Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Episode Spesial Daniel


__ADS_3

Seorang wanita dengan pakaian serba tertutupnya sedang berlari kecil sambil menyeret seorang pria yang berada di belakangnya. Terlihat segerombol orang dengan kamera di tangan mereka sedang berusaha mencari seseorang yang mereka cari.


"Dimana dia?? Tadi aku merasa melihat Rose Carolina disini" ujar salah satu dari mereka.


Terlihat beberapa orang yang lain hanya menggeleng pelan dan mengarahkan pandangan mereka ke sekitar untuk mencari seorang wanita yang mereka cari.


Daniel terlihat sedikit kerepotan saat tubuhnya diseret oleh wanita asing di depannya. Dia terlihat bingung, kenapa wanita di depannya ini seperti sedang menghindari sesuatu??


Apa jangan-jangan.. wanita ini seorang buronan?? pikir Daniel tiba-tiba.


Seketika Daniel pun menarik tangannya dan berhenti. Wanita yang berada di depannya pun juga ikut berhenti dan menoleh ke belakang untuk menatap Daniel dengan wajah bingungnya.


Daniel menatap wanita itu dan menghela nafasnya sedikit kesal,


"Sebenarnya kau ini ingin membawaku kemana??? Apa yang kau inginkan??" tanya Daniel bingung.


Lalu tatapan pria itu pun menatap wanita di depannya dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan penuh kecurigaan,


"Kau... Kau sangat mencurigakan... Apa kau seorang buronan??" tanya Daniel to the poin.


Seketika wanita itu membelalakkan matanya mendengar pertanyaan konyol Daniel. Dia mencoba menahan tawanya dan menggeleng pelan,


"Tentu saja bukan!!!" ujarnya tegas.


Wanita itu tidak habis pikir dengan pertanyaan Daniel yang bisa di bilang cukup lugu dan polos itu. Apa pria itu sedang bercanda??? Bisa-bisanya dia berpikir wanita cantik seperti dirinya ini seorang buronan??? pikirnya tidak mengerti.


Saat wanita itu hendak berbicara lagi pada Daniel, tiba-tiba matanya menatap ke belakang dan melihat segerombolan orang yang mengejarnya tadi berada tidak jauh dari mereka.


Seketika wanita itu pun panik dan takut jika keberadaannya di ketahui oleh orang-orang itu.


Daniel mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya ke hadapan wajah wanita itu. Kenapa wajahnya tiba-tiba terlihat begitu panik?? pikir Daniel.


"Hey!! Aku sedang berbicara denganmu!!! Kau dengar aku???" ujar Daniel sedikit kesal.


Wanita itu terlihat semakin panik saat segerombolan orang-orang di belakangnya hampir berjalan kearah mereka. Bahkan suara Daniel pun tidak diacuhkannya. Dia harus segera mencari cara untuk meloloskan diri dari orang-orang itu.


Lalu tanpa pikir panjang, wanita itu pun menatap wajah Daniel dan menarik kerah baju pria itu,


GREP!!!


CUP!!!


Dengan cepat wanita itu mencium bibir Daniel dan sedikit menyembunyikan wajahnya dari segerombolan orang-orang yang berjalan melewati dirinya.


Wanita itu memeluk leher Daniel dengan erat dan menekan bibirnya pada bibir pria itu.


DEG!!!


Seketika Daniel membelalakkan matanya dan terkejut dengan tindakan wanita asing di depannya.


Pikiran Daniel seketika berantakan dan dia merasa tubuhnya tidak menapak di atas lantai,


"Ayo!!! Ayo!! Kita harus temukan dia!!!"


"Dimana Rose... Aku tidak mungkin salah lihat!! Aku melihatnya berjalan kearah sini tadi"


Teriakan-teriakan orang-orang itu masih terdengar. Mereka berjalan cepat melewati Daniel dan wanita itu.


Saat suara orang-orang itu mulai menjauh dan tak terdengar, wanita itu pun melepaskan ciumannya dari bibir Daniel dengan wajah yang merona merah serta jantung yang berdegup kencang.


'Apa yang telah kau lakukan Rose???' pikirnya panik.


DEG..

__ADS_1


DEG..


Wanita itu menyentuh dadanya dan merasakan kehangatan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.


Rose pun mengangkat wajahnya dan melihat wajah Daniel yang terlihat datar menatap kearahnya. Tatapan pria itu begitu sulit untuk diartikan oleh Rose.


Apakah dia marah??? pikir Rose panik.


"Ma... Maaf.. Aku..." ujarnya terpotong saat dengan cepat Daniel menjauhkan tubuhnya sambil mengambil kopernya.


"Menyingkir dari hadapanku!" ujar Daniel tajam.


DEG!!


Seketika Rose pun menatap wajah Daniel dengan perasaan yang tiba-tiba terasa sakit.


Dengan cepat Rose pun mencoba menahan tangan Daniel sebelum pria itu meninggalkannya,


"Tu...Tunggu.. Maaf... A.. Aku tidak bermaksud..." ujarnya terpotong lagi saat Daniel menepis kasar tangannya.


SRET!!


"Lupakan!!! Anggap saja hal itu tidak pernah terjadi!!" ujarnya dingin.


Lalu Daniel pun menarik kopernya dan berjalan pergi meninggalkan Rose yang terlihat merasa bersalah dan patah hati.


Tes...


Seketika Rose merasakan air mata menetes di pipinya,


'Kenapa.. Kenapa rasanya begitu sakit..' rintihnya dalam hati.


Namun dengan cepat Rose pun menghapus air matanya dan kembali merapihkan penutup kepalanya,


Wanita itu pun bergegas berjalan cepat meninggalkan Bandara itu.


Saat berada di luar, Rose melihat supir pribadinya yang sudah menunggu kedatangannya. Lalu Rose pun melangkah cepat menghampiri supir pribadinya,


"Nona!! Nona darimana saja?? Aku kira Nona terjebak oleh para penggemar dan wartawan... Bagaimana Nona bisa sampai disini dengan aman??" tanyanya bertubi-tubi.


"Aku sudah menyuruh beberapa bodyguard untuk masuk dan menunggu Nona" lanjutnya.


Rose tidak mengidahkan ucapan supirnya dan memilih untuk segera masuk ke dalam mobil,


"Ceritanya sangat panjang!! Cepat nyalakan mobilnya.. Aku ingin segera pergi dari sini" ujar Rose dengan perasaan yang sulit di mengerti.


Supir pribadinya itu terlihat mengernyitkan keningnya sesaat, namun setelah itu dia pun mengangguk dan bergegas menjalankan mobilnya meninggalkan Bandara,


"Baik Nona" ujarnya.


Selama di perjalanan Rose terlihat melamun sambil menatap keluar jendela. Di luar sedang hujan gerimis.


Tiba-tiba pikirannya kembali tertuju pada saat dirinya mencium pria asing tadi.


Seketika Rose pun menutup wajahnya yang memerah dengan malu,


"Kau sangat bodoh Rose!!" gerutunya pelan pada diri sendiri.


Seumur hidupnya dia tidak pernah merasakan hal yang memalukan seperti ini. Dan lagi, kenapa dirinya bisa bertindak memalukan seperti itu, mencium pria asing tadi secara tiba-tiba??? Tentu saja pria itu akan marah padanya.


Bagaimana jika ternyata pria tadi telah memiliki pasangan??? Atau bahkan pria tadi ternyata telah memiliki seorang istri dan anak??? pikirnya cemas.


Rose memukul pipinya dengan keras dan merasa sangat bersalah. Pantas saja pria tadi terlihat sangat marah..

__ADS_1


"Huhh!!!!"


Rose pun menghela nafasnya dan kembali menatap kearah jendela.


"Hey... Siapapun kau... Maafkan aku..." bisiknya pelan.


Rose pun menutup matanya dan menyentuh dadanya yang masih berdegup kencang saat membayangkan wajah pria asing tadi.


Wanita itu pun kembali menggeleng dan melupakan kejadian tadi,


"Ingat Rose!!! Lupakan kejadian tadi!! Anggap saja hal tadi tidak pernah terjadi!!! Seperti kata pria itu...." bisiknya pelan.


Rose pun kembali menyentuh dadanya dan terlihat sedih,


'Tapi.... Kenapa jantungnya merasa hangat dan berdegup saat mengingat pria tadi???' pikirnya.


'Apakah... Apakah... ini yang di namakan jatuh cinta???' pikirnya lagi.


-


-


BRAK!!!


Daniel masuk ke dalam apartemennya dan melempar koper nya ke sembarang tempat. Pria itu pun menidurkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menutup matanya.


Mengapa hari pertama dirinya berada di negara ini, di mulai dengan sedikit drama yang membuatnya kesal, pikirnya.


Daniel kembali mengingat saat wanita asing tadi mencium bibirnya.


Itu adalah ciuman pertamanya..


Ciuman bibir pertamanya..


Saat wanita asing tadi menciumnya, pikiran Daniel pun tiba-tiba kembali mengingat wajah Anna dan membayangkan bahwa wanita di depannya itu adalah Anna..


Daniel seketika bangkit dari tidurnya dan mencengkram rambutnya secara frustasi.


Ternyata... Dirinya belum bisa melupakan Anna, walaupun gadis itu telah menikah.


Daniel kembali mengingat saat dirinya dan Anna masih kecil dulu. Pria itu pernah dengan berani mencium pipi Anna sampai gadis itu terkejut dan marah padanya.


Seharusnya...


Seharusnya...


Ciuman pertamanya adalah Anna...


"Arrghhhh!!!!!" teriak Daniel saat pikirannya kembali di penuhi dengan kenangan masa lalu.


"Tidak Daniel... Kau harus bisa melupakan segalanya!!!" bisiknya pada diri sendiri.


Pria itu pun mengusap kasar wajahnya dan kembali menutup matanya,


"Anna... Mengapa begitu sulit untuk melupakanmu...." bisiknya lagi sedih.


Bersambung...


Hallo, dukung selalu cerita ini ya,


Jangan lupa kasih like, Vote, komen dan hadiahnya ☺️


Terimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2