
Sebuah mobil memasuki pekarangan rumah yang luas dan megah. Terlihat beberapa pengawal dan satu orang pelayan di rumah itu berdiri berjejer untuk menyambut pengantin baru yang baru saja kembali dari bulan madu mereka.
Mobil itu pun berhenti di halaman rumah dan dengan segera para pengawal membukakan pintu untuk Tuan mereka.
"Selamat datang kembali Tuan" sapanya pada seorang pria.
"Selamat atas pernikahan anda" ujar yang lain sambil membungkuk.
Salah satu pengawal membukakan pintu mobil di sebelahnya, dan menyambut seorang wanita yang telah resmi menjadi nyonya di rumah itu.
"Selamat datang kembali Nona, selamat atas pernikahan anda. Kami ikut bahagia" ujarnya ramah.
Anna pun mengangguk pelan dan tersenyum tulus pada pengawal itu,
"Terimakasih" ujarnya.
Alex menghampiri Anna dan berjalan bersama menuju rumah. Dari depan pintu terlihat Bibi Van tersenyum haru menyambut mereka berdua.
"Selamat atas pernikahan kalian.. Aku ikut berbahagia" ujarnya penuh haru.
Anna pun menghampiri Bibi Van dan memeluknya,
"Terimakasih Bibi...." ujarnya lembut.
Mereka pun masuk ke dalam rumah bersama-sama. Terlihat Bibi Van telah menyiapkan berbagai macam makanan lezat di atas meja untuk menyambut kedatangan Anna dan Alex.
"Bibi menyiapkan semua ini???" tanya Anna terkejut.
Bibi Van tersenyum kearah Anna dan mengangguk pelan,
"Iya Nona" jawabnya.
"Terimakasih Bibi" ujar Alex tersenyum.
Dan mereka pun makan bersama di meja makan sambil mengobrol santai.
Setelah selesai makan, Alex dan Anna melangkah bersama ke lantai 2 menuju kamar mereka.
Sebelumnya Alex telah menyuruh seseorang untuk mendekor kamar pribadinya. Alex memutuskan ruangan pribadinya akan menjadi kamar untuk dirinya dan Anna.
"Aku punya kejutan untukmu" ujar Alex pada Anna.
Pria itu pun menutup mata Anna dengan tangannya. Lalu secara perlahan melangkah menuju kamar baru mereka.
CKLEK!!!
Anna pun membuka matanya dan seketika terbelalak tidak percaya.
Alex memeluk tubuh istrinya dari belakang dengan senyum lembutnya,
"Apa kau suka???" bisik Alex di telinga gadis itu.
Anna pun mengarahkan wajahnya pada Alex dan mengangguk pelan,
__ADS_1
"Aku sengaja menyuruh orang untuk merenovasi semuanya. Ini adalah kamar baru kita sayang..." lanjutnya.
Pria itu semakin mempererat pelukannya dan mencium leher Anna secara perlahan dan lembut. Tangannya mengusap lembut perut istrinya sampai ke atas, membuat Anna menutup matanya sambil menggigit bibinya. Gadis itu tau apa yang akan di lakukan suaminya itu selanjutnya,
"A... Alex bukankah kau harus ke kantor sebentar lagi??" tanya Anna mencoba menghentikan pergerakan suaminya itu.
Namun, seketika Anna di buat terkejut saat Alex tiba-tiba menggendong tubuhnya,
"Akhh!!!" teriak Anna tertahan.
Pria itu menggendong tubuh istrinya ke arah tempat tidur sambil menciumnya dengan intens,
CUP!!!
"Aku menginginkanmu sebelum aku berangkat..." bisik Alex dengan suara seraknya.
Anna pun mengalungkan tangannya di leher Alex dengan pasrah. Gadis itu mulai membalas ciuman suaminya dan mereka pun merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur.
Dengan cepat Alex membuka kancing kemejanya dan kembali mencium bibir manis istrinya,
"I want you more and more baby...." bisik Alex penuh gairah.
Pria itu perlahan menarik resleting gaun di punggung Anna dan membukanya, mencium seluruh tubuh istrinya dan membuka pakaiannya yang tersisa.
"Aku mencintaimu..." bisiknya lagi.
Lalu pria itu menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya dan mulai melakukan rutinitas favorit bersama istri tercintanya itu...
-
Sepanjang perjalanan tadi, senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya. Sampai para karyawannya pun terkejut melihat perubahan besar pada Boss nya itu.
Boss mereka yang kejam dan super dingin, tiba-tiba datang ke kantor dengan wajah cerahnya.
Alasannya tidak lain karena istri tercintanya. Bayangan kegiatan mereka tadi masih terbayang di benak Alex.
Setelah melakukannya di tempat tidur, pria itu juga membawa istrinya ke kamar mandi dengan alasan untuk menemaninya membersihkan diri. Dan tentu saja Alex tidak menyia-nyiakan kesempatan. Pria itu kembali melakukan 'itu' lagi dengan sang istri.
Dan setelah itu, mau tidak mau Alex harus pergi ke kantor untuk mengadakan rapat dengan para petinggi. Pria itu berjanji pada Anna akan pulang setelah rapat selesai.
Entah mengapa setelah menikah, Alex semakin tidak ingin jauh terlalu lama dengan istrinya.
"Selamat siang Tuan... Wah.. Wajah anda terlihat sangat cerah hari ini" ujar Harry menggoda.
Alex menatap Harry sekilas dan langsung masuk ke dalam ruangannya.
"Benarkah??" tanya Alex.
Harry pun mengangguk cepat dan tersenyum penuh arti,
"Benar Tuan... Aku tau apa yang anda rasakan hehe... Aku juga sudah menikah, jadi aku mengerti" ujar Harry bangga.
Harry pun mengikuti Alex dari belakang dan menyimpan berkas di meja Boss nya itu saat pria itu telah duduk di kursinya.
"Ini berkas-berkas yang harus di periksa selama seminggu terakhir Tuan" ujar Harry.
__ADS_1
Alex mengambil berkas itu dan membacanya sekilas,
"Kapan rapatnya akan di mulai???" tanya Alex langsung.
Harry pun membuka buku kecil yang di bawanya dan membacanya sekilas,
"Sekitar setengah jam lagi Tuan" ujar Harry.
Alex pun mengangguk dan mengambil berkas di atas meja,
"Baiklah, beritahu aku jika mereka sudah tiba. Aku akan memeriksa laporan ini dulu" ujar Alex.
Harry pun mengangguk cepat dan meninggalkan ruangan Alex.
.
.
Setelah setengah jam berlalu, Alex dan Harry pun melangkah menuju ruang rapat. Terlihat disana beberapa petinggi yang sudah hadir.
Alex menyapa mereka satu persatu dan mengobrol sebentar. Terlihat beberapa dari mereka mengucapkan selamat pada Alex atas pernikahannya.
Setelah itu Alex pun duduk di kursinya. Rapat akan segera di mulai. Namun tatapan Alex tiba-tiba mengarah pada satu kursi yang terlihat masih kosong.
Alex pun tidak mengacuhkannya dan bersiap untuk membuka sesi rapat hari ini.
Namun, saat Alex hendak memulainya. Pintu rapat pun tiba-tiba terbuka.
CKLEK!!!
Seorang wanita berpakaian modisnya masuk ke dalam ruang rapat dengan percaya diri.
"Maaf Tuan Alexander, aku sedikit terlambat" ujarnya sambil menatap Alex dalam.
Wanita itu pun membungkukkan badannya pada yang lain dan mulai duduk di kursinya yang tidak jauh dari kursi milik Alex.
Alex memicingkan matanya dan menatap Harry dengan tatapan tidak sukanya. Harry yang mengerti tatapan Alex pun membungkukkan badannya untuk berbisik pada Alex,
"Tuan, dia adalah Miranda Ghostfield, pemilik perusahaan Fieldblezz. Dia investor baru kita, dan dia juga telah berinvestasi sangat besar. Sekitar 20 persen di perusahaan kita" ujar Harry menjelaskan.
Alex pun memicingkan matanya dan menatap Miranda dengan tatapan curiganya.
25 persen?? pikir Alex.
"Baiklah, kita mulai rapatnya!!!" ujar Alex tegas.
Miranda pun mengarahkan pandangannya pada Alex dan menatap pria itu dengan tatapan kagum dan senyum menggodanya.
Namun tiba-tiba matanya mengarah pada cincin yang tersemat di jari manis pria itu. Seketika wanita itu mengepalkan tangannya dengan kuat.
'Brengsek!!!! Aku akan membuatmu melepaskan cincin itu untuk selama-lamanya!!' tekad Miranda dalam hatinya.
Bersambung....
Hallo, dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya..
__ADS_1
Terimakasih ☺️🙏❤️