Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Jalousie


__ADS_3

Pagi ini Erika terbangun jam 9 pagi. Wanita itu semalaman tidak dapat tidur dengan nyenyak. Begitu banyak yang mengganggu pikirannya. Termasuk salah satunya adalah dia belum berhasil mencoba menaiki lantai atas kediaman Alex.


Wanita itu terlihat pesimis dan sepertinya dia tidak akan berhasil. Rumah Alex terlalu banyak pengawal dan kamera pengawas. Jika dia ketahuan maka sudah pasti Alex akan mencurigainya dan bisa jadi pria itu tidak akan melepaskannya begitu saja. Erika sangat tau bagaimana kejamnya sifat Alex pada musuhnya.


Erika berjalan keluar kamar sambil memijat pelan keningnya. Wanita itu masuk ke ruang makan dan melihat tidak ada seorang pun disana, hanya ada makanan yang sengaja disimpan di atas meja untuk dirinya.


Erika pum mulai duduk di kursi dan mengambil makanannya. Matanya menelisik ke segala arah, rumah ini terlihat begitu sepi, pikirnya.


Setelah selesai makan, Erika pun mencoba berjalan kearah taman. Sejak tadi dia tidak melihat siapapun di lantai bawah. Apa Alex sudah berangkat ke kantor?? pikirnya dalam hati.


Tiba-tiba dari arah belakangnya, Bibi Van pun masuk dan tersenyum menyapa Erika,


"Selamat pagi Nona" sapanya.


Erika yang sedikit terkejut pun seketika membalikkan tubuhnya dan menatap kearah Bibi Van,


"Se.. Selamat pagi Bibi" balasnya mencoba tersenyum.


Bibi Van pun berjalan ke taman untuk menyiram beberapa tanaman. Erika menatap Bibi Van dan mengikutinya dari belakang,


"Oh iya Bibi, apa... apa Alex sudah berangkat ke kantor??" tanyanya ragu.


Bibi Van menatap Erika dan tersenyum pelan,


"Hari ini Tuan Alex tidak pergi ke kantor" jawabnya.


Erika pun mengernyitkan keningnya. Apa Alex dan istrinya masih tidur?? pikirnya.


"Tuan Alex dan Nona Anna sedang berada di kolam berenang.." lanjut Bibi Van.


Erika pun seketika menatap kearah Bibi Van,


"O..Oh.. mereka... sedang berenang???" tanyanya lagi pelan.


Bibi Van pun mengangguk menjawab pertanyaan Erika. Wanita itu terlihat menunduk dan terdiam sejenak,


"Oh... Begitu.." ujarnya pelan.


"Kalau begitu, aku akan kembali ke kamar. Ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan" ujarnya berbohong.


"Aku permisi dulu" lanjutnya lagi dan mulai melangkah pergi meninggalkan taman.


Erika melangkah kembali ke dalam rumah. Wanita itu terlihat memikirkan sesuatu. Lalu setelah itu Erika pun berjalan ke sisi lain sebelah kanan rumah Alex yang mengarah ke kolam berenang.


Wanita itu hanya ingin melihat kesana. Kemarin Anna telah mengajaknya ke kolam berenang, jadi dia tau dimana posisi kolam berenang di rumah ini.

__ADS_1


Saat langkahnya sudah hampir tiba di kolam berenang. Erika pun segera bersembunyi di balik tembok dan melihat kearah kolam berenang.


Di dalam kolam terlihat Alex dengan tubuh polosnya yang hanya menggunakan celana, sedang memeluk tubuh Anna sambil mengayuhkan kakinya dengan pelan.


Kedua pasangan suami istri itu terlihat saling bersenda gurau dan memeluk satu sama lain dengan romantis.


DEG!!


Seketika Erika merasakan hatinya seperti di hantam oleh batu yang besar, sesak dan sakit.


Pandangannya kembali mengarah pada wajah Alex yang terlihat begitu cerah dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari wajahnya. Pria itu memandang istrinya dengan penuh cinta, begitu pun sebaliknya.


Erika membalikkan tubuhnya dengan nafas yang sesak. Matanya entah mengapa mulai berkaca-kaca. Wanita itu mulai sadar bahwa perasaannya pada Alex selama ini belum benar-benar hilang.


Walaupun dirinya sudah menikah dengan Leonard, tetapi hatinya tidak dapat berbohong. Perasaannya masih ada pada Alex.. Cinta pertamanya..


Erika menggeleng kuat dan mencoba menepuk kedua pipinya dengan kencang,


"Sadarlah Erika!! Sadar!!" bisiknya tajam pada diri sendiri.


Erika pun mencoba menutup matanya dan menghela nafas dalam dan membuangnya perlahan. Wanita itu mengusap dadanya dan mencoba kembali tenang.


Setelah dirasa perasaannya mulai membaik. Erika pun memberanikan diri untuk kembali menatap kearah kolam berenang sebelum meninggalkan tempat itu.


Namun, saat dirinya membalikkan tubuhnya. Mata Erika terbelalak lebar dan hatinya terasa seribu kali lebih sakit saat melihat pemandangan di depannya.


Erika menggigit bibirnya kuat untuk menahan rasa sakit di dadanya.


Perlahan kaca di sekeliling kolam berenang pun menutup secara otomatis. Erika pun tidak dapat melihat apapun lagi di depannya.


Tes..


Setetes air mata mengalir di pipinya. Wanita itu dengan cepat menghapusnya dan melangkah cepat meninggalkan tempat itu untuk kembali ke kamarnya.


Disisi lain, setelah menekan tombol penutup kolam berenang. Alex yang masih berciuman dengan Anna, melirik tajam kearah dimana tadi dia melihat Erika yang mengintip dirinya dan Anna.


Mata tajam pria itu sejak awal sudah melihat Erika yang tengah mengintipnya dengan sang istri. Entah hanya perasaannya saja atau bukan, Alex mulai semakin curiga dengan gerak-gerik Erika. Semalam pun saat dirinya berada di dapur, Alex juga menyadari bahwa Erika tengah bersembunyi di balik tembok dan mengintipnya secara diam-diam.


Pria itu tidak akan membiarkan hal-hal yang tidak diinginkan menimpa istrinya. Alex cukup waspada jika Erika sedang bersama dengan Anna. Dia yakin instingnya tidak pernah salah.


Alex akan membiarkan Erika sesuka hati berada di rumahnya. Pria itu ingin tau sebenarnya apa rencana wanita itu dengan mantan suaminya..


Atau...


Sebenarnya mereka berdua masih berstatus sebagai suami istri, pikirnya curiga.

__ADS_1


Anna mendorong pelan dada Alex dan melepaskan ciuman mereka. Gadis itu menatap wajah Alex dengan lembut,


"Ada apa??" tanya Anna yang sepertinya mengetahui ada sesuatu yang mengganggu pikiran suaminya.


Alex menatap wajah Anna dan tersenyum lembut padanya sambil mengusap pipi gadis itu,


"Kau memang benar-benar mengerti diriku.." ujarnya lembut.


Anna menghela nafasnya dan menjauhkan sedikit tubuhnya dari Alex,


"Jadi, apa kau bisa menceritakannya padaku??" tanyanya.


Alex terdiam sejenak dan kembali tersenyum,


"Aku tidak mau membuatmu memikirkan sesuatu hal yang tidak penting dan menganggu kehamilanmu.. Lagipula, aku juga belum bisa membuktikan kecurigaanku.. Jadi, aku akan memberitahumu nanti jika semuanya sudah jelas" ucapnya.


"Tidak apa-apa kan sayang?? Aku tidak mau kau banyak pikiran.." lanjutnya lembut.


Anna pun terdiam sejenak dan kembali menghela nafasnya,


"Baiklah.. Asal kau berjanji..." ujar Anna terpotong.


"Kau tidak akan melakukan hal-hal yang membahayakan dirimu lagi" lanjutnya sambil menyodorkan jari kelingkingnya pada Alex.


Alex pun menatap jari kelingking istrinya dan tersenyum gemas,


"Baiklah, aku berjanji" ujarnya sambil menautkan jari kelingking mereka.


Anna pun tersenyum senang. Alex kembali mendekatkan wajahnya pada Anna dan menyentuh bibir istrinya dengan lembut dan intens,


"Sekarang... Mari kita lanjutkan hal yang seharusnya kita lakukan.." bisiknya intens.


Alex pun mengecup bibir Anna dan ********** kembali. Kali ini temponya semakin cepat dan penuh gairah. Walaupun perut Anna sudah cukup membesar, tetapi Alex sama sekali tidak terganggu dengan hal itu. Dan dia melakukannya dengan penuh kehati-hatian agar tidak menyakiti sang istri.


Mereka pun hanyut dalam gairah cinta mereka, dan saling menyalurkan hasrat pada satu sama lain...


SKIP ~~~


(Entah bagaiman posisinya, yang penting masuk ya 😂)


Bersambung...


Halo, support selalu cerita ini ya,


Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️

__ADS_1


Yuk, bikin author semangat lagi nulis dengan tinggalkan jejak di kolom komentar 🙏😁


Dan, jangan lupa kalau baca novel jangan lupa waktu ya, dan ibadah juga ☺️🙏


__ADS_2