnya.
Anna terlihat menunduk sejenak dan kembali menatap Alex,
"Tapi.. Bukankah saat itu kau bisa saja menyuruh orang-orangmu untuk menyerang pria bertopeng tadi saat kau berada di rumah Tuan Morgan?? Dan, mungkin saja kebakaran tadi juga tidak akan terjadi" tanya Anna.
Alex menatap istrinya dan tersenyum tipis,
"Aku sengaja tidak membawa orang-orangku, bahkan aku meninggalkan handphoneku di dalam mobil saat aku masuk ke dalam kediaman Tuan Morgan.." ujarnya.
"Aku merasa itu hanya pertemuan biasa, dan mungkin aku juga terlalu semangat saat itu untuk menemui Tuan Morgan karena sudah cukup lama kami tidak bertemu" lanjutnya.
Anna pun mengangguk pelan dan terdiam,
"Lalu.. Bagaimana kau bisa kembali bertemu dengan Erika??" tanya Anna lagi.
Alex terdiam sejenak dan mencoba kembali mengingat,
"Selang beberapa tahun, Erika datang ke perusahaannku.. Dia telah menjadi seorang model yang cukup terkenal dan memiliki sebuah perusahaan kecil. Dan aku tau pertemuan itu cukup canggung baginya saat itu..." terang Alex.
"Kami cukup lama mengobrol. Aku juga bertanya kemana dia selama ini.. Bukan apa-apa, aku hanya sedikit menjalankan keinginan Tuan Morgan. Beliau pernah bilang padaku untuk menganggap Erika sebagai keluarga, dan berharap hubungan baik kami berjalan sampai kapan pun..." lanjutnya.
"Erika saat itu datang sambil memberikanku surat undangan pernikahannya. Aku cukup terkejut melihat hal itu. Erika bilang selama ini dia menghilang untuk menenangkan diri dan mencoba mulai bangkit kembali. Dia bilang, dia bertemu dengan seorang pria yang baik dan selalu membantunya untuk bangkit dan maju sampai seperti sekarang ini. Dan pria itu lah yang menjadi suaminya.. Namun sayang, beberapa bulan lalu mereka bercerai. Seperti yang di katakan Nyonya Brenda, isu perselingkuhan lah penyebab Erika dan suaminya bercerai" ujar Alex sambil menatap Anna.
Anna pun mengangguk mengerti. Jadi Nyonya Brenda itu ternyata tidak berbohong, pikir Anna.
"Apa, kau pernah bertemu dengan mantan suaminya??" tanya Anna penasaran.
Alex pun mengangguk pelan,
"Aku hanya bertemu dengannya 2 kali. Pertama, saat pernikahan Erika, dan yang kedua saat mereka bersama-sama mengunjungiku di perusahaan untuk bekerjasama sekitar setahun yang lalu" ujarnya.
Anna mengangguk pelan dan menatap Alex kembali,
"Jadi.. Apakah suaminya benar-benar menceraikan Erika karena dia mulai berisi saat hamil??" tanya Anna penasaran.
Alex seketika menatap istrinya dan tertawa gemas,
"Sayang.. Apa kau percaya dengan ucapan Nyonya Brenda yang tidak masuk akal itu?? Lagipula dari mana Nyonya Brenda tau tentang hal itu??" tanya Alex.
"Aku juga tidak tau alasan perceraian mereka. Erika tidak pernah bercerita apapun kepadaku.." lanjut Alex.
Anna pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan. Alex tersenyum melihat wajah istrinya dan mengangkat tangannya untuk mengusap lembut rambut Anna,
"Sudah, jangan berpikir yang tidak-tidak lagi.. Aku hanya ingin istriku ini sehat, selalu bahagia, dan dijauhkan dari pikiran buruk. Ingat, kesehatanmu juga sangat penting untuk tumbuh kembang anak kita" ujar Alex lembut sambil mengusap perut istrinya.
Anna pun tersenyum dan mengangguk. Alex membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya dan mengecup kening istrinya dalam,
CUP!!
"I love you..." bisik Alex dalam.
Anna tersenyum pelan dan menenggelamkan wajahnya di dada Alex yang hangat,
"I love you too.." balasnya.
Alex tersenyum senang mendengar ucapan cinta dari istrinya. Pria itu pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Anna dalam. Tangan Alex terangkat untuk menyentuh lembut pipi istrinya,
"Sekarang.. Bolehkah aku meminta..." ujar Alex terhenti saat dengan cepat Anna menutup mulut suaminya.
"Sstt... Kita sudah melakukannya saat di kantor tadi.." ujar Anna memotong.
Alex pun menyentuh tangan Anna yang berada di mulutnya dan mengecupnya pelan,
"Apa aku tidak boleh meminta lagi??" tanya Alex dengan wajah yang sangat menggemaskan menurut Anna.
Pria itu terlihat seperti anak kecil yang sedang merajuk. Anna pun tersenyum sambil menggeleng kepalanya,
"Apa kau ingat kata dokter?? Terlalu sering berhubungan juga tidak baik saat sedang hamil" ujar Anna.
Alex pun menghela nafas kecewanya dan mengangguk pelan,
"Baiklah..." ujarnya pasrah.
Alex kembali menatap Anna dan tersenyum,
"Kalau begitu, berikan aku satu ciuman" pintanya sambil menunjuk bibirnya.
Anna pun tertawa pelan dan menghela nafasnya,
"Baiklah.. Hanya ciuman ya" ujarnya memberi peringatan.
Alex dengan cepat mengangguk dan langsung mendekatkan bibirnya pada bibir Anna,
CUP!!!
Pria itu pun mencium bibir istrinya dengan lembut. Alex mulai membuka mulutnya dan ******* bibir Anna secara intens dan perlahan.
Namun, lama kelamaan, ciuman pria itu menjadi semakin cepat dan penuh gairah. Anna mencoba mendorong tubuh suaminya sebelum pria itu melakukan hal lebih.
"A.. Alex...." ujar Anna susah payah.
Namun Alex tidak melepaskan ciumannya. Pria itu malah semakin mencium istrinya dengan liar dan meremas tubuh sensitif istrinya.
Dan, seperti yang sudah di duga, Anna pun telah terperangkap oleh sentuhan Alex dan menginginkan hal yang sama dengan suaminya.
__ADS_1
Malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi sepasang suami istri itu...
Matahari terlihat telah menerangi langit di pagi yang cerah hari ini.
Bibi Van tengah menyiapkan beberapa makanan di atas meja. Sekarang sudah pukul 7 pagi. Di dalam rumah masih terlihat sepi, hanya ada Bibi Van yang tengah mempersiapkan makanan untuk sarapan.
Alex dan Anna masih belum turun ke lantai bawah. Mungkin mereka masih tertidur, pikir Bibi Van.
Tiba-tiba seorang pengawal masuk ke dalam dan menghampiri Bibi Van sambil membawa sesuatu di tangannya,
"Bibi, apakah Tuan dan Nona belum turun??" tanya pengawal itu pada Bibi Van.
Bibi Van pun tersenyum dan menggeleng pelan,
"Belum, memangnya ada apa??" tanyanya.
Pengawal itu pun memberikan sebuah kertas undangan pada Bibi Van,
"Ini, ada kiriman surat undangan untuk Nona Anna. Aku titipkan saja pada Bibi.. Jika Nona sudah bangun, tolong sampaikan ya Bi.." ujarnya.
Bibi Van pun mengambil kertas undangan itu dan mengangguk,
"Baiklah.." jawabnya.
Pengawal itu pun tersenyum dan berpamitan,
Setelah Pengawal itu pergi, Bibi Van pun melihat dan membaca kertas undangan di tangannya,
"Undangan reuni.." ujarnya pelan.
Setelah itu Bibi Van pun menyimpan kertas undangannya dan kembali menyusun makanan di atas meja.
Selang beberapa saat, Alex dan Anna terlihat turun bersama sambil berpegangan tangan dengan sangat romantis. Bibi Van yang melihat hal itu pun tersenyum dengan senang,
"Selamat pagi Bibi.." sapa keduanya.
"Selamat pagi Tuan Alex dan Nona Anna" jawabnya.
Tatapan Anna pun mengarah ke atas meja yang telah terisi penuh dengan berbagai macam makanan lezat,
"Wahh.. Bibi masak banyak sekali hari ini.. Terlihat sangat enak.." ujarnya senang.
Bibi Van pun tersenyum dan mengangguk,
"Bibi sengaja memasak banyak makanan supaya Nona tambah berselera makan" ujarnya.
Anna pun tersenyum senang dan terlihat tidak sabar untuk mencicipi makanannya,
"Terimakasih Bibi.." ujarnya.
__ADS_1
Alex pun menatap wajah istrinya yang kegirangan dan tersenyum. Pria itu menarik salah satu kursi dan mempersilahkan istrinya untuk duduk.
"Ayo kita makan bersama" ujarnya.
Setelah itu, mereka pun sarapan bersama sambil di selingi dengan obrolan-obrolan ringan.
Setelah selesai makan, Bibi Van pun mengambil undangan yang di berikan pengawal tadi pada Anna,
"Oh iya Nona, Ini ada sesuatu untuk Nona. Tadi pengawal yang mengantarnya" ujarnya.
Anna sedikit mengernyitkan keningnya dan mengambil surat undangan itu,
"Undangan??" ujar Anna pelan.
Gadis itu pun membuka kertas undangannya dan membacanya,
"Wah.. Ini undangan reuni sekolah dari Bianca" ujarnya.
Alex pun menatap undangan itu dan membacanya,
"Reuni?? Siapa Bianca?? Untuk apa dia mengirimkanmu undangan ini??" tanya Alex.
Anna pun menatap Alex dengan tersenyum,
"Dia teman sekelasku di sekolah.. Wah sepertinya akan sangat menyenangkan jika bisa berkumpul kembali" ujar Anna semangat.
Gadis itu pun seketika menatap suaminya penuh harap,
"Aku boleh datangkan ke reuni ini??" tanyanya pada Alex.
Seketika Alex terdiam dan terlihat tidak suka dengan undangan itu.
Reuni??
Itu berarti satu angkatan akan berkumpul dan kembali bertemu bukan?? pikir Alex.
Pria itu pun seketika membayangkan jika para lelaki yang dulu menyukai Anna akan kembali bertemu dengan istrinya. Tidak!! Itu tidak boleh terjadi, pikirnya.
Alex pun menatap wajah Anna yang menatapnya dengan penuh harap..
'Apakah aku tega melarangnya untuk datang??' tanyanya galau dalam hati.
Bersambung..
Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏
Oh iya, author juga mau minta dukungan buat novel kedua author ya, yg judulnya 'Mysterious Man' 🙏
Terimakasih..
Dan jangan lupa pesan author, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya..
Apalagi ibadahnya sampai terlewat 😁
__ADS_1