
Anna mencoba kembali meraih pisau lipat itu dengan tangannya. Salah satu jarinya telah meraih pisau tersebut. Dengan mencoba dan terus mencoba akhirnya tangan Anna berhasil menggenggam pisau itu.
Anna bernafas lega seketika, dengan cepat dia mencoba membuat pisau itu menggesek tali yang mengikat tangannya.
Sepertinya memang tidak mudah untuk memutuskan tali yang cukup tebal itu. Namun Anna tidak menyerah dan terus menggerakkan pisau itu agar memutus talinya.
Anna sudah kelelahan dan tangannya mulai terasa kram karena terus mencoba menggerakkan pisau itu. Namun Anna bisa merasakan ikatan di tangannya sedikit mengendur.
Dengan sekuat tenaga Anna kembali mencoba terus menggosokkan pisau itu pada tali, sampai akhirnya ikatan di tangannya pun terlepas.
Anna membelalakkan matanya tidak percaya, akhirnya ikatan di tangannya sudah terlepas. Dengan cepat Anna melepaskan diri dan membuka ikatan di kakinya dengan pisau itu. Anna merintih kesakitan melihat tangan dan kakinya yang memerah karena ikatan tali tadi.
Tapi tidak ada waktu untuknya mengeluh kesakitan, dia harus cepat keluar dari sini sebelum Lidya kembali.
Anna mencoba bangkit dari duduknya, kakinya terasa lemas dan kesemutan. Namun Anna mengabaikannya dan terus berjalan kearah pintu.
Anna mencoba menarik pintunya namun pintu itu terkunci. Dia harus menemukan cara untuk membuka pintu itu.
Anna mengarahkan pandangannya ke sekitar, mencoba mencari apa saja yang bisa membantunya untuk membuka pintu.
Anna menatap kursi yang tergeletak di bawah tadi. Lalu dengan cepat Anna membawanya dan memukulkannya pada pintu kayu itu. Pintu ini memang sudah terlihat cukup rapuh, jika terus di pukul kuat pasti akan hancur.
BRAK!!
BRAK!!
Anna terus memukulkan kursi itu pada pintu dan akhirnya pintu itu terbelah dan membentuk sebuah lubang. Anna terus memukul pintu itu sampai hancur dan terbuka.
Dengan nafas yang memburu dan keringat yang membanjirinya, Anna mulai berlari keluar..
Seorang penjaga rumah Alex yang sedang mencari keberadaan Anna, tidak sengaja mendengar suara keras yang berasal dari hantaman tadi.
"Tunggu! Sepertinya aku mendengar sesuatu" ujarnya pada penjaga lain.
"Sepertinya suaranya ada di sebelah sana! Ayo kita kesana!!" ujarnya lalu dia pun dan beberapa penjaga lain berlari ke arah gubuk tadi.
Anna terus berlari mencari jalan keluar. Nafasnya memburu dan dia merasakan tubuhnya sangat lemas. Anna tidak sanggup lagi untuk berlari.
Sebuah akar pohon besar membuat Anna tersandung dan terjatuh.
BRUK!!
Anna tersungkur di atas tanah. Seluruh tubuhnya terasa sakit dan lemas. Dia tidak punya tenaga lagi untuk berlari. Anna pun akhirnya memejamkan matanya dan tak sadarkan diri.
-
Alex menatap surat yang di tinggalkan Anna di kamar sebelumnya. Dia tidak yakin bahwa ini adalah tulisan tangan Anna. Sebenarnya Alex telah mencurigai seseorang, namun dia tidak ingin gegabah dan membuat orang itu curiga bahwa dirinya telah mencurigai orang itu.
__ADS_1
Alex melangkahkan kakinya ke lantai bawah dan menemukan Lidya tengah bersama penjaga lain untuk memeriksa cctv.
Alex menghampiri para penjaga itu,
"Apa yang telah kalian temukan?" tanya Alex.
Penjaga itu terlihat gugup dan menundukkan wajahnya mendengar pertanyaan Alex,
"Ma... Maaf Tuan, kami belum menemukan sesuatu. Sepertinya rekaman cctv pada hari itu telah di rusak" ujar penjaga itu gugup.
Alex menatap tajam kearah penjaga itu,
"Aku tidak mau tau! Cari sampai kau menemukan sesuatu!!" ujar Alex tajam.
Lalu Alex melangkah pergi meninggalkan para penjaga itu.
Lidya yang menatap kepergian Alex langsung berdiri dari duduknya,
"Aku akan ke belakang sebentar" ujar Lidya pada penjaga lalu melangkah pergi.
Dia harus kembali ke gubuk dan menyingkirkan gadis itu dari sana. Jika ketahuan dan ternyata gadis itu masih hidup di dalam sana, maka habis sudah riwayatnya.
Lidya mengambil mengambil topeng dan jubah hitamnya lalu berlari cepat ke dalam hutan.
Saat sudah berada di dekat gubuk, Lidya sontak bersembunyi di balik pohon saat para penjaga yang bertugas mencari di dalam hutan sedang memperhatikan gubuk itu dan mendobraknya untuk masuk.
'Tamat sudah riwayatku' cemas Lidya dalam hatinya.
Lidya membelalakkan matanya mendengar ucapan penjaga itu. 'Tidak ada siapapun di dalam sana?? pikir Lidya.
Dia bisa bernafas lega karena ternyata para penjaga tidak menemukan gadis itu di dalam. Tapi... Kemana perginya gadis sialan itu??
Dia harus segera mencari dan menemukannya sebelum para penjaga menemukan gadis itu lebih dulu.
Tanpa Lidya sadari ternyata Alex telah mengikutinya sejak tadi. Alex mengepalkan tangannya kuat. Dia memang selalu mencurigai wanita itu jika berhubungan dengan Anna. Dan secara kebetulan sebelumnya dia telah melihat tulisan tangan wanita itu yang ternyata sama persis seperti surat yang berada di kamar Anna.
Entah apa yang telah wanita itu lakukan pada Anna, namun yang jelas dia tidak akan membiarkan wanita itu lolos dari genggamannya. Dengan cepat Alex pun menyusul Lidya.
-
Anna menggerjapkan matanya perlahan mencoba mengembalikkan kesadarannya. Dengan sekuat tenaga dia bangun dan mencoba untuk duduk. Namun langkah seseorang yang berdiri di depannya menghentikan pergerakan Anna.
"Huh... Rupanya kau disini!" ujar Lidya sinis.
Anna mengangkat pandangannya menatap Lidya di depannya. 'Sial, kenapa wanita itu bisa menemukannya' ujar Anna dalam hatinya.
Lidya berjongkok dan menarik rambut Anna untuk menatap padanya.
__ADS_1
"Ternyata kau cukup pintar untuk bisa keluar dari gubuk itu. Namun sayang, sejauh apapun kau lari, kau tidak akan pernah bisa lolos dariku!!!" ujar Lidya menatap Anna tajam.
Lidya memperkuat cengkraman nya di rambut Anna,
"Kali ini aku akan membuatmu menyesal telah berada di dunia ini dan mengantarmu kembali ke neraka!!!! teriak Lidya sambil mengeluarkan pisau dari jubahnya dan mengarahkannya pada Anna.
Namun, suara seseorang menghentikan pergerakannya,
"Lepaskan tangan kotormu darinya!!!!!!" teriak Alex geram sambil menodongkan pistolnya ke arah Lidya.
Lidya membelalakkan matanya kaget mendengar suara seseorang yang amat dia kenal. Seketika dia membalikkan badannya melihat Alex yang mengarahkan pistol padanya dengan tatapan membunuh.
Lidya menahan air matanya menatap Alex lalu tersenyum miris.
"Huhh... Rupanya Tuan telah mengikuti ku sejak tadi" lirihnya.
Lidya menatap Alex dalam,
"Apakah gadis ini begitu berarti bagi Tuan???" tanya Lidya lirih.
Alex menggertakkan giginya kuat menatap Lidya,
"Dia adalah milikku! Jika ada yang berani melukainya, maka dia harus berhadapan denganku!!!" geram Alex.
Anna menatap kearah Alex dengan tatapan sendunya. Pria itu datang untuk menyelamatkannya. Ada perasaan bersalah di hatinya saat teringat kembali kejadian malam itu yang membuat Alex marah dan kesakitan.
Lidya tersenyum miris mendengar perkataan Alex. Air mata menetes di pipinya.
"Lalu bagaimana denganku??" lirih Lidya sambil menunduk.
"Bagaimana dengan perasaanku pada Tuan?? Tidakkah Tuan menyadari kehadiranku? Tidakkah Tuan menyadari perasaanku yang selalu mencemaskan mu saat Tuan belum pulang ke rumah!!! Tidakkah Tuan menyadari saat Tuan kesakitan, aku pun juga merasakan sakit!!!!" teriak Lidya sambil menangis.
Alex menatap acuh mendengar perkataan Lidya.
"Aku tidak bertanggung jawab atas itu semua!!!" ucap Alex tajam.
"Sekarang berikan gadis itu padaku!! Jika tidak, maka aku akan menembak mu!! ujar Alex tegas.
Seketika Lidya menghapus air matanya dengan kasar. Dengan cepat Lidya menarik tubuh Anna dan mendekapnya kuat sambil mengarahkan pisau ke leher Anna.
"Jika Tuan bergerak maka aku akan membunuh gadis ini!!!" teriak Lidya.
"Dan jika memang aku tidak bisa memilikimu... maka gadis ini juga tidak bisa!!!!!!" ujar Lidya tajam.
Bersambung...
Support terus cerita ini dengan kasih like dan komen yang banyak 🤗
__ADS_1
Jangan lupa rekomendasikan dan share juga..
Terimakasih 🙏❤️