Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Waiting For You


__ADS_3

"Dia sudah keluar. Cepat ikuti dia!!!" perintahnya pada seseorang di balik sana.


Kali ini dia tidak akan membiarkan pria itu lolos dan menghalangi hubungannya dengan Anna untuk selama-lamanya!!!


Daniel pun melajukan mobilnya mengikuti mobil Alex dari belakang. Dari dalam mobil Alex menatap kaca spion nya sambil melihat mobil di belakangnya yang sejak tadi terus mengikutinya. Kemudian sebuah seringai pun muncul di bibirnya.


Semakin lama mobil Alex yang berada di depannya semakin melaju kencang. Daniel pun menancap kembali gas mobilnya agar tidak kehilangan jejak.


Tatapan Alex menajam menatap mobil di belakangnya. Lalu kembali dia menancap gas mobilnya dan melaju semakin kencang. Daniel yang tidak ingin kalah pun juga menambah kecepatan mobilnya.


Mereka telah melaju semakin jauh meninggalkan kota. Dari kejauhan Daniel menatap mobil Alex yang berkelok ke arah kiri. Daniel pun mengikutinya berbelok. Dia sempat kehilangan jejak dan terhalang oleh beberapa mobil di depannya. Namun setelah kembali melaju, dari kejauhan dia bisa kembali melihat mobil Alex yang melaju kencang di depannya.


Daniel menekan kembali earphone nya untuk menghubungi anak buahnya,


"Dia melaju ke arah kiri, cepat cegat dia lewat jalan lain. Sepertinya dia telah menyadari keberadaanku yang mengikutinya sejak tadi!!" ujar Daniel pada seseorang.


Setelah itu, mereka kembali melaju ke arah jalan yang sepi dan berada di tepi-tepi jurang. Sial!! Sepertinya Alex menjebaknya untuk mengikutinya ke jalan ini, pikir Daniel.


Daniel menatap mobil di depannya yang berkelok di tepi jurang dengan lihai. Kemampuan berkendara pria itu sepertinya tidak bisa di anggap remeh, pikir Daniel.


Mereka terus berkelok di jalanan sepi itu. Di tepi jalan itu ada pembatas jalan yang menghalangi mereka untuk tidak terjatuh ke jurang yang mengarah langsung ke lautan. Jalan ini sebenarnya cukup aman, asalkan pengendaranya tidak berkendara dengan kecepatan penuh.


Mobil Daniel terus mengikuti mobil Alex dari belakang. Roda mobil mereka berdecit kencang saat sedang berbelok karena kecepatan yang maksimal.


"Sial!!! Kau pikir kau bisa lari dariku!!!" geram Daniel sambil terus menancap gas mobilnya.


CIT!!!!!


CIT!!!


Suara roda mobil terus berbunyi. Daniel hampir tertinggal dari mobil Alex di depannya. Namun saat di belokan tiba-tiba sebuah truk besar dari kejauhan melaju cukup kencang di jalan yang berlawanan. Daniel yang sadar pun dengan cepat langsung menginjak rem mobilnya.


CIT!!!!!!


BRAKKK!!!!!!!!!


Suara hantaman terdengar memekakan telinga. Daniel menutup matanya karena lampu mobil truk yang menyilaukan pandangannya.


Dengan cepat Daniel kembali membuka matanya dan menatap terkejut pada kondisi di depannya.


Matanya terbelalak tidak percaya. Tangannya sedikit bergetar melihat mobil Alex yang berada di depannya tertabrak oleh truk tadi dan jatuh terguling ke dasar jurang dan masuk ke dalam air laut.


TIT!!!! TIT!!!!


Suara bising dari mobil truk itu memekakkan telinganya. Terlihat supir truk itu keluar dari dalam mobilnya dengan syok dan menatap ketakutan melihat mobil yang di tabraknya jatuh ke bawah laut.


Seketika sopir itu menatap mobil Daniel, lalu berlari kembali ke dalam truknya dan melarikan diri. Dengan cepat Daniel pun turun dari mobilnya hendak menghalangi mobil truk yang ingin melarikan diri.


"HEY!!!!!!! JANGAN LARI!!!!!" teriaknya.

__ADS_1


Namun sayang mobil truk itu telah pergi. Daniel pun menatap cemas pembatas jalan yang hancur. Dia melangkah dengan gemetar menatap jurang yang cukup tinggi dan air laut di bawahnya. Hari yang sudah malam membuatnya tidak bisa melihat apapun di bawah sana.


"Tidak!!!! Aku tidak membunuhnya!!!!" ujar Daniel ketakutan.


Pria itu meremas kuat rambutnya dan menunduk. Sial!!! Bukan seperti ini yang dia inginkan!! Dia sama sekali tidak berniat untuk membunuh Alex.


Cukup Daniel!!! Jangan pikirkan itu untuk saat ini. Dia harus segera pergi dari tempat ini sebelum ada orang yang melihat dan mencurigainya!


Dengan cepat Daniel pun kembali masuk ke dalam mobil, dan pergi meninggalkan tempat itu.


-


Hari sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Anna duduk di meja makan sambil menatap sarapan di atas meja dengan tidak berselera. Pelayan bilang ayahnya sudah pergi sejak pagi-pagi sekali.


Syukurlah, setidaknya dia bisa sarapan di meja makan ini sendirian dengan tenang. Namun, hatinya masih sedikit resah karena menunggu kedatangan Alex.


Pria itu bilang hari ini dia akan menemuinya. Namun, Anna tidak tau jam berapa Alex akan datang.


Setelah sarapan sedikit, Anna meninggalkan meja makan dan hendak kembali ke kamarnya. Namun, saat berjalan tiba-tiba langkahnya terhenti saat tidak sengaja melewati kamar William. Dengan ragu Anna pun mendekati pintu itu dan mencoba membukanya.


CKLEK!!!


Anna membelalakkan matanya saat menyadari bahwa kamar ayahnya tidak terkunci. Anna mengarahkan pandangannya ke kiri dan ke kanan untuk memastikan tidak ada seseorang yang sedang memperhatikannya.


Setelah di rasa aman, Anna pun membuka pintunya dan masuk. Anna mengarahkan pandangannya ke sekeliling kamar ayahnya itu. Pandangannya tiba-tiba tertuju pada laci kecil yang berada di meja dekat tempat tidur.


Perlahan Anna pun melangkah kesana dan mencoba membuka laci itu. Namun, laci itu terkunci dan tidak bisa terbuka. Anna pun kembali mengarahkan pandangannya pada lemari di sudut kamar.


Pandangannya mengarah pada laci kecil di dalam lemari. Anna pun mencoba membuka laci yang kebetulan tidak terkunci itu. Di dalam sana hanya ada berkas-berkas dan beberapa buku catatan kerja.


Anna membuka buku-buku itu dan melihat sebuah buku diary usang yang berada di paling bawah. Buku diary??? pikir Anna. Di sudut diary itu tertulis nama Merry Elizabeth.


Dengan ragu Anna pun membawa buku itu dan menyembunyikannya di balik kardigan bajunya. Dengan cepat dia menutup kembali lemari itu dan melangkah keluar dari kamar sebelum ayahnya kembali.


Anna melangkah cepat kearah kamarnya, lalu masuk dan mengunci pintunya. Dengan segera dia mengeluarkan kembali buku diary itu dan duduk di kursi meja belajarnya.


Anna memperhatikan buku itu dan menyentuhnya dengan lembut. Ternyata ibunya mempunyai sebuah buku diary. Dia pun perlahan membuka buku itu dan mulai membacanya.


Di halaman pertama, ada sebuah foto usang seorang gadis kecil yang cantik beserta biodatanya. Itu adalah foto ibunya, Anna tersenyum lembut menatap foto itu. Ibunya benar-benar cantik, puji Anna dalam hatinya.


Lalu lembaran berikutnya ada beberapa foto lagi dari ibunya waktu semasa kecil bersama keluarga besarnya beserta keterangan tanggal disana.


Anna terus membalikkan lembaran kertas itu yang memperlihatkan banyak foto masa kecil ibunya. Senyuman tak lepas dari bibir Anna, sepertinya saat kecil ibunya memiliki keluarga yang harmonis dan bahagia.


Di lembaran berikutnya, Anna melihat foto ayahnya yang di simpan disana. Tertulis 'belahan jiwaku' di sudut foto itu. Dan lembaran berikutnya adalah foto-foto pernikahan ibu dan ayahnya. Di foto itu ibunya terlihat tersenyum bahagia. Berbeda dengan ayahnya yang tidak menunjukkan senyuman sama sekali.


Lembaran demi lembaran tertulis curahan isi hati ibunya setelah pernikahan dengan ayahnya. Anna dapat merasakan patah hati yang di rasakan oleh ibunya saat tau bahwa ayahnya masih mencintai cinta pertamanya yang bernama Diana.


Setelah dirinya lahir pun sikap ayahnya masih sama kepada ibunya. Saat ayahnya tau bahwa ibunya terkena kanker, sikap ayahnya pun sama sekali tidak berubah.

__ADS_1


Tertulis di lembaran terakhir surat dari ibunya untuk dirinya sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya..


*Untuk anakku Anna Elizabeth Pratama,


Ibu hanya ingin kau tau bahwa ibu sangat.. sangat menyayangimu, walaupun ibu kurang perhatian padamu dan terlalu egois mementingkan perasaan ibu sendiri. Tetapi ibu sangat mencintaimu melebihi apapun di dunia ini..


Dan ayahmu pun juga begitu, walaupun dia terlihat acuh dan dingin, tetapi ibu tau bahwa dia sangat mencintai putri kecilnya.


Pernah suatu malam saat kau masih bayi, ayahmu menggendongmu semalaman saat kau demam. Ibu sempat melihatnya tanpa sepengetahuan ayahmu..


Anna, kelak jika kau dewasa nanti, carilah seorang pendamping yang tulus mencintaimu dan rela berkorban untukmu. Jangan seperti ibu, yang terlalu egois memaksakan cinta dan berujung sakit hati.


Ibu selalu ada untukmu Anna, walaupun ibu tidak ada di dunia ini lagi, tetapi ibu akan selalu ada di hatimu..


Dan sayangilah juga ayahmu, bagaimanapun juga dia adalah orang tua mu satu-satunya.


Ibu sangat mencintaimu Anna, selamanya*!!


Anna menyeka air mata yang membasahi pipinya. Ternyata ibunya begitu menyayanginya. Ibunya adalah seorang wanita yang kuat, sabar dan penyayang. Namun sayangnya dia salah memilih cinta dan berakhir menyedihkan.


Anna memeluk buku diary itu dan hendak membawanya kembali ke kamar ayahnya, sebelum ayahnya tau.


Saat hendak berjalan ke arah kamar ayahnya. Televisi di ruang tamu sedang menyala dan menyiarkan berita tentang sebuah kecelakaan lalu lintas.


Anna hendak mengabaikan berita itu, namun pandangannya kembali mengarah ke arah televisi saat melihat sebuah mobil yang hancur dan di angkat ke permukaan dari dalam air laut.


Seketika matanya membelalakkan saat melihat mobil itu. Sepertinya dia pernah melihat mobil itu sebelumnya, pikirnya.


Tunggu!!! Bukankah itu adalah mobil Alex yang dia pakai kemarin saat mengantarnya pulang, pikir Anna cemas.


"Sebuah kecelakaan terjadi tadi malam, sebuah mobil terjatuh ke dalam jurang dan tenggelam di dalam laut. Seorang pria pengendaraan mobil tewas di tempat. Belum di ketahui identitas pria tersebut dan......."


BRUK!!!!


Anna menjatuhkan buku diary di tangannya dan menutup mulutnya tidak percaya. Tiba-tiba rasa cemas dan takut menyelimuti hatinya.


Tidak!!!! Tidak mungkin!!!! Itu bukan Alex!!!!!


Bersambung...


Hai, keep support this story 🤗


Jangan lupa kasih like dan komennya ya 😊


Thank you 🥰😘


Curcol nih, pembaca makin berkurang aja 😔


Tau emang jarang update 😭😭

__ADS_1


Tapi mau gimana ☹️ Pembaca ku tercinta, selalu setia ya sama cerita ini 🙏😔❤️


__ADS_2