Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Menghabiskan Waktu Bersama


__ADS_3

Di sebuah taman hiburan yang tidak terlalu ramai, terlihat sepasang suami istri tengah menikmati kebersamaan mereka dengan penuh tawa dan kebahagian.


Sudah beberapa jam mereka berada disini, menghabiskan waktu sambil menaiki beberapa permainan..


Lebih tepatnya, hanya Alex yang menaiki beberapa wahana karena Anna yang sedang mengandung tentu saja tidak bisa menaikinya. Alex harus rela menjadi korban suruhan istrinya yang tidak bisa bebas menaiki wahana yang dia mau.


Sebelumnya, setelah sampai di taman hiburan ini, Anna terlihat sangat bersemangat untuk menaiki beberapa permainan. Tapi sayangnya, Alex melarang Anna dan memintanya untuk tidak naik satu pun wahana permainan karena pria itu tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada istri dan calon anaknya.


Dan, seperti inilah sekarang..


Pria itu sejak tadi telah menaiki beberapa wahana permainan seorang diri. Hampir semuanya telah di coba oleh Alex. Dia menuruti apa yang diinginkan oleh istrinya.


Jika Anna tidak bisa naik apapun, itu tandanya Alex yang harus menggantikannya untuk menaiki wahana yang dia inginkan.


Alex turun dari permainan kuda putar dengan memijit sedikit kepalanya yang terasa pusing. Sejujurnya dia tidak suka menaiki permainan yang kekanak-kanakan seperti ini. Jika bukan Anna yang meminta, Alex sama sekali tidak pernah ingin naik permainan konyol itu seumur hidupnya.


Anna terlihat tersenyum senang sambil menatap ke layar handphonenya. Sejak tadi gadis itu selalu memotret Alex setiap pria itu menaiki wahana permainan. Entah mengapa hal itu sangat menyenangkan untuknya. Mungkin itu keinginan bayi yang ada di dalam perutnya, pikir Anna.


"Apa ada lagi yang kau inginkan aku untuk menaikinya??" tanya Alex pelan sambil mengelap keringatnya.


Anna pun seketika menatap iba pada Alex dan mengelap keringat yang berada di kening pria itu dengan tangannya,


"Kurasa sudah cukup.. Kau sudah menaiki hampir semua wahana disini.." ujar Anna pelan dengan wajah sedikit bersalah.


"Maafkan aku telah merepotkanmu" lanjutnya.


Alex menatap kearah istrinya dan tersenyum lembut,


"Tidak perlu meminta maaf sayang.. Bukankah aku yang menyuruhmu untuk menggantikanmu naik??" tanyanya lembut sambil mengusap pelan pipi sang istri.


Anna pun menyentuh tangan Alex dan tersenyum. Alex mengangkat tangan sebelahnya dan melihat jam yang berada di pergelangan tangannya. Sekarang sudah pukul setengah 5 sore. Tidak terasa mereka telah menghabiskan waktu 3 jam disini,


"Ini sudah sore, apa kita lanjutkan bermain disini atau kau ingin kita pergi kemana lagi??" tanya Alex.


Anna terlihat berpikir sejenak dan menatap Alex sambil tersenyum manis,


"Aku lapar.. Bagaimana kalau kita pergi ke sebuah restoran??" tanya Anna pada Alex.


Alex mengangguk setuju dan masih mengusap lembut pipi istrinya,


"Kau ingin makan dimana??" tanya Alex lagi.


Anna kembali berpikir sejenak lalu menatap Alex dengan senyumannya,


"Aku ingin makan makanan korea.." ujarnya dengan semangat.


Alex terdiam sejenak dan tersenyum mendengar ucapan Anna,


"Makanan korea?? Tumben sekali.." tanya Alex.


Baru kali ini Alex mendengar Anna ingin makanan korea, biasanya gadis itu hanya menyukai ayam pedas dan lasagna saja,


"Aku ingin mencobanya, Jennie bilang makanan korea itu sangat enak dan pedas juga" ujar Anna membujuk.


Alex pun mengangguk dan tersenyum gemas pada istrinya,


"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi sekarang" ujarnya sambil menggenggam tangan Anna dan berjalan keluar dari taman hiburan.


~


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, akhirnya Alex pun menemukan sebuah restoran korea. Pria itu pun memarkirkan mobilnya dan bergegas keluar.


Alex membukakan pintu untuk Anna dan menggandeng tangan gadis itu untuk masuk. Hari sudah lumayan gelap dan langit pun terlihat mendung.


Keduanya melangkah masuk dan duduk di salah satu meja yang kosong.


Seorang pelayan wanita menghampiri meja mereka sambil membawa buku menu,


"Selamat malam.." sapanya sambil memberikan buku menu itu pada Anna.


Anna terlihat bersemangat dan mulai melihat-lihat menu yang disediakan di restoran itu. Gadis itu terlihat bingung untuk memilih, karena ini pertama kalinya dia mencoba makanan korea,


"Hmm... Makanan apa saja yang di rekomendasikan disini??" tanya Anna pada pelayan itu.


Pelayan itu pun tersenyum dan menerangkannya pada Anna,


"Ada beberapa makanan yang menjadi best seller di restoran kami seperti bulgogi, mie saus hitam manis, kimbab, seafood, ayam pedas mozarella..." ujar pelayan itu terpotong saat Anna langsung memberikan buku menu itu padanya.


"Kalau begitu, aku pesan semua menu-menu yang disebutkan tadi" ujarnya tersenyum.


Pelayan itu pun terdiam sejenak dan mengangguk sambil mengambil kembali buku menunya,


"Baiklah Nona, kalau begitu mohon di tunggu pesanannya" ujarnya ramah sambil tersipu melirik kearah Alex.

__ADS_1


Alex hanya dapat tersenyum di kursinya sambil melihat tingkah Anna yang terlihat begitu bersemangat,


"Kau yakin bisa menghabiskan semuanya??" tanya Alex dengan senyuman jahilnya.


Anna pun menatap suaminya itu dan mengangguk,


"Tentu saja.." ujar Anna percaya diri.


Alex tertawa gemas melihat wajah istrinya yang bersemangat itu.


Selang beberapa lama akhirnya makanan mereka pun telah tiba. Anna menatap takjub makanan-makanan itu dan tidak sabar untuk memakanannya.


Seorang pelayan pria hendak memasakkan potongan daging ke dalam panggangan yang berada di atas meja di samping Anna. Namun dengan cepat Alex mengangkat tangannya dan menatap pelayan itu dengan tatapan datarnya,


"Aku bisa melakukannya sendiri, kau boleh kembali" ujar Alex datar.


Pelayan yang menatap wajah Alex itu seketika mengangguk dengan canggung,


"Oh.. Baik Tuan.." ujarnya pelan.


Setelah itu pelayan itu pun pergi meninggalkan meja mereka. Anna menatap pelayan itu dan tertawa kecil. Sedangkan Alex dengan segera mengambil beberapa potongan daging dan mulai memanggangnya.


Anna menatap Alex yang terlihat ahli dalam memanggang daging. Setelah selesai, pria itu pun meletakkan beberapa potong daging pada piring Anna,


"Ini makanlah.." ujarnya lembut.


Anna pun dengan antusias mengambil dagingnya dan menyuapkannya ke dalam mulut,


"Wahh.. Ini enak sekali" ujarnya terkejut.


Lalu kemudian Anna pun mengambil sepotong daging dan menyuapkannya pada Alex,


"Aaaa..." ujarnya pada Alex menyuruh pria itu untuk membuka mulutnya.


Alex tersenyum pelan dan mulai membuka mulutnya,


"Enak kan??" tanya Anna.


Alex pun mengangguk menjawab pertanyaan Anna,


"Enak.. Ayo makanlah yang banyak" ujar Alex pada istrinya.


Anna pun mulai mengambil beberapa makanan lain yang berada di atas meja. Ternyata Jennie benar, makanan korea memang enak..


Saat sedang menikmati makanan mereka, terlihat di dalam restoran itu sedang menghidupkan lagu-lagu korea berserta layar yang memperlihatkan vidio music tersebut.


"Selain makanan, Jennie bilang dia juga sangat suka dengan pria-pria korea.." ujar Anna tiba-tiba.


"Ternyata mereka lumayan juga.." lanjut Anna sambil menatap kearah layar


/Cause I-I-I'm in the stars tonight


So watch me bring the fire and set the night alight/


Anna menganggukkan kepalanya sedikit sambil mendengarkan lagu yang di putar di restoran itu.


Seketika Alex berhenti mengunyah dan terlihat cemburu,


"Lumayan apanya??" tanya Alex tiba-tiba.


Anna pun mengarahkan pandangannya pada Alex dan memperhatikan wajah suaminya yang terlihat terbakar oleh cemburu. Sebuah ide seketika terlintas di pikiran Anna untuk mengerjai suaminya itu,


"Hmm.. Lumayan tampan" jawab Anna.


Alex pun terdiam mendengar ucapan Anna. Pria itu jelas sangat cemburu berat. Dia tidak suka jika Anna memuji pria lain.


Alex pun menyimpan sumpitnya dengan tidak berselera,


"Tampan apanya.. Mereka tidak ada apa-apanya!!!" ujar Alex pelan dan tajam.


Anna pun tertawa mendengar ucapan Alex. Gadis itu mengangkat tangannya dan menggenggam tangan Alex dengan lembut.


"Tapi... Jika di bandingkan dengan suamiku, jelas mereka akan kalah" ujarnya lembut.


Alex seketika mengangkat wajahnya dengan jantung yang berdebar. Emosinya seketika menghilang bagaikan api yang disiram oleh air. Begitu pula dengan suasana hatinya yang menjadi berbunga-bunga.


Seumur hidupnya Alex tidak pernah merasa tersentuh atau senang jika ada orang lain yang memujinya tampan atau sebagainya. Tetapi, jika Anna yang mengatakannya, Alex merasa sangat tersentuh dan senang bukan kepalang..


"Suamiku yang paling tampan.." ujar Anna lagi sambil berbisik pada Alex.


Seketika wajah pria itu pun merona merah. Anna yang melihat wajah Alex seketika sedikit terkejut.


"Wajahmu memerah.." ujar Anna menggoda Alex.

__ADS_1


Alex dengan cepat menyentuh pipinya dan berusaha tenang,


"Tidak... A.. Aku hanya merasa sedikit kepedasan dengan makanan ini" ujarnya mengelak sambil menunjuk ayam pedas di depannya.


Anna pun tertawa mendengar ucapan Alex,


"Iya.. Iya, baiklah" ujarnya sambil tertawa kecil.


Mereka pun kembali menikmati makan malam mereka dengan suasana yang lebih romantis.


Setelah beberapa lama akhirnya semua makanan di meja mereka pun telah habis tak bersisa. Alex menatap takjub dan tersenyum melihat Anna yang telah menghabiskan semua makanannya,


"Ah.. Kenyang sekali..." ujar Anna pelan.


Alex membersihkan sudut bibir istrinya dan mengusapnya lembut,


"Nafsu makanmu benar-benar bagus sekarang" ujarnya tersenyum.


Anna mendekatkan wajahnya pada Alex dan menatap pria itu dengan serius,


"Kalau nantinya badanku membesar bagaimana??" tanyanya.


Alex menatap mata istrinya dalam dan mengusap wajahnya dengan lembut,


"Aku tidak peduli.. Yang penting kau bahagia dan selalu hidup bersama denganku" jawabnya serius.


Anna terdiam mendengar ucapan Alex dan tersenyum tanpa mengatakan sepatah katapun.


Gadis itu pun mengarahkan pandangannya keluar jendela,


"Diluar hujan.. Apakah kita langsung pulang saja??" tanyanya pada Alex.


Alex pun mengikuti arah pandang Anna dan mengangguk pelan,


"Aku akan mengambil payung" ujarnya.


Setelah itu Alex pun mengambil payung yang tersedia di restoran itu dan merangkul tubuh Anna untuk masuk ke dalam mobil.


Pria itu mulai menyalakan mobilnya dan melaju meninggalkan restoran tadi untuk kembali pulang,


"Apa kau senang hari ini??" tanya Alex.


Anna pun menatap Alex dan mengangguk cepat,


"Aku sangat senang.. Terimakasih.." ujarnya lembut.


Alex mengarahkan pandangannya pada Anna dan tersenyum sambil menggenggam tangan istrinya dengan satu tangannya,


"Sama-sama sayang.. Aku senang jika kau senang" balasnya lembut.


CUP!!


Pria itu pun mengecup tangan istrinya dan kembali memfokuskan pandangannya untuk mengemudi.


Setelah beberapa lama perjalanan, akhirnya mobil Alex pun telah tiba di halaman rumah. Hujan terlihat masih cukup lebat.


Pengawal Alex dengan cepat menghampiri mobil sambil membawa payung. Namun Alex menolak dan membawa payungnya sendiri sambil merangkul Anna untuk masuk, namun salah satu pengawal menghampiri Alex untuk melaporkan sesuatu,


"Tuan, maaf.. Ada seorang wanita yang telah menunggu Tuan sejak tadi. Dia berada di ruang tamu.." lapornya.


Alex memicingkan matanya dan menatap pengawal itu dengan tajam,


"Siapa?? Mengapa kau sembarangan membiarkan orang lain masuk tanpa seizinku???" tanya Alex marah.


Anna mencoba menyentuh tangan Alex untuk menenangkannya. Pengawal itu terlihat menunduk takut,


"Ma.. Maaf Tuan, tetapi... tetapi Bibi Van yang mengizinkannya untuk masuk. Baru saja orang itu masuk, karena dia kehujanan di luar sini" ujarnya takut.


Alex pun memicingkan matanya, Bibi Van??


Jika Bibi Van mengizinkan orang lain masuk, itu tandanya tamu itu bukanlah orang asing, pikir Alex.


Lalu siapa yang bertamu?? pikirnya.


Bersambung..


Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️


Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏


Terimakasih..


Dan, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya, apalagi buat ibadah 😁🥰

__ADS_1


Yuk ramaikan kolom komentarnya, sepi nih.. 😔


Pembaca pada ngilang, bikin semangat juga ilang 🤧


__ADS_2