
Seorang pria masih terlihat tak sadarkan diri di atas ranjangnya..
Matanya tertutup dengan rapat, seolah enggan untuk terbuka.
Seorang wanita paruh baya yang tengah duduk di samping pria itu menggenggam tangannya dengan lembut. Air matanya masih saja mengalir di pipinya sambil menatap pria itu dengan sedih,
"Alex... Sampai kapan kau mau tertidur seperti ini??" ucap Donna sedih.
Ini sudah hari kedua setelah Anna sadarkan diri. Gadis itu sudah cukup terlihat lebih baik dan baru bisa duduk bersandar di atas tempat tidurnya.
Tetapi, Donna masih terlihat sangat sedih karena Alex belum juga siuman. Ia dan William harus terus berbohong pada Anna tentang kondisi Alex yang sesungguhnya.
Mereka ingin kondisi Anna menjadi lebih baik terlebih dahulu. Jika mereka memberitahu Anna tentang kondisi Alex saat itu, sudah dipastikan Anna akan semakin drop. Apalagi kondisi buah hatinya juga belum membaik.
"Alex... Bukalah matamu.." bisik Donna.
"Apa kau tidak merindukan istrimu dan juga anak-anakmu???" tanyanya sedih.
Donna menghapus air matanya dan mengusap tangan Alex,
"Bangunlah... Bibi mohon.." ucapnya lagi penuh harap.
Tidak ada reaksi apapun dari Alex. Pria itu terlihat enggan untuk membuka matanya.
Donna hanya dapat menghela nafasnya pasrah dengan sedih..
Di dalam ruangan lain, terlihat William tengah menyuapi Anna yang tengah duduk bersandar di atas tempat tidurnya.
William menyuapi putrinya itu dengan hati-hati. Kondisi Anna saat ini sudah cukup membaik. Setelah meminum obat dari dokter, Anna sudah mulai bisa duduk dan berjalan pelan ke kamar mandi.
Setelah selesai memakan makanannya. William pun memberikan obat untuk diminum oleh Anna.
Anna mengambil obatnya dan memasukkannya ke dalam mulut. Setelah selesai, William pun berjalan kearah meja dan membereskan piring dan juga obat-obatan disana.
"Istirahatlah, agar kondisimu semakin membaik" ucap William lembut sambil mengusap rambut putrinya itu.
Anna terdiam sejenak dan menatap William dengan tatapan sendunya,
"Ayah..." ucapnya pelan.
William menatap Anna dan tersenyum,
"Ada apa sayang.." balasnya.
Anna menghela nafasnya pelan dan menatap William,
"Bagaimana kabar Alex?? Apakah dia sudah baik-baik saja??" tanya Anna khawatir.
William seketika terdiam dan terlihat berpikir untuk menjawab pertanyaan Anna,
__ADS_1
"Dia sudah lebih baik.. Alex juga masih harus banyak istirahat karena kondisinya belum benar-benar pulih" jawab William berbohong.
Anna terlihat ragu sejenak mendengar jawaban William. Entah mengapa Anna merasa ayahnya itu sedang berbohong, pikirnya.
"Bolehkah.. Bolehkah aku bertemu dengan Alex sekarang??" tanya Anna penuh harap.
William kembali terdiam dan menghela nafasnya,
"Kau boleh bertemu dengan Alex, tapi tidak sekarang.. Dokter juga mengatakan bahwa Alex harus banyak istirahat. Hanya satu orang saja yang boleh menemaninya disana. Lagipula, kau juga dalam masa pemulihan.. Kalian berdua masih harus banyak-banyak istirahat" jawab William mencoba meyakinkan Anna.
Anna kembali terdiam dan terlihat kecewa. Gadis itu pun menunduk dan menghela nafasnya sambil mengangguk pelan.
William juga menghela nafasnya dan kembali mengusap kepala Anna dengan lembut,
"Sekarang, istirahatlah.." ucapnya sambil merapihkan selimut Anna.
Anna hanya dapat pasrah dan menurut sambil menidurkan tubuhnya di atas ranjang.
Donna baru saja keluar dari ruangan Alex dengan mata sembabnya. Jonas yang melihat istrinya itu seketika mendekatinya dan memeluk tubuhnya,
"Kenapa... hiks.. Kenapa Alex belum sadar juga..." rintihnya di pelukan Jonas.
"Sudah.. Kita doakan saja semoga Alex segera siuman. Aku yakin dia pasti akan bangun sebentar lagi.." ucapnya menenangkan.
"Sekarang.. Kita hanya bisa berdoa dan meminta pertolongan Tuhan.." lanjutnya.
Donna pun mengangguk dan menghapus air matanya,
"Aku akan ke ruangan Anna dulu" ucapnya berpamitan.
Ruangan Anna dan Alex berbeda satu lantai. Anna berada di lantai bawah, sedangkan Alex di atas.
Donna telah turun melalui lift dan melangkah ke ruangan Anna.
Saat di depan pintu ruangan Anna, Donna melihat William yang tengah berbicara dengan seorang dokter.
Donna mengernyitkan keningnya saat melihat mimik wajah William yang terlihat sedih. Donna pun seketika merasa perasaannya tidak enak. Dengan cepat ia pun menghampiri William dan dokter itu.
"Ada apa??" tanya Donna tiba-tiba yang membuat William dan dokter itu langsung menatapnya.
Dokter terlihat menghela nafasnya dan menatap Donna dengan serius,
"Kedua anak Nona Anna sekarang.. kondisinya semakin menurun" ucapnya yang membuat Donna lemas seketika.
Ia pun terduduk di atas kursi sambil memegang kepalanya,
"Ya Tuhan.. Cobaan apalagi ini.." ucapnya bergetar.
Dokter kembali menatap William yang sama-sama terlihat tertekan dan sedih dengan ucapan dokter itu,
"Sekarang mereka harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif.." lanjut dokter itu.
"Kondisi paru-paru mereka yang belum sempurna membuat keduanya belum bisa bernafas dengan baik. Mereka juga sulit dan tidak mau minum susu, kadar bilirubin mereka juga tidak normal.. Cara lainnya untuk memenuhi nutrisi mereka saat ini adalah melalui selang" ujar dokter itu yang membuat Donna menangis.
CKLEK!!
Seketika pintu ruangan Anna terbuka dan memperlihatkan Anna yang tengah berdiri sambil memegang selang infusnya dan menangis.
__ADS_1
Donna, William dan Dokter itu seketika membalikkan tubuhnya dan menatap kearah Anna dengan terkejut,
"Sayang!!" ucap William panik lalu memegang putrinya itu.
"Apa yang kau lakukan?? Kenapa kau berjalan sendiri??" tanya William cemas dan mencoba mengalihkan Anna.
Anna dengan cepat menggeleng dan menatap kearah dokter sambil tersedu,
"Bagaimana keadaan anakku dokter??? Apakah yang ku dengar tadi tidak salah?? Apa mereka sedang tidak baik-baik saja??" tanya Anna bertubi-tubi sambil menangis.
Donna berdiri dari duduknya dan mencoba menenangkan Anna sambil menghapus air matanya,
"Tenang sayang.. Tenang..." ucapnya pelan.
Dokter menatap Anna dan hanya dapat menghela nafasnya sedih.
Anna seketika lemas dan hampir terjatuh ke lantai. Namun dengan cepat Donna dan William menahan tubuhnya,
"Anna!!" ucap William panik.
Anna mulai menangis sejadinya..
William menahan tubuh putrinya dan memeluknya erat,
"Tenang sayang..." bisik William mencoba menenangkan.
Anna masih terus menangis di pelukan William. Ia mulai berpikir yang tidak-tidak..
Bagaimana jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada kedua anaknya?? pikirnya sedih.
Anna melepaskan pelukan William dan menatap dokter di depannya dengan sedih,
"Dokter!! Izinkan aku bertemu dengan mereka!! Mereka pasti sedang membutuhkanku sekarang!!" ucap Anna tersedu dan penuh harap.
Dokter terlihat terdiam sejenak dan kembali menatap Anna,
"Kumohon..." ucapnya lagi sambil berderai air mata.
Dokter pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan,
"Baiklah.. Nona boleh bertemu dengan mereka" ucapnya.
Anna pun dengan tidak sabar mencoba kembali berjalan untuk segera menemui kedua buah hatinya. Namun, seketika gadis itu hampir terjatuh jika William tidak segera menopang tubuhnya,
"Sayang.. Sabar sebentar, ayah akan mengambilkan kursi roda untukmu" ucap William.
Setelah itu, Mereka pun membawa Anna ke ruang rawat anaknya.
William mendorong kursi roda Anna dan berdiri di depan sebuah pintu ruangan.
"Kami hanya mengizinkan Nona Anna saja untuk masuk ke dalam" ujar dokter itu.
William dan Donna pun hanya dapat mengangguk pasrah dan membiarkan Anna untuk masuk ke dalam.
CKLEK!!
Dokter pun mendorong kursi roda Anna kearah sebuah dua ranjang kecil yang di tutupi oleh kaca.
Seketika air mata Anna pun mengalir deras saat melihat kedua buah hatinya yang tengah terlelap dengan selang yang menempel di hidung mereka serta sinar biru yang menerangi keduanya. Mata mereka juga ditutupi agar tidak langsung terkena sinar.
Anna pun menutup mulutnya dan tersedu. Dokter menepatkan Anna di tengah kedua kotak ranjang itu,
"Kadar bilirubin di tubuh mereka tidak normal, jadi mereka harus menjalani fototerapi" ucap dokter itu yang membuat Anna semakin sedih..
Bersambung..
Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️
Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁
Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...
Please... 🥺🙏
Terimakasih banyak ❤️🙏
__ADS_1