Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Psikopat Licik


__ADS_3

Langkah kaki seorang pria terlihat tengah berjalan ke sebuah ruangan yang cukup gelap.


Pria itu berjalan dengan santai dan masuk ke dalam ruangan itu dengan seringai tipisnya.


Tatapan matanya langsung mengarah pada seorang wanita yang tengah tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan darah yang mengalir di bahu dan juga keningnya.


Pria itu tersenyum puas dan perlahan mendekat pada wanita itu. Kakinya terangkat sebelah, dan dengan tidak punya perasaannya ia menggoncang tubuh wanita itu dengan sebelah kakinya untuk menyadarkan wanita malang itu.


"Bangun!!!!!" ujarnya tajam.


Pria itu kembali menggoncang tubuh wanita di depannya semakin kuat sambil menekan luka tembak di bahu wanita itu,


"Kubilang bangun!!!!!!" tegasnya lagi lebih kuat.


Terlihat wanita malang itu mulai merintih kesakitan dan perlahan membuka matanya,


"Aakkhhh!!!" rintihnya yang langsung menyentuh bahunya sambil menangis pelan.


Pria itu tersenyum senang dan mulai berjongkok untuk mensejajarkan posisinya dengan wanita itu.


Perlahan tangannya terangkat dan mencengkram wajah wanita di depannya agar menatap kearahnya,


"Hallo... sayang...." sapanya dengan senyuman licik.


Erika terlihat merintih kesakitan sambil menatap tajam pada Leonard.


Leonard yang menyadari ekspresi Erika seketika terkekeh pelan,


"Ada apa???? Sepertinya kau tidak suka melihatku.." ujarnya menyeringai.


Erika tidak menjawab pertanyaan Leonard dan hanya menatap tajam pada pria itu sambil merintih menahan sakit.


Leonard tersenyum dan membelai pipi Erika dengan lembut. Tangannya menyentuh kening Erika yang berdarah karena benturan batu tadi, dan tatapannya juga mengarah pada bahu Erika yang terluka karena tembakan anak buahnya.


Masih terlihat dengan jelas peluru yang menancap disana.


Leonard menatap luka itu dengan tatapan prihatin yang di buat-buat,


"Ckck... Seharusnya kau tidak melawan sayang.." ucapnya pelan.


Erika dengan kasar menepis tangan Leonard dan menatapnya tajam,


"Kau.. Kau brengsek Leonard!!!!!!" geramnya.


Leonard menatap wajah Erika dan tersenyum tipis,


"Terimakasih atas pujianmu.." jawabnya santai.


Erika menggertakkan giginya kuat dengan emosi yang sudah memuncak,


PLAK!!!


Dengan gerakan cepat Erika menampar kuat wajah Leonard.


Wanita itu sudah hilang kesabaran melihat wajah pria yang telah membunuh ayahnya dan juga pria yang telah memperalatnya selama ini.


"DASAR PEMBUNUH!!!!!!! SEHARUSNYA KAU YANG MATI BAJINGAN!!!!!!!" teriaknya emosi.


Leonard menyentuh sudut bibirnya yang berdarah akibat tamparan keras Erika dan menyeringai pelan.


Pria itu mengangkat tangannya untuk membelai rambut Erika, lalu dengan gerakan cepat menariknya ke belakang sampai wajah Erika terangkat dan meringis,


"Erika.. Erika.. Kau terlalu naif!!! Seharusnya kau yang berkaca!!!" desis Leonard tajam.


"Bukankah sejak dulu seharusnya kau curiga padaku?? karena aku telah berada di tempat kejadian itu!!!" lanjutnya.


Pria itu menyeringai dan semakin mencengkram kuat rambut Erika,


"Aakkhhh!!!" rintih Erika kesakitan.


"Dan... Kau pikir aku sebodoh itu, merelakan nyawaku demi menolong ayahmu????" tanyanya tajam.


"Tentu saja tidak!!!!!!!" lanjutnya keras.


Pria itu mendekatkan wajahnya pada wajah Erika dan mendengus pipi wanita itu dengan perlahan,


"Seharusnya kau juga curiga bukan... Saat aku menikahimu, aku meminta semua aset dituliskan atas nama diriku..." bisiknya menyeringai licik.


Erika mencoba memberontak dari cengkraman Leonard, namun pria itu semakin mencengkeramnya kuat,


"Dan... satu lagi...." lanjutnya terputus.

__ADS_1


Leonard membawa wajah Erika untuk berhadapan dengannya dan menatapnya tajam,


"Kau tau.... Akulah yang telah membunuh janin yang ada di dalam perutmu!!" ucapnya yang langsung membuat Erika membelalakkan matanya tidak percaya.


"KAU!!!!!!! KAU BEDEBAH SIALAN!!!!!!" teriak Erika sambil memberontak kuat di cengkraman Leonard.


Wanita itu terlihat sangat emosi dan sedih secara bersamaan.


Jadi... Jadi... Saat dirinya hamil, Erika tidak benar-benar keguguran??? pikirnya tidak percaya.


"BAJINGAN!!!!!!! KAU PEMBUNUH!!!!!!!! BRENGSEK!!!!!!" teriak Erika sambil memberontak kesetanan.


Leonard melepaskan cengkramannya pada Erika dengan kuat, membuat Erika terhempas kuat ke atas lantai.


"Huh!!!! Kau kira aku sudi mempunyai keturunan dari anak musuh bebuyutanku????" tanyanya menyeringai tajam.


"Sampai aku mati pun aku tidak sudi!!!!!!!" lanjutnya.


Leonard pun langsung berdiri dari jongkoknya dan merapihkan pakaiannya. Pria itu menatap tajam pada Erika yang tengah menangis di lantai.


"Sekarang aku tidak punya waktu denganmu!!!!" ujarnya tajam.


Leonard pun membalikkan tubuhnya hendak keluar dari ruangan itu. Namun dengan cepat Erika mengangkat kepalanya dan berlari hendak menyerang Leonard.


"BAJINGANNNNN!!!!!!!!!!" teriak Erika mencoba menyerang Leonard.


Namun dengan cepat anak buah Leonard menahan tubuh Erika dengan kuat.


"AKAN KUBUNUH KAU!!!!!!!! AKU AKAN MEMBUATMU MEMBAYAR SEMUA YANG TELAH KAU LAKUKAN!!!!!" teriak Erika memberontak kuat.


Leonard hanya menatap Erika sekilas dengan senyuman mencemoohnya. Lalu pria itu pun pergi meninggalkan tempat itu.


Anak buah Leonard yang memegang Erika menyerat wanita itu kembali masuk dan mendorongnya sampai tersungkur lalu menutup kembali pintunya dan menguncinya dari luar.


BRAK!!!!


Erika yang tersungkur di lantai langsung menangis sejadinya.


Wanita itu merasa telah sangat tertipu oleh pria bajingan bernama Leonard itu.


Bagaimana ia tidak menyadari hal itu sejak dulu??? pikirnya menyesal.


Jadi, saat itu...


Saat Leonard memberikannya segelas jus, ternyata jus itu telah di beri obat yang membuatnya harus kehilangan calon anaknya..


"Bajingan kau Leonard!!!!!!!! Aku akan membuatmu membayar semua ini!!!!!!" desis Erika dengan matanya yang berkilat penuh dendam.




Leonard kembali melangkah ke ruang rahasianya dimana Alex tengah terikat disana.



Saat Leonard sudah hampir dekat dengan ruangan rahasianya. Tiba-tiba Leonard melihat salah satu anak buahnya tengah berdiri di depan pintu rahasia itu.



Pria itu mengernyitkan keningnya dan menatap tajam pada anak buahnya itu,



"Apa yang kau lakukan disini???" tanyanya tajam.



Anak buah Leonard itu terlihat menatap Leonard dan membungkuk pelan,



"Aku hanya berjaga Tuan" jawabnya tegas.



Leonard mengamati anak buahnya itu dengan tatapan penuh curiga,



"Lepas topengmu sekarang!!!" perintahnya tajam.

__ADS_1



Pria di depan Leonard itu terlihat terdiam dan belum membuka topengnya. Leonard yang melihat hal itu semakin curiga dan menatap dengan tidak sabaran,



"Apa kau tuli!!!!! Buka topengmu sekarang!!!!!!" teriak Leonard tajam.



Dengan cepat pria itu pun membuka topengnya dan menatap Leonard dengan takut.



Saat dirasa wajah pria itu adalah salah satu anak buahnya, Leonard pun seketika terdiam dan menatap tajam pada pria di depannya,



"Apa yang kau lakukan disini??? Bukankah aku memerintahkanmu untuk berjaga di lantai bawah??" tanyanya tajam.



Pria di depan Leonard terlihat gugup dan mengangguk dengan takut,



"Ma.. Maaf Tuan... Kalau begitu, aku akan kembali ke bawah" ucapnya terbata-bata.



Pria itu pun kembali memakai topengnya dan bergegas pergi.



Leonard menatap kepergian pria itu dengan curiga. Ia pun bergegas masuk ke dalam ruang rahasianya.



Setelah masuk, Leonard menatap ke sekitar dengan penuh curiga. Ia menatap Alex yang masih berada di tempatnya dengan wajah setengah sadar karena efek sengatan listrik sebelumnya.



Leonard pun memutuskan kembali duduk di kursinya dan menatap layar cctv di monitor.



Pria itu menyeringai pelan saat melihat posisi Anna yang masih setia bersembunyi di balik tembok sana.



Leonard pun menekan earphonenya untuk menghubungi seseorang,



"Kita mulai permainannya sekarang..." ujarnya tersenyum licik.



"Kurasa.. Sedikit hiburan akan menyenangkan.." lanjutnya sambil menatap Alex dengan seringainya.



Bersambung..



Hallo, jangan lupa kasih vote, hadiah, komen dan likenya ya ☺️



Mohon maaf baru bisa update, author beberapa hari ini lagi sakit huhu


Sekarang pun masih sakit, cuma agak mendingan dan kepikiran terus ama cerita ini 😷



Mohon dimaklum ya, support terus author ini agar tetep semangat lanjut nulisnya 🙏



Dan mohon support juga novel kedua author yang judulnya Mysterius Man 😁🙏

__ADS_1


__ADS_2