Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Amber Shirley


__ADS_3

BRUK!!


BRUK!!!


PRANG!!!


Di sebuah rumah yang cukup sederhana dan minimalis terdengar suara sesuatu yang cukup keras. Terlihat beberapa pria tengah menggeledah rumah itu dan menghancurkan beberapa barang yang berada disana.


PRANG!!!


Kembali terdengar suara pecahan benda yang membuat seorang wanita terbangun dari tidurnya.


"Aissshhhh.... Suara apa itu????" kesal wanita itu.


Dia mencoba menutup wajahnya dengan batal, namun hal itu sama sekali tidak membantunya kembali untuk tidur. Akhirnya dengan terpaksa wanita itu bangkit dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya dengan kasar.


"Mengapa pagi-pagi sudah berisik seperti ini!!!" gerutunya.


BRAK!!!


Wanita itu pun mematung di depan pintu saat melihat rumahnya yang berantakan seperti kapal pecah. Wanita itu pun menatap beberapa orang pria yang seenaknya sedang mengacak-ngacak semua barang di rumahnya.


"APA-APAAN INI!!!!!!" teriaknya marah yang membuat para pria itu membalikkan tubuhnya dan menatap wanita itu dengan seringainya.


"Oohhh.... Rupanya aku telah membangunkanmu cantik... Maaf" ujar salah satu pria yang cukup berumur dengan senyuman menjijikkannya.


Wanita itu pun menatap pria tadi dengan tajam,


"Apa yang kau lakukan di rumahku??????" tanyanya tajam.


Pria tadi pun tersenyum sinis mendengar pertanyaan wanita itu. Perlahan dia pun melangkah dan menatap tubuh wanita di depannya itu dari atas sampai bawah.


Seketika pria itu menjilat bibirnya dan menatap wanita itu dengan penuh nafsu,


"Sayang... Apa kau lupa?? Ini sudah jatuh tempo" ujarnya.


Pria itu pun mengangkat tangannya hendak menyentuh pipi wanita itu. Namun dengan cepat wanita itu menepisnya dengan kasar.


"Jangan kau berani-berani menyentuhku!!!!!" ancamnya tajam.


Pria tadi pun kembali tersenyum mencemooh,


"Baiklah.... Sepertinya kau tidak suka berbasa-basi" ujarnya pelan.


"Cepat berikan hutang ayahmu sekarang juga!!!!" lanjutnya tajam.


Wanita itu pun menggertakkan giginya kuat dan kembali menatap pria di depannya,


"Aku belum punya uangnya sekarang!! Beri aku waktu satu minggu lagi" ujarnya berani.


Pria di depannya terlihat terdiam sejenak lalu tertawa terbahak-bahak,


"Hahahaha!!!!!! Kau kira aku sedang mengajakmu bernegosiasi!!!" ujarnya.


"Aku tidak akan memberikanmu keringanan lagi!!!!! Cepat sekarang bayar semua hutangnya!!! Jika tidak... Maka aku akan membakar habis rumah ini!!!!" ancamnya tajam.


Wanita itu pun membelalakkan matanya dan terlihat cemas,


"Tidak!!! Kumohon... Beri aku satu minggu lagi, aku berjanji akan melunasinya!!!" ujarnya memohon.


Pria tadi terlihat berpikir sejenak, lalu sebuah seringai pun muncul di bibirnya,


"Baiklah... Aku akan memberikanmu keringanan... Cukup temani aku malam ini, dan hutang ayahmu ku anggap telah lunas separuhnya" ujarnya sambil menyentuh rambut wanita itu dengan senyum penuh nafsu.


Seketika wanita itu terdiam dan dengan cepat menampar keras pipi pria tadi,


PLAK!!!


"Bajingan!!!" ujar wanita itu tajam.


Seketika pria tadi tersungkur di atas lantai dengan darah di sudut bibirnya akibat tamparan keras wanita tadi. Pria itu menaruh jarinya di sudut bibir dan melihat darah disana. Lalu pria itu mengepalkan tangannya dan menatap wanita itu dengan tajam.


"DASAR ******!!!!!!" geramnya bangkit dan mencoba memukul wanita tadi.

__ADS_1


Namun dengan cepat seorang wanita paruh baya datang dan melindungi wanita itu,


"JANGAN!!!!! Kumohon jangan sakiti putriku!!!" teriaknya sambil menangis.


Pria paruh baya tadi pun menahan tangannya dan menatap wanita paruh baya itu dengan geram.


"Dasar ****** tidak tau diri!!!!! Aku tidak akan berbaik hati lagi padamu!!!! Cepat bakar rumah ini!!!!!!" teriak pria itu dengan geram.


Seketika wanita paruh baya tadi berlutut dan menyentuh kaki pria tadi dengan kuat,


"Kumohon!!!! Kumohon jangan bakar rumah ini hiks.. hiks.." ujarnya sambil menangis histeris.


"Ibu!!!! Berhenti bu!!!!" teriak wanita tadi mencoba menarik ibunya agar tidak berlutut di kaki pria itu.


Ibunya tidak mendengarkan dan masih menangis histeris di kaki pria tadi,


"Lepaskan!!!!!!!" teriak pria itu sambil menendang dan memukul wanita paruh baya di bawahnya.


Wanita tadi terlihat tidak tega melihat ibunya yang menangis. Dia menutup matanya kuat dan mencoba berpikir. Apa yang harus dia lakukan sekarang??? pikirnya bingung.


Seketika wanita itu teringat sebuah dompet yang di curinya kemarin. Dengan cepat dia berlari masuk ke dalam kamar dan mengambil sesuatu di dalam saku celananya yang tergantung.


Wanita itu dengan cepat membuka dompetnya dan terbelalak saat melihat dompet itu terisi dengan banyak uang dan beberapa kartu.


Wanita itu mengambil semua uangnya dan bergegas kembali keluar.


"Ini!!!! Aku akan membayarnya!!!!" ujar wanita itu sambil memberikan uangnya pada pria tadi.


Dengan cepat pria tadi merebut uang itu dan menghitungnya.


"Kau sedang bermain-main denganku???? Ini masih kurang!!!!!!!" geramnya.


Wanita itu pun menghela nafasnya dan menunduk,


"Aku akan bayar sisanya 2 hari lagi!!" ujarnya.


Pria itu tersenyum sinis dan berdecak kesal,


"Kau pikir aku akan tertipu!!! Kau selalu mengingkari janjimu!!!!" ujarnya marah.


"Tidak!! Aku berjanji akan melunasinya 2 hari lagi!! Kumohon beri aku waktu.. Jika aku mengingkarinya maka... maka kami berjanji akan meninggalkan rumah ini" ujar wanita itu sedikit ragu.


Dengan cepat wanita paruh baya tadi menatap putrinya dengan tatapan tidak percaya. Pria tadi terlihat berpikir sejenak lalu mengangguk pelan.


"Baiklah... Ku pegang kata-katamu!!! Jika kau mengingkarinya maka, aku tidak akan segan-segan membakar rumah ini beserta kau dan juga ibumu ini!!!!" ujarnya tajam.


Pria itu pun menarik kakinya kuat membuat wanita paruh baya tadi terjungkal. Lalu dia memberikan kode pada bawahannya untuk pergi dari rumah itu.


Dengan cepat wanita tadi menahan ibunya dan membantunya untuk berdiri.


Ibunya terlihat masih tersedu dan menatap putrinya dengan tatapan cemas,


"Amber mengapa kau berjanji padanya seperti itu??? Bagaimana caranya kita bisa mempunyai uang untuk melunasi hutang-hutang ayahmu selama 2 hari???" tanya ibunya cemas.


Amber terlihat menghela nafasnya dan menenangkan ibunya,


"Ibu tidak usah khawatir.. Aku akan berusaha mencari sisanya..." ujarnya pelan.


Ibu Amber kembali terdiam dan menatap Amber dengan serius,


"Darimana kau mendapatkan uang tadi??? Uang itu tidak sedikit Amber" ujarnya sedikit khawatir.


Amber terdiam sejenak dan menghela nafasnya,


"A... Aku bekerja di suatu tempat, itu adalah uang tabunganku selama ini... Ibu tidak perlu khawatir" ujar Amber berbohong.


Tidak mungkin bagi dirinya untuk mengatakan pada ibunya bahwa dia mendapatkan uang itu dari hasil mencuri. Sebenarnya Amber merasa sangat bersalah tetapi tidak ada cara lain baginya.


Ini semua karena hutang ayahnya..


Dia dan ibunya harus menanggung semuanya setelah pria itu melarikan diri entah kemana karena telah menipu dan meminjam uang dari rentenir.


"Sudah ibu istirahat saja, aku akan membereskan kekacauan ini" ujar Amber.

__ADS_1


Dia pun membawa ibunya ke kamar untuk istirahat...


Setelah membereskan rumah, Amber pergi keluar untuk mencari pekerjaan. Dia tidak mungkin mengandalkan uang hasil curian saja. Amber harus mengumpulkan uang sampai besok lusa.


Amber memasukkan tangannya ke saku celana dan mengeluarkan dompet yang dia curi kemarin. Dia membuka dompet itu dan mengeluarkan beberapa kartu. Disana ada kartu atm dan juga black card.


Amber menatap black card itu dan memperhatikannya. Sepertinya pria kemarin orang yang sangat kaya, pikirnya.


Atau jangan-jangan pria itu adalah pemilik perusahaan yang kemarin dia lewati?? pikir Amber.


Amber pun menyimpan kartu itu dan mengambil sebuah kartu nama di dalam dompet.


"Roy Leonard Brenzyn" ejanya.


Amber pun terdiam sejenak dan menggelengkan kepalanya. Dia sempat berpikir untuk memeras pria kemarin. Tetapi itu akan menjadi bumerang baginya. Bisa saja pria itu akan melapor pada polisi dan memenjarakannya.


Amber pun kembali memasukan kartu itu ke dalam dompet dan menyimpannya. Dia duduk di salah satu kursi di taman dan terlihat termenung.


Tiba-tiba suara seseorang membuyarkan lamunannya,


"Amber!!!!!"


Amber pun membalikkan wajahnya dan menatap seorang wanita berpakaian sexy yang sedang berjalan menghampirinya,


"Hey, apa yang kau lakukan disini??? Kau seperti orang yang sedang putus asa" ledek wanita itu.


Amber menghela nafasnya dan kembali termenung,


"Aku memang sedang putus asa..." bisiknya.


Wanita itu pun menatap Amber dan menepuk pundaknya,


"Ayo ceritakan padaku, siapa tau aku bisa membantumu" ujarnya.


Amber kembali terdiam dan menatap wanita itu sejenak,


"Aku sedang membutuhkan pekerjaan untuk melunasi hutang ayahku" ujarnya pelan.


"Apa kau bisa membantuku mencari pekerjaan???" tanya Amber.


"Pekerjaan apa saja boleh, asalkan aku bisa mendapatkan uang" lanjutnya.


Wanita itu terlihat berpikir sejenak,


"Sebenarnya... di club tempat ku bekerja sedang membutuhkan karyawan. Tapi... aku yakin kau tidak akan mau masuk ke tempat itu bukan??" ujarnya.


Amber memicingkan matanya dan menatap temannya itu dengan tajam,


"Jika itu menjadi pelacur maka aku tidak mau!!!!!!!" ujar Amber tajam.


Wanita itu pun menghela nafasnya dan memukul tangan Amber dengan kuat,


"Awww!!!! Kenapa kau memukulku!!!!!" kesal Amber.


Wanita itu pun menatap Amber dengan tajam,


"Kau gila!!! Mana mungkin aku menawarimu menjadi seorang pelacur!!!!" kesalnya.


Amber pun menyentuh tangannya pelan,


"Lalu???? Pekerjaan apa???" tanyanya lagi.


Temannya itu menatap Amber dan tersenyum tipis,


"Menjadi seorang pelayan di club....." ujarnya.


Bersambung...


Halo, episode kali ini fokus pada tokoh baru ya 😁


Tenang kok ini hanya selingan, tokoh utama tetap akan di prioritaskan 👍


Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya ☺️

__ADS_1


Terimakasih 😁❤️❤️


__ADS_2