
Sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela di sebuah ruangan rumah sakit yang terlihat cukup nyaman.
Di sebuah ranjang yang berada di ruangan itu, terlihat sepasang suami istri yang tengah tertidur di satu ranjang yang sama.
Untungnya ranjang itu cukup besar dan muat untuk mereka berdua.
Salah satu dari mereka telah terbangun sejak tadi, namun ia tidak melakukan apapun sejak bangun tadi selain menatap seseorang yang berada di sampingnya dengan penuh cinta.
Alex menatap wajah istrinya yang terlelap tanpa bosan. Ia mengusap lembut rambut istrinya dan mengecup kening gadis itu berkali-kali.
Pria itu selalu bersyukur di dalam hatinya atas kesempatan yang di berikan oleh Tuhan untuknya tetap hidup dan bisa kembali bersama seseorang yang amat sangat ia cintai ini.
Hari ini sudah tepat satu minggu setelah ia sadarkan diri dari koma. Alex sudah merasa jauh lebih baik dan mulai bisa bergerak dengan lebih leluasa. Luka di perut dan tangannya juga sudah mengering. Mungkin besok atau lusa ia sudah diizinkan oleh Dokter untuk pulang.
Tetapi, pria itu belum tenang karena ia belum bisa melihat kedua buah hatinya..
Dokter bilang kondisi kedua anak mereka mulai membaik dan mungkin beberapa hari lagi ia di perbolehkan untuk menemui anaknya.
Alex menghela nafasnya pelan dan kembali mengecup kening istrinya dan memeluk pinggangnya erat.
Anna menggeliat pelan di dalam pelukan Alex sambil menenggelamkan wajahnya di dada pria itu. Alex tersenyum gemas dan mempererat pelukannya pada Anna.
Perlahan Anna pun mulai membuka matanya. Ia mengusapnya perlahan dan mengangkat wajahnya untuk menatap sang suami.
Alex tersenyum lembut dan menatap wajah istrinya dengan penuh cinta,
"Selamat pagi.." sapanya lembut.
Anna mengerjapkan matanya dan membalas sapaan Alex dengan suara seraknya,
"Selamat pagi" balasnya.
Alex tersenyum dan mengecup pelan bibir istrinya,
CUP!!
"Sudah jam berapa ini??" tanya Anna sambil mengarahkan pandangannya pada jam di dinding.
"Jam 9" jawab Alex pelan.
Anna pun dengan refleks langsung duduk dari tidurnya dengan panik,
"Ya Tuhan.. Aku terlambat bangun!!" ucapnya panik.
Ia pun hendak bangkit dari atas kasur. Namun, Alex menahan tangannya,
"Mengapa begitu terburu-buru?? Memangnya ada apa??" tanya Alex.
Anna pun menatap Alex sambil mengikat rambutnya ke atas,
"Alex, aku belum mempersiapkan sarapanmu.. Kau juga belum meminum obat" ucap Anna terburu-buru.
Anna hendak kembali turun dari atas ranjang, namun lagi-lagi Alex menahannya,
"Sayang.. Temani aku dulu disini" ucap Alex manja sambil menarik Anna kembali ke pangkuannya.
GREP!!
Anna mencoba untuk melepaskan tangan Alex dan menatap pria itu,
"Alex.. Kau harus sarapan dulu dan minum obat" ucap Anna sambil menatap wajah suaminya yang begitu dekat dengan wajahnya.
Alex mengangguk pelan dan mengusap pipi Anna dengan lembut,
"Iya, sebentar saja.. Tetaplah seperti ini dulu" ucapnya memohon sambil menenggelamkan wajahnya pada leher Anna.
__ADS_1
Anna pun hanya dapat menghela nafasnya pasrah dan mengusap rambut Alex dengan lembut,
"Baiklah... Hanya lima menit ya" ujarnya.
Alex pun mengangguk dan mempererat pelukannya pada sang istri.
Mereka terdiam untuk beberapa saat sambil menikmati kehangatan dalam pelukan itu. Alex mengecup lembut leher istrinya dan menghirup aroma tubuh Anna yang membuatnya candu.
"Semalam aku bermimpi.." ucap Anna tiba-tiba.
Alex sedikit menjauhkan wajahnya dari leher Anna dan menatap wajah gadis itu dalam,
"Mimpi apa???" tanya Alex lembut sambil mengusap rambut istrinya.
Anna terdiam sesaat dan menghela nafasnya,
"Aku bermimpi.. Kita telah kembali pulang. Tetapi... Tetapi, aku tidak melihat anak kita di rumah.. Mereka tidak ikut bersama kita ke rumah.." ucapnya sedih.
Alex seketika terdiam dan menatap wajah Anna dengan lembut,
"Sstt... Mimpi itu hanya bunga tidur, tidak ada hubungannya dengan dunia nyata sayang.." ujarnya mencoba menenangkan Anna.
Anna masih terlihat sedih dan menggeleng pelan,
"Tapi tetap saja.. Aku menjadi berpikiran yang tidak-tidak.. Aku takut.." ucapnya menahan tangis.
Alex menakup wajah Anna dan kembali menggeleng,
"Mimpi itu hanya sugesti dari pikiran saja. Terkadang jika kita memikirkan sesuatu secara berlebihan, maka kemungkinan hal itu bisa ikut masuk ke dalam mimpi kita" jelas Alex lembut.
"Jangan dipikirkan lagi.. Yang terpenting kita sudah berdoa pada Tuhan, dan yakin Tuhan akan mengabulkan doa kita dan memberikan yang terbaik" lanjutnya menenangkan.
Anna pun menutup matanya dan menghela nafasnya pelan,
Alex pun tersenyum dan membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
"Sudah.. Jangan pikirkan apapun lagi" ucap Alex.
Anna kembali mengangguk dan membalas pelukan suaminya itu..
Setelah cukup lama mereka berpelukan, Anna pun perlahan melepaskan pelukannya,
"Baiklah, sekarang saatnya sarapan dan minum obat" ucapnya sambil beranjak duduk dan turun dari tempat tidur.
Alex merasa kecewa saat istrinya mulai turun dari ranjang. Ia menghela nafasnya dan menatap Anna yang tengah bersiap menyiapkan beberapa obat dari dalam laci untuk di minum olehnya.
Padahal Alex merasa sudah cukup lebih baik saat ini. Alex merasa ia tidak perlu sarapan ataupun minum obat asalkan ia bisa menghabiskan waktu untuk bermesraan dengan Anna saja itu sudah cukup, pikirnya.
Saat Anna telah selesai mengeluarkan obat dari dalam laci, ia pun seketika terdiam saat melihat sarapan Alex yang belum ada di atas meja.
Anna pun seketika menepuk keningnya karena teringat biasanya sarapan Alex akan tiba pukul 7 pagi, dan sekarang sudah pukul 9, sudah pasti tadi perawat mengantarkan sarapannya.
Alex mengernyitkan keningnya dan tersenyum gemas melihat reaksi Anna,
"Ada apa sayang??" tanyanya.
Anna menatap Alex dengan panik,
"Apa.. tadi ada perawat yang mengantarkan makanan??" tanya Anna pada Alex.
Alex terlihat berpikir dan teringat sesuatu..
Ia sengaja mengunci ruangannya semalam karena tidak ingin ada yang mengganggunya saat sedang tidur bersama Anna.
Dan, tadi pagi seorang perawat mengetuk pintunya untuk memberikan sarapan, tetapi Alex tidak membukakan pintunya dan menyuruh perawat itu untuk menyimpan makanannya di depan pintu,
__ADS_1
"Ahh.. Tadi, aku menyuruh perawat untuk menyimpannya di depan pintu saja karena pintunya terkunci" ucapnya.
Anna pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Alex. Ia pun segera mendekati pintu dan membukanya.
Dan benar saja, di depan pintu sudah ada beberapa makanan dan buah-buahan yang telah diantar oleh perawat,
"Maaf aku tadi tidak membukanya karena aku tidak mau membuatmu terbangun" ucap Alex lembut.
Anna pun tersenyum pelan,
"Tidak apa-apa" jawab Anna.
Gadis itu pun hendak mendorong makanannya masuk. Namun, seketika terlihat William, Donna dan Jonas menghampirinya,
"Kalian sudah bangun???" tanya Donna dengan tatapan penuh arti.
Anna seketika tersenyum canggung pada Donna,
"Iya... Maaf, aku terlambat bangun" ucapnya pelan.
Donna pun terkekeh pelan dan menyentuh pundak Anna,
"Ya ampun sayang.. Tidak apa-apa, aku mengerti" jawabnya sambil melirik Alex.
"Pria itu pasti tidak membiarkanmu beranjak dari tempat tidur" lanjutnya menggoda Alex.
"Tapi sayangnya, kau harus menunggu untuk melakukan hal yang lebih, Alex.. Istrimu baru saja melahirkan" sindir Donna lagi sambil terkekeh.
Alex tidak menjawab ucapan Donna dan hanya terdiam mendengar Bibinya yang suka sekali menggoda dirinya. Sedangkan Anna hanya bisa menunduk dengan wajah yang sedikit memerah.
"Bagaimana kondisimu sekarang?? Apa lebih baik???" tanya William pada Alex.
Alex menatap William dan mengangguk,
"Sudah jauh lebih baik" jawabnya.
Donna tersenyum senang dan menatap Alex dan Anna dengan penuh arti,
"Oh iya.. Aku punya kabar bahagia untuk kalian" ujarnya tiba-tiba.
Anna dan Alex pun saling bertatapan dan menatap Donna dengan penasaran,
"Kabar apa???" tanya Anna penasaran.
Donna pun menatap William dan Jonas sambil tersenyum dan kembali menatap Alex dan juga Anna,
"Anak kalian... Anak kalian sudah membaik dan akan dibawa ke ruangan ini sebentar lagi" ucapnya tersenyum penuh haru.
Seketika Anna dan Alex pun membelalakkan matanya tidak percaya..
Anna menutup mulutnya sambil menagis penuh haru,
'Ya Tuhan... Terimakasih...' ucapnya dalam hati.
Bersambung..
Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️
Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁
Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...
Please... 🥺🙏
Terimakasih banyak ❤️🙏
__ADS_1