Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Penolakan


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Alex terlihat mengenakan kacamata bacanya dan masih berkutat dengan beberapa berkas kantor yang harus di periksanya.


Setelah menghukum Harry untuk kerja lembur selama 24 jam penuh hari ini. Sekretarisnya itu baru saja mengirimkan beberapa laporan melalui email pribadinya.


Alex yang kebetulan tidak bisa tidur, memilih untuk bekerja dan memeriksa laporan yang di kirimkan oleh Harry.


Sebenarnya dia ingin sekali tidur dan beristirahat. Tapi, entah mengapa rumah ini tidak begitu nyaman untuknya. Alex sebelumnya tertidur sejenak, namun tiba-tiba mimpi buruknya dulu menghantuinya kembali dan membuatnya memilih untuk terjaga sepanjang malam.


Mungkin karena rumah ini memiliki kenangan yang buruk bagi Alex dan membuatnya tidak nyaman berada disini.


Alex ingin sekali mendatangi Anna di kamarnya. Tapi dia takut mengganggu Anna yang sudah tertidur.


Setelah selesai dengan berkas pertama, Alex melepaskan kacamatanya dan berjalan keluar kamar untuk mengambil segelas air di dapur. Lampu semua ruangan terlihat redup. Alex berjalan dengan santai menuruni tangga menuju dapur di lantai bawah.


Saat sudah berada di lantai bawah, Alex mendengar suara pintu utama terbuka dengan pelan. Telinga tajamnya dapat mendengar decitan pintu itu dan pandangan tajamnya pun langsung mengarah pada pintu yang tak jauh dari posisinya sekarang.


Ruangan yang cukup gelap membuat Alex tidak begitu jelas melihat siapa seseorang yang baru saja masuk. Dia memicingkan matanya dan melihat seseorang berjalan dengan sedikit sempoyongan kearahnya.


Alex hanya diam di tempatnya dan menunggu seseorang itu mendekat.


Matanya pun memicing tajam saat melihat seorang gadis dengan pakaian yang cukup terbuka berjalan sedikit sempoyongan menuju kearah tangga.


Key terlihat menyentuh kepalanya yang sedikit pusing, dan berjalan dengan hati-hati menuju kamarnya sambil mengendap-endap.


Saat hampir sampai di dekat tangga, Key pun mengangkat pandangannya dan menatap Alex yang sedang berdiri di depannya dengan tatapan dinginnya.


"K.. Kau" ujar Key terkejut.


DEG!!


Seketika Key merasakan jantungnya berdegup kencang saat bertatapan dengan Alex. Pria itu terlihat sangat tampan walau dalam keadaan ruangan yang redup seperti ini.


Apakah pria itu sedang menunggunya??? pikir Key percaya diri.


"A... Apa yang kau lakukan disini???" tanya Key gugup.


Alex menatap tajam gadis di depannya itu lalu berlalu begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Key.


Key yang merasa di acuhkan seketika mengepalkan tangannya dan menatap punggung Alex yang hendak melangkah ke arah dapur.


GREP!!!


Tiba-tiba dengan berani Key memeluk tubuh Alex dari belakang. Entah karena pengaruh alkohol atau tidak, gadis itu bisa melakukan hal yang cukup nekat seperti ini. Dia pun tidak sepenuhnya sadar dan hanya mengikuti kata hatinya saja.


"Kenapa kau begitu dingin padaku..." bisik Key.


Gadis itu semakin mengeratkan pelukannya dan sedikit menekan dadanya pada punggung kekar Alex untuk menggoda pria itu. Alex hanya menggunakan kaos putih yang cukup tipis dan otot tubuhnya dapat terlihat cukup jelas. Membuat Key tergoda untuk menyentuhnya.


Alex menggertakkan giginya kuat untuk menahan amarah yang sudah bergejolak di dalam tubuhnya. Dia paling benci jika seorang wanita menyentuh tubuhnya, kecuali kekasihnya Anna.


"Lepaskan tanganmu sebelum aku menyakitimu!!!!!" geram Alex tertahan.


Key yang mendengar hal itu menggelengkan kepalanya kuat dan semakin mengeratkan pelukannya pada pria itu,


"Tidak!! Biarkan aku memelukmu..." bisik Key.


"Aku... Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu.. Walaupun kau adalah kakak sepupuku, tapi aku tidak bisa mengabaikan gejolak di dalam dadaku padamu" lanjutnya menahan tangis.

__ADS_1


"Aku lebih baik dari pada dia.... Tubuhku lebih menggoda dari pada dia... Aku tidak keberatan jika aku menjadi yang kedua untukmu" lanjut Key berani.


"Aku......"


BRUK!!!!!


"Aaarrrggghhhhhhhhh!!!!!!!!!" teriak Key saat dengan kasar Alex mendorong tubuhnya sampai tersungkur di atas lantai.


Key merintih kesakitan dan menatap tangannya yang lecet dan terluka.


"Menjijikkan!!!!!!!!" bisik Alex tajam.


Dengan cepat Key mengarahkan pandangannya pada Alex yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuhnya. Seketika bulu kuduk Key meremang dan dia ketakutan setengah mati.


'Pria ini sangat mengerikan!!' jerit Key dalam hatinya.


Key merangkak mundur saat Alex menghampirinya dengan langkah pelannya, namun sangat mengintimidasi.


"Ma.... Maafkan aku......" bisik Key ketakutan.


Alex mendekati Key dan sedikit menunduk untuk mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu.


"Jangan berani kau bandingkan dirimu yang menjijikkan ini dengan kekasihku!!" bisiknya tajam.


Key menatap Alex dengan nafas yang memburu dan keringat pun menetes di keningnya.


"Jika kau bukan anak dari bibiku, mungkin aku sudah membunuhmu!!!!!" bisiknya lagi tajam.


KLIK!!!!!


"Key!!!! Kau kah itu?????" ujar seseorang.


Donna pun melangkah kearah ruang tamu dan melihat Alex yang sedang berdiri di dekat Key, dan juga putrinya yang sedang tersungkur di atas lantai.


"Key... Alex.. Apa yang terjadi???" tanya Donna sedikit cemas.


Alex memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan menatap acuh pada bibinya itu.


"Aku tidak sengaja menabraknya sampai terjatuh. Sepertinya dia baru saja pulang dan... mabuk" ujar Alex tajam.


Key pun menundukkan wajahnya tidak berani menatap Alex yang berada di depannya.


"Apa??? Key!!!! Apa kau mabuk????? Ya Tuhan!!!!!" gerutu Donna tidak habis pikir.


"Kau tidak lihat sekarang sudah jam berapa???? Berani sekali kau keluar dan mabuk-mabukan!!! Aku akan adukan pada ayahmu!! Ayo kemari!!! Ibu akan menghukum mu" teriak Donna sambil mengangkat tubuh Key dengan kasar.


Key pun hanya diam dan pasrah saat Donna mengomelinya. Sepertinya di hukum oleh ibunya jauh lebih baik dari pada harus bertatapan dengan pria menakutkan di depannya ini, pikir Key ketakutan.


"Alex... Maaf ya sudah merepotkanmu" ujar Donna.


"Aku akan membawanya ke kamar" lanjut Donna, lalu membawa Key pergi ke kamarnya.


Alex pun menatap tajam kepergian mereka dan kembali ke kamarnya dan melupakan niatnya awalnya untuk membawa segelas air tadi. Mood nya menjadi berantakan dan dia merasa harus mandi sekarang untuk menghilangkan jejak wanita lain di tubuhnya.


-


Matahari terlihat sudah menampakkan dirinya di atas langit. Anna sudah terbangun sejak tadi.

__ADS_1


Setelah membersihkan dirinya, gadis itu terlihat sedang membersihkan kamarnya.


Tok..


Tok...


Terdengar suara ketukan dari pintu kamarnya. Dengan cepat gadis itu menghampiri pintu dan membukanya.


"Selamat pagi, sayang" ujar Alex tersenyum lembut.


Anna pun membalas senyuman pria itu,


"Selamat pagi" balasnya.


Alex pun mencium kening Anna dan menuntunnya masuk ke dalam kamar. Setelah itu, Alex menuntun tangan gadis itu kearah dasi yang belum tersimpul di kemejanya.


"Bisakah kau pasangkan untukku" ujar Alex dengan senyuman jailnya.


Anna pun tersenyum dan mengangguk pelan. Pandangan Alex tidak pernah lepas dari wajah kekasihnya itu yang sedang fokus memasang dasinya.


Anna yang terus di perhatikan, merasa sedikit salah tingkah dan mempercepat pekerjaannya.


"Semalam aku tidak bisa tidur" ujar Alex mengadu.


Anna pun mengangkat wajahnya dan menatap wajah Alex yang terlihat lelah,


"Kenapa?? Apa ada yang mengganggu pikiranmu???" ujar Anna cemas.


Gadis itu menaruh tangannya di pipi Alex dan mengusapnya lembut. Alex menutup matanya dan menikmati sentuhan Anna di wajahnya.


"Badanmu sedikit panas" ujar Anna khawatir.


Alex pun terdiam dan menyentuh tangan Anna yang berada di pipinya.


"Mungkin karena aku tidak begitu nyaman berada disini" ujar Alex.


Anna pun menghela nafasnya dan menatap Alex dengan serius,


"Kau harus membiasakannya Alex..." ujar Anna lembut.


"Lalu... Apa yang bisa ku lakukan untuk membantumu?? Kau harus cukup tidur agar badanmu kembali segar dan sehat" lanjutnya.


Alex pun terlihat berpikir dan sebuah seringai tipis muncul di bibirnya,


"Mungkin kau harus menemaniku tidur...." bisik Alex menggoda.


Bersambung...


Dukung selalu cerita ini 🤗🤗


Mohon kasih bantu like, komen, vote dan hadiahnya yang banyak 🙏🙏


Entah mengapa nih semangat menulis semakin menurun 😔🙄


Semangat aku...


Nyemangatin diri sendiri dulu 💪

__ADS_1


__ADS_2