Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Pagi Yang Romantis


__ADS_3

Sinar matahari masuk melalui celah celah tirai jendela yang terbuka. Anna menggeliat dari dalam selimutnya dan mencoba untuk membuka matanya.


Gadis itu... lebih tepatnya gadis yang sudah tidak gadis itu merasakan sesuatu yang lembut tengah mengecup wajah dan tubuh bagian atasnya.


Anna menggeliat pelan dan merasakan sesuatu menindih tubuhnya. Gadis itu pun mau tidak mau membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya yang sedang menatapnya dengan lembut dan intens.


"Selamat pagi sayang...." bisik Alex.


Pria itu kembali mengecup bibir Anna dan ingin mulai kembali bermain dengan istrinya itu. Tetapi Anna yang merasa tubuhnya masih lemas dan pegal langsung menahan tubuh Alex.


Tentu saja gadis itu merasa kelelahan karena semalam, mereka melakukan hubungan suami istri sampai beberapa kali.


"Alex... badanku masih pegal-pegal" ujar Anna dengan suara paraunya.


Alex pun mengangkat wajahnya dan menyentuh pipi istrinya itu dengan lembut,


"Apa aku terlalu keterlaluan semalam???" tanya Alex khawatir.


Anna pun menatap Alex dan terlihat berpikir,


"Hmm..." ujar Anna pelan.


Alex pun menyentuh telapak tangan Anna dan menaruh tangan gadis itu di pipinya,


"Maafkan aku... Aku tidak bisa menahannya" ujar Alex merasa bersalah.


Pria itu pun mengecup telapak tangan istrinya dengan lembut,


CUP!!!


"Apakah.... kau menikmatinya??" tanya Alex pelan.


Anna pun seketika merasa pipinya memerah saat mengingat kejadian semalam. Gadis itu pun memalingkan wajahnya dengan malu.


Alex yang menyadari hal itu dengan cepat menarik wajah Anna untuk menatapnya dan tersenyum lembut,


"Kau tidak perlu merasa malu.. Aku menyukainya.. Sangat menyukainya.." bisik Alex intens.


"Kau selalu membuatku bergairah..." lanjutnya di telinga Anna.


Pria itu pun kembali menindih tubuh Anna dan mencium lehernya dengan lembut,


"Katakan bahwa kau juga menikmatinya.." bisik Alex dengan suara penuh gairah.


Anna pun menutup matanya dan mengangguk pelan. Gadis itu kembali menggeliat saat tubuh suaminya mulai kembali bermain.


Dan masih di bawah selimut yang sama. Kedua pengantin baru itu kembali menyalurkan gairah dan cinta mereka di pagi yang cerah ini.


SKIP~


-


Alex sedang menggendong tubuh Anna menuju lantai 1 untuk sarapan, lebih tepatnya untuk makan siang, karena sekarang hari sudah menunjukkan pukul 11, dan mereka baru turun untuk makan setelah melakukan hubungan suami istri.


Awalnya Alex melakukannya saat mereka terbangun tadi, tetapi pria itu juga melakukannya saat mereka mandi bersama dan bahkan setelah mandi juga.


Pria itu sedikit bersalah karena membuat Anna kelelahan. Dan sekarang istrinya itu bahkan harus dia gendong menuju lantai 1 karena tidak kuat berjalan.


"Duduklah disini, aku akan membuatkan makanan untuk kita" ujar Alex lembut sambil mendudukkan istrinya di salah satu kursi.

__ADS_1


Anna pun mengangguk pelan dan menatap punggung Alex yang sedang sibuk menyiapkan beberapa bahan masakan untuk di masak.


Gadis itu menatap suaminya dengan wajah yang sedikit memerah. Pria itu benar-benar berstamina dan kuat walaupun sudah melakukan hubungan berkali-kali. Bahkan sekarang dia yang membuatkan makanan untuknya.


KRING!!!


Terdengar suara ponsel yang berbunyi di atas meja. Anna menatap ponsel milik Alex dan melihat nama Bibi Donna yang tertera disana.


Gadis itu pun mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan dari Donna.


"Hallo Bibi" ujar Anna sambil menatap Alex yang tersenyum lembut padanya.


Gadis itu menekan pengeras suara agar Alex juga dapat mendengar suara Donna.


("Hallo sayang....... akhirnya panggilanku diangkat juga!!!") ujar Donna senang.


("Biar ku tebak!! Kalian pasti baru bangun kan???") ujar Donna menggoda.


Seketika wajah Anna pun memerah dan menatap Alex yang sedang menyiapkan makanan di atas piring.


("Aku paham... Pengantin baru memang seperti itu hahaha!! Ayo bekerja keraslah.. Dan berikan aku cucu secepatnya") lanjut Donna bersemangat.


Anna yang gugup pun hanya dapat tersenyum canggung mendengar ucapan Donna.


"Eee.. I... Iya" jawab Anna sambil menatap Alex dengan gugup.


Alex pun menghampiri Anna,


"Sudahlah Bibi, jangan mengganggu bulan madu kami!!" ujar Alex sedikit kesal.


("Huh kau ini... Aku sedang berbicara dengan Anna!!!") kesal Donna.


("Oh iya Anna, apa kau suka dengan hadiahku??? Apa kau memakainya semalam???") tanya Donna yang semakin membuat Anna malu dan canggung.


"Sudahlah, Bibi tidak perlu tau! Aku akan mematikan telponnya. Kami akan sarapan, dah!!" ujar Alex.


Pria itu pun langsung mematikan panggilannya dan menatap Anna dengan senyum lembutnya,


"Wajahmu memerah" ujar Alex menggoda.


Anna pun menyentuh pipinya dengan cepat dan menatap Alex dengan sedikit kesal,


"Ti.. tidak!!" ujarnya malu.


Alex pun tersenyum geli dan menyentuh pipi Anna dengan lembut,


"Baiklah... Ayo kita makan" ujarnya.


Alex mengambil makanan untuk Anna dan duduk di samping istrinya itu,


"Ayo buka mulutmu..." ujar Alex sambil menyuapi Anna.


Anna pun dengan pasrah membuka mulutnya. Pria itu terlihat menyuapkan makanan untuk dirinya juga.


Alex kembali menyuapkan makanan untuk Anna. Terlihat ada sisa makanan di sudut bibir gadis itu.


Anna yang menyadari hal itu pun dengan segera ingin mengangkat tangannya untuk membersihkan sudut bibirnya. Namun dengan cepat Alex menahannya dan mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya itu.


CUP!!!

__ADS_1


Alex pun ******* sudut bibir Anna dengan bibirnya untuk membersihkan sisa makanan tadi.


Anna yang terkejut sedikit membelalakkan matanya dan menatap wajah Alex yang sangat dekat dengannya,


"Enak.." bisik Alex dengan intens.


Anna pun dengan cepat menjauhkan wajahnya dan mengambil makanannya dengan gugup.


"Aku bisa makan sendiri.." ujar Anna gugup dan mencoba mengalihkan pembicaraan.


Alex pun tersenyum geli dan merasa tergoda dengan sikap istrinya yang menggemaskan itu. Pria itu menahan tangan Anna dan mengambil kembali piring di tangan gadis itu,


"Aku akan menyuapimu" ujar Alex lembut.


Pria itu pun kembali menyuapi Anna dengan telaten. Setelah selesai makan, Alex juga mengambil segelas air dan menyuapinya pada Anna.


"Terimakasih.." ujar Anna tulus.


Pria itu pun tersenyum tulus,


"Sama-sama sayang..." ujarnya senang.


Alex pun berjalan kembali kearah kulkas untuk mengambil buah dan memotongnya. Setelah itu dia kembali menyuapi istrinya,


"Apakah masih sakit??" tanya Alex tiba-tiba sambil menyentuh perut bawah Anna.


Anna yang mengerti maksud Alex pun terlihat sedikit gugup dan mengangguk pelan,


"Sedikit" ujar Anna.


Alex pun mengelusnya dengan lembut,


"Maaf, aku membuatmu kewalahan" ujar Alex merasa bersalah.


Anna pun tersenyum lembut dan menyentuh pipi Alex,


"Tidak apa-apa. Aku tau, kau menahannya sejak lama" ujar Anna.


Alex kembali mendekatkan wajahnya pada Anna dan mengambil tangan gadis itu, lalu menaruhnya di antara pahanya. Anna menatap mata Alex yang sudah bergairah dan merasakan sesuatu yang keras disana.


"Sayang... Bolehkan aku memintanya lagi??" bisik Alex di telinga Anna.


Anna pun menutup matanya dan mulai tergoda saat suaminya itu menyentuh dadanya dengan lembut,


"I want you more and more baby...." bisik Alex dengan suara seraknya.


Dan mereka pun kembali melakukan hubungan suami istri di atas sofa itu.


Bersambung...


Mohon di maklum pengantin baru... Jadi ya begitu 🤭


Oh iya, kalo episode ini lolos berarti episode 146 pas malam pertamanya belum lolos review..


Padahal udah up dari kemarin first nightnya, tapi di tolak NT sampai 6 kali 😩


Sampe bingung dan stress nih, padahal udah sengaja ngak terlalu vulgar, tapi tetep di tolak. Apa kegiatan malam pertamanya harus di skip juga????? 😑


Kesel deh....

__ADS_1


Mohon pengertiannya ya readers...


Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya, biar semangat lagi nih dan ngak down lagi 🙏🙏❤️


__ADS_2