
Daniel membuka matanya dan menatap kearah pintu,
DEG!!
Seketika pria itu membelalakkan matanya saat melihat seorang wanita yang sangat dia cintai sedang berdiri di depan pintu,
"A... Anna...." bisiknya.
Gadis itu menatap kearah Daniel dan tersenyum tipis padanya. Daniel mencoba mengerjapkan matanya dan berharap yang dilihatnya bukanlah ilusi ataupun khayalan semata.
Anna yang melihat tatapan bingung Daniel seketika langsung melangkah perlahan mendekatinya.
Anna berdiri di samping tempat tidur Daniel sambil menatap pria itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Sedangkan Daniel, pria itu menatap dalam pada Anna dan langsung memalingkan wajahnya dari gadis itu.
Anna terdiam sesaat dan mulai duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur Daniel,
"Apa... Kau tidak suka.. jika aku berada disini??" tanya Anna pelan.
Daniel menutup matanya sejenak dan tersenyum miris. Pria itu kembali menatap Anna dengan matanya yang berkaca-kaca.
Daniel menggeleng pelan dan menatap lekat pada wajah Anna,
"Kau tau.... Kau lah satu-satunya orang yang ingin aku lihat saat ini.." bisik Daniel pelan.
Pria itu menatap Anna dalam,
"Tapi aku merasa sangat malu... malu untuk bertemu denganmu..." lanjut Daniel.
Setetes air mata pun mengalir di sisi mata Daniel,
"Maafkan aku...." bisiknya.
Anna menggigit bibirnya dan menatap Daniel dengan mata yang berkaca-kaca sambil menggeleng pelan,
"Tidak... Tidak ada yang perlu di maafkan..." ujar Anna pelan.
Gadis itu dengan cepat menghapus air matanya dan tersenyum pada Daniel,
"Bukankah kita teman??? Teman harus saling memaafkan bukan??" lanjutnya mencoba untuk mencairkan suasana.
Seketika Daniel pun membelalakkan matanya dengan mata yang kembali berkaca-kaca. Gadis itu menyentuh tangan Daniel dan menatapnya dalam,
"Selamanya... Kita akan tetap menjadi teman..." ujar Anna dalam.
"Kau adalah satu-satunya teman terbaikku Daniel... Aku tidak ingin kehilanganmu..." bisik Anna bergetar.
Daniel kembali menutup matanya dan mencoba menahan isak tangisnya,
"Tidak!! Aku bukanlah teman baikmu Anna... Aku adalah orang yang jahat!!" ujar Daniel.
Pria itu kembali menatap Anna dan menggeleng kuat,
"Kau tidak pantas mempunyai teman yang jahat sepertiku.." lanjutnya bergetar.
Anna kembali meneteskan air matanya dan tersenyum pada Daniel,
"Tidak.. Aku tau kau bukanlah orang yang jahat.. Keadaan yang memaksamu untuk melakukan hal jahat itu.. Tapi aku tau... Jauh di dalam lubuk hatimu.. Kau adalah orang yang baik... Aku tau kau tidak akan pernah mau menyakitiku..." ujar Anna dalam.
Daniel kembali menutup matanya dan mulai menangis tersedu..
Untuk beberapa saat Anna membiarkan Daniel untuk menangis agar pria itu dapat meluapkan semua yang berada di dalam hatinya.
Setelah Daniel kembali tenang, pria itu kembali menatap Anna dengan tatapan bersalahnya,
"Maafkan aku..." bisiknya lagi.
Anna tersenyum dan mengusap bahu Daniel dengan lembut,
"Aku memaafkanmu..." ujar Anna pelan.
"Mulai sekarang... kau tidak perlu lagi merasa bersalah padaku... Hiduplah dengan baik..." lanjut Anna.
__ADS_1
Gadis itu menatap Daniel dan tersenyum tulus padanya,
"Kau harus kembali sehat... Bukankah keponakanmu ini ingin melihat pamannya nanti???" ujar Anna dengan mata yang berkaca-kaca sambil menyentuh perutnya.
DEG!!
Seketika Daniel pun terdiam dan menatap perut Anna dalam,
"Aku ingin.. anakku bisa melihat teman terbaik dari ibunya kelak.." ujar Anna tersenyum.
"Aku ingin dia tau dan bisa melihatmu nanti..."
"Jadi.... Kembalilah sehat... Kembalilah menjadi Daniel yang ku kenal.. Daniel yang periang... semangat... dan selalu penuh dengan senyuman...." ujar Anna dalam.
Gadis itu terdiam sesaat dan menatap Daniel dengan mata yang berkaca-kaca,
"Bisakah... kau mewujudkannya???" tanya Anna bergetar.
DEG!!
Seketika Daniel pun terdiam mendengar ucapan Anna. Tiba-tiba hatinya merasakan kehangatan dan sepeti segala beban yang berada di dalam hatinya terangkat begitu saja.
Ucapan Anna tadi bagaikan sebuah hembusan angin yang menyejukkan di hatinya.
Daniel pun menghela nafasnya dan tersenyum pada Anna sambil mengangguk pelan,
"Aku akan mewujudkannya..." bisiknya.
Seketika Anna pun menatap Daniel dengan tidak percaya. Sebuah senyuman terlihat jelas di wajahnya, begitu pula di wajah Daniel. Pria itu menyentuh tangan Anna dan mengangguk pelan,
"Aku akan mewujudkan keinginanmu..." ujarnya pelan.
"Aku pasti akan sembuh... Dan... setelah itu aku pasti bisa bertemu dengan keponakanku ini..." ujarnya sambil menatap perut Anna.
Anna pun tersenyum senang dan mengangkat jari kelingkingnya ke hadapan Daniel,
"Kau janji???" tanya Anna.
"Aku berjanji" ujarnya.
Anna pun kembali tersenyum dan mengangguk pada Daniel,
"Teman???" tanya Anna lagi.
Daniel pun tersenyum dan mengangguk pasti,
"Teman.. Teman selamanya.." ujarnya.
-
Diluar ruangan terlihat Austin, Bella dan Alex sedang menunggu Anna yang masih berada di dalam ruangan Daniel.
Alex terlihat terdiam sejak tadi. Sebenarnya Alex tidak terlalu suka jika Anna harus berduaan dengan Daniel di dalam. Tetapi, pria itu tau saat ini yang di butuhkan Daniel adalah untuk berbicara dengan Anna secara pribadi.
Pria itu mencoba meredam kecemburuannya dan membiarkan Anna dan juga Daniel untuk menyelesaikan urusan mereka.
Austin menatap pada Alex sejak tadi. Austin tau, Alex terlihat tidak begitu suka membiarkan Anna masuk ke dalam ruangan Daniel dan membiarkan mereka berdua saja yang berada di dalam ruangan itu,
"Terimakasih Tuan Alex.." ujar Austin tiba-tiba.
Alex seketika mengangkat wajahnya dan menatap Austin dengan tatapan tidak mengertinya,
"Terimakasih.. telah membiarkan istri anda untuk masuk dan berbicara dengan Daniel.. Walaupun aku tau.. kau tidak menyukainya.." lanjut Austin lagi.
Alex menghela nafasnya dan mengangguk pelan,
"Aku hanya tidak ingin, ada lagi yang mencoba untuk menghancurkan hubunganku dengan Anna" ujar Alex datar.
Austin pun seketika tersenyum tipis dan mengangguk pelan pada Alex,
"Kau benar... Semoga saja putraku segera sadar" ujar Austin.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba pintu kamar Daniel pun terbuka dan memperlihatkan Anna yang baru saja keluar dari dalam.
Dengan cepat Austin dan Bella pun berjalan mendekati Anna,
"Ba.. Bagaimana Anna?? Apa Daniel mau mendengarkanmu??" tanya Bella cemas.
Anna pun menatap Bella dan tersenyum lembut,
"Daniel... Dia mau untuk melakukan pengobatan secepatnya" ujar Anna.
Seketika Bella pun menutup mulutnya dan memeluk tubuh Anna dengan bahagia,
"Ya Tuhan!!! Syukurlah...." ujarnya terharu.
Austin mengusap wajahnya dan tersenyum senang,
"Syukurlah...." ujarnya.
Bella melepaskan pelukannya dan menatap Anna dengan air mata yang sudah membasahi pipinya,
"Terimakasih sayang... Aku tau kau pasti bisa membujuknya..." ujarnya senang.
Anna pun tersenyum pada Bella,
"Tidak.. Ini semua berkat doa Bibi dan Paman" ujar Anna.
Bella menghapus air matanya dan mengangguk pada Anna,
"Kalau begitu.. Aku dan Paman akan masuk dulu" ujarnya penuh haru.
Austin dan Bella pun kembali masuk kedalam ruangan Daniel.
Anna tersenyum melihat betapa bahagianya Bella dan Austin saat mendengar bahwa akhirnya Daniel mau untuk melakukan pengobatan.
Anna pun membalikkan tubuhnya dan menatap Alex yang berdiri tidak jauh darinya. Pria itu menatap Anna dalam dan tersenyum tipis.
Gadis itu pun melangkah mendekati Alex dan menatapnya dalam,
GREP!!!
Dengan cepat Anna memeluk tubuh suaminya. Alex yang sedikit terkejut pun langsung membalas pelukan istrinya,
"Terimakasih..." bisik Anna dalam.
Alex tersenyum dan membalas pelukan Anna dengan erat lalu mengecup kepala istrinya,
CUP!!
"Tidak perlu berterimakasih... Aku hanya ingin semuanya baik-baik saja..." bisik Alex lembut.
"Aku tidak ingin kau bersedih.." lanjut Alex.
Anna pun mengeratkan pelukannya pada Alex,
"Aku mencintaimu...." bisik Anna.
Seketika senyuman Alex pun semakin mengembang setelah mendengar kata cinta dari istrinya.
Alex mengeratkan pelukannya dan mengecup bahu Anna,
"Aku juga sangat... sangat mencintaimu..." bisiknya.
"Kuharap setelah ini, semuanya akan berjalan dengan baik dan bahagia..." lanjutnya, dan di balas anggukan oleh istri tercintanya.
Bersambung...
Halo, dukung selalu cerita ini ya,
Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 🙏🙏
Dukungan kalian sangat berarti banget 🥺
__ADS_1
Terimakasih ❤️❤️