
"Suamimu juga sedang kritis.. Dia pasti sangat membutuhkanmu sayang.. Jadi, bangunlah.. bangunlah..." bisiknya di telinga Anna penuh harap.
Seketika, sebuah pergerakan kecil pun terlihat dari jari telunjuk Anna yang tiba-tiba bergerak secara singkat.
DEG!!
William yang melihat hal itu seketika terkejut dengan ragu,
'Apakah ia tidak salah lihat??' pikirnya dalam hati.
Jari telunjuk Anna kembali bergerak pelan, membuat William langsung menatap Anna dengan tatapan tidak percayanya,
"Anna... Sayang!! Apa kau dengar ayah???" tanyanya mencoba kembali memancing reaksi Anna.
Seketika dengan perlahan mata Anna pun bergerak dengan pelan seperti hendak membuka matanya. William langsung berdiri dari duduknya dan mengusap wajah Anna dengan lembut,
"Sayang... Ini ayah... Bangunlah.." bisiknya lagi.
Mata Anna pun perlahan mulai berkedip pelan dan terbuka.
Dengan cepat William menyentuh pipi Anna dan menangis terharu,
"Sayang... Sayang... Ini ayah..." ucapnya lagi sambil tersedu.
Mata Anna pun mulai terbuka..
William pun dengan segera menekan tombol di atas tempat tidur Anna untuk memanggil dokter. Dan pria itu pun dengan tidak sabar berlari keluar untuk mengabari Donna dan Jonas,
"Cepat panggilkan dokter!!! Anna telah sadar!!!" ucapnya dengan tidak sabaran dan penuh haru.
Donna seketika menutup mulutnya dan menangis terharu,
"Benarkah??? Ya Tuhan terimakasih!!!!" ucapnya penuh rasa syukur.
"Aku akan panggilan dokter!!!" ucap Jonas yang langsung bergegas berlari memanggil dokter.
William pun kembali masuk bersama dengan Donna. Ia kembali menyentuh tangan Anna dengan mata yang berkaca-kaca,
"A.... A... yah...." bisik Anna pelan.
Donna menangis terharu dan menggenggam tangan Anna yang satunya.
William mengecup tangan putrinya dan mengangguk pelan,
"Ini ayah sayang... Ini ayah.." ucapnya.
Selang beberapa saat dokter dan beberapa perawat pun masuk ke dalam ruangan itu untuk memeriksa kondisi Anna. Donna dan William mundur perlahan dan membiarkan dokter untuk memeriksa.
Setelah selesai dokter menatap William dan tersenyum lembut,
"Syukurlah, Kondisi Nona Anna sudah sangat membaik" ucapnya yang membuat Donna dan William langsung memanjatkan syukur yang tiada henti.
Anna masih terlihat lemas di tempat tidurnya walaupun telah sadar. Dokter pun menyuntikan sesuatu pada Anna setelah memeriksa kondisinya,
__ADS_1
"Aku akan memberikan beberapa obat untuk Nona konsumsi. Nona ini masih harus banyak istirahat untuk memulihkan kondisinya" ucap dokter itu.
William pun mengangguk pada dokter itu,
"Baik dokter... Terimakasih.." ucapnya.
Dokter mengangguk singkat dan berpamitan,
"Kalau begitu, aku permisi dulu" ucapnya.
Setelah dokter pergi, William dan Donna pun kembali mendekati Anna dan tersenyum pada gadis itu,
"Syukurlah.. Akhirnya kau sudah siuman.." ucap Donna terharu.
Anna menatap Donna dan William dengan kesadarannya yang belum terlalu pulih.
Namun, seketika Anna pun merasakan perutnya yang terasa datar. Ia pun terkejut dan menatap kearah Donna dan William,
"Di... Dimana... Dimana anakku???" tanya Anna tiba-tiba dengan panik.
William dengan cepat menyentuh tangan Anna dan mencoba menenangkannya,
"Mereka baik-baik saja sayang... Mereka sekarang sedang berada di ruang rawat" balas Donna mencoba menenangkan Anna.
Anna tiba-tiba kembali menatap Donna dan mengernyitkan keningnya,
"Me... Mereka????" tanya Anna tidak mengerti.
Donna pun tersenyum penuh arti sambil mengusap rambut Anna dengan lembut,
Seketika Anna pun membelalakkan matanya tidak percaya. Air matanya perlahan mengalir di sudut matanya mendengar ucapan Donna,
"Du... dua????" tanya Anna lagi memastikan.
Donna pun mengangguk lagi sambil menghapus air mata di pipinya,
"Iya... Mereka kembar sayang... Lelaki dan perempuan" ucap Donna lagi yang membuat Anna semakin tersedu tidak percaya.
William menyentuh rambut Anna dan mengecup keningnya pelan,
"Selamat sayang.." bisiknya penuh haru.
Anna pun menangis untuk beberapa saat dan masih tidak percaya bahwa dirinya memiliki sepasang bayi kembar,
"Di... Dimana mereka sekarang??? A... Aku ingin melihatnya.." ucap Anna pelan.
Donna pun terdiam sejenak dan sedikit ragu untuk memberitahu Anna bahwa anaknya saat ini sedang dirawat secara intensif di ruang NICU dan belum boleh dilihat oleh siapapun.
Donna terlihat terdiam sejenak dan hendak berkata sesuatu pada Anna. Namun dengan cepat William mengangkat tangannya pada Donna dan menggeleng pelan.
Ia tau bahwa mungkin Donna akan berbicara bohong pada Anna untuk menjaga perasaan gadis itu. Namun, William memilih untuk memberitahu Anna yang sejujurnya daripada harus membohonginya,
"Mereka... Mereka sekarang sedang di rawat di ruang NICU" ucap William pada Anna.
__ADS_1
Anna seketika membelalakkan matanya dan menatap William dengan tatapan yang meminta penjelasan.
William pun menghela nafasnya dan kembali mengusap rambut Anna,
"Mereka harus dirawat disana karena mereka terlahir secara prematur dan kondisi pernafasannya belum terlalu sempurna.." jelasnya.
Anna yang mendengar hal itu seketika merasa sangat sedih dan tidak tega membayangkan kedua buah hatinya yang harus di rawat tanpa dirinya yang menemani.
William menghapus air mata Anna dan mencoba menenangkannya,
"Sstt... Tenang sayang... Mereka pasti akan baik-baik saja..." ucapnya menenangkan.
Anna terlihat menangis dengan tersedu. Donna yang melihat hal itu hanya bisa diam sambil menahan tangisnya,
"Sudah.. Jangan pikirkan apapun. Kau hanya harus fokus pada kondisimu.. Setelah itu kau pasti bisa bertemu dengan anak-anakmu dan menyusui mereka" ucap William lembut untuk menghibur.
Anna mulai berhenti menangis dan mengangguk pelan. Benar, iya harus pulih dan sehat agar bisa bertemu dengan buah hatinya.. ucap Anna dalam hatinya.
Setelah merasa lebih baik, Anna pun menghapus air matanya dan menatap kearah Donna dan William.
Seketika tatapannya terlihat bingung saat tidak melihat seseorang yang ingin dia temui saat ini..
Anna pun menatap kearah Donna dan William,
"A.... Alex... Dimana.... Alex???" tanya Anna lagi.
Seketika Donna dan William pun saling tatap dan terlihat ragu untuk memberitahu Anna.
Kali ini, William benar-benar tidak bisa memberitahu Anna tentang kondisi Alex, begitu juga dengan Donna. Jika mereka memberitahu yang sebenarnya pada Anna, Anna pasti akan sangat terpukul dan kembali drop.
Anna kembali menatap kearah Donna dan William sambil mengernyitkan keningnya pelan.
Mengapa mereka tidak menjawab?? pikir Anna.
"A... Ayah... Bi... Bibi... Dimana.... Alex...???" tanya Anna lagi terbata.
William menghela nafasnya dan menatap Anna dengan ragu. Haruskah ia memberitahu Anna tentang kondisi Alex yang sedang kritis??? pikirnya tidak tega.
"Alex... Alex..." ucap William terputus saat dengan cepat Donna menyela ucapannya.
"Alex sedang istirahat sekarang!!" ucap Donna berbohong.
William pun menatap Donna dan menghela nafasnya pelan,
"Iya... Alex sedang beristirahat. Dia sebelumnya juga mengalami sedikit luka.. Jadi, ia harus sedikit mendapat perawatan dan istirahat. Setelah itu, pasti Alex akan langsung kemari" ucap William.
'Maafkan ayah harus berbohong padamu Anna...' ucapnya merasa bersalah dalam hati.
Bersambung..
Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️
Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁
__ADS_1
Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" 👍
Terimakasih banyak 🥰❤️🙏