Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Pertanda??


__ADS_3

Seorang pria tengah berdiri di depan cermin sambil memakai kancing kemejanya dengan rapi. Lalu seorang wanita mulai menghampirinya dan memasangkan dasi milik pria itu dengan teliti.


Seketika tatapan pria itu pun menatap dalam pada wajah wanita di depannya, yang tak lain adalah sang istri tercinta.


Senyuman pun mulai terpancar di wajahnya. Alex menatap wajah Anna dengan gemas.


Istrinya itu terlihat begitu konsentrasi memasangkan dasi miliknya. Alex pun mengangkat tangannya dan memeluk pinggang Anna dengan erat.


"Kau sangat menggemaskan.." bisik Alex menggoda.


Anna pun mengangkat wajahnya pada wajah Alex dan tersenyum tipis,


"Sudah, jangan menggodaku lagi" ujar Anna.


Pagi ini mereka bangun kesiangan, tentu saja tak lain karena suaminya itu menahan istrinya di dalam kamar mandi dan lagi-lagi melakukan rutinitas yang biasa mereka lakukan.


Hari ini sudah hari ke 5 setelah Alex keluar dari rumah sakit. Luka di bahunya telah kering dan mulai membaik. Pria itu memutuskan untuk ke kantor hari ini karena ada pertemuan dengan para petinggi perusahaan, dan banyak dokumen yang harus dia tanda tangani.


Alex memeluk tubuh Anna dan tersenyum manis,


"Sebenarnya aku tidak ingin ke kantor, tapi Harry sepertinya sudah kewalahan menggantikan posisiku beberapa hari ini.." ujar Alex.


Anna mengangguk di dalam pelukan Alex dan membalas pelukannya,


"Iya, dia pasti kesulitan.." balas Anna.


Gadis itu pun melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Alex,


"Apa kau tidak ingin ikut ke kantor denganku???" tanya Alex sambil mengusap pipi istrinya dengan mesra.


Anna terlihat berpikir sejenak dan menggeleng pelan,


"Tidak... Aku tidak ingin mengganggumu bekerja" jawab Anna sambil tersenyum penuh arti.


Gadis itu tau jika dia ikut ke kantor, Alex pasti tidak akan mengerjakan pekerjaannya dan malah mengurungnya di dalam kamar bersama dirinya.


Alex terlihat sedikit kecewa dan akhirnya menghela nafasnya pasrah,


"Baiklah... Aku akan pulang cepat" ujar Alex lembut.


Anna mengangguk dan tersenyum pada suaminya sambil merapihkan kembali dasi pria itu.


Alex melepaskan pelukannya dan mengambil jasnya yang berada di atas tempat tidur lalu memasangnya.


Setelah itu Alex menatap kepada istrinya dan tersenyum menggoda,


"Apa suamimu ini sudah terlihat tampan???" tanya Alex menggoda.


Anna seketika tertawa kecil dan mengangguk pelan,


"Tentu saja, suamiku sangat tampan.." ujar Anna lembut.


Alex tersenyum mendengar ucapan Anna dan kembali mendekati gadis itu untuk memeluknya,


GREP!!!


Alex memeluk tubuh Anna dan mencium bahunya dengan lembut,


"Aku mencintaimu sayang..." bisiknya.


Anna pun membalas pelukan Alex dan tersenyum lembut,


"Aku juga mencintaimu.." bisik Anna.


Alex semakin mengeratkan pelukannya dan hendak mencium bibir istrinya. Namun, seketika Anna melepaskan pelukan pria itu dengan cepat sambil menutup hidungnya.


Alex yang sedikit terkejut seketika mengernyitkan keningnya,


"Ada apa sayang??" tanya Alex.


Anna mencoba menarik nafas dan membuangnya dengan pelan,


"Apa.. kau memakai parfum baru??" tanya Anna sambil menatap jas hitam milik Alex.


Alex mengernyitkan keningnya dan menatap jas miliknya,


"Tidak... Memangnya kenapa??" tanya Alex tidak mengerti.


Anna menatap Alex lalu menggeleng pelan,


"Tidak apa-apa.. Aku hanya merasa aneh dengan baunya" ujar Anna pelan sambil memijit pelan kepalanya.


Alex menatap istrinya khawatir dan berjalan mendekatinya,


"Apa kau sakit???" tanyanya cemas.


Anna pun menatap Alex dan menggeleng pelan,

__ADS_1


"Tidak, aku tidak apa-apa" ujar Anna cepat sambil tersenyum pada suaminya itu, dia tidak ingin Alex mencemaskannya.


Anna pun dengan cepat meraih tangan Alex dan menggandengnya,


"Ayo kita ke bawah dan sarapan" ujarnya sambil berjalan.


Alex pun terlihat pasrah dan tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


Mereka pun telah berada di lantai bawah dan mulai sarapan bersama.


Anna terlihat tidak berselera untuk makan. Entah mengapa perutnya tiba-tiba terasa tidak enak.


"Ada apa sayang??" tanya Alex tiba-tiba.


Anna mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Alex,


"Tidak apa-apa.. Aku hanya belum lapar saja" ujar Anna.


Alex terdiam sesaat dan menatap istrinya dengan cemas. Pria itu pun mengambil piring Anna dan mulai menyuapi gadis itu,


"Kau harus makan yang banyak.. Jika tidak kau bisa sakit" ujar Alex sambil mengambil makanannya dan menyuapkannya pada Anna.


Anna terlihat pasrah dan mulai memakan makanannya walaupun sebenarnya dia tidak mau.


Setelah selesai sarapan, Anna pun mengantar Alex sampai ke depan mobil. Alex menggandeng tangan Anna dan mengecupnya pelan.


CUP!!


"Hati-hati di rumah. Aku akan pulang cepat.." ujar Alex lembut.


Anna mengangguk pelan pada suaminya itu,


"Oh iya, apa boleh hari ini aku ikut dengan Bibi Van untuk berbelanja ke supermarket???" tanya Anna menatap Alex dengan tatapan memohonnya.


Alex terlihat terdiam sejenak dan hendak menolak permintaan istrinya itu,


"Sayang....." ujar Alex terpotong saat dengan cepat Anna mengecup pipinya.


CUP!!


"Ayolah sayang... hanya sebentar saja..." ujar Anna dengan wajah yang menggemaskan.


DEG!!


Seketika Alex merasakan jantungnya berdebar dengan cepat.


"Baiklah... Hanya sebentar" ujar Alex pasrah.


Pria itu tidak bisa menolak permintaan istrinya. Anna pun tersenyum senang dan kembali mengecup pipi Alex,


CUP!!


"Terimakasih sayang..." ujar Anna.


Alex pun tersenyum senang dan mulai meraih pinggang istrinya dan memeluknya erat,


"Berikan aku hadiah..." ujar Alex sambil menunjuk bibirnya.


Anna pun seketika terdiam dan menatap ke sekitar, banyak penjaga yang berdiri tidak jauh dari mereka, gadis itu merasa malu jika mencium Alex disini.


Alex yang mengerti tatapan Anna pun seketika memberikan kode pada pengawalnya untuk pergi.


Dengan cepat para pengawal itu pun pergi meninggalkan halaman depan,


"Sekarang, cium aku..." bisik Alex sambil memeluk tubuh istrinya dengan mesra.


Anna pun menghela nafasnya pasrah dan mulai memeluk leher Alex dan mencium bibir pria itu.


CUP!!


Anna menempelkan bibirnya pada pria itu, lalu dengan cepat Alex menahan tengkuk Anna dan mulai ******* bibir istrinya dengan lembut dan dalam.


Ciuman itu semakin dalam dan penuh gairah. Anna hendak mendorong tubuh Alex namun pria itu menahan tubuh Anna dan semakin dalam ******* bibirnya.


Alex menyandarkan tubuh Anna disisi mobil dan semakin leluasa ******* bibir istrinya.


Saat tangan Alex hendak menyentuh bokong Anna, dengan cepat gadis itu mendorong tubuh suaminya sambil menutup mulut dan memegang perutnya seperti orang yang menahan sakit.


Alex yang melihat tingkah Anna seketika menyentuh perut istrinya dengan cemas,


"Kau baik-baik saja???" tanya Alex cemas.


"Apa aku menyakitimu??" tanyanya lagi.


Anna menyentuh keningnya dan menggeleng pelan,


"Tidak... Aku baik-baik saja" ujar Anna pelan.

__ADS_1


Alex menggeleng cepat dan semakin khawatir melihat tingkah Anna,


"Kau tidak baik-baik saja.. Apa kita harus ke rumah sakit???" tanyanya lagi panik.


Anna kembali menggeleng dan menyentuh tangan Alex untuk menenangkannya,


"Tidak sayang... Aku sungguh baik-baik saja. Mungkin aku hanya masuk angin" ujar Anna sambil tersenyum.


Alex menghela nafasnya dan memeluk tubuh Anna erat,


"Kau membuatku takut..." bisiknya.


Anna membalas pelukan Alex dan mengusap punggung pria itu dengan lembut,


"Aku tidak apa-apa.." ujarnya lagi.


Setelah beberapa lama berpelukan, Anna pun melepaskan pelukannya,


"Sudah, berangkatlah.. Nanti terlambat" ujar Anna.


Alex terlihat enggan untuk pergi namun Anna menyentuh pipinya sambil mengangguk pelan,


"Huh... Baiklah.. Jika ada apa-apa segera hubungi aku.." ujar Alex.


Anna mengangguk pelan dan tersenyum,


"Iya sayang..." ujarnya.


Alex pun kembali mengecup kening Anna lama dan memeluknya. Setelah itu pria itu pun masuk ke dalam mobil dan melambai pada istrinya,


"Aku akan cepat pulang!" ujar Alex dari dalam mobil.


Anna pun tersenyum dan melambai pada Alex,


"Hati-hati di jalan.." ujar Anna.


Setelah mobil Alex menjauh dan keluar dari gerbang, Anna pun kembali masuk ke dalam rumah.


Gadis itu berpapasan dengan Bibi Van yang sudah bersiap keluar untuk berbelanja.


"Bibi... Apa bibi akan berangkat belanja sekarang???" tanya Anna.


Bibi Van mengambil tas nya dan mengangguk sambil tersenyum pada Anna,


"Iya Nona" ujarnya.


Anna pun tersenyum senang,


"Bolehkah aku ikut???" tanyanya excited.


Bibi Van terlihat terdiam sejenak mendengar ucapan Anna,


"Ta.. Tapi Nona..." ujar Bibi Van yang di potong oleh Anna.


"Tenang saja... Aku sudah meminta izin pada Alex" ujar Anna.


Bibi Van pun menghela nafasnya dan tersenyum lega,


"Kalau begitu aku akan bersiap dulu.. Bibi tunggu disini ya" ujar Anna sambil berlari ke atas untuk mengambil tas nya.


Setelah itu mereka pun berangkat ke supermarket untuk berbelanja.


Selama di supermarket, terlihat Anna begitu bersemangat untuk memilih bahan-bahan yang ingin di beli.


Namun setelah beberapa lama, gadis itu terlihat mulai terdiam sambil menyentuh keningnya.


"Bibi... Bisakah kita istirahat sebentar??" ujar Anna tiba-tiba sambil duduk di salah satu kursi dengan lemas.


Bibi Van pun mengangguk dan duduk di samping Anna. Gadis itu terus memegang keningnya sambil menunduk.


Bibi Van menatap pada wajah Anna dan terkejut ketika melihat wajah pucat gadis itu dengan keringat yang membasahi keningnya,


"Astaga Nona!!! Apa Nona baik-baik saja?? Apa Nona sakit???" tanya Bibi Van cemas.


Anna menyentuh keningnya sambil menggeleng pelan. Gadis itu hendak berbicara pada Bibi Van, namun seketika pandangannya pun terasa buram dan menggelap.


BRUK!!!


"NONA!!!!!!"


Bersambung...


Halo, keep support this story ya, jangan lupa kasih like, vote, hadiah dan komennya ☺️


Boleh bantu di kasih 5 ratingnya juga ya 🙏


Makasih banyak readers tersayang..

__ADS_1


Terimakasih untuk supportnya 🥺❤️


__ADS_2