Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Dinner With Daniel


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan beberapa menit. Akhirnya mobil Daniel tiba di salah satu restoran mewah yang berada di Jepang. Daniel sudah memesan ruangan VIP yang berada di lantai atas.


Daniel pun turun dari dalam mobilnya dan berjalan membukakan pintu untuk Anna. Tangannya terulur pada Anna. Dan dengan ragu Anna pun menyambut uluran tangan pria itu.


Mereka pun berjalan masuk ke dalam restoran. Salah satu pelayan menuntun Daniel dan Anna ke lantai atas menuju ruang VIP yang telah di pesan oleh Daniel.


Setelah sampai pelayan itu pun membukakan pintu dan mempersilahkan mereka untuk masuk. Setelah masuk Anna mengarahkan pandangannya ke sekitar. Di ruangan ini hanya ada satu meja makan yang lumayan besar untuk mereka. Di sudut ruangan ada kaca besar yang mengarah pada pemandangan laut dan jejeran bunga sakura. Dari lantai VIP yang berada di lantai atas ini, membuat pemandangan di luar terlihat sangat indah dan romantis.


Di tambah lagi di langit-langit ruangan ini berjejer lampu-lampu yang terbentuk dengan indah dan mempesona. Alunan melodi romantis juga terdengar mengalun indah memenuhi ruangan ini.


Tapi, entah mengapa Anna hanya menatap datar pemandangan itu semua. Dia sama sekali tidak merasa terpesona dengan keindahan tempat ini.


Daniel menarik salah satu kursi dan mempersilahkan Anna untuk duduk. Anna pun menatap Daniel dengan ragu dan duduk di kursinya.


Setelah Daniel duduk, seorang pelayan kembali masuk dan menyimpan sebotol anggur di tengah meja dan 2 gelas disana.


"Thank you" ucap Daniel pada pelayan itu.


Daniel pun mengarahkan pandangannya pada Anna dan tersenyum lembut.


"Kau suka tempat ini??" tanya Daniel pada Anna.


Anna terlihat terdiam sejenak lalu tersenyum tipis pada Daniel.


"Ya" jawab Anna singkat.


Daniel pun mengambil botol anggur dan menuangkannya sedikit ke dalam gelas untuk dirinya dan juga Anna.


"Cobalah, ini anggur lokal premium. Mereka membuatnya hanya di acara-acara khusus dan pembuatannya pun sedikit rumit. Rasanya juga sedikit berbeda dan khas dari anggur-anggur lain. Maka dari itu harga anggur ini bisa di bilang cukup tinggi" jelas Daniel lalu memberikan satu gelas untuk Anna.


"Aku tidak bisa minum anggur" ujar Anna pelan.


Daniel pun tersenyum mendengar ucapan Anna,


"Tenang saja, kandungan alkohol dalam anggur ini sangat rendah. Jika diminum sedikit tidak akan membuatmu mabuk" ujar Daniel.


Dengan ragu Anna pun mengambil gelas berisi anggur itu dan mencium aromanya. Anggur ini benar-benar harum dan menggoda. Perlahan Anna pun mencoba untuk meneguknya.


Setelah Anna meminum sedikit anggur itu, matanya terbelalak tidak percaya. Rasa anggur ini benar-benar segar. Dan sepertinya memang kandungan alkohol dalam anggur ini sangat rendah.


Daniel pun memperhatikan Anna dan tersenyum senang melihat reaksi gadis itu yang menikmati anggur tersebut.


"Bagaimana?? Kau suka??" tanya Daniel.


Anna pun menganggukkan kepalannya dan kembali meneguk anggur itu sampai habis.

__ADS_1


"Enak" ujar Anna senang.


Daniel pun kembali tersenyum melihat reaksi Anna yang sangat imut menurutnya.


"Baiklah, kau ingin makan apa??" tanya Daniel sambil membuka buku menu di depannya.


Anna menatap buku menu di depannya dengan tidak berselera. Hatinya terasa resah sekarang. Apakah dia harus berpura-pura sakit sekarang agar bisa segera pergi dari sini?? pikirnya bingung. Tapi Anna tidak tau dimana Alex menunggunya sekarang.


"Terserah kau saja" ujar Anna singkat.


Daniel pun hanya menganggukkan kepalanya dan mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan.


Seorang pelayan pun datang dan menghampiri meja mereka,


"Aku ingin pesan ini, ini dan yang ini. Dan berikan juga menu terbaik yang lain dari restoran ini" ujar Daniel pada pelayan itu.


Pelayan itu pun mengangguk mengerti lalu keluar untuk menyiapkan pesanan Daniel.


Anna terlihat sedikit resah di kursinya. Pandangannya mengarah ke setiap arah. Dimana Alex?? pikir Anna.


Daniel yang melihat tingkah Anna sedikit mengernyitkan dahinya bingung.


"Kau baik-baik saja??" tanya Daniel sedikit khawatir.


"A.. Aku baik-baik saja" ujar Anna tersenyum tipis.


Daniel pun menghembuskan nafasnya lega lalu kembali menatap Anna.


"Kupikir kau akan menolak ajakan makan malam ku hari ini" ujar Daniel tiba-tiba.


Anna menatap Daniel sesaat lalu menundukkan pandangannya.


"Aku hanya merasa tidak enak jika menolak ajakan teman masa kecilku" ujar Anna pelan.


Seketika Daniel terdiam dan merasakan dadanya terasa sesak saat mendengar ucapan Anna tadi. Teman masa kecil?? pikir Daniel.


Jadi Anna datang karena merasa tidak enak pada teman kecilnya. Daniel berpikir bahwa Anna telah mencoba untuk membuka hatinya padanya. Namun ternyata semua itu hanya sekedar harapannya saja.


"Ekhem... Jadi seperti itu..." bisik Daniel pelan, mencoba untuk menahan rasa sakit di dadanya.


Anna menatap Daniel dengan perasaan bersalahnya. Seharusnya dia tidak berkata seperti itu tadi. Namun, Anna hanya ingin Daniel mengerti bahwa dia sama sekali tidak bisa membuka hati untuknya. Selamanya Anna hanya akan menganggap Daniel sebagai temannya, tidak lebih dari itu.


"Tidak bisakah kau memberiku kesempatan dan mencoba untuk membuka hatimu padaku??" tanya Daniel menatap Anna penuh harap.


Anna terlihat bimbang sekaligus tidak tega melihat tatapan sendu Daniel. Dia benar-benar tidak bisa membuka hatinya untuk pria itu. Sekeras apapun Daniel mencoba Anna tidak akan pernah bisa mencintainya sebagai seorang pria.

__ADS_1


Saat Anna hendak membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Daniel. Seketika pintu ruangan itu terbuka dan seorang pelayan masuk sambil membawa makanan pesanan Daniel tadi.


Pelayan itu menghampiri Daniel dan menyimpan beberapa makanan di dekat Daniel. Lalu dia beralih pada Anna sambil meletakkan beberapa makanan juga di dekat Anna.


Anna memperhatikan pelayan pria itu yang menggunakan masker dan meletakan beberapa makanan di hadapannya. Tunggu, Anna merasa tidak asing dengan postur tubuh pelayan ini. Untuk ukuran seorang pelayan tubuh pria ini terlihat sedikit kekar dan maskulin.


Seketika pelayan itu menatap pada Anna dan mengedipkan sebelah matanya. Lalu berbisik pelan pada Anna.


"Kau sangat cantik..." bisiknya.


Anna pun membelalakkan matanya saat mendengar suara itu. Alex??? pikir Anna terkejut. Bagaimana bisa dia berpura-pura menjadi pelayan??


Alex pun membalikkan badannya pada Daniel dan menatap pria itu dengan tatapan membunuhnya. Sialan!!! Kekasihnya yang sangat cantik malam ini harus bersama dengan pria brengsek di depannya ini. Jika bukan karena rencananya Alex tidak akan mungkin membiarkan hal ini terjadi.


Alex pun membungkukkan badannya kearah Daniel dan melangkah keluar. Sebelum benar-benar keluar Alex menatap Anna penuh arti.


Anna yang mengerti tatapan Alex pun menutupi keterkejutannya dan berpura-pura terlihat tenang kembali. Dia tidak ingin Daniel curiga.


Tapi, bukankah Alex menyuruhnya untuk berpura-pura sakit, lalu Alex akan menjemputnya dan berpura-pura menjadi supir ayahnya?? Tapi kenapa sekarang dia menjadi pelayan?? Apakah rencananya telah berubah?? pikir Anna bingung.


"Makanlah, ini makanan terbaik di restoran ini. Kuharap kau akan suka" ujar Daniel mencoba untuk tersenyum kembali.


Anna pun terdiam sejenak lalu mulai mengambil makanannya. Mereka makan dalam diam, entah mengapa suasana menjadi canggung sekarang.


PRANG!!!


Suara sendok yang terjatuh di atas piring membuat Anna terkejut seketika. Pandangannya langsung tertuju pada Daniel yang sedang menyentuh kepalanya.


"Ada apa?? Kau baik-baik saja???" tanya Anna khawatir.


Daniel terlihat menutup matanya kuat dan mencoba untuk memfokuskan pandangannya pada Anna yang terlihat khawatir. Ada apa dengannya??? Kenapa matanya terasa sangat berat sekarang?? Daniel merasakan kantuk yang luar biasa saat ini.


"A.. Aku tidak tau... Aku merasa......" sebelum Daniel sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba kepalanya jatuh ke atas meja dan mulai tak sadarkan diri.


Anna yang panik lalu berdiri dan menghampiri Daniel,


"Daniel kau kenapa????" ujar Anna cemas.


Bersambung...


Hai, jangan lupa tinggalkan jejak ya.. Kasih like dan komennya ☺️


Dan terima kasih untuk pembaca setia yang selalu menunggu kelanjutan cerita ini ya 🙏❤️


Sayang kalian banyak-banyak ❤️❤️🤗

__ADS_1


__ADS_2