Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Mual


__ADS_3

"Hoekk.. Hoekk.."


Seorang gadis tengah berada di wastafel dan terlihat sedang mencoba untuk memuntahkan sesuatu. Sedangkan seorang pria juga tengah mengusap lembut punggung wanita itu untuk membantunya dengan wajah yang cemas.


Setelah beberapa saat, akhirnya wanita itu pun menyalakan keran air dan mencuci mulutnya dengan lemas,


"Sayang... Apa sudah lebih baik???" tanya Alex lembut.


Anna mengangguk pelan dan menghapus air matanya. Rasa mual yang terus dirasakannya terkadang membuat gadis itu tersiksa. Setiap kali memakan sesuatu pasti Anna langsung merasa mual. Bahkan meminum air putih saja membuat perutnya juga mual.


Alex kembali mengusap wajah Anna dan langsung menggendong tubuh istrinya untuk membawanya kembali ke meja makan.


Hari ini usia kandungan Anna sudah memasuki 8 minggu. Dan rasa mualnya pun semakin menjadi.


Anna bahkan tidak nafsu makan. Gadis itu hanya bisa meminum susunya dengan paksa karena makanan lain selalu membuatnya merasa mual setelah memakannya.


Alex meletakkan tubuh Anna di atas kursi meja makan dan menatapnya dalam. Pria itu cukup stress karena melihat istrinya harus selalu merasakan mual seperti ini. Bahkan Alex yakin berat badan Anna pasti telah menurun karena nafsu makannya yang berkurang. Apakah wanita yang hamil selalu seperti ini?? pikir Alex.


Bibi Van melangkah ke meja makan dan meletakkan teh yang di buatnya di depan Anna,


"Minumlah ini Nona, teh ini bisa menghangatkan tubuhmu dan mengurangi rasa mual" ujar Bibi Van.


"Terimakasih Bibi" ujar Alex.


Alex pun mengambil teh itu dan menuntun Anna untuk meminumnya.


Anna meminum teh itu sedikit dan mulai merasa lebih baik.


"Wanita hamil memang seperti itu Tuan, dulu Bibi juga mengalaminya.. Bahkan sampai usia kehamilan 5 bulan pun Bibi masih sering mual dan muntah-muntah" ujar Bibi Van menenangkan Alex sambil tersenyu.


Alex menghela nafasnya dan mengangguk pelan.


5 Bulan??? Selama itukah?? pikirnya.


Ternyata menjadi seorang wanita itu cukup berat. Saat mengandung dia juga harus merasakan sakit, apalagi saat melahirkan nanti..


Seketika kecemasan pun menyelimuti pikiran Alex. Dia tidak dapat membayangkan wanita yang sangat dia cintai ini harus merasakan sakit saat mengandung dan melahirkan buah hatinya.


"Sekarang kau mau makan apa?? Aku akan membelikannya.. Yang penting istriku ini harus makan walaupun sedikit" ujar Alex lembut sambil membelai pipi istrinya.


Anna menatap Alex dan terlihat berpikir sejenak,


"Aku... Aku mau makan ayam pedas.." ujar Anna pelan.


Alex seketika terdiam dan menghela nafasnya,


"Bagaimana... Kalau makanan yang lain saja?? Perutmu masih kosong, tidak baik untuk makan makanan pedas" ujar Alex mencoba untuk membujuk istrinya.


Alex masih teringat dengan kejadian saat Anna yang merintih kesakitan dan harus di periksa dokter setelah memakan ayam pedas. Pria itu sedikit trauma dan tidak ingin istrinya itu sakit perut lagi. Apalagi sekarang Anna sedang hamil muda dan masih sangat beresiko.


Anna terlihat sedikit kecewa dan hanya dapat menunduk mendengar ucapan Alex. Entah mengapa dia sangat ingin ayam pedas sekarang,


"Tapi...." bisik Anna pelan.


Gadis itu pun menghela nafasnya dan terdiam. Alex yang melihat wajah kecewa istrinya seketika terdiam dan langsung mengusap rambut Anna dengan lembut,


"Baiklah, aku akan belikan ayam pedas.. Tapi, dengan sedikit cabai. Setuju??" tanyanya lembut.


Anna pun dengan cepat menatap Alex dan tersenyum senang sambil mengangguk penuh antusias. Alex pun terlihat gemas dan memeluk istrinya,


"Terimakasih.." bisik Anna.


Setelah itu, Alex pun pergi keluar untuk membeli ayam pedas kesukaan istrinya. Alex memutuskan untuk membelinya sendiri dan tidak menyuruh pengawal untuk membelinya keluar.


Alex pun tiba di kedai ayam, dan dengan segera masuk ke dalam untuk membelinya,


"Aku pesan 2 ayam dengan sedikit cabai untuk di bawa pulang" ujar Alex.


Terlihat pelayan wanita di depannya sedikit tersipu malu melihat wajah tampan Alex. Namun pelayan itu segera mengangguk dan membuatkan pesanan Alex.


Orang-orang di dalam kedai itu sejak tadi memperhatikan Alex dengan tatapan kagum dan memuja. Sedangkan Alex terlihat acuh dan tidak memperdulikan tatapan orang-orang itu.


Saat sedang menunggu pesanannya, pandangan Alex pun tanpa sengaja mengarah pada sepasang suami istri yang sedang makan di mejanya.


Terlihat sang istri sedang hamil cukup besar, mungkin usia kandungannya sudah masuk 7 bulan.


Sang istri terlihat selalu bergelayut dengan suaminya, bahkan sang suami terlihat sedang menyuapi istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Kau ini sejak hamil manja sekali" ujar sang suami itu gemas pada istrinya.

__ADS_1


Sang istri terlihat hanya tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami,


"Kau benar.. Aku tidak tau, rasanya aku tidak mau jauh darimu" ujar sang istri manja.


Seketika sebuah senyuman tipis terpancar di wajah Alex. Tiba-tiba dirinya membayangkan posisi dirinya dan Anna yang berada disana.


'Apakah Anna akan semanja itu pada dirinya nanti??' pikir Alex.


Alex tersenyum membayangkannya dan merasa tidak sabar menunggu momen itu. Dia sangat menginginkan Anna bermanja-manja padanya dan tidak ingin jauh darinya.


Ketika hal itu terjadi nanti, Alex akan memastikan bahwa dirinya akan selalu bersama dengan istri tercintanya dimana pun dan kapanpun.


Seketika Alex pun tersadar dari lamunannya saat sebuah suara menyadarkannya,


"Ekhm.. Tu.. Tuan, ini pesanan anda" ujar pelayan itu sambil malu-malu.


Alex pun dengan cepat membalikan wajahnya dan mengangguk pada pelayan itu dengan datar,


"Oh, terimakasih" ujar Alex.


Lalu setelah itu pria itu pun berjalan keluar dan kembali menyalakan mobilnya untuk pulang ke rumah.


~


Setelah tiba di rumah, Alex langsung menyimpan makanan tadi di atas piring dan membawanya ke kamar.


Terlihat Anna sedang menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang sambil menonton televisi.


Alex tersenyum kecil dan menghampiri istrinya itu,


"Pesanan istriku tercinta sudah tiba!" ujar Alex tersenyum.


Anna pun mengarahkan pandangannya pada Alex dan tersenyum senang,


"Wah.. Terimakasih.." ujarnya.


Alex pun duduk di samping Anna dan bersiap untuk menyuapi istrinya,


"Sekarang makanlah.. Aku akan menyuapimu" ujar Alex lembut.


Anna tersenyum senang dan membuka mulutnya,


"Apakah enak??" tanya Alex.


"Enak" jawabnya.


Alex tersenyum melihat istrinya yang lahap memakan makanannya. Syukurlah.. Setidaknya istrinya itu makan sesuatu hari ini.


Setelah menghabiskan makanannya, Alex dan Anna pun menghabiskan sisa malam ini dengan menonton film di dalam kamar. Walaupun tidak lama setelah makan, Anna kembali mual dan muntah, tapi setidaknya perut Anna tidak terlalu kosong.


Hari sudah menunjukkan pukul 23.00 malam. Alex mengarahkan pandangannya ke samping dan melihat wajah istrinya yang sudah tertidur lelap di bahunya.


Alex tersenyum lembut dan mengusap wajah istrinya,


CUP!!


Alex mengecup kening Anna cukup lama dan kembali menatap wajah istrinya dengan dalam,


"Terimakasih sayang... Aku mencintaimu..." bisik Alex.


Setelah itu Alex menidurkan tubuh Anna di atas tempat tidur. Pria itu menatap perut istrinya yang masih datar dengan dalam. Tangannya terangkat dan mengusap pelan perut Anna dan mengecupnya,


CUP!!


"Papa juga mencintaimu... Sehat-sehatlah di dalam sana ya.." bisiknya lembut.


Alex lalu mematikan lampu dan mulai tertidur di samping tubuh Anna sambil memeluk tubuh istrinya itu dengan erat.


-


-


Matahari masuk melalui celah jendela. Alex mengerjapkan matanya perlahan saat merasakan cahaya matahari yang menyilaukan matanya.


Pria itu membalikkan tubuhnya ke samping dan hendak memeluk tubuh seseorang yang dia cintai. Namun dengan cepat Alex membuka matanya saat merasa tidak ada seseorang di sampingnya.


Pria itu bangkit dari tidurnya dan menatap ke samping tempat tidur yang sudah kosong,


"Anna???" ujar Alex.

__ADS_1


Pria itu pun bangkit berdiri dan melangkah kearah kamar mandi saat mendengar suara seseorang yang sedang muntah.


Alex membuka pintu kamar mandi dan dengan segera menghampiri Anna sambil mengusap punggung gadis itu dengan lembut,


"Hoekk... Hoekk..."


Alex menatap sedih pada istrinya yang setiap pagi harus selalu ke kamar mandi karena mual.


Setelah selesai Anna pun mencuci mulutnya dan menghapus air matanya,


"Apa sudah lebih baik???" tanya Alex lembut.


Anna menatap kearah Alex dan mengangguk pelan. Pria itu dengan sigap menggendong tubuh istrinya untuk kembali duduk di atas tempat tidur,


"Aku akan membuatkan teh hangat untukmu" ujar Alex sambil mengusap wajah istrinya.


Saat pria itu hendak beranjak, tiba-tiba handphone miliknya yang berada di atas meja bergetar.


Alex menatap handphone miliknya dan melihat nama Harry tertera disana.


Pria itu mendengus pelan dan mengangkat teleponnya,


"Hallo Harry ada apa??" ujarnya cepat.


("Tuan, Pemimpin perusahaan dari Tresman Group menghubungiku dan dia ingin bertemu dengan anda pagi ini.. Apakah Tuan bisa ke kantor sekarang??") tanya Harry hati-hati.


Seketika Alex terlihat kesal dan hendak menolak. Namun Harry kembali berbicara padanya,


"Mr. Steven ingin berbicara hal penting dengan Tuan dan hanya meminta waktu sebentar saja.. Lagipula dia juga baru tiba dari Jerman dan langsung mampir kemari") jelas Harry.


Alex pun seketika menyentuh keningnya dan menghela nafas pelan,


"Baiklah, aku akan ke kantor sebentar lagi" ujar Alex sambil menatap istrinya.


Setelah itu Alex mematikan teleponnya dan menatap Anna dengan lembut,


"Harry menghubungiku.. Dia bilang ada Mr. Steven yang ingin bertemu denganku" ujarnya menjelaskan.


Anna menatap Alex dan tersenyum lembut padanya,


"Tidak apa-apa, pergilah ke kantor.. Lagipula ada Bibi Van disini" ujar Anna menenangkan.


Alex pun menunduk sejenak dan tersenyum pada Anna sambil mengangguk. Sebenarnya dia tidak ingin ke kantor, tapi keadaan darurat yang mengharuskannya.


Pria itu menyentuh pipi Anna dan mengecup keningnya pelan,


CUP!!!


Lalu pandangan Alex pun beralih pada bibir Anna dan langsung mengecup bibir istrinya dengan lembut.


CUP!!!


Baru sebentar bibirnya mengecup bibir Anna. Tiba-tiba Anna mendorong tubuhnya sambil menutup hidung dan mulutnya dengan mual.


Alex terlihat cemas dan menyentuh tangan Anna,


"Kenapa?? Apa kau mual lagi??" tanyanya panik.


Anna menggeleng pelan dan menjauhkan tubuhnya dari tubuh Alex. Entah mengapa sekarang dirinya selalu merasa mual saat mencium wangi tubuh suaminya itu.


Pagi tadi saat dirinya terbangun dan Alex sedang memeluk tubuhnya, tiba-tiba Anna langsung merasa mual yang tak tertahankan.


"Tidak... Aku tidak apa-apa" ujarnya pelan.


Alex terlihat mengernyitkan keningnya dan mencoba kembali mendekati Anna. Namun dengan cepat Anna sedikit menjauh sambil menahan mualnya.


"Ada apa sayang??" tanya Alex lagi.


'Mengapa istrinya itu seperti berusaha menjauhinya???' pikir Alex sedikit cemas.


Bersambung...


Halo, support selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen,vote dan hadiahnya biar author tambah semangat 🥺


Yuk, ramein komenannya ☺️


Terimakasih..


Semoga ngak bosen ya sama cerita ini..

__ADS_1


Oh ya, bentar lagi author bakal rilis novel baru, judulnya 'Mysteriuos man' kira-kira bercerita tentang apa ya 🤭


Mohon dukungannya 🙏❤️


__ADS_2