Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
New House


__ADS_3

Acara pernikahan telah berlangsung dengan sukses dan meriah. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Kediaman keluarga Wijaya sudah mulai terlihat sepi.


Terlihat Keluarga besar sedang duduk di meja makan. Mereka sedang menikmati hidangan sambil berbincang-bincang ringan.


Begitu pula dengan kedua mempelai yang baru saja resmi menjadi sepasang suami istri..


Terlihat tangan Alex tidak pernah lepas menggenggam tangan istrinya, Anna. Bahkan pria itu sekarang tengah menyuapi istrinya dengan begitu posesif.


Donna tersenyum geli melihat tingkah Alex yang semakin posesif pada Anna. Pria itu seakan tidak ingin pergi selangkah pun untuk meninggalkan istrinya.


"Istrimu itu tidak akan lari kemana pun Alex!!" sindir Donna.


Alex yang mendengar hal itu hanya menatap Donna sekilas dengan datar.


"Apa kalian benar-benar tidak akan menginap disini malam ini???" tanya Peter tiba-tiba.


Donna pun mengangguk dan kembali menatap Alex dengan tatapan memelasnya.


"Iya, tidurlah disini malam ini saja... Aku sudah menghias kamar pengantin di lantai 3. Lagipula lantai 3 itu kosong, tidak akan ada yang mengganggu malam pertama kalian" ujar Donna membujuk.


Anna terlihat bimbang dan menatap Alex. Pria itu menghela nafasnya dan menatap Donna dengan serius,


"Maaf Bibi, aku tidak bisa. Bukankah Bibi sudah tau rencanaku??" ujar Alex.


Donna pun terlihat berpikir sejenak dan menutup mulutnya,


"Kau benar!!! Maaf.. Bibi lupa" ujarnya tersenyum malu.


Anna yang mendengar hal itu pun menatap Alex dengan tatapan penasarannya. Rencana??? pikirnya. Lalu pandangan Anna pun mengarah pada Alex. Pria itu menggenggam tangan Anna dan tersenyum padanya.


"Kau akan tau nanti" ujarnya lembut.


Anna pun mengangguk pelan mendengar ucapan Alex.


Setelah selesai makan bersama. Alex dan Anna bersiap untuk meninggalkan kediaman Wijaya. Keluarga yang lain mengantar mereka sampai di halaman depan, termasuk William.


Alex membukakan pintu mobil untuk Anna. Sejenak Anna terdiam dan menatap William dengan sedih.


William yang melihat wajah sedih anaknya itu langsung menghampiri Anna dan memeluknya,


"Hati-hati di jalan.. Ayah akan mengunjungimu nanti" ujarnya menenangkan.


Anna menenggelamkan wajahnya di dada William dan mengangguk pelan. Setelah itu, Anna dan Alex pun berpamitan dengan yang lainnya.


Donna menghampiri Alex dan memeluknya,


"Cepat berikan aku seorang cucu" bisik Donna menggoda.


Alex hanya menanggapi ucapan Bibinya itu dengan datar.


"Aku menunggu kabar baik!!" ujar Peter menggoda Anna.


Donna menghampiri Anna dan memeluknya,


"Oh iya, aku sudah menyiapkan kopermu di dalam mobil. Aku juga sudah menyimpan hadiah 'spesial' disana" ujarnya sambil mengedipkan matanya pada Anna.


Gadis itu hanya tersenyum canggung pada Donna dan mengangguk pelan,


"Terimakasih Bibi" ujarnya.


Alex pun kembali menggenggam tangan Anna dan berpamitan

__ADS_1


"Baiklah, kami pergi dulu" ujar Alex.


Lalu mereka pun masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan kediaman Wijaya.


Di perjalanan, Alex masih terus menggenggam tangan Anna dan mengecupnya dengan lembut. Satu tangan pria itu fokus untuk mengemudi dan satunya lagi fokus untuk menggenggam tangan istrinya itu.


Alex menatap wajah Anna dan tersenyum lembut,


"Aku sangat bahagia.." bisik Alex.


Anna yang mendengar hal itu pun tersenyum padanya dan mengangguk,


"Aku juga" ujarnya.


Pria itu pun mengecup telapak tangan Anna dengan lembut,


"Oh iya, kita akan kemana?? Bukankah ini bukan jalan pulang ke rumah??" tanya Anna bingung.


Alex tersenyum dan kembali menatap Anna penuh arti,


"Kita akan pergi ke suatu tempat... dan aku yakin kau pasti akan menyukainya" ujar Alex penuh arti.


Anna pun terdiam sesaat dan mengangguk pelan. Sebenarnya mereka akan pergi kemana?? pikir Anna.


Setelah menempuh jarak yang cukup jauh. Akhirnya Anna dan Alex telah sampai di tempat tujuan mereka. Alex memasuki sebuah pekarangan luas yang di penuhi dengan bunga-bunga yang indah.


Hari sudah hampir gelap, membuat langit jingga menyinari pekarangan itu dengan sangat indah.


"Wahh... Indah sekali.." bisik Anna mengagumi pemandangan di sekitar.


Alex tersenyum senang dan kembali memajukan mobilnya kearah sebuah gerbang di depan sana.


TIT...


TIT...



Alex pun semakin melajukan mobilnya mendekati rumah itu. Setelah sampai di depan halaman rumah, Alex pun memberhentikan mobilnya. Pria itu membuka pintu mobil dan turun dengan cepat.


Alex menghampiri pintu Anna dan membukanya. Lalu pria itu mengulurkan tangannya pada gadis itu.


Anna mengarahkan pandangannya ke sekitar dengan bingung bercampur kagum. Rumah di depannya ini terlihat sangat indah dan megah. Gadis itu pun menatap Alex dengan pandangan penuh tanya,


"Ini.... Ini rumah siapa????" tanya Anna bingung.


Alex menuntun Anna melangkah lebih maju mendekati rumah itu dan tersenyum lembut. Pria itu berdiri di belakang tubuh Anna dan memeluknya dengan erat,


"Ini... rumah kedua kita sayang...." bisik Alex di telinga Anna.


Anna yang terkejut pun memalingkan wajahnya dengan cepat kearah Alex,


"Ru... rumah kedua??? Apa maksudmu???" tanya Anna.


Alex pun melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Anna agar berhadapan dengannya. Tangan pria itu meraih wajah Anna dan mengusapnya dengan lembut,


"Kau tau.. sejak aku mulai jatuh hati padamu, aku telah dengan sengaja membangun rumah ini untuk kita suatu hari nanti. Aku selalu yakin dalam hatiku bahwa kita akan menikah suatu saat nanti. Aku telah bertekad dalam hatiku untuk menjadikanmu istriku sejak saat kau mulai mengacaukan hatiku..." ujar Alex lembut.


Pria itu menatap kedua mata Anna sangat dalam,


"Rumah ini milikmu, sayang" lanjutnya.

__ADS_1


Anna terlihat terkejut dan menatap Alex tidak percaya. Pria itu tersenyum lembut dan memeluk tubuh Anna dengan erat,


"Apa kau suka????" bisik Alex.


Anna pun membalas pelukan Alex dan mengangguk pelan,


"Aku sangat menyukainya... Terimakasih..." ujar Anna terharu.


Alex yang mendengar hal itu pun tersenyum senang dan mencium pundak Anna berkali-kali.


Alex sengaja membangun rumah ini dengan taman dan pekarangan bunga yang luas untuk istrinya itu. Alex tau Anna sangat menyukai bunga.


Alex juga sengaja membangun rumah ini di sekitaran bukit dan jauh dari hingar bingar kebisingan kota. Dia sengaja membawa istrinya itu untuk berbulan madu kemari agar mereka bisa menikmati kebersamaan mereka tanpa ada yang mengganggu.


"Ayo kita masuk" ujar Alex setelah melepaskan pelukannya.


Hari sudah mulai gelap, pria itu menyuruh seorang penjaga untuk membawa koper mereka masuk.


CKLEK!!!


Pintu pun terbuka memperlihatkan isi rumah yang tidak kalah indah dari luar tadi. Anna kembali tercengang dan di buat kagum dengan desain rumah itu.


Sepertinya Alex sangat mengetahui apa yang Anna sukai. Semua detail dan furniture rumah membuat Anna tidak berhenti terkagum-kagum di buatnya.


Mereka pun melangkah memasuki kamar utama,


CKLEK!!!


Anna membuka pintu itu dan kondisi di dalam kamar masih terlihat gelap karena lampu yang belum menyala.


KLIK!!!


Alex pun menyalakan saklar lampu dan... kembali Anna terkejut melihat begitu banyak taburan bunga dan lilin yang menghiasi kamar,



Alex pun menuntun Anna untuk masuk ke dalam. Suasana intim dan romantis pun mulai terasa. Entah mengapa jantung Anna tiba-tiba berdegup dengan kencang.


"Apa kau menyukainya??" tanya Alex lembut.


Anna pun menatap Alex dan mengangguk pelan. Lalu Alex kembali menuntun Anna ke arah tempat tidur yang berada tidak jauh dari sofa tadi.


Dan.. entah mengapa semakin dekat langkah mereka ke arah tempat tidur, semakin membuat Anna merasa takut dan berdebar tidak karuan.



Anna menatap tempat tidur itu dalam diam. Tiba-tiba dengan perlahan Alex memeluk tubuhnya dengan intens dari belakang.


Pria itu mengecup bahu Anna sampai ke bawah telinganya, membuat bulu kuduk gadis itu meremang seketika. Anna pun refleks menutup kedua matanya,


"Sayang......" bisik Alex dalam.


Anna menelan ludahnya dengan susah payah sambil masih menutup kedua matanya dengan rapat,


"Aku menginginkanmu....." lanjut Alex dengan suara seraknya.


DEG!!!


Bersambung...


Halo, dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️

__ADS_1


Dag dig dug ser nih pas nulis part ini, berasa panas dingin 🤣 padahal blum mulai ya..


Oke di tunggu kelanjutannya ya, terimakasih ❤️❤️


__ADS_2