Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
SAH!!!


__ADS_3

Hari ini adalah hari besar yang paling di tunggu-tunggu oleh semua orang. Sejak pagi tadi terlihat orang-orang sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.


Rumah mewah ini telah di sulap menjadi tempat acara pernikahan yang terlihat megah dan mewah. Berbagai macam makanan telah berjejer di atas meja. Dekorasi-dekorasi elegan terlihat sangat memukau memenuhi kediaman keluarga Wijaya.


Acara pernikahan nanti akan di gelar di taman rumah ini. Terlihat para tamu sudah mulai memasuki area taman dan duduk di kursinya masing-masing.


Donna terlihat menyambut beberapa tamu dan berbincang dengan mereka. Begitu juga dengan Peter, pria tua itu terlihat sehat dan bahagia. Ini adalah momen yang paling di nantikan olehnya.


Peter sangat bersyukur masih di beri umur sampai hari ini dan bisa melihat cucunya itu menikah.


Disisi lain, seorang pria tengah bersiap di dalam sebuah ruangan. Dia di bantu oleh beberapa asisten untuk mempersiapkan diri.


Jas berwarna putih telah bertengger di tubuhnya. Rambutnya telah ditata rapih, membuat wajahnya menjadi seribu kali lebih tampan.


Pria itu menatap pantulan wajahnya di depan cermin lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan,


"Kau gugup???" tanya seseorang padanya.


Alex pun terdiam sesaat dan menatap Roy yang berada di sampingnya,


"Sedikit..." ujarnya singkat.


Roy yang mendengar hal itu pun tertawa lepas,


"Hahaha... Seumur hidupku, aku belum pernah melihat seorang Alexander Wijaya bersikap gugup seperti ini" ujarnya senang.


Alex pun mendengus kesal dan menatap Roy dengan tajam,


"Cihh!! Cerewet!!" kesal Alex.


Roy pun bangkit dari duduknya dan menepuk pundak Alex,


"Relax bro!!! Ini adalah momen penting dalam hidupmu" ujarnya menyemangati.


Alex pun menatap Roy sejenak dan mengangguk pelan.


Disisi lain, terlihat seorang gadis tengah duduk di depan cermin. Wajahnya sedang diberi riasan oleh perias disana. Decakan kagum selalu terdengar dari para perias itu. Mereka sangat terpesona dengan kecantikan pengantin wanita ini.


"Nona... Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi... Demi Tuhan kau sangat cantik!!!! Aku yakin pengantin pria nanti akan terpesona setengah mati padamu!!!" ujarnya.


Anna hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan perias itu dan menatap wajahnya di cermin. Gadis itu menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan. Dia tidak mengidahkan ucapan perias tadi. Yang dia lakukan saat ini adalah, mencoba untuk tenang dan rilex.


Jujur, Anna sangat gugup sejak tadi. Bahkan semalam dia tidak bisa tidur karena memikirkan hari ini.


Anna terlihat selalu memegang tangannya yang dingin dan berkeringat. Jantungnya selalu berdegup dengan kencang.


Gadis itu pun menutup matanya dan kembali menghembuskan nafasnya,


"Apa kau gugup???" tanya seseorang.


Anna pun membuka matanya dan menatap Donna yang masuk ke dalam ruangan itu.


Donna melangkah mendekati Anna dan menyentuh tangannya,


"Tenanglah... Semua akan baik-baik saja. Aku juga sama sepertimu saat aku menikah dulu..." ujarnya tersenyum menenangkan.


"Bukankah ini hari bahagiamu??? Jadi, tersenyumlah dan relax" lanjutnya sambil menyentuh pipi Anna.


Anna pun mengangguk pelan dan menghela nafasnya,


"Terimakasih Bibi" ujarnya.


Donna pun tersenyum dan menatap Anna dengan lekat,


"Ya Tuhan!!! Kau sangat cantik!!!" pujinya jujur.


Anna pun tersenyum dan sedikit demi sedikit mulai merasa rilex.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Dimana itu artinya, waktu pemberkatan pun akan segera di mulai.


Terlihat para tamu telah memenuhi kursi dan tidak sabar untuk melihat kedua mempelai.


Acara pun di mulai dengan memberikan sedikit sambutan untuk para tamu oleh salah satu pembawa acara. Setelah beberapa lama, acara inti pun di mulai.


Pembawa acara mulai mempersilahkan pengantin pria untuk masuk ke altar.


"Mari kita sambut mempelai pria kita hari ini.... Alexander Wijaya!" sambutnya.


Para tamu pun mengarahkan pandangannya ke belakang dan melihat Alex yang melangkah memasuki altar.


Tatapan kagum dan memuja pun mengarah padanya. Pria itu terlihat sangat tampan dengan jas putihnya,



Pria itu melangkah pelan bersama Roy, Jonas dan Peter yang berada sedikit di belakangnya bersama para anak-anak lelaki yang mengiringi langkah mereka.


Alex pun naik ke atas altar dan berdiri di hadapan pendeta. Roy dan yang lain pun duduk di kursi mereka masing-masing.


Dari luar altar, Donna menuntun Anna yang terlihat gugup untuk masuk ke taman. Wanita itu menuntun Anna kearah William yang sudah menunggunya.


Saat Anna dan Donna sudah mendekat kearah William. Pria itu pun membalikkan wajahnya dan seketika terbelalak kagum melihat putrinya itu.


"Kau sangat... sangat cantik" pujinya tulus.


Mata pria itu terlihat berkaca-kaca menatap putrinya yang sebentar lagi akan sah menjadi seorang istri. William mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi Anna.


"Putriku sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang sangat cantik..." bisiknya.


Anna yang mendengar hal itu pun tersenyum lembut pada William dengan mata yang berkaca-kaca pula.


Tangan William terangkat dan menutup kain tudung transparan yang ada di kepala Anna. Pria itu mengambil tangan Anna dan menaruhnya di dalam siku tangannya untuk bersiap memasuki ke altar.


"Kau siap???" tanya William.



"Dan sekarang mari kita sambut mempelai wanita kita, Anna Elizabeth Pratama.." ujar pembawa acara itu.


William pun menatap Anna dan tersenyum padanya. Perlahan mereka pun melangkah bersama menuju altar.


Terlihat para tamu undangan di buat kagum kembali dengan kecantikan mempelai wanita. Walaupun wajah Anna sedikit tertutup kain tudungnya, tetapi wajah cantiknya masih bisa terlihat.


Di atas altar sana, terlihat Alex menatap lurus pada Anna dengan tatapannya yang sulit di artikan. Pria itu bahkan tidak fokus dengan sekitarnya, bahkan suara tepuk tangan sekalipun.


Pandangannya tertuju pada calon istrinya itu. Jantungnya berdegup dengan kencang saat langkah Anna semakin dekat padanya.


Gadis itu..


Bidadari itu...


Sebentar lagi akan sah menjadi istrinya...


Kini William dan Anna sudah berada di hadapan Alex. Pria itu masih terlihat fokus menatap Anna dengan matanya yang berkaca-kaca.


'Tunggu... Apakah Alex menangis???' pikir Anna.


"Ekhem.."


Suara William pun menyadarkan Alex dari kekagumannya pada Anna.


Seketika Alex pun menatap William dan menghapus air matanya,


"Ku serahkan putriku padamu.." bisik William sambil menuntun tangan Anna pada Alex.


Alex pun dengan segera meraih tangan Anna dan menatap William,

__ADS_1


"Terimakasih..." bisiknya.


Kini tatapan Alex pun beralih kembali pada Anna. Pria itu menggenggam tangan Anna dan mengecupnya dengan lembut,


"You are so beautiful..." bisik Alex dalam.


Anna pun tersenyum lembut menanggapi pujian Alex. Lalu mereka pun akhirnya melangkah bersama ke hadapan pendeta.


"Sekarang mempelai pria dan wanita di mohon untuk berpegangan tangan dan saling berhadapan...." ujar pembawa acara itu.


Setelah itu, pendeta pun mengucapkan beberapa nasehat dan doa pernikahan untuk beberapa saat.


"Tuan Alexander Wijaya.. Apakah anda bersedia menerima Nona Anna Elizabeth Pratama sebagai istri anda, dan menerima segala kekurangannya, mencintainya dalam suka maupun duka, selalu berjanji bersama-sama sampai maut yang memisahkan???"


Alex menatap mata Anna sangat dalam. Pria itu tidak bisa menahan air matanya.


Lalu Alex pun mengangguk dengan pasti,


"Ya!!!! Aku bersedia!!!!!" ujar Alex tegas sambil menatap mata Anna.


"Nona Anna Elizabeth Pratama, Apakah anda bersedia menerima Tuan Alexander Wijaya sebagai suami dan kepala keluarga anda, menerima segala kekurangannya, mencintainya dalam suka maupun duka, selalu berjanji bersama-sama sampai maut yang memisahkan???"


Anna pun menatap mata Alex dengan matanya yang berkaca-kaca, lalu mengangguk pelan,


"Ya!!! Aku bersedia!!" ujar Anna.


Pendeta itu pun menatap kedua nya dan mendekat,


"Sekarang aku nyatakan kalian sebagai sepasang suami istri yang sah!!!" ujarnya.


Tepuk tangan pun riuh memenuhi tempat itu. Terlihat Donna dan William tidak bisa menahan air matanya, begitu juga dengan Peter dan Roy.


Roy terlihat berdiri dan bertepuk tangan penuh haru. Dia tidak menyangka, akhirnya sahabat dinginnya itu telah resmi menjadi suami seseorang.


Dan yang paling menakjubkan lagi, pria itu menangis!!!! Selama hidupnya, Alex mungkin tidak pernah menangis kecuali saat dia masih kecil saja. Untung saja Roy telah merekamnya dan menyimpan momen langka itu di handphonenya.


"Sekarang, dipersilahkan untuk mempelai pria mencium mempelai wanita" ujar pembawa acara itu.


Dengan pelan Alex pun membuka tudung kepala Anna dan menatap wajah cantik istrinya itu dengan penuh haru.


"Aku mencintaimu... Istriku.." bisik Alex.


Lalu pria itu pun memajukan wajahnya dan mencium bibir Anna dengan lembut.


CUP!!!


Riuh suara tepuk tangan pun kembali terdengar. Terlihat semua tamu ikut haru dan bahagia melihat kedua mempelai itu.


'Terimakasih Tuhan...' bisik Alex dalam hatinya.


Bersambung...


Finally!!! Sah juga ๐Ÿ™Œ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘


Oh iya, mohon maaf ya bila ada kesalahan kata-kata di episode ini. Jujur aku ngak tau gimana cara orang selain islam menikah. Mohon jangan ada yang tersinggung ya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Ini hanya fiktif belaka dan karangan author saja..


Mohon di maklum ๐Ÿ™๐Ÿ™


Terimakasih yang udah hadir โ˜บ๏ธ


Jangan lupa kasih amplopnya ya ๐Ÿ˜‚


Kasih juga like, komen, vote dan hadiahnya..


Btw, untuk episode selanjutnya agak deg2an nih, bikin adegan first night nya ๐Ÿคญ

__ADS_1


Yah... ditunggu aja, moga ngak di tolak NT ๐Ÿ˜…


__ADS_2