Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Cinta Segiempat (Flashback)


__ADS_3

Hubungan antara William dan Merry tidak berjalan dengan baik. William selalu pulang larut dan mabuk saat ke rumah.


William yang mabuk berat menyetubuhi Merry dan mengira bahwa Merry adalah Diana.


Sejak saat itu Merry mengetahui bahwa William masih mencintai kekasihnya yang dulu dan belum bisa melupakannya, walaupun Diana sudah menikah dan mempunyai seorang anak.


Hubungan antata William dan Merry selalu diwarnai oleh pertengkaran. Sampai suatu hari saat Merry mengetahui bahwa dirinya hamil, reaksi William terkesan acuh dan tak peduli. Merry yang menyadari hal itu sempat ingin menggugurkan kandungannya, namun akhirnya dia mengurungkan niatnya karena bagaimanapun anak itu adalah anak kandungnya dan William, seseorang yang dia cintai.


*Merry berpikir setelah anaknya lahir sifat William akan berubah. Namun, ternyata sama saja. William sering keluar malam dan pernah beberapa kali pulang bersama wanita yang berbeda. Merry sudah muak dengan tingkah William, Merry mengalami stress dan tekanan berat sampai membuatnya terkena penyakit kanker. Dan selang beberapa bulan meninggal dunia.


Reaksi William saat itu terlihat datar di pemakaman Merry. Namun sebenarnya hatinya amat sangat merasa bersalah pada wanita itu*.


Sejak saat itu William jarang keluar malam dan mulai memperhatikan putrinya Anna yang tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tuannya. Sikap William pada Anna semula terasa canggung karena sejak bayi dia tidak pernah mengurus Anna. Walaupun sebenarnya di lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat menyayangi putrinya itu.


William selalu mengawasi Anna secara tidak langsung. Dia selalu menyuruh bawahannya untuk melaporkan setiap kegiatan Anna dan apa saja yang putrinya sukai dan mencoba untuk menuruti segala keinginannya. Namun William lupa bahwa sebenarnya yang Anna butuhkan adalah kasih sayang dari sosok ayah.


Suatu hari William kembali berkunjung untuk melihat Diana. Saat itu William melihat Diana dan Frans sedang cekcok. William mengepalkan tangannya kuat saat melihat Frans menampar pipi Diana dengan kuat sampai membuat Diana tersungkur. Dengan emosi dia keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri Frans, lalu meninjunya dengan kuat.


"Bajingan!!!!!" teriak William pada Frans.


Diana yang terkejut melihat William yang tiba-tiba datang langsung menghadangnya.


"Berhenti William!!!" teriak Diana.


Frans memegang kuat bibirnya yang berdarah akibat tinjuan William. Seringai muncul di bibirnya.


"Jadi ini pria yang kau cintai itu!!!" ucap Frans mencemooh.


Kemudian dia bertepuk tangan seakan-akan melihat suatu pertunjukkan yang menarik.


"Woah.. Woah.. Pangeran pujaan hatimu akhirnya tiba!!" ledeknya.


"Aku berpikir mengikhlaskan Diana menikah denganmu adalah sebuah keputusan yang tepat. Namun ternyata, dia menikahi pria brengsek yang suka bermain tangan!!" geram William.


Frans tersenyum mencemooh mendengar ucapan William,


"Benarkah?? Lalu bagaimana denganmu?? Seorang pria beristri yang mengacuhkan istri dan anaknya demi wanita lain?? Diam-diam selalu memperhatikan istri orang lain! Bukankah kau bisa disebut sebagai penguntit?? Kau tau, kau tidak lebih baik daripada aku!!!" ujar Frans meledek.


Diana melangkah mendekati Frans,


"Sudah cukup Frans!!!" tegas Diana.


Frans menatap Diana dengan tatapan tajamnya.


"Aku tidak akan tinggal diam kali ini!!" tegas Frans lalu mengeluarkan pistol dari balik jasnya.


"Bagaimana jika.. Aku membunuhnya? agar cintamu padanya benar-benar mati!!!" ujar Frans sambil menodongkan pistolnya kearah William.

__ADS_1


Diana membelalakkan matanya melihat tindakan Frans.


"Frans!!! Apa kau gila!!! Sudah cukup!!!" teriak Diana.


William menatap tajam pada Frans yang mengarahkan pistol padanya.


"Apakah sampai seperti itu kau cemburu padaku?? Walaupun aku mati, cinta Diana padaku takkan pernah hilang! begitupun sebaliknya!!!" ujar William tajam.


Frans menatap William dengan marah. Dia menarik pelatuk pistolnya dengan cepat.


"Benarkah?? Sungguh menyentuh hati!!" ujar Frans marah.


Diana menyentuh tangan Frans dan memohon.


"Kumohon... hentikan ini Frans!!" ujarnya menahan tangis.


Frans menatap Diana yang terlihat berlinang air mata. Emosinya semakin meledak melihat orang yang dia cintai memohon untuk pria lain. 'Sebesar itukah kau mencintai pria ini?' lirih Frans dalam hatinya.


Frans menggertakan giginya kuat menahan amarah.


"Seharusnya kau menyadarinya Frans! Cinta Diana padaku selamanya tidak akan pudar!!" ujar William.


Diana membalikkan tubuhnya menghadap William.


"Hentikan William!!! Kita sudah punya kehidupan masing-masing!! Kumohon sekarang kau pergi dari sini!!" lirih Diana.


"Katakan padaku bahwa kau sudah tidak mencintaiku lagi Diana!!" ujar William.


Diana menangis mendengar perkataan William. Sejujurnya dari lubuk hatinya yang paling dalam dia masih sangat mencintai pria itu.


"Kau masih mencintaiku!!!" ujar William menatap Diana dalam.


Diana hanya menangis mendengar ucapan William.


Frans yang menyaksikan adegan itu di depannya mulai terbakar emosi.


"Hentikan omong kosong mu brengsek!!! Aku akan mengantarmu ke neraka!!!" teriak Frans.


DOR!!!!!!!


Bagai adegan slow motion. Diana dengan cepat berlari ke arah William lalu memeluknya, membuat tembakan itu tepat mengenai punggungnya dan menembus ke arah jantungnya.


"TIDAK!!!!!!!!!!!!!!" teriak William.


Seketika tubuh Diana ambruk dalam pelukannya.


"Diana!!!! Sadarlah!!! Tidak!!! Jangan tinggalkan aku!!!!" teriak William sambil mencoba menyadarkan Diana yang sedang sekarat di pelukannya.

__ADS_1


Diana terbatuk dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.


"A.....aku......me......mencin........taimu......." lirih Diana lalu menutup matanya untuk selamanya.


"TIDAK!!!!! Diana sadarlah!!!!!!!" teriak William sambil menangis.


Frans yang melihat kejadian itu sontak saja menjatuhkan pistolnya. Dia telah membunuh wanita yang dia cintai!!! 'Sebegitu cintanya kah kau pada pria itu Diana???' lirih Frans dalam hatinya. Air mata jatuh membasahi pipinya. Dia menatap tangannya yang bergetar. Tidak!!! Tidak mungkin!!!


William yang emosional menatap Frans dengan tatapan membunuhnya. Dia berdiri dari duduknya lalu mengeluarkan pistol dari balik jas nya. Dia tidak akan mengampuni pria yang sudah membunuh wanita yang dia cintai.


"Aku tidak akan mengampunimu!!!!!!" teriak William.


DOR!!!!!!!!!!


William yang sedang emosi lalu menembakan pelurunya pada Frans. Frans yang masih merasa bersalah tidak sempat untuk menghindar dan akhirnya peluru itu mengenai kepalanya.


Tidak hanya sekali tembakan, William menembakkan pelurunya pada Frans berkali-kali sampai Frans ambruk dan mati.


Tepat saat Frans ambruk, dari belakang tubuhnya terlihat Alex yang terkejut melihat kejadian itu. Melihat kedua orang tuannya telah tergeletak berlumuran darah dan seorang pria asing yang memegang pistol.


Alex menahan tangisnya melihat orang tuannya sudah tidak bergerak lagi. William yang sadar dengan kehadiran Alex lalu menatapnya. Alex yang berpikir pria yang telah membunuh orang tuannya itu menyadari kehadirannya, lalu berlari dengan cepat menghindari William.


William yang sadar lalu mengejar Alex yang berlari dengan cepat kearah hutan di belakang rumahnya.


Alex terus berlari dengan cepat menghindari William yang mengejarnya. Alex yang tidak melihat ada akar pohon di depannya lalu tersungkur di atas tanah. Dengan cepat William menyusulnya dan memegang Alex.


"Lepaskan aku!!!!!!" teriak Alex mencoba melepaskan diri.


"Dengarkan aku!!!!!!!!" teriak William.


Namun Alex terus berontak dan menggigit kuat tangan William yang memegangnya.


"Aaarrggghhhh!!!" teriak William yang kesakitan sambil menarik baju Alex.


Namun Alex menarik kuat tubuhnya dan akhirnya berhasil lolos dari cengkraman William dan kembali berlari menjauh sampai tak terlihat lagi oleh William.


William yang kesakitan pun terduduk mengarahkan ke segala arah untuk mencari keberadaan Alex. Namun sayang dia sudah kehilangan jejak anak itu.


Saat William bangkit dari duduknya, dia melihat sebuah lencana emas yang tergeletak di atas tanah dan mengambilnya.


"Wijaya?" bisik William melihat tulisan di lencana itu. Itu adalah lencana milik keluarga Wijaya. Ini pasti milik anak itu!! pikirnya.


William lalu membawa lencana itu pergi bersamanya sampai saat ini..


Flashback End


Halo, dukung selalu cerita ini ya dengan kasih like dan komen yang banyak. Boleh rekomendasikan juga buat teman-teman yang lainnya. Terimakasih 🙏❤️

__ADS_1


Oh iya, episode ini masih edisi flashback ya. Ntar siang aku bakal up lagi. Khusus hari ini aku bakal up 2 episode ☺️ ditunggu ya 🤗


__ADS_2