
Anna masih mengernyitkan keningnya tidak mengerti. Alex pun mendekatkan wajahnya pada Anna dan berbisik padanya,
"Semalam setelah aku keluar dari kamar mandi, aku melihatmu tertidur. Lalu.... Aku membuka gaunmu untuk menggantinya... Tapi sebelum itu...." bisik Alex intens.
Pria itu pun mendekap tubuh Anna dan kembali berbisik di telinga istrinya,
"Aku bercinta denganmu....." bisiknya dalam.
Seketika Anna membelalakkan matanya dan menatap Alex dengan pipi yang sudah memerah,
"A... Apa????" ujarnya terkejut.
Alex pun tersenyum menggoda dan menyentuh pipi merah istrinya sambil mengangguk mantap. Anna seketika kembali teringat bahwa semalam dia bermimpi sedang bersetubuh dengan Alex.
'Jadi, itu bukan mimpi ya???' pikir Anna dalam hatinya.
Alex menyentuh dagu Anna dan mengecup bibir gadis itu dengan lembut,
CUP!!
"Apa kau merasakannya???" bisik Alex intens.
Pipi Anna pun semakin memerah dan gadis itu dengan cepat memalingkan wajahnya,
"Kau ini!!" kesal Anna.
"Oohhh... Jadi ternyata tanda merah ini bukan gigitan nyamuk biasa.. Tapi... ini bekas gigitan nyamuk raksasa" lanjut Anna sambil menyentuh lehernya dengan wajah yang sangat menggemaskan di mata Alex.
Pria itu pun menyentuh pipi istrinya dan mendekatkan wajahnya,
"Kau benar... Tanda merah ini adalah bekas gigitan dari nyamuk raksasa yang tampan" goda Alex dengan seringainya.
Anna pun menatap Alex dan tertawa pelan. Ternyata suaminya ini cukup narsis juga.
"Dan sekarang......" ujar Alex tiba-tiba berdiri dari kursinya sambil menggendong tubuh Anna.
Dengan refleks Anna pun mengalungkan tangannya di leher Alex dengan erat,
"Nyamuk raksasa ini menginginkan istrinya.." bisik Alex intens sambil berjalan kearah kamar pribadinya di sudut ruangan.
Anna mencoba sedikit memberontak di dalam gendongan Alex,
"Hey... Aku baru saja tiba" protes Anna.
Alex tidak mengidahkan protes Anna dan mulai ******* bibir istrinya,
"Tidak boleh menolak.." ujar Alex dengan seringainya.
Pria itu kembali ******* bibir istrinya dan membuka pintu kamar. Anna pun terlihat pasrah dan mulai membalas ciuman panas dari suaminya.
Mereka pun mulai melakukan rutinitas panas mereka di atas tempat tidur....
-
-
BRAK!!!!
Miranda membuka pintu ruang kerjanya lalu menutupnya kembali dengan keras.
Wanita itu berjalan ke arah meja dan mulai melempar apapun yang berada di atas sana,
"ARGGGGHHHH!!!!!" teriaknya membabi buta.
PRANG!!!
BRUK!!!
Terlihat semua berkas, gelas, vas bunga dan lainnya telah berserakan di atas lantai.
"****** BAJINGAN!!!!! ****** SIALAN!!!!!" teriaknya lagi.
Setelah semua barang berjatuhan dan tak berbentuk di atas lantai, wanita itu pun mulai menjambak rambutnya sambil menangis histeris,
"AAARRRGGHHHH!!!!!" teriaknya lagi.
Miranda mulai menunduk dan menenggelamkan wajahnya di atas lutut. Wanita itu terlihat terisak, badannya pun bergetar karena menangis.
"Kenapa hiks.. Kenapa kau tidak bisa melihatku sedikit saja Alex..." ujarnya bergetar.
"Selama ini... Selama ini aku selalu menunggumu!!" isaknya.
Wanita itu pun kembali menunduk dan menangis kencang.
__ADS_1
Terdengar suara ketukan pintu dari luar,
Tok..
Tok..
"Nona, apa kau baik-baik saja???" tanya seseorang dari luar.
Namun, Miranda mengacuhkannya dan masih terus menangis.
Setelah beberapa menit, akhirnya wanita itu mulai bangkit berdiri dan menghapus kasar air matanya. Lalu dia pun berjalan kearah lemari di sudut ruangan.
Wanita itu membukanya dan mengambil sebotol anggur di dalam sana. Dengan tatapan kosongnya, wanita itu membuka botol dan meminum anggurnya langsung dari dalam botol.
Miranda berjalan kearah sofa dan duduk disana sambil terus menegak anggurnya.
Tiba-tiba sebuah senyuman licik pun muncul di bibirnya.
Miranda mengelap sudut bibirnya dengan tangan dan kembali memasang tatapan tajamnya,
"****** sialan... Lihat saja, aku akan merebut Alex dari tanganmu!!!" ujarnya tajam.
Miranda kembali menegak anggurnya dengan cepat,
"Jika aku tidak bisa membuat Alex membencimu... Maka, aku akan membuatmu membenci suamimu sendiri dan membuatmu tidak percaya lagi padanya" lanjutnya dengan tersenyum sinis.
'Tunggu dan lihatlah apa yang akan aku lakukan!!' tekadnya dalam hati.
-
-
Hari sudah hampir gelap. Mobil Alex mulai masuk ke halaman rumah dan berhenti.
Seperti biasa para pengawal dengan sigap menghampiri mobil itu dan membukakan pintu untuk majikannya,
"Selamat malam Tuan" sapa pengawal itu pada Alex.
Alex mengangguk pelan dan mulai berjalan menghampiri istrinya.
Pria itu menggenggam tangan Anna dan tersenyum lembut padanya. Mereka pun berjalan bersama ke dalam rumah.
Bibi Van telah mempersiapkan makan malam di atas meja. Anna dan Alex pun bergegas ke kamar untuk membersihkan diri dan kembali ke lantai bawah untuk makan malam.
Hari sudah menunjukkan pukul 10 malam. Saat ini Anna sedang berada di atas tempat tidur sambil membaca novelnya. Sedangkan Alex sedang berada di ruang kerjanya untuk memeriksa beberapa laporan yang belum sempat dia kerjakan tadi karena sibuk mengurung istrinya seharian di dalam kamar pribadinya di kantor tadi.
Pintu kamar pun terbuka, Alex menatap istrinya yang masih asik membaca novelnya sambil bersandar di tempat tidur.
Pria itu tersenyum lembut dan mulai menghampiri istrinya,
GREP!!!
Dengan cepat, pria itu memeluk tubuh Anna dan mencium pipinya dengan lembut,
CUP!!!
"Istriku sedang membaca apa???" tanya Alex lembut.
Anna pun membalikkan wajahnya dan tersenyum pada suaminya,
"Aku sedang membaca novel" jawabnya.
"Apa kau sudah selesai???" tanya Anna balik.
Alex pun menyentuh pipi Anna dan mengangguk pelan,
"Sudah.." jawabnya.
Pria itu pun mengambil novel di tangan Anna dan menyimpannya di atas meja di samping tempat tidur,
"Sekarang sudah cukup membacanya dan lihat aku" bisik Alex dalam.
Anna pun tersenyum tipis dan menatap suaminya itu. Mereka tidur saling berhadapan dan saling menatap dengan penuh cinta,
"Kau sangat cantik..." bisik Alex jujur.
Anna menatap mata Alex dan menyentuh pipinya,
"Jangan menggodaku" ujar Anna dengan senyum tipisnya.
Alex pun ikut tersenyum dan menggeleng pelan,
"Aku berkata jujur" ujarnya meyakinkan.
__ADS_1
Pria itu pun mendekatkan wajahnya pada Anna dan mencium keningnya cukup lama,
CUP!!!
"Aku mencintaimu..." ujarnya intens.
Anna menutup matanya dan tersenyum pada Alex,
"Aku juga mencintaimu" jawabnya tulus.
Mereka pun kembali saling pandang dengan tatapan penuh gairah dan cinta. Alex kembali ingin menyentuh tubuh istrinya, namun dengan cepat Anna menahan dada suaminya itu,
"Bagaimana kalau kita memainkan suatu permainan???" tanya Anna tiba-tiba.
Alex seketika mengernyitkan keningnya,
"Permainan???" tanyanya lagi.
Anna pun mengangguk semangat dan tersenyum senang,
"Kita main gunting batu kertas!" ujarnya polos.
Alex menatap wajah Anna gemas dan tersenyum padanya,
"Hanya itu saja???" tanya Alex menahan senyum.
Anna terlihat berpikir sejenak dan kembali mengangguk,
"Memangnya kenapa???" tanya Anna.
Alex pun terlihat berpikir sejenak, lalu sebuah seringai muncul di bibirnya,
"Bagaimana jika kita bermain truth or dare dengan menggunakan gunting, batu, kertas?? Siapa yang kalah, dia harus memilih truth atau dare" ujar Alex sambil menyentuh rambut istrinya.
Anna terlihat menganggukkan kepalanya dengan semangat dan tersenyum pada Alex,
"Aku setuju!" ujarnya semangat.
Alex pun mencubit pipi istrinya dengan gemas,
"Baiklah... Permainan di mulai sekarang!!" ujar Alex serius.
Keduanya terlihat bersiap-siap sambil mengepalkan tangannya di depan,
"Gunting Batu Kertas!!!!!" ujar Anna.
JRENG!!
Tangan Alex pun membentuk gunting sedangkan tangan Anna mengeluarkan bentuk kertas. Dengan begitu otomatis gadis itu pun kalah telak.
Alex tersenyum senang sedangkan Anna terlihat kecewa,
"Aku menang!" ujar Alex.
Pria itu pun tersenyum senang dan menatap istrinya,
"Sekarang kau harus pilih Truth atau Dare???" tanyanya.
Anna terlihat berpikir sejenak,
"Aku pilih... Truth!!" ujar Anna.
Seketika Alex terlihat sedikit kecewa, karena dia berharap istrinya itu akan memilih dare.
Namun, sebuah pertanyaan pun tiba-tiba melintas di pikirannya.
"Baiklah... Kau harus menjawabnya dengan jujur" ujar Alex.
Pria itu pun menatap istrinya dalam dengan wajah yang serius bercampur ketegangan,
"Apakah... Kau pernah mempunyai perasaan khusus pada pria menyebalkan bernama Daniel itu???" tanya Alex tegang.
Anna terlihat sedikit terkejut dengan pertanyaan suaminya itu. Gadis itu pun menatap mata Alex yang terlihat penasaran dan gugup secara bersamaan.
Lalu Anna pun menatap suaminya itu dengan wajah yang sulit di artikan,
"Pernah..." ujarnya pelan.
Bersambung....
Halo dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya 🙏
Dukungan kalian sangat berarti buat author 🥺🥰❤️
__ADS_1