
"Baiklah.. Kurasa rapat hari ini cukup sampai disini" ujar Alex serius.
Para petinggi lain pun mengangguk setuju. Setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya rapat hari ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan.
Para petinggi lain cukup terkesan dengan masukan-masukan Alex. Pria itu berubah 180 derajat setelah perdebatan tadi. Alex menjadi sangat cekatan dan serius pada pembicaraan mereka di rapat ini. Dan hasilnya, mereka telah menemukan ide-ide baru dan masukkan untuk proyek baru mereka.
Mereka semua terlihat telah bersiap-siap untuk meninggalkan meja mereka. Alex mengeluarkan handphone di dalam saku jasnya dan melihat panggilan tak terjawab dari istrinya.
Pria itu pun dengan cepat berdiri dari duduknya dan mencoba untuk kembali menghubungi Anna. Namun, saat Alex hendak menghubungi istrinya, tiba-tiba Mr. Felix menghampiri Alex sambil menepuk punggungnya,
"Kerja yang bagus Tuna Alex.." pujinya.
Alex pun mengurungkan niatnya untuk menelpon Anna dan membalikkan tubuhnya untuk menatap Mr. Felix. Pria itu pun mengangguk pelan pada Mr. Felix,
"Terimakasih Mr. Felix... Maaf untuk keributan tadi" ujar Alex sedikit merasa bersalah.
Mr. Felix pun tersenyum dan menepuk pundak Alex dengan bangga,
"Tidak apa... Aku mengerti perasaanmu.." ujarnya.
"Yang terpenting kau telah berhasil meredam egomu dan bekerja secara profesional" lanjutnya bangga.
Alex pun tersenyum tipis dan mengangguk pelan,
"Oh iya.. Setelah ini kita akan makan malam bersama untuk merayakan kerjasama kita semua yang telah berjalan selama belasan tahun" ujarnya pada Alex.
"Kau... Akan ikut kan??" tanyanya.
Alex menatap Mr. Felix dan menghela nafasnya pelan,
"Maaf Mr. Felix.. Bukannya aku tidak mau.. Tetapi, aku harus menemui istriku sekarang. Aku telah berjanji padanya untuk menemaninya ke pesta reuni malam ini. Apakah.. tidak apa-apa jika aku tidak ikut makan malam bersama yang lain??" tanya Alex.
Mr. Felix terdiam sejenak mendengar ucapan Alex lalu tersenyum lembut,
"Kau benar-benar suami yang sangat baik Alex.." pujinya.
Mr. Felix pun menepuk pundak Alex dan mengangguk,
"Tentu saja tidak apa-apa.." lanjutnya.
"Aku salut padamu.. Aku yakin sejak tadi pikiranmu tidak karuan memikirkan istrimu.. Tetapi, kau masih berusaha profesional dan memfokuskan pikiranmu pada rapat ini" pujinya tulus.
"Pergilah... Temui istrimu. Dia pasti sekarang sedang menunggu kedatanganmu" lanjutnya.
Alex pun menatap Mr. Felix dan tersenyum,
"Terimakasih.." balasnya.
Setelah itu Alex pun membereskan barang-barangnya dan berpamitan dengan para petinggi lain. Terlihat para petinggi tidak keberatan sedikit pun tentang Alex yang tidak bisa ikut bergabung makan malam hari ini dengan mereka.
Mereka mengerti bagaimana perasaan Alex saat ini. Setidaknya pria itu telah menyelesaikan pekerjaannya secara profesional.
Alex pun bergegas keluar dari ruang rapat. Terlihat Harry tengah berdiri di luar ruangan sambil menatap Alex dengan takut. Pria itu yakin, Boss nya itu pasti masih sangat marah padanya,
"Tu... Tuan.." ujar Harry terpotong saat dengan cepat Alex mengangkat tangannya memberikan isyarat untuk diam pada Harry.
"Urusanku denganmu belum selesai!!" ujarnya tajam.
Setelah itu Alex pun melangkah pergi tanpa memberikan sepatah kata pun lagi pada Harry.
Harry seketika terduduk lemas dan pasrah dengan hukuman apa yang akan di berikan Boss nya itu padanya,
"Baiklah Harry... Kesalahanmu kali ini benar-benar fatal. Kita tunggu saja apa yang akan Boss kejam mu itu lakukan padamu nanti" ujarnya pasrah.
Perta reuni sudah di mulai sejak tadi. Berbagai acara hiburan, game dan lain-lain telah di lakukan.
Anna hanya duduk di kursinya dan menyaksikan keseruan teman-temannya menari dan melakukan beberapa game.
Setelah ini akan ada acara hiburan seperti menyanyi dan lainnya. Juga akan ada acara makan malam bersama setelah itu. Dan, di puncak acara akan ada pesta dansa.
Anna bertepuk tangan saat kedua temannya Bianca dan Jennie terlihat tengah bersenang-senang dan memenangkan beberapa permainan.
Gadis itu kembali menatap jam di layar handphonenya dan tidak melihat ada panggilan satu pun dari suaminya.
'Mungkin Alex tidak akan sempat datang kemari' pikirnya sedih.
Bianca dan Jennie tengah berjalan kembali ke meja mereka dan menghampiri Anna,
"Wah permainan tadi seru sekali.." ujar Jennie tersenyum senang yang di setujui oleh Bianca.
Anna pun ikut tersenyum mendengar keseruan kedua temannya,
"Anna, apa kau ingin ikut bermain juga??" tanya Jennie pada Anna.
Seketika Bianca pun menepuk bahu Jennie cukup keras,
"Kau tidak lihat!! Anna sedang hamil.. Mengikuti permainan seperti tadi cukup berbahaya kau tau!!" protesnya pada Jennie.
Anna pun hanya tersenyum kecil mendengar ucapan teman-temannya. Bianca memperhatikan wajah Anna yang terlihat tidak terlalu bersemangat malam ini,
__ADS_1
"Ada apa?? Sepertinya ada sesuatu yang menganggu pikiranmu. Kau terlihat tidak terlalu menikmati acara ini.." ujar Bianca pada Anna.
"Apa.. kau memikirkan apa yang Gladis ucapkan tadi??" tebaknya.
Anna pun menatap Bianca dan tersenyum tipis sambil menggeleng pelan,
"Tidak juga..." ujarnya sedikit ragu.
Anna pun menghela nafasnya dan sedikit menunduk,
"Sebenarnya aku tidak mau memikirnya. Tetapi, entah mengapa semenjak aku hamil, aku selalu memikirkan hal-hal kecil dan membesarkannya. Aku merasa belakangan ini perasaanku sangat sensitif dan mudah tersinggung... Terkadang, aku juga menjadi mudah marah dan sedih.." ujarnya pelan.
Bianca tersenyum lembut mendengar ucapan Anna dan menyentuh pundak gadis itu untuk menenangkannya,
"Aku mengerti.. Wanita hamil memang seperti itu. Dulu, kakakku juga begitu, dia mudah sekali marah lalu menangis tiba-tiba" ujarnya.
Anna pun mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Bianca,
"Sudah.. Jangan terlalu banyak memikirkan hal yang tidak-tidak.. Kau harus bahagia dan selalu senang untuk kesehatan calon bayimu" ujar Bianca menghibur Anna.
Anna pun mengangguk dan tersenyum pada kedua temannya,
"Kau benar..." ujarnya lega.
Setelah itu, acara makan malam pun di mulai. Para tamu yang hadir duduk di meja mereka masing-masing.
Para pelayan menyiapkan berbagai macam makanan di atas meja. Jamuan makan malam di pesta reuni ini terlihat begitu mewah. Sekolah Anna memang termasuk salah satu sekolah ternama dan termahal di negri ini. Tidak heran jika anak-anak dari kalangan atas yang bersekolah di sekolah ini.
Para tamu terlihat begitu menikmati jamuan makan malam di acara itu termasuk Anna dan teman-temannya.
Di sela-sela makan malamnya, Anna mencoba kembali mengecek handphonenya dan tidak melihat satu pun panggilan yang masuk dari suaminya.
Setelah makan malam, ada jeda beberapa menit untuk para tamu mengobrol di meja mereka masing-masing.
Hari sudah menunjukkan pukul 11 malam. Anna merasa hari sudah terlalu larut. Sepertinya dia akan melewatkan acara terakhir di pesta reuni, yaitu pesta dansa. Anna memutuskan untuk pulang saja ke rumah karena sepertinya Alex tidak akan datang ke acara ini.
"Sepertinya aku akan pulang saja sekarang.." ujar Anna tiba-tiba pada kedua temannya.
Bianca dan Jennie pun seketika menatap kecewa pada Anna,
"Yah.. Apa kau benar-benar akan pulang??" tanya Jennie tidak semangat.
"Tunggulah sebentar lagi.. Ini acara terakhir Anna" bujuknya lagi.
Anna kembali menatap jam di handphonenya,
"Maaf... Tapi, aku benar-benar lelah.." ujar Anna lagi.
Jennie dan Bianca pun hanya dapat menghela nafas mereka dan mengangguk pelan.
Sementara itu pembawa acara pun telah kembali berdiri di atas panggung untuk membuka acara selanjutnya yaitu pesta dansa,
"Baiklah... Acara puncak kita malam hari ini akan segera di mulai!! Pesta dansa untuk para kaum muda.. Pesta dansa ini di adakan untuk kembali mengenang masa prom kita saat di sekolah. Adakah disini yang masih mengingat malam prom mereka saat kelulusan????" tanya pembawa acara itu menggoda.
Terdengar suara sorak-sorai para tamu disana. Mereka terlihat bersemangat mengenang masa-masa prom night dulu..
Brian yang tengah duduk di kursinya seketika menatap kearah meja Anna yang tidak terlalu jauh dari mejanya. Salah satu teman Brian pun menepuk pundak pria itu,
__ADS_1
"Hey... Kau masih mengharapkan gadis itu???" tanyanya meledek.
Brian menatap sekilas pada temannya dan mendelik,
"Sudahlah Brian.. Dia sudah menikah, bahkan sebentar lagi dia akan mempunyai seorang anak" lanjut temannya.
Brian hanya dapat menghela nafasnya dan menunduk pelan.
"Baiklah!!! Pesta dansa malam ini resmi di buka!!!! Silahkan cari pasangan sejatimu untuk di ajak berdansa!!!" teriak pembawa acara itu yang di sambut tepuk tangan dan sorak-sorai para tamu yang hadir.
Beberapa orang pun mulai berjalan ke lantai dansa bersama pasangan mereka. Bahkan acara pesta dansa ini jadi ajang pencarian jodoh bagi mereka yang masih single.
Anna memasukkan handphonenya di dalam tas dan berdiri dari kursinya untuk bersiap-siap pergi meninggalkan acara,
"Baiklah, kami akan mengantarmu sampai depan" ujar Bianca.
Anna pun tersenyum dan mengangguk pelan. Brian melihat Anna yang tengah bersiap untuk pergi dengan sedikit tidak rela. Pria itu pun berdiri dari duduknya untuk menghampiri Anna,
"Hey Brian!! Kau mau kemana??" teriak temannya.
Brian mengacuhkan panggilan temannya dan mencoba untuk menghampiri Anna.
Namun, dari balik pintu gedung..
Terlihat seorang pria bersiap untuk masuk dengan pakaian rapihnya sambil membawa sebuket bunga di tangannya.
Penjaga yang berjaga di depan pintu seketika terlihat terpesona melihat ketampanan pria itu,
"Bolehkah aku masuk??" tanya pria itu datar.
Penjaga itu terlihat salah tingkah dan mengangguk pelan,
"Si.. Silahkan Tuan" ujarnya.
Pintu pun terbuka dan si pria pun masuk ke dalam tempat pesta.
Seketika pandangan orang-orang yang berada di dekat pintu pun terarah kepada pria itu, terutama para wanita yang terlihat begitu terpesona dengan ketampanan sang pria,
"Ya Tuhan... Siapa itu??? Dia sangat tampan!!!!" bisik salah satu wanita pada temannya.
"Oh My God... Dia tampan sekali!!!"
"Oh He's so hot!!!!
"Apakah dia seorang aktor?? wajahnya tidak asing!! Ya Tuhan... tampannya!!!!!"
Terdengar bisikan-bisikan para wanita di telinga sang pria itu. Namun pria itu mengacuhkan mereka, dan tetap fokus mencari seseorang yang sangat ingin di temui sekarang...
Bersambung...
Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏
Terimakasih..
Dan jangan lupa pesan author, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya..
Oh iya, sedikit info nih..
Novel kedua author dengan judul Musterious Man, sementara author hapus dulu karena beberapa alasan ☺️
Sekarang author fokus dulu sama cerita ini, dan nanti novel yg itu akan menyusul..
__ADS_1
Keep support author abal-abal ini ya 🥰🙏