Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Menunggu


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang..


Sejak tadi Anna hanya berjalan kesana-kemari dengan tidak sabar di dalam ruangan Alex..


Sebelumnya Donna telah memberitahunya bahwa perawat akan mengantarkan kedua buah hatinya sebentar lagi ke ruangan ini. Namun, sudah beberapa jam ia menunggu, belum juga ada perawat yang membawa anaknya kemari.


Anna semakin terlihat cemas dan tidak sabar secara bersamaan. Mengapa perawat itu sangat lama??? Apa terjadi sesuatu lagi pada kedua anaknya?? pikir Anna yang tidak-tidak.


Alex yang tengah duduk di tempat tidurnya menatap Anna dengan khawatir sejak tadi,


"Sayang... Sudahlah, kemari dan duduk sebentar" ucap Alex lembut.


Anna menghela nafasnya pelan sambil menggigit kukunya dengan gugup,


"Alex... Mengapa mereka lama sekali?? Aku sudah menunggu sejak tadi! Apa... Apa terjadi sesuatu lagi pada anak kita??" tanyanya cemas.


Alex menatap istrinya itu dan menggeleng pelan,


"Tidak sayang.. Tidak ada apa-apa.. Mungkin mereka harus mengecek kembali kesehatan anak-anak kita sebelum diantar kemari" balasnya mencoba menenangkan.


Anna masih terlihat belum tenang dan menyentuh keningnya pelan. Ia benar-benar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua buah hatinya..


Alex menatap istrinya dengan lembut dan perlahan menurunkan kakinya dari atas ranjang untuk berjalan menghampiri Anna dengan pelan.


Anna yang tengah menatap keluar jendela dengan perasaan yang tidak menentu, seketika terkejut saat dengan tiba-tiba Alex memeluk tubuhnya dari belakang,


GREP!!


Pria itu memeluk pinggang istrinya dengan erat sambil menyandarkan dagunya di bahu gadis itu dengan lembut,


"Sudah sayang... Jangan berpikiran yang tidak-tidak.." bisik Alex.


"Tunggulah.. Sebentar lagi mereka pasti akan mengantar anak-anak kita kemari" lanjutnya sambil mengecup lembut bahu istrinya untuk menenangkannya.


Anna pun perlahan menutup matanya dan mengangguk pelan,


"Iya.." jawabnya.


Alex pun membalikkan tubuh Anna perlahan agar saling bertatapan dengannya.


Pria itu mengusap lembut pipi istrinya dan menatapnya dengan intens,


"Tenanglah sayang.." bisiknya.


Perlahan namun pasti Alex pun mendekatkan wajahnya pada wajah Anna dan mengecup bibirnya dengan lembut,


CUP!!!


Pria itu mengecup bibir Anna dan meraih pinggangnya. Ia ingin membuat Anna relaks dan menghilangkan segala kekhawatiran gadis itu.


Perlahan ia mulai ******* bibir manis istrinya dengan lembut dan hati-hati. Ia menciumnya dengan tempo yang tenang, membuat Anna perlahan mulai terhipnotis dan membalas ciumannya.


Satu tangan pria itu meraih pinggang istrinya dan mengusapnya dengan lembut dan satu tangannya lagi menyentuh tengkuk istrinya.


Mereka mulai menikmati ciuman itu dan melupakan sejenak keresahan yang dirasakan sebelumnya. Setidaknya Alex membuat istrinya itu lebih relaks sekarang..


Selang beberapa lama, tiba-tiba suara ketukan pintu pun terdengar dari luar,


Tok..


Tok..


Anna pun dengan cepat membuka matanya dan mendorong tubuh Alex,

__ADS_1


"Apakah itu mereka???" tanyanya tidak sabaran.


Ia pun dengan segera berjalan kearah pintu untuk membukanya. Sedangkan Alex, ia sedikit kecewa dengan ciuman yang harus berhenti itu. Namun, ia pun ikut mengikuti langkah Anna yang sedang berjalan kearah pintu dengan tidak sabar,


CKLEK!!!


Anna pun membuka pintu dan melihat seorang perawat yang masuk seorang diri ke dalam ruangan mereka.


Anna seketika mengarahkan pandangannya ke belakang perawat itu dan tidak melihat keberadaan bayi-bayi nya,


"Selamat siang Nona" sapa perawat itu pada Anna.


Anna pun menatap perawat itu dan mengangguk pelan,


"Si... siang" jawabnya dengan nada kecewa.


Perawat itu seketika tersenyum pada Anna,


"Nona... Aku akan memeriksa kondisi Tuan Alex sekarang dan membuka perbannya" ucapnya.


Anna pun mengangguk pelan dan mempersilahkan perawat itu untuk masuk,


"Silahkan" ucapnya pelan.


Anna membalikkan tubuhnya dan menunduk pelan. Ia kira tadi perawat yang akan mengantar anaknya..


Anna menghela nafasnya dan mengikuti perawat itu dari belakang. Alex menatap kearah istrinya dan tersenyum pelan. Ia tau Anna pasti mengira bahwa perawat tadi tengah membawa anak mereka.


"Silahkan Tuan, aku akan membuka perban yang berada di perut Tuan" ucap perawat itu.


Alex pun mengangguk dan duduk bersandar di atas tempat tidurnya. Perawat pun mulai membuka perban Alex dan mengoleskan obat di perut pria itu.


Alex dapat melihat perawat di depannya itu terlihat gugup saat menyentuh perutnya. Pria itu mendengus pelan dan menatap kearah Anna yang sejak tadi hanya menunduk dan tidak menatap kearahnya sama sekali,


'Apa Anna tidak cemburu melihat perawat ini menyentuh suaminya??' pikir Alex.


Ia pun menatap perawat itu dengan dingin,


"Sepertinya aku tidak membutuhkan perban lagi bukan??" tanya Alex datar pada perawat itu.


Perawat itu seketika mengangkat wajahnya dan terlihat gugup menatap Alex,


"Ah... iya.. Sepertinya luka Tuan memang sudah kering. Hanya perlu di beri obat oles saja" jawabnya mencoba menghilangkan rasa gugupnya saat menatap Alex.


Alex pun mengangguk dan mengangkat tangannya saat perawat di depannya hendak kembali mengoleskan salep di perutnya,


"Sudah cukup!! Berikan saja aku salepnya" perintah Alex dingin.


"Aku ingin istriku yang mengoleskannya" lanjutnya sambil menatap kearah Anna.


Anna yang melamun seketika mengangkat wajahnya dan menatap Alex,


"Ada apa??" tanyanya pelan.


Alex meraih tangan Anna dan tersenyum pada istrinya dengan lembut,


"Sayang.. Oleskan obat ini di perutku" ucap Alex dengan nada yang sedikit di buat manja.


Anna pun menatap suaminya itu dan balas tersenyum,


"Baiklah.." jawabnya.


Perawat di depan mereka pun seketika memalingkan wajahnya dan menyusun kembali obat-obatnya,

__ADS_1


"Kalau begitu... Saya permisi dulu" ujarnya pelan dan berlalu pergi dengan sedikit kesal.


Anna menatap kearah perawat itu sambil mengernyitkan keningnya,


"Mengapa dia terlihat kesal??" tanya Anna tidak mengerti.


Alex tidak peduli dengan hal itu dan menarik tangan istrinya lembut agar duduk di sampingnya,


"Obati aku.." ucapnya manja.


Anna pun menatap Alex dan tersenyum geli. Ia pun membuka salepnya dan mengolesinya di perut sang suami dengan lembut dan hati-hati.


Seketika Alex yang merasakan sentuhan istrinya, merasa seperti tersengat sesuatu. Tubuhnya seketika menegang dan tatapan pria itu langsung menatap wajah istrinya dengan intens.


Hanya sentuhan istrinya yang selalu membuatnya merasa seperti ini. Dan Alex sangat menyukainya..


Pria itu menatap wajah Anna yang sedang terlihat serius mengoleskan obat pada perutnya. Alex mendesis pelan saat Anna mengoleskan salepnya pada bagian bawah perutnya.


Anna yang terkejut seketika menatap wajah Alex dengan khawatir,


"Apakah sakit?? Maaf..." ucapnya merasa bersalah.


Alex menghela nafasnya dan menatap wajah sang istri sambil menggeleng,


"Tidak sayang.." jawabnya pelan.


Padahal sebenarnya ia bukan merasakan sakit. Tetapi merasakan sesuatu yang lain di bawah sana..


Tapi, sayangnya Alex harus menahannya karena Anna baru saja melahirkan,


"Sudah selesai" ujar Anna sambil menutup kembali salepnya.


Saat gadis itu hendak beranjak dari samping Alex, dengan cepat pria itu menahannya dan sedikit menarik tangan gadis itu agar wajah mereka saling berdekatan.


Alex menatap wajah Anna dalam dan menyentuh bibir gadis itu dengan lembut,


"Cium aku.." ucap Alex pelan dan intens.


Anna menatap wajah suaminya dan tersenyum pelan..


Saat gadis itu hendak menempelkan bibirnya pada bibir sang suami.. Tiba-tiba ketukan pintu kembali terdengar,


Tok..


Tok..


CKLEK!!


Pintu ruangan pun terbuka. Dengan cepat Anna membuka matanya dan mendorong dada Alex agar menjauh darinya yang membuat pria itu kecewa seketika,


"Selamat siang" sapa seorang Dokter pada mereka.


Anna berdiri dari duduknya dan hendak menjawab sapaan Dokter itu. Namun, seketika pandangannya mengarah pada dua box bayi yang di bawa oleh perawat di belakang Dokter itu.


Seketika Anna pun membelalakkan matanya dan melihat Donna dan juga William yang berada di belakang box bayi itu dengan senyuman penuh haru mereka..


Bersambung..


Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️


Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁


Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...

__ADS_1


Please... 🥺🙏


Terimakasih banyak ❤️🙏


__ADS_2