
Seorang penjaga berbadan kekar hendak berjalan ke arah sebuah kamar. Kakinya menaiki tangga menuju lantai 2 di rumah mewah itu. Sebuah foto keluarga terpajang besar di dinding yang mengarah ke tangga. Ornamen dan barang-barang di rumah itu terlihat sangat mewah dan mahal. Orang yang melihatnya pun akan berdecak kagum melihat kemewahan rumah itu.
Setelah berada di lantai 2, penjaga itu mengambil sebuah kunci di dalam saku celananya lalu membuka salah satu pintu.
CKLEK!!!
Pandangannya mengarah ke sebuah tempat tidur besar yang terlihat kosong dan rapih.
"Tuan!!!" seru penjaga itu mencoba memanggil seseorang.
Kini langkahnya mengarah ke sebuah kamar mandi yang berada di sudut ruangan dan mencoba membukanya.
CKLEK!!!
Penjaga itu membuka pintu kamar mandi, namun nihil tidak ada siapapun di dalam sana. Dengan sedikit panik dia mengitari seluruh penjuru kamar dan tidak menemukan seseorang yang dicarinya.
Lalu pandangannya pun mengarah ke sebuah tirai jendela yang bergerak terhembus angin. Dengan kasar dia menarik tirai itu dan melihat besi penghalang jendela telah terbuka dan rusak. Kaca jendelanya pun sudah terbuka lebar.
"SIAL!!!!!" teriaknya.
Lalu dia pun berjalan cepat meninggalkan kamar itu untuk menemui seseorang. Setelah turun kembali ke lantai bawah, penjaga itu mengetuk sebuah pintu besar yang tertutup.
Tok... Tok...
"Permisi Tuan, ada hal penting yang ingin aku sampaikan" ujarnya gugup.
Setelah menunggu beberapa lama, pintu pun di buka oleh salah satu pelayan yang berada di dalam kamar. Dengan segera penjaga itu masuk mendekati seorang pria paruh baya yang sudah tua dengan rambut putihnya yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur menikmati sarapannya. Penjaga itu pun membungkuk pada pria paruh baya itu.
"Tu... Tuan..." ujar penjaga itu sedikit ketakutan.
Dengan mata tajamnya pria paruh baya itu menatap tidak sabar pada penjaga di depannya,
"Cepat katakan!!" ujarnya tegas.
Pelayan itu pun kembali membungkuk dalam,
"Tuan Alexander... Tuan Alexander berhasil melarikan diri!!" ujarnya cepat.
Pria paruh baya itu terbelalak dan menghela nafasnya kasar. Lalu tiba-tiba dia menyentuh kepalanya yang terasa berat.
"Tuan.. anda baik-baik saja???" tanya penjaga itu khawatir.
Penjaga itu pun dengan sigap menyandarkan tubuh pria paruh baya itu di atas bantal.
"Hah... Sudah kuduga... Anak nakal itu!! Cepat cari dia!!!" ujar pria paruh baya itu sambil memijit kepalanya.
Penjaga itu pun mengangguk mengerti lalu membungkukkan badannya kembali,
"Baik Tuan!!" ujarnya lalu melangkah pergi.
Pria paruh baya itu menutup matanya kuat menahan kekesalan,
"Diana.... Putramu benar-benar anak yang liar!!" gerutunya.
-
Anna mengerjapkan matanya perlahan, kepalanya terasa sangat berat dan sakit. Kesadarannya belum sempurna. Matanya perlahan terbuka dan melihat kearah langit-langit putih di atasnya.
'Dimana ini???' pikir Anna dalam hatinya.
__ADS_1
Gadis itu merasakan tangan sebelahnya terasa berat dan hangat. Seketika pandangan gadis itu mengarah ke sisi kanan dan melihat wajah Daniel yang sedang tertidur sambil menggenggam tangannya.
Perlahan Anna mencoba mengangkat tangannya untuk melepaskan genggaman tangan Daniel di tangannya. Namun gerakan itu membuat Daniel seketika terbangun dari tidurnya. Tatapan pria itu pun langsung menatap Anna dengan terkejut.
"A.. Anna kau sudah sadar???" tanya Daniel senang.
Pria itu dengan cepat menyentuh kembali tangan Anna dan mengusap keningnya dengan lembut.
"Syukurlah... Aku sangat senang kau baik-baik saja" bisik Daniel tulus.
Anna hanya menatap datar pada Daniel. Lalu tatapannya kembali mengarah ke sekitar ruangan.
"Dimana ini??" bisik Anna pelan.
Daniel menyentuh pipi Anna dan tersenyum lembut,
"Sekarang kita berada di rumah sakit" jawab Daniel.
"Kemarin kau pingsan setelah kehujanan, lalu aku membawamu kesini" lanjutnya.
Anna pun mengernyitkan keningnya dan mencoba kembali mengingat apa yang sebenarnya terjadi. Setelah gadis itu mengingat semua, seketika Anna pun langsung mencoba bangkit dari tidurnya.
"Alex!!!" ujar Anna cemas.
Dengan cepat Daniel pun mencoba menahan tubuh Anna di tempat tidur.
"Anna, Sudah cukup!! Kau sedang sakit... istirahatlah!!" ujar Daniel membujuk.
Anna pun menggeleng kuat dan matanya mulai berkaca-kaca,
"Tidak!! Aku harus..." ujarnya terpotong.
William pun melangkah mendekati Anna,
"Sudah cukup Anna!! Diam dan beristirahatlah" ujarnya kembali.
Anna pun menatap William sekilas lalu membuang pandangannya. Sedangkan Daniel hanya bisa menghela nafasnya dalam.
"Daniel, tolong panggilkan dokter, beritahu dia bahwa Anna sudah sadar" ujar William.
Daniel pun sedikit ragu lalu mengangguk mengerti. Sebenarnya dia tidak tega meninggalkan Anna, tapi melihat tatapan tajam William, Daniel pun dengan terpaksa harus meninggalkan Anna dengan ayahnya itu.
Setelah Daniel pergi, William pun berjalan mendekati Anna.
"Istirahatlah!! Dan berhentilah bersikap kekanak-kanakan. Kau tau Daniel sudah menunggumu semalaman disini. Dan tentang pria itu... Seharusnya kau bisa menerima kenyataan, Anna" ujar William tegas.
"Berhenti berbicara tentang pria itu. Dia sudah memberikan pengaruh buruk untukmu!! Lagipula dia sudah meninggal dunia" lanjut William.
Anna mengepalkan tangannya dalam diam mendengar ucapan William. Lalu menatap pria itu dengan tajam.
"Dia belum meninggal!!" ujar Anna tajam.
"Dan asal ayah tau, perasaan seseorang itu tidak bisa di paksakan. " lanjutnya.
William menghela nafasnya dan kembali menatap Anna,
"Kau masih terlalu muda, kau tidak mengerti apa itu cinta!!" ujar William tajam.
Anna tersenyum sinis lalu menatap ayahnya dengan tatapan meremehkan,
__ADS_1
"Benarkah?? Lalu bagaimana dengan ayah??Apa ayah mengerti tentang cinta??? Ayah bahkan gagal dalam membina rumah tangga!!!" ucap Anna tajam.
Seketika William membelalakkan matanya dan menatap tajam pada Anna,
"Cukup!!!!!" teriaknya.
Anna tidak mengidahkan perkataan William dan tetap menatapnya,
"Bukankah ayah tau bagaimana rasanya menikah dengan orang yang tidak ayah cintai??" tanya Anna yang mulai berkaca-kaca.
"Lalu.... apakah ayah mengerti bagaimana perasaan seorang anak yang tumbuh dengan orang tua yang selalu bertengkar setiap hari karena tidak ada cinta di antara mereka!!!" ujar Anna gemetar.
"Kau tau bagaimana perasaanku???" tanya Anna tajam.
Setetes air mata pun menetes di pipinya. Lalu dengan kasar Anna pun menghapus air matanya.
"Ayah selalu egois!! Tidak pernah mengerti perasaanku, perasaan ibu!!" lanjutnya.
"Apakah ayah sadar?? Ayah telah mengulang kisah masa lalu ayah padaku??" tanya Anna tajam.
"Aku tidak ingin hidup seperti ayah ataupun Diana!!!!" teriaknya.
DEG!!!
Seketika William merasakan tamparan keras di hatinya. Dadanya terasa sesak bagaikan di hantam ribuan batu besar. Hatinya merasa sakit dan hancur berkeping-keping setelah mendengar ucapan Anna.
William pun menyentuh dadanya dan terdiam sambil menutup rapat matanya. Apakah dia telah seegois itu?? pikirnya sedih.
William pun menatap Anna dan membuka mulutnya hendak berkata sesuatu. Namun suara pintu terketuk menghentikannya,
Tok.. Tok...
Lalu pintu pun terbuka dengan perlahan,
Seketika Anna pun tertunduk dan menghapus kasar air matanya. William pun mengarahkan pandangannya keatas dan menyentuh kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit.
"Permisi... Syukurlah Nona sudah sadar, aku akan memeriksa Nona terlebih dahulu" ujar seorang dokter yang langsung masuk menghampiri Anna.
Daniel terdiam di depan pintu dan menatap wajah William yang terlihat tidak baik-baik saja. Daniel bisa merasakan dinginnya ruangan ini setelah dia masuk. Tatapan William dan Anna tidak bisa berbohong.
William dengan segera menghampiri Daniel lalu menepuk pundaknya,
"Tolong kau jaga dulu Anna, aku akan keluar sebentar" ujar William pelan.
Daniel pun mengangguk, dan melihat kepergian William. Seketika Daniel menunduk dan merasakan sesak di dadanya. Siapa menyangka bahwa dia telah mendengar percakapan antara ayah dan anak itu sejak tadi.
Dia mengurungkan niatnya untuk masuk saat mendengar pertengkaran diantara mereka. Daniel pun menyentuh dadanya, lalu menatap Anna yang sedang di periksa oleh dokter dengan tatapan kosongnya.
Dia tidak tau bahwa gadis itu telah begitu menderita selama ini. Masa kecilnya begitu menyedihkan, hatinya ikut hancur saat mengetahui masa lalu Anna.
Jika dia meneruskan pertunangannya dengan Anna, apakah itu akan membuat gadis itu menderita juga??
Apakah dia harus menyerah sekarang??? pikirnya sedih.
Bersambung...
Apakah Daniel akan menyerah??
Keep support this story 🥰
__ADS_1
Jangan lupa kasih like dan komentarnya ya 🙏❤️