
"Miranda Ghostfield?? Kau di undang olehnya???" tanya Roy.
Alex pun menatap acuh undangan di tangan Roy,
"Begitulah..." ujar Alex singkat.
Roy terlihat berpikir sejenak, sepertinya dia tidak asing mendengar nama ini.
Dimana dia pernah melihatnya ya??? pikir Roy.
"Ahhh!! Aku ingat, dia adalah putri dari Zack Ghostfield. Pengusaha sukses itu.. Tapi sayang Zack Ghostfield telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Dan semua warisan juga perusahaannya jatuh pada putri semata wayangnya ini" ujar Roy menerangkan.
Pria itu kembali menatap undangannya dan membacanya,
"Aku tidak tau kau kenal dengannya, sampai-sampai dia mengundangmu ke pesta pembukaan kosmetik barunya. Kudengar, dia adalah orang yang sangat pemilih, arogan dan suka seenaknya. Sifatnya terkenal sangat buruk.." lanjut Roy.
Roy pun menyimpan undangannya dan menatap Alex,
"Tapi.... Aku tidak heran dia mau bekerjasama denganmu... Itu karena kau tampan dan menjadi incaran para wanita. Kurasa, wanita ini tertarik padamu" ujar Roy curiga.
Alex menatap Roy datar dan menghela nafasnya pelan,
"Aku tidak tertarik sama sekali! Jika hanya itu alasan dia berinvestasi di perusahaanku, dia salah besar!!!" ujar Alex tajam.
Roy pun menyeringai dan mengangguk pelan,
"Lihatlah suami setia ini... Ahh.. Jika aku seorang wanita aku juga akan tertarik pada wajah tampanmu" ujar Roy menggoda.
Alex mendelik tajam pada Roy dan kembali membaca laporannya,
"Baiklah... Kurasa sudah cukup aku curhat padamu" ujar Roy sambil berdiri dari duduknya.
"Oh iya, titip salamku untuk istrimu ya.." ujar Roy sambil mengedipkan matanya untuk menggoda Alex.
Seketika Alex mendelik tajam padanya dengan wajah penuh kecemburuan,
"Kau ingin mati!!!" ujar Alex tajam.
Roy pun tertawa pelan dan melangkah mundur mendekati pintu,
"Ya ampun... Memangnya salah jika aku menitip salam padanya??? Kau terlalu posesif Alex.." sindir Roy.
Alex pun dengan cepat berdiri dari duduknya untuk mengejar Roy. Roy dengan sigap berlari mendekati pintu dan membukanya,
"Haha aku hanya bercanda kawan!! Kalau begitu sampai jumpa!!!" teriak Roy sambil berlari meninggalkan ruangan Alex.
Alex menghela nafasnya dan duduk kembali di kursinya. Roy memang selalu bisa membuatnya kesal. Pria cerewet itu memang menyebalkan, ujar Alex dalam hatinya.
-
Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore. Para perias telah tiba sejak tadi untuk membantu Anna bersiap-siap ke pesta malam ini.
Sebuah mobil memasuki pekarangan rumah dan memarkirkannya. Lalu seorang pengawal dengan sigap membukakan pintu mobil untuk majikannya.
Alex keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah. Bibi Van berpapasan dengan Alex dan membungkukkan badannya pada pria itu,
"Selamat sore Tuan" ujar Bibi Van.
Alex mengangguk pelan pada Bibi Van,
"Selamat sore Bibi" jawab Alex.
__ADS_1
"Oh iya, apakah para perias sudah tiba??" tanya Alex.
Bibi Van pun mengangguk menjawab pertanyaan Alex,
"Sudah Tuan, Nona saat ini tengah bersiap-siap" ujarnya.
Alex pun tersenyum dan mengangguk,
"Baiklah, aku juga akan bersiap" ujar Alex, lalu melangkah ke lantai 2.
Setelah beberapa jam, akhirnya para perias itu telah siap mendandani Anna. Hari sudah mulai gelap, perias itu pun kembali merapihkan rambut Anna dan tersenyum senang melihat hasilnya.
"Sudah selesai Nona.. Seperti biasa, anda benar-benar sangat cantik dan mempesona!" puji perias itu.
Anna menatap wajahnya di depan cermin dan tersenyum lembut,
"Kau terlalu berlebihan.." ujar Anna merendah.
Anna menatap gaun nude nya dan juga rambutnya yang di buat sedikit bergelombang dan di ikat setengah. Riasannya terlihat sangat simpel dan natural namun membuatnya terlihat lebih cantik dan elegan.
Tok..
Tok..
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Salah satu perias pun melangkah mendekati pintu dan membukanya.
"Oh Tuan Alex... Nona sudah siap" ujar perias itu saat melihat Alex yang berada di balik pintu.
Alex pun mengangguk pelan dan masuk ke dalam kamar. Anna berdiri dari duduknya dan tersenyum menatap kedatangan Alex.
Pria itu telah siap dengan setelah jas hitamnya. Rambutnya ditata sedikit berantakan, membuat wajahnya seribu kali lebih tampan. Diam-diam Anna terpesona dengan ketampanan suaminya itu.
Pria itu membalas senyuman manis istrinya dan melangkah mendekatinya,
Para perias itu pun tersenyum penuh arti dan membungkuk pelan pada Alex,
"Baiklah, kami permisi Tuan" ujar salah satu dari mereka.
Para perias itu pun keluar dari kamar dan menutup pintunya. Alex telah berdiri di hadapan Anna sambil terus menatapnya dengan tatapan terpesonanya.
"Kau sangat cantik..." bisik Alex dalam.
Pria itu pun meraih pinggang istrinya dan memeluknya erat,
"Kau selalu berhasil membuatku tergila-gila" bisik Alex intens di telinga Anna sambil mengecupnya dengan lembut.
Anna pun seketika menggeliat di dalam pelukan hangat suaminya. Alex mulai melancarkan ciumannya pada leher gadis itu dan semakin memeluknya dengan erat.
Anna dapat merasakan tubuh bawah pria itu telah menegang. Gadis itu pun mencoba mendorong dada suaminya dengan pelan,
"Sayang... Kita harus berangkat" ujar Anna tertahan.
Alex tidak mengidahkan ucapan Anna dan semakin menciumnya dengan ganas,
"Bisakah kita tidak pergi ke pesta dan menghabiskan malam ini dengan bercinta semalaman??" bisik Alex dengan suara seraknya.
Anna menutup matanya pelan dan mencoba kembali menghentikan aksi suaminya itu,
"Sayang... Kita harus ke pesta itu sekarang. Hanya sebentar saja, setelah itu kita kembali ke rumah" ujar Anna membujuk.
Alex terlihat enggan melepaskan pelukannya, namun Anna menyentuh dadanya dan mengecup pipinya dengan lembut,
__ADS_1
"Ayolah sayang..." bujuk Anna lagi.
Alex pun menghela nafasnya pelan dan mulai menjauhkan tubuhnya dari Anna,
"Baiklah, hanya sebentar saja ya" ujar Alex pasrah.
Anna pun tersenyum dan mengangguk cepat,
"Iya.." ujarnya lembut.
Alex pun mengecup bibir Anna dan menggenggam tangan istrinya,
"Baiklah, ayo kita berangkat sekarang" ujarnya.
Mereka pun akhirnya melangkah bersama dan berangkat menuju tempat pesta.
-
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Alex dan Anna telah sampai di tempat pembukaan kosmetik milik Miranda.
Banyak sekali tamu kelas atas yang telah datang. Termasuk para wartawan yang telah berjejer untuk mengambil foto.
Alex menuntun Anna untuk melangkah masuk ke dalam gedung. Terlihat Anna berjalan sedikit gugup, gadis itu memang tidak pernah menyukai pesta dan keramaian.
Alex mengusap tangan istrinya dengan lembut untuk menenangkannya. Pria itu mengecup tangan Anna dan tersenyum lembut padanya. Para wartawan yang melihat hal itu dengan segera berbondong-bondong untuk memotret foto romantis dari pasangan pengantin baru itu.
Terlihat seorang wanita menatap kehadiran mereka dengan tatapan tajamnya. Miranda mendengus kesal dan mengepalkan tangannya kuat,
"Tenang Miranda... Rencanamu hari ini pasti berhasil" bisiknya pada diri sendiri.
Miranda pun melangkah mendekati Alex dan Anna dengan senyum ramah palsunya,
"Selamat malam Tuan dan Nona Wijaya, senang sekali kalian menyempatkan hadir pada malam hari ini" ujarnya ramah.
Anna pun membalas senyuman Miranda dan bersalaman dengannya,
"Sama-sama Nona Miranda, selamat atas pembukaan toko kosmetiknya" ujar Anna tersenyum tulus.
Miranda mengangguk pelan dengan senyum manisnya,
"Terimakasih banyak, kau sangat cantik sekali malam ini. Pantas saja Tuan Alex jatuh cinta padamu" ujar Miranda bergurau.
Anna tersenyum tipis mendengar ucapan Miranda sedangkan Alex sejak tadi tidak menatap wanita di depannya itu sedikit pun. Miranda yang menyadari hal itu pun merasakan sakit di hatinya, tetapi wanita itu masih terus memaksakan senyumannya.
Tiba-tiba sesosok pria masuk ke dalam gedung dengan langkah pelannya. Miranda yang melihat pria itu seketika tersenyum senang dalam hatinya.
'Akhirnya pria itu datang' ujarnya senang dalam hati.
"Selamat malam Tuan Daniel.." ujar Miranda senang sambil menghampiri Daniel yang berada di belakang Alex dan Anna.
Seketika Anna dan Alex pun membalikkan tubuhnya dan menatap kearah Daniel.
Ketiganya sama-sama terkejut saat bertemu kembali. Daniel seketika terdiam saat melihat tangan Anna dan Alex yang saling menggenggam dengan mesra.
Sedangkan Alex..
Pria itu terlihat menggertakkan giginya kuat sambil menahan amarah.
Miranda yang menyadari hal itu seketika tersenyum dalam hatinya. Sepertinya rencananya kali ini akan berhasil.. pikirnya percaya diri..
Bersambung..
__ADS_1
Halo, dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya 😘
Terimakasih ❤️❤️