
Anna menatap Donna penasaran dengan wajah memerahnya karena malu. Siapa wanita ini??? pikir Anna.
Donna yang mengerti tatapan penasaran Anna pun perlahan mendekati gadis itu dan mengulurkan tangannya pada Anna,
"Hallo, Aku Donna Zivanna Wijaya.... Aku adalah bibi dari Alexander" ucap Donna.
Anna pun membelalakkan matanya dan menatap Donna dengan tidak percaya,
'Bibi Alex????' pikir Anna terkejut.
Anna dengan ragu menyambut uluran tangan Donna dan tersenyum kaku padanya,
"A.. Aku Anna Elizabeth Pratama" ujar Anna gugup.
Donna tersenyum pada Anna dan memperhatikan wajahnya dengan seksama,
"Pantas saja Alex begitu tergila-gila padamu... Ternyata kau memang sangat cantik dan menawan. Jika aku pria mungkin aku juga akan jatuh cinta padamu.." ujar Donna bergurau.
Alex yang mendengar hal itu langsung mendelik tajam pada Donna. Sedangkan Anna hanya tersenyum malu.
"Oh iya, ayo kita duduk dulu dan mengobrol sebentar" ujar Donna sambil menarik tangan Anna dan duduk di atas sofa.
Alex menghela nafasnya melihat tingkah Donna dan dengan terpaksa menyusul wanita itu duduk di sofa. Jika saja tidak ada wanita ini disini, dia sangat ingin berduaan saja dengan Anna dan bermesraan dengannya.
Donna duduk di samping Anna sambil menyentuh tangan gadis itu,
"Oh iya, kapan kalian akan menikah??? Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan??? Aku tidak sabar ingin segera menimang cucu.." ujar Donna dengan senyum merekahnya.
Anna yang mendengar hal itu seketika merasa tersipu malu dan menatap Alex dengan kikuk. Alex yang melihat wajah gugup Anna seketika menatap Donna dengan pandangan kesalnya.
"Kenapa kau begitu cerewet!!" gerutu Alex.
Donna menatap Alex dan mencibir padanya,
"Tentu saja aku ingin tau!! Kau kan keponakanku, aku sudah menganggapmu seperti anakku sendiri!! Sekarang apapun yang kau lakukan aku harus tau!!" ujar Donna tegas.
Pandangan Donna pun kembali mengarah pada Anna dan tersenyum lembut padanya,
"Anna.... Jika aku boleh tau, apakah ayahmu merestui hubunganmu dengan Alex???" tanya Donna hati-hati.
Anna terdiam sejenak dan terlihat bingung menjawab pertanyaan Donna. Alex yang menyadarinya langsung berdiri dari duduknya dan mencoba menjauhi Anna dari Donna.
"Sudahlah!! Kau membuatnya merasa tidak nyaman" ujar Alex kesal.
Anna menahan tangannya dari Alex dan menggeleng pelan pada pria itu,
"Tidak Alex, aku baik-baik saja" ujar Anna.
__ADS_1
Donna yang melihat hal itu pun menghela nafasnya dan menatap Anna dengan rasa bersalahnya,
"Maaf Anna, aku pasti membuatmu merasa tidak nyaman... Padahal ini pertama kalinya kita bertemu, tetapi aku sudah ingin banyak tau tentangmu" ujar Donna merasa bersalah.
Anna menggeleng pada Donna dan tersenyum padanya,
"Tidak bibi... Aku sangat senang sekali bisa bertemu denganmu" ujar Anna jujur.
Donna menghela nafasnya lega dan tersenyum pada Anna,
"Syukurlah..." ujarnya.
"Baiklah, kalau begitu kau bersiap-siaplah" lanjutnya.
Anna mengerutkan keningnya dengan wajah penuh tanya. Bersiap-siap kemana?? pikir Anna.
"Kau dan Alex akan tinggal beberapa hari di rumah keluarga Wijaya" lanjut Donna tersenyum senang.
Anna pun membelalakkan matanya tidak percaya lalu menatap Alex yang berada di sebelahnya. Alex menatap Anna dan menyentuh tangannya dengan lembut,
"Tidak apa kan??" tanya Alex lembut pada Anna.
Anna terlihat berpikir dan menatap alex dengan ragu. Donna yang melihat hal itu, menyentuh pundak Anna dan menenangkannya,
"Kau tidak perlu khawatirkan apapun. Kakek Alex sedang dalam kondisi yang sangat lemah, dia selalu ingin Alex kembali tinggal di rumah... Agar kondisinya membaik, aku ingin Alex menuruti keinginannya. Walaupun aku tau Alex begitu benci dan enggan kembali ke rumah itu.. tapi, Alex bersedia tinggal asalkan kau juga ikut bersamanya.. jadi.. aku sangat berharap kau tidak keberatan Anna" ujar Donna berharap.
"Jika kau tidak....." ujar Alex terpotong.
"Tidak apa-apa!! Aku tidak keberatan sama sekali" ujar Anna meyakinkan pada Alex.
Alex terdiam menatap wajah Anna yang tersenyum padanya. Lalu pria itu menghela nafasnya dan mengusap pipi Anna dengan lembut,
"Baiklah, terima kasih" ujar Alex lembut.
Donna menatap pada wajah Alex yang berubah lembut saat berbicara dengan Anna. Pria itu benar-benar berubah 180 derajat hanya pada gadis ini, pikir Donna. Sepertinya Alex benar-benar mencintai putri dari William ini...
"Baiklah kalau begitu ayo, aku bantu kau untuk bersiap-siap" ujar Donna.
Anna pun mengangguk dan mulai melangkah menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
-
Setelah bersiap-siap, Donna, Alex dan Anna pun berangkat menuju kediaman Peter. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka pun sampai.
Donna turun dari mobilnya dan mengisyaratkan pada pengawal yang berjaga di luar untuk membawakan barang-barang milik Alex dan Anna.
Mereka pun melangkah ke arah pintu dan seorang pelayan mempersilahkan mereka untuk masuk. Anna terlihat gugup dan canggung saat masuk ke dalam rumah. Rumah ini terlihat sangat luas dan megah. Entah mengapa perasaannya menjadi tidak karuan saat berada di dalam rumah ini.
__ADS_1
Alex menggenggam erat tangan Anna dan mengusapnya pelan. Tatapan mereka pun bertemu, Alex tersenyum lembut mencoba menenangkan Anna. Dia tau gadis itu pasti merasa tidak nyaman berada disini. Tapi, Alex telah berjanji pada Donna untuk tinggal beberapa hari di rumah ini.
"Ayo kita ke lantai 3, kamar Alex berada disana, dan kamarmu berada di sebelahnya" ujar Donna pada Anna.
Saat mereka hendak ke lantai atas, secara tidak sengaja mereka berpapasan dengan Key yang sedang turun menuju lantai bawah,
"Key! Kemarilah, aku ingin memperkenalkan mu dengan seseorang" ujar Donna pada Key.
Key terlihat tersipu malu saat melihat Alex yang berada di samping ibunya. Namun seketika Key menatap Anna dengan pandangan tidak sukanya saat dengan tidak sengaja dia melihat tangan Alex dan Anna yang saling menggenggam erat.
"Kenalkan ini Anna, dia adalah kekasih dari kakak sepupumu Alex... lebih tepatnya... calon istrinya" ujar Donna tersenyum.
Seketika Key mengepalkan tangannya dan menatap Anna dengan tatapan tidak sukanya. Calon istri??? pikir Key tidak suka.
"Dan kau tau, usianya hanya lebih tua 2 tahun darimu" lanjut Donna.
Anna tersenyum pada Key dan mengulurkan tangannya pada gadis itu,
"Halo, namaku Anna, senang bertemu denganmu" ujar Anna ramah.
Key terlihat menggertakan giginya untuk menahan kesal. Dia pun menyambut uluran tangan Anna dan memaksakan senyumnya,
"Aku Key, senang bertemu denganmu" ujar Key pelan.
Donna pun tersenyum menatap kedua gadis itu,
"Key, kuharap kau dan Anna bisa menjadi teman yang akrab.. Karena untuk beberapa hari ke depan Alex dan Anna akan tinggal disini bersama kita sampai keadaan kakekmu membaik" ujar Donna.
Key menggigit bibirnya menahan rasa sakit di hatinya. Kenapa saat dia merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya, tetapi saat itu juga secara bersamaan dia merasakan patah hati yang teramat sakit di dalam hatinya.
Ternyata pria yang dia cintai telah memiliki seorang kekasih. Apakah Key akan rela menerima semua kenyataan itu dan melepaskan cinta pertamanya begitu saja???
Bersambung...
Yok... yok... semangat up walau views anjlok 😌
Sabar aja...
Ntah harus bagaimana lagi agar cerita ini melesat 🥺
Ya udah stop mengeluh 🙅🙅
Readers yang baik, jangan lupa kasih like, komen, vote dan gift nya yang banyak ya..
Kalian adalah penyemangatku 💪
Terimakasih banyak, sayang kalian banyak-banyak ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗
__ADS_1