
Saat orang-orang itu hampir mendekat ke tempat Anna bersembunyi, tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang langsung membekap mulut Anna sambil menarik tubuhnya.
Anna yang terkejut langsung membelalakkan matanya sambil menahan tangan seseorang yang tengah membekap mulutnya.
"Hhhmmmm"
Gadis itu mencoba untuk memberontak, namun tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan orang itu.
Orang itu menarik tubuh Anna ke balik tembok dan bersembunyi dari orang-orang yang tengah mengejar Anna tadi.
Anna menatap kearah pria bertopeng yang tengah membekapnya dengan bingung sekaligus panik. Bukankah pria ini juga anak buah Leonard?? pikirnya. Dia bahkan memakai pakaian dan topeng yang sama seperti yang lainnya.
Tapi... Mengapa dia malah bersembunyi dari yang lain??? pikir Anna lagi.
"Dimana gadis itu??? Tadi aku melihatnya disini!!!!" ujar salah satu pria yang mengejar Anna tadi.
Anna seketika menutup matanya dengan takut. Sepertinya dia telah tertangkap kembali, pikirnya.
Namun pria bertopeng yang sedang membekapnya itu menatap Anna sambil menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya.
"Sshhh..." desisnya pelan.
"AKHH SIAL!!!! Ayo cepat temukan gadis itu!!!!!!" teriak pria yang mengejar Anna tadi pada yang lainnya.
Setelah dirasa orang-orang itu telah menjauh. Pria bertopeng yang membekap mulut Anna itu seketika langsung melepaskan tangannya dari bibir Anna dan membuka topengnya.
Anna menatap pria itu dan langsung membelalakkan matanya saat dirinya melihat wajah pria yang menolongnya tadi,
"Roy???" ujar Anna terkejut.
Roy mengatur nafasnya dan mengangguk pelan pada Anna,
"Bagaimana kau bisa berpakaian seperti ini????" tanya Anna.
Roy pun menghela nafasnya dan mengarahkan pandangannya ke sekitar dengan waspada,
"Ceritanya panjang..." ucap Roy.
"Yang jelas, aku datang kemari bersama Alex" lanjutnya.
Anna membelalakkan matanya dan menatap Roy dengan panik,
"Dimana dia???? Dimana Alex sekarang?????" tanya Anna tidak sabaran.
Roy kembali menghela nafasnya dan menunduk,
"Alex.. Dia sedang di kurung di ruang rahasia oleh Leonard" ujarnya pelan.
Anna seketika menutup mulutnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Benar firasatnya, Anna merasa sesuatu yang buruk tengah terjadi pada suaminya itu.
"Apa yang dia lakukan pada Alex??? Kenapa Alex bisa sampai tertangkap??" tanyanya sedih.
Roy menatap Anna dan terlihat bersalah,
"Saat kami tiba, Leonard telah mengancam kami.. Dia hanya ingin Alex seorang yang berhadapan dengannya. Pria itu mengancam Alex dan berkata akan melukaimu jika Alex tidak menurutinya" ucapnya pelan.
"Sebelumnya Alex telah menduga Leonard akan melakukan hal itu untuk mengancamnya. Lalu dia pun menyuruhku dan anak buah lainnya untuk mundur... Awalnya aku meragukan usulan Alex karena menurutku pria itu cukup berbahaya. Tapi.. Alex berkata dia punya rencana dan menyuruhku untuk melakukan semua sesuai perintahnya" lanjut Roy.
Air mata Anna seketika mengalir di pipinya. Perasaannya sekarang sudah tidak menentu. Anna sangat cemas dan khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi pada Alex.
"Kau tidak perlu khawatir Anna, aku yakin Alex tidak akan semudah itu kalah dari Leonard" ucap Roy mencoba menenangkan.
"Aku juga sudah berhasil lolos dan mendapatkan pakaian ini untuk menyelusup masuk ke dalam ruangan itu.. Jadi, sekarang aku akan berusaha untuk menyelamatkannya" lanjutnya.
Roy menyentuh bahu Anna dan mencoba untuk menenangkan gadis itu agar berhenti menangis,
"Jadi, sekarang kau tenanglah dan tetap bersembunyi disini.. Aku akan secepatnya kembali" ujarnya.
Anna terdiam sejenak dan mulai menghapus air matanya,
__ADS_1
"Ruangan rahasia itu.... Apa yang Leonard lakukan pada Alex di ruangan rahasia itu????" tanya Anna lagi.
Roy menatap Anna dan terdiam untuk beberapa saat. Pria itu pun menghela nafasnya pelan,
"Dia... Dia mengikat Alex di ranjang yang di penuhi dengan aliran listrik" jawab Roy pelan.
Anna kembali membelalakkan matanya dan menggeleng cemas,
"Itu sangat berbahaya!! Alex bisa mati jika pria itu terus menyiksanya disana!!!" ujarnya kembali cemas dan khawatir.
Roy kembali menyentuh bahu Anna dan mencoba menenangkannya,
"Tenang Anna.. Tenang... Kau tidak perlu khawatir. Aku yakin Alex pasti bisa bertahan dan tidak semudah itu untuk kalah.. Aku yakin Alex pasti telah merencanakan sesuatu.. Jadi, kau tidak perlu khawatir.." ujarnya lembut.
Anna mencoba berpikir positif dan mempercayai ucapan Roy. Alex memang tidak akan semudah itu di kalahkan, tetapi... tetap saja, tidak akan ada yang bisa menjamin tentang hal itu. Sekuat-kuatnya Alex, pasti akan ada kelemahannya, pikir Anna.
Anna menghela nafasnya dan menatap Roy sambil mengangguk pelan. Roy pun akhirnya bernafas lega dan mulai kembali memasang topengnya.
"Sekarang, aku mau kau tetap tinggal disini dan bersembunyi.. Aku akan kembali ke ruang dimana anak buahku dan Alex di sekap. Aku akan melepaskan mereka, lalu setelah itu kita akan menyerang anak buah Leonard" ujarnya sambil bersiap-siap.
Roy kembali mengarahkan pandangannya ke sekitar dan bersiap untuk pergi,
"Ingat!! Tetaplah disini!!" ujar Roy lagi.
Anna pun menatap pria itu dan mengangguk pelan. Setelah itu Roy pun pergi dan memulai rencananya.
Pria itu berjalan dengan santai menuju lantai paling bawah, dimana anak buahnya dan Alex berada.
Roy menuruni tangga terakhir dan menatap seorang pria yang memakai topeng sepertinya tengah berjaga di depan pintu salah satu ruangan.
Roy berjalan dengan santai dan menghampiri pria itu. Sedangkan pria yang berjaga itu menatap kearah Roy dengan bingung, lalu menatap name tag yang ada di pakaian Roy,
"Larry?? Mengapa kau kemari??" tanyanya pada Roy.
Roy berdehem sebentar dan menegakkan tubuhnya sambil melihat nametag pria di depannya,
"Kai.. Tuan Leonard memerintahku untuk bergantian jaga denganmu" ucap Roy dengan suaranya yang dirubah menjadi lebih berat.
"Benarkah???" tanyanya tidak yakin.
Roy pun mengangguk menanggapi pertanyaan pria di depannya itu yang terlihat ragu padanya,
"Kau pikir aku berbohong???" tanya Roy dengan nada suara yang di buat tersinggung.
Pria di depan Roy pun terdiam sejenak dan mengangguk pelan,
"Baiklah..." ujarnya.
Roy pun menghela nafasnya dan tersenyum pelan di balik topengnya.
Saat pria bernama Kai itu membalikkan tubuhnya untuk pergi.. tiba-tiba saja dengan gerakan cepat ia mengambil sesuatu dari balik pakaiannya dan mendorong tubuh Roy ke tembok sambil menodongkan pistolnya,
BRUK!!!
"KAU KIRA KAU BISA MENIPUKU!!!!!!!! Siapa kau??????" geramnya pada Roy.
Roy yang sedikit terkejut pun terdiam dan menatap pria di depannya itu dengan kesal,
'Sial!!! Pria ini ternyata memiliki insting yang kuat' pikir Roy.
Pria bernama Kai itu menyeringai tajam dan mengarahkan pistolnya tepat pada dada Roy,
"Selama ini Larry tidak pernah berani menyebut namaku tanpa embel-embel senior dasar bodoh!!!!!!!!" geramnya pada Roy.
Pria itu pun menarik pelatuk pistolnya dan bersiap untuk menembakkan pistolnya pada Roy,
"MATI KAU!!!!!" teriaknya.
Namun dengan gerakan cepat Roy pun menahan tangan pria itu dan memutarnya ke belakang tubuhnya sambil menahannya di tembok,
__ADS_1
GREB!!!
KREK!!!!
"Aaarrrggghhhh!!!!!!" teriakan pria itu terdengar kesakitan saat Roy memelintir tangannya sampai patah.
Roy menekan kuat tubuh pria itu ke tembok dengan kuat dan membuat pistol yang semula di tangan pria itu terjatuh ke lantai,
"Padahal aku sudah berbaik hati padamu dan memberikan kesempatan padamu untuk pergi.." bisik Roy tajam.
Pria yang di pelintir itu terlihat kesakitan dan mencoba memberontak,
"Lepaskan aku!!!!!!!!!!!" teriaknya pada Roy.
Roy menyeringai pelan dan semakin menekan kuat tangan pria itu,
"Aaarrggghhhh!!!!!" teriaknya.
Roy mendekatkan bibirnya pada telinga pria itu dan berbisik padanya,
"Aku bisa saja melepaskanmu...." bisik Roy terputus.
"Tapi..... Sayangnya aku tidak sebaik itu..." lanjut Roy tajam lalu memukul kuat belakang kepala pria itu sampai terjatuh dan tak sadarkan diri.
BUGH!!!!
"ARRGHH!!!"
BRUK!!!!
Pria itu pun tersungkur ke lantai. Roy merapihkan sarung tangannya dan dengan segera mengambil kunci pintu yang ada di saku pria malang itu.
Dengan cepat Roy pun membuka pintunya dan melihat anak buahnya dan juga Alex yang tengah terduduk dengan kaki dan tangan yang terikat oleh borgol.
Roy langsung membuka topengnya dan bergegas masuk,
"Tuan!!!!" ujar anak buah Roy dengan senang.
"Ayo cepat, kita tidak punya banyak waktu!!!!" ucapnya tegas sambil membuka borgol itu.
Anak buah Alex dan Roy pun dengan segera melepaskan diri dan bersiap berdiri di hadapan Roy.
"Kita harus menghabisi anak buah Leonard tanpa membuat keributan!!! Semua ruangan disini diawasi dengan kamera cctv..." ujar Roy tegas.
"Jadi... Aku tidak mau pergerakkan kita di ketahui oleh mereka, karena jika sampai Leonard tau, maka nyawa Alex akan terancam... karena sekarang Alex tengah di kurung di ruangan rahasia pria itu!!" lanjutnya.
Anak buah Roy dan Alex pun mengangguk mengerti,
"Jadi.. Satu persatu anak buah Leonard kita habisi tanpa membuat yang lain curiga. Setelah itu, kalian dapat merebut pakaiannya dan berpura-pura menjadi salah satu anak buah Leonard, mengerti????" tanyanya tegas dan tajam.
"Mengerti!!!!!!" jawab mereka serentak.
Roy mengarahkan pandangannya ke kamera pengawas yang berada di ruangan itu. Sebelum dia berhasil keluar dari tempat ini, Roy memang sudah menghancurkan kamera pengawas disini agar tidak terdeteksi oleh pengawasan Leonard.
"Baiklah!! Kita bersiap sekarang!!!!!" perintahnya tegas.
'Alex.. Kuharap rencanamu ini akan berhasil...' ucap Roy dalam hatinya.
Bersambung..
Hallo, tolong di bantu like, komen, vote dan hadiahnya ya ☺️
Huhu.. sedih ni pembaca makin hari makin kurang, mungkin karena author jarang up juga 🤧
Tapi buat yang udah baca jangan lupa tinggalin jejak ya, dan kasih hadiahnya buat author walaupun recehan 🥲
Oh iya, novel kedua author yang judulnya Mysterious Man sudah up ya ☺️
Yuk bantu di ramaikan 😁🙏
__ADS_1
Terimakasih ❤️