Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Get Rid Of Feelings


__ADS_3

"Jangan.. Jangan pergi.." bisik Alex resah dalam tidurnya.


Alex memegang sebelah tangan Anna dengan erat seolah dia tidak ingin jauh dari Anna.


Anna menatap Alex dengan iba. Pria ini sedang mengigau. Sebenarnya apa yang di mimpikan oleh pria ini sekarang?


Anna mengelap setetes air mata yang mengalir di ujung mata Alex yang terpejam. Walaupun pria ini sangat kejam dan tidak punya perasaan, tetapi Anna tau pribadinya saat ini pasti tumbuh karena masa kecilnya yang kelam.


Anna ingat Lidya pernah bercerita bahwa sejak kecil pria ini sudah hidup sendirian. Orang tuanya sudah meninggal sejak dia masih kecil. Bahkan dia tidak punya sanak saudara lainnya.


Di bandingkan kehidupnya, sebenarnya kehidupan pria ini jauh lebih menyedihkan dari pada hidup Anna.


Setidaknya Anna masih bisa bersyukur karena dia masih mempunyai seorang ayah, walaupun ayahnya bisa di bilang bukanlah sosok ayah yang dia harapkan..


Anna duduk di atas kursi di samping tempat tidur dengan tangannya yang masih di pegang erat oleh Alex.


Anna memperhatikan wajah Alex yang sedang terlelap..


Pria ini jauh lebih tampan saat dia sedang tertidur. Wajah polosnya terlihat imut di mata Anna. Pantas saja banyak wanita yang menyukainya. Garis wajahnya sangat sempurna, hidungnya yang mancung dan bibirnya yang merah.


Anna menatap bibir Alex sejenak, di sudut bibirnya terlihat ada sedikit luka memar. Apakah luka itu bekas tamparannya tadi siang? Dia ingat menampar pria ini karena emosi dan menamparnya dengan sekuat tenaga.


Anna menggigit bibirnya merasa sedikit bersalah..


Tapi siapa suruh pria ini begitu menyebalkan, pikir Anna.


Anna menguap dan menggosok matanya perlahan. Dia mulai mengantuk. Matanya sudah benar-benar sangat berat.


Anna menyandarkan kepalanya di samping tangan Alex yang masih menggenggamnya.


Dan tidak lama Anna pun tertidur..


-


Alex mencoba membuka matanya yang terasa sangat berat. Kepalanya masih terasa pusing..


Saat Alex hendak mengangkat tangannya, dia merasa menggenggam sesuatu yang hangat.


Alex menatap ke arah samping tubuhnya. Seseorang tengah tertidur di samping lengannya.


Alex sedikit terkejut melihat Anna yang sedang tertidur di samping tubuhnya. Kenapa dia bisa berada disini?


Alex melepas tangannya dari genggaman Anna dan mencoba untuk duduk bersandar di atas tempat tidur sambil memegang kepalanya.


Alex menatap wajah Anna yang sedang tertidur lelap. Entah mengapa hatinya merasa hangat dan tenang.

__ADS_1


Semalam Alex merasa tidurnya sangat nyenyak. Bahkan mimpi buruk yang selalu menghantuinya setiap malam pun tidak ada.


Alex menatap jam yang ada di dinding.


Sudah pukul 9 pagi..


Seumur hidupnya Alex tidak pernah tidur selama ini. Dia selalu sulit untuk tidur. Dan durasi tidur terpanjangnya hanya 3 jam saja.


Beberapa pertanyaan muncul di kepala Alex. Ada apa dengan dirinya? Mengapa setiap berada di samping gadis ini tubuhnya terasa tentram dan sulit di kendalikan?


Bahkan saat gadis ini menamparnya kemarin, hatinya tidak marah sama sekali atas tindakannya. Walaupun di otaknya dia tidak terima dan marah atas perbuatan lancang gadis ini kemarin. Seumur hidupnya tidak ada satu orang pun yang berani menampar wajahnya. Tapi gadis ini dengan berani menamparnya..


Alex menggeleng kepalanya kuat menepis berbagai pikiran di kepalanya. Tidak! Dia tidak boleh terhasut dengan perasaannya. Mungkin semalam dia sedang lelah dan hal itu mempengaruhi kualitas tidurnya.


Alex bangkit dari duduknya dan mencoba berdiri. Kepalanya masih sedikit pusing. Namun dia tidak menghiraukannya dan mulai berdiri di samping tubuh Anna.


Alex terdiam sesaat melihat Anna yang sedang tertidur lelap. Kemudian Alex mengangkat tubuh Anna perlahan dan menidurkannya di atas tempat tidur. Setelah itu dia berjalan ke arah pintu kamar dan keluar.


-


Lidya memasak sup hangat dan memotong beberapa buah-buahan di atas piring. Hari ini dia tidak melihat Alex keluar dan berangkat ke tempat kerja. Lidya sudah mengira, pasti Tuan nya itu sedang tidak enak badan karena kemarin pulang larut dan mabuk.


Pasti sakit kepalanya kambuh lagi, pikirnya.


Setelah semuanya selesai, Lidya menyimpan di atas nampan dan membawanya ke lantai atas.


Saat tiba di lantai 2, secara tidak sengaja Lidya melihat Alex keluar dari pintu kamar yang di tempati oleh Anna dengan pakaian yang sama saat dia kembali tadi malam.


Tunggu, Apakah Tuan Alex tidur di kamar gadis itu semalam? pikir Lidya gusar dalam hatinya.


Lidya berjalan mendekat pada Alex yang sedang berjalan kearah ruang pribadinya.


"Tu.. Tuan, Selamat pagi" ujar Lidya gugup.


"Kenapa Tuan keluar dari kamar Nona Anna?" lanjutnya.


Alex menatap Lidya dengan acuh dan tidak menghiraukan perkataan Lidya. Alex masih memegangi kepalanya yang sedikit pusing dan kembali berjalan.


Lidya menatap Alex dengan khawatir.


"Tuan, Apa Tuan baik-baik saja? Aku membawa obat herbal untuk meringankan sakit kepala Tuan" ujar Lidya.


"Aku tidak apa-apa" ujar Alex singkat, lalu membuka pintu ruang pribadinya dan masuk meninggalkan Lidya yang masih berdiri sambil membawa makanan yang di bawanya.


Lidya menggenggam nampannya dengan kuat. Berbagai pertanyaan muncul di kepalanya. Apakah semalam Tuan Alex tidur di kamar gadis itu? Hanya berdua?

__ADS_1


Tidak!! Lidya tidak terima dengan ini semua!


Lidya melangkah menuruni tangga ke lantai bawah dan membuang semua makanan yang telah dia siapkan untuk Alex ke dalam tempat sampah.


Tidak!! Dia tidak akan membiarkan Tuan Alex dekat dengan gadis itu.


'Tidak akan ku biarkan siapapun memiliki Tuan Alex selain aku!!' ujarnya dalam hati.


-


Anna terbangun dari tidurnya. Melihat ke sekitar ruangan. Setelah sadar, seketika Anna terduduk di atas tempat tidur. Tunggu.. Kenapa dia bisa tertidur di atas tempat tidur? Bukankah kemarin dia tidur di kursi sambil menjaga pria kejam itu?


Anna menatap ke sekeliling ruangan. Pria kejam itu sudah tidak ada. Apakah dia sudah sadar dan memindahkannya ke atas tempat tidur?


Saat Anna masih memikirkan apa yang terjadi, seseorang mengetuk pintu kamarnya.


Tok.. Tok..


Anna menatap ke arah pintu dan berjalan untuk membukanya.


Seorang penjaga menunduk memberi hormat pada Anna.


"Selamat pagi Nona, Tuan Alex menyuruh anda sebagai pelayan pribadinya untuk datang ke ruangannya sekarang" ujar penjaga itu.


Seketika Anna merasa gugup mendengar perkataan penjaga itu. Apakah pria itu marah karena dia membawanya ke kamar ini semalam? Atau apa dia masih marah karena tamparan Anna kemarin?


Berbagai pertanyaan muncul di pikiran Anna. Dia merasa takut untuk bertemu dengan pria itu lagi saat ini.


"Ba.. Baik, aku akan segera kesana" ujar Anna gugup.


Penjaga itu kembali menundukkan badannya dan melangkah pergi.


Anna dengan berat hati membersihkan badannya lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian pelayan yang Alex berikan waktu itu.


'Baiklah Anna.. Kau bisa melakukan ini! Kau bisa menghadapi pria kejam itu!' ujar Anna menyemangati dirinya dalam hatinya.


Bersambung..


Support terus cerita ini ya..


Jangan lupa kasih like dan komennya ☺️


Mohon maaf episode ini di tulis dan dipikirkan dalam keadaan mengantuk hehe, yang penting update dulu 😅


Semoga ngak bosen sama ceritanya, di tunggu episode selanjutnya ya, terimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2