
"Bukankah kau ingin melamar kekasihmu??? Jadi, aku mengundang William kemari untuk menentukan tanggalnya" ujar Peter yang membuat semua orang disana kembali terbelalak tak percaya.
Donna menutup mulutnya dan menatap Peter dengan tatapan terkejutnya,
"Ayah... Apakah ayah serius???" tanyanya.
Peter membalikkan badannya dan terdiam sejenak,
"Jangan membuat aku berubah pikiran" ujarnya lalu memberikan isyarat pada pengawalnya untuk membawanya pergi.
Donna pun tidak kuasa menahan senyumannya dan menatap Alex dengan tatapan terharu,
"Kau dengar itu?? Terimakasih Tuhan... Kau telah meluluhkan hatinya yang sekeras batu itu" ujar Donna menahan tangis.
"Kurasa ayah telah berubah pikiran dan menyadari segala kesalahannya" ujar Jonas pelan.
Anna cukup terkejut mendengar ucapan Peter. Lalu pandangannya pun mengarah pada Alex yang masih terdiam di kursinya.
"Ada apa dengan ekspresimu Alex??? Apa kau tidak senang???" tanya Donna pada Alex.
Alex menghela nafasnya dan menatap Donna dengan datar,
"Apakah aku harus senang?? Aku tidak peduli dengan pendapatnya tentang apapun!! Dan aku juga tidak perlu persetujuannya untuk menikahi Anna!!!" ujar Alex dingin.
Donna yang mendengar hal itu pun menghela nafasnya kasar dan menatap Alex dengan heran,
"Kau ini!!! Bisakah kau hormati dia sedikit?? Bagaimana pun juga dia adalah kakekmu!!" tegas Donna.
Alex tidak menghiraukan ucapan Donna dan kembali melanjutkan makan malamnya. Donna pun menyerah dan menatap Anna dengan memberikan isyarat untuk menyuruh gadis itu membujuk Alex agar tidak bersikap keras pada kakeknya.
Anna pun tersenyum tipis pada Donna dan menatap Alex yang sedang memakan makanannya tanpa ekspresi.
Setelah mereka selesai makan malam. Anna dan Alex memutuskan untuk kembali ke lantai atas. Alex menggenggam tangan Anna dalam diam.
Saat mereka sudah tiba di depan kamar Anna, tiba-tiba Alex memeluk gadis itu dengan erat,
"Bukankah kau berjanji akan menemaniku tidur malam ini???" bisik Alex pelan.
Seketika Anna pun kembali teringat dengan percakapan mereka tadi pagi. Lagipula sebenarnya ada yang ingin dia bicarakan dengan Alex. Gadis itu pun mengangguk pelan dalam pelukan Alex,
"Baiklah" ujar Anna pelan.
Alex pun mencium bahu gadis itu dan menuntunnya ke dalam kamar.
Setelah berada di dalam kamar, Alex pun menuntun Anna untuk duduk di atas tempat tidur. Pria itu pun duduk di hadapan Anna dan menyentuh pipinya pelan.
"Katakanlah... Aku tau kau ingin membicarakan sesuatu padaku" ujar Alex lembut.
__ADS_1
Anna pun menatap Alex dengan sedikit terkejut. Pria itu seperti bisa membaca pikirannya, pikir Anna.
"Hmm... Ini tentang kakekmu... Tadi siang, aku sempat berbicara dengannya di taman" ujar Anna pelan.
Alex menatap Anna dalam dan menunggu gadis itu untuk melanjutkan ucapannya,
"Kakekmu seperti telah menyesali semua perbuatannya dulu. Dia juga merasa bersalah atas apa yang dia lakukan padamu, pada orang tua kita..." lanjutnya.
"Alex, apa kau tau, kakekmu memiliki alasan mengapa dia mengeluarkanmu dari rumah ini waktu itu. Dia juga sangat menyayangimu... Dan kau tau... Kakekmu sebenarnya selalu mengawasimu dan membantumu tanpa kau sadari" ujar Anna lembut.
Alex menghela nafasnya dan tersenyum sinis,
"Alasan??? Alasan apa yang dia katakan???" tanya Alex.
Anna menggigit bibirnya dan menggeleng pelan,
"Dia tidak mengatakannya.. Tapi yang jelas adalah... kakekmu sangat menyayangimu Alex. Dia telah hidup dalam penyesalannya selama ini. Dia sudah berusaha untuk memperbaiki hubungannya denganmu sekarang. Jadi... Tidak bisakah kau juga mulai bersikap baik padanya??? Bukankah kau ingin memperbaiki segalanya dan melupakan masa lalu???" ujar Anna pelan.
Alex menatap mata Anna dan menunduk dalam,
"Aku sudah berusaha melakukannya... Tapi entah mengapa bayangan menyakitkan itu selalu muncul dan membuatku kembali merasakan kebencian padanya" ujar Alex menahan emosinya.
Dengan perlahan Anna menyentuh tangan Alex dan mengusapnya lembut,
"Kau bisa melakukannya Alex... Ada aku disini... Kita bisa melewatinya bersama-sama" ujar Anna.
"Aku akan berusaha... Selama ada kau disisi ku, rintangan apapun akan aku lalui" ujar Alex lembut.
Anna pun tersenyum pada Alex dan mengangguk pelan.
Perlahan wajah Alex mendekat pada wajah Anna. Tangan pria itu menyentuh tengkuk Anna dan membelainya dengan lembut.
"Terimakasih...." bisik Alex.
Lalu pria itu pun mendekatkan bibirnya pada bibir merah muda Anna,
CUP!!!!
Pria itu menempelkan bibirnya pada bibir Anna dan ********** dengan lembut. Alex dapat merasakan kehangatan yang menjalar dari hatinya sampai ke seluruh tubuhnya.
Gadis ini.... Gadis ini adalah segala-galanya bagi Alex. Dia bagaikan cahaya yang menerangi kegelapan dalam hidupnya... Bagaikan angin lembut yang menyapu segala kerisauan dan kesedihan di dalam hatinya... Bagaikan sebuah heroin yang membuatnya candu, dan tidak bisa jauh darinya.
Dia adalah gadis pertama dan satu-satunya yang akan selamanya Alex jaga dan cintai seumur hidupnya. Bahkan setelah kematian pun, jika bisa Alex akan meminta Tuhan untuk mempertemukan mereka kembali dan membiarkan cinta mereka tumbuh abadi untuk selama-lamanya.
Perlahan ciuman Alex pun semakin dalam dan tak beraturan. Alex menggigit bibir bawah Anna dan membuat bibir gadis itu terbuka. Dengan cepat lidahnya masuk dan membuat Anna mau tidak mau membalas ciuman pria itu.
Tangan Alex menekan tengkuk Anna dan dengan perlahan tubuhnya mendorong tubuh gadis itu sampai terlentang di atas tempat tidur.
__ADS_1
Ciumannya semakin liar dan menggebu. Alex ******* bibir Anna dalam dan menekan tubuhnya pada tubuh gadis itu.
Anna yang mulai kewalahan perlahan mencoba mendorong tubuh Alex. Ciuman mereka pun terlepas dan mereka saling menatap dengan nafas yang memburu.
"Aku sangat mencintaimu, Anna... Hiduplah bersamaku untuk selama-lamanya" bisik Alex lembut.
Pria itu kembali mencium bibir Anna. Namun kali ini ciumannya melembut dan perlahan. Ciumannya bagaikan sapuan bulu halus yang menyentuh bibir Anna.
Entah mengapa gadis itu merasa terbuai dengan ciuman Alex kali ini. Anna merasa tubuhnya terasa panas, saat ciuman Alex turun ke lehernya. Pria itu mengecup leher Anna dengan kecupan lembutnya. Anna menutup matanya rapat dan meremas pelan rambut Alex.
Seketika Anna pun tersadar dan membuka matanya. Dia harus menghentikan pria ini sekarang juga. Anna pun mendorong pelan bahu Alex,
"Alex... Cukup..." bisik Anna terengah.
Alex pun mengangkat wajahnya dan menatap wajah Anna yang memerah. Gadis itu pun kembali mendorong tubuh Alex dan terduduk di atas tempat tidur.
"Ti.. Tidurlah... Ini sudah larut. Bukankah tugasku disini hanya menemanimu saja!" ujar Anna sedikit salah tingkah.
Alex pun menatap wajah Anna yang merona dan tersenyum tipis,
"Baiklah... Ayo kita tidur" ujar Alex yang hendak kembali merebahkan tubuh Anna di atas tempat tidur.
Namun dengan cepat Anna menahannya dan menatap Alex sedikit kesal,
"Bukankah kau bilang kau akan tidur di sofa?? Tidurlah disana!!!" ujar Anna sambil menunjuk sofa di depan tempat tidur.
Alex pun menatap sofa itu dan menghela nafasnya,
"Ayolah, biarkan aku tidur disini. Aku janji tidak akan melakukan apapun" ujar Alex merajuk.
Anna pun menatap kesal pada Alex,
"Hanya tidur??? Kau yakin??? Tidakkah kau ingat saat kau ke kamarku waktu itu?? Kau tidak bisa hanya tertidur saja jika bersamaku Alex!! Aku tau bagaimana reaksi tubuhmu" ujar Anna kesal.
Seketika Alex pun menyeringai mendengar ucapan Anna. Pria itu pun mendekatkan wajahnya pada Anna, menyentuh bibirnya dengan lembut, lalu berbisik padanya,
"Bukankah kau sudah tau?? Aku selalu menahannya... Jadi, aku akan mempercepat pernikahan kita agar aku bisa melampiaskan semuanya..." bisik Alex intens.
Seketika pipi Anna pun memerah dan bulu kuduknya meremang membayangkan ucapan Alex tadi...
Bersambung...
Halo, keep support this story, jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan giftnya ya ☺️
Terimakasih untuk yang selalu rajin tinggalkan jejak di kolom komentar 😘
Thank you...
__ADS_1
Siap-siap kondangan onlinenya ya, sepertinya lampu hijau sudah menyala 😁👍