
Alex perlahan mendekatkan wajahnya pada Anna,
"Apa yang telah kau lakukan padaku?" ujar Alex menatap Anna dalam.
Anna menahan nafasnya melihat wajah Alex yang semakin dekat padanya.
Memangnya apa yang telah dia lakukan?? tanya Anna dalam hatinya.
"Mengapa setiap melihatmu aku tidak bisa mengendalikan tubuhku? Mengapa setiap melihatmu ada getaran aneh di dalam dadaku dan mengapa saat melihatmu.. aku menginginkanmu!" ujar Alex dengan nafas beratnya.
Anna menatap mata Alex. Apa maksud perkataan pria ini. Apakah dia sadar dengan apa yang dia katakan?
Alex mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Anna.
"Kau harus bertanggung jawab atas semua ini!" ucap Alex tajam.
"Mulai saat ini... kau adalah milikku!!" lanjutnya.
Anna membelalakkan matanya mendengar ucapan Alex.
"Aku bukan milik siapapun!!" jawab Anna mencoba mendorong tubuh Alex, namun Alex menahan tangannya dengan cepat.
"Aku tidak menerima penolakan!!" ujar Alex tajam.
Kemudian Alex melepaskan tangan Anna dan menjauhkan tubuhnya.
"Tidurlah! Kembali ke kamarmu!" ujar Alex lalu melangkah pergi meninggalkan Anna.
Anna menatap punggung Alex yang menjauh dengan kesal. Dia pikir dia siapa?
Namun tidak di pungkiri saat pria itu mengungkapkan kata-kata tadi, ada sedikit getaran di hatinya yang Anna tidak tau mengapa.
Anna menghembuskan nafasnya gusar lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.
-
Keesokan harinya, Anna bangun cukup pagi hari ini. Setelah membersihkan badannya, Anna memutuskan untuk berkeliling di sekitar rumah ini.
Pandangannya terhenti ke arah kolam berenang. Dia melihat seseorang sedang berenang disana. Anna berjalan mendekat untuk melihat siapa yang sedang berenang pagi-pagi seperti ini.
DEG!!
Jantung Anna berdetak seketika ketika melihat Alex yang sedang berenang disana dengan dada polos berototnya yang terlihat. Seketika pipi Anna sedikit memerah melihat pemandangan itu.
Mengapa pria itu tidak pergi ke kantor? Biasanya pria itu selalu berangkat kerja pagi-pagi sekali. Tapi mengapa hari ini dia terlihat santai berada di rumah?
Entah mengapa setelah kejadian semalam, Anna merasa tidak siap bertemu lagi dengan pria itu. Kata-kata pria itu semalam begitu ambigu. Anna tidak tau maksud dari perkataannya..
"Untuk apa kau berdiri disana?" ujar seseorang yang mengagetkan Anna dari lamunannya.
Anna terlihat gugup ketika Alex memergokinya.
__ADS_1
"A.. Aku hanya lewat saja!" ujar Anna gugup, lalu hendak membalikkan badannya untuk pergi.
"Siapa yang mengizinkanmu untuk pergi?" ucap Alex menatap Anna tajam.
"Kemarilah!!" ujar Alex.
Anna menatap Alex ragu sejenak, lalu melangkahkan kaki nya ke tepi kolam berenang.
"Masuklah!" ujar Alex menyuruh Anna untuk masuk ke dalam kolam berenang.
"Aku tidak mau!!" tolak Anna.
"Aku tidak menerima penolakan!" ujar Alex tegas.
Anna menatap Alex dengan wajah kesalnya,
"Aku tidak bisa berenang!" kesalnya.
Seringai muncul di wajah Alex, sebuah ide muncul di otaknya..
"Baiklah, kalau begitu bantu aku naik" ujar Alex mengulurkan tangannya kepada Anna.
Dengan kesal Anna menghampiri Alex dan mengulurkan tangannya. Namun, saat tangan Alex sudah menggenggamnya, dengan sengaja Alex menarik tangan Anna sehingga Anna terjatuh ke dalam kolam berenang.
"Akkhh!!!" teriak Anna.
Anna yang sudah panik karena takut tenggelam refleks menutup matanya. Namun Anna tidak merasakan kepalanya basah. Dia merasakan tangan yang memeluk pinggangnya erat.
Anna membuka matanya perlahan, lalu melihat wajah Alex yang begitu dekat dengan wajahnya. Seketika Anna mendorong tubuh Alex agar melepas pelukannya.
"Jika aku melepaskan mu, maka kau akan tenggelam" ujar Alex sambil terus memandangi wajah Anna.
Anna menatap Alex dengan wajah kesalnya. Pria ini sengaja menjebaknya, dasar keterlaluan!!
"Kalau begitu bawa aku ke tepi!" ujar Anna.
"Tidak! Aku masih ingin berenang" ucap Alex santai.
Anna yang semakin kesal dengan tingkah Alex lantas memukul dada bidang Alex.
"Cepat lepaskan aku!!" teriak Anna meronta-ronta.
Lalu tiba-tiba Alex melepaskan pelukannya pada Anna dan membuat Anna hampir tenggelam jika saja Anna melepaskan tangannya di leher Alex. Anna memeluk tubuh Alex kuat untuk bertumpu agar tidak membuatnya tenggelam.
"Sekarang siapa yang tidak ingin melepaskan pelukannya?" tanya Alex dengan seringainya.
"Dasar licik!!!" teriak Anna sambil memukul tubuh Alex.
Namun dengan cepat Alex menahan tangan Anna lalu menatapnya dalam.
Pandangan Alex terarah pada baju putih Anna yang basah dan membuat pakaian dalamnya yang berwarna hitam terlihat jelas.
__ADS_1
Alex menggertakan giginya kuat menahan sebuah gejolak yang tiba-tiba muncul dalam dirinya.
Anna yang menatap arah pandang mata Alex dengan cepat menutup dadanya dengan tangan. Membuat Alex dengan cepat kembali menarik tubuh Anna ke dalam dekapannya agar tidak tenggelam.
Tanpa sengaja tubuh Anna yang menempel pada tubuh Alex merasakan sesuatu yang keras di bawah sana.
Anna membelalakkan matanya menatap Alex yang sudah menatap Anna dalam.
"Apakah kau merasakannya?" ujar Alex dengan suara seraknya.
Anna menatap mata Alex yang menatapnya intens dengan nafas yang sedikit memburu.
Anna menelan ludahnya perlahan..
Pria ini sekarang terlihat seperti seekor singa kelaparan yang siap memakan mangsa di depannya.
Alex yang sadar dengan tatapan Anna lalu menundukkan wajahnya dan menutup matanya kuat.
Alex menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Maaf" ujar Alex pelan.
Lalu dengan segera Alex melonggarkan pelukannya dan membawa Anna ke tepi kolam berenang.
Setelah naik dari kolam berenang Alex menurunkan Anna lalu mengambil handuk yang berada di atas meja.
Alex dengan segera menutup tubuh Anna dengan handuk yang di bawanya tadi.
"Pergilah ke kamar, dan ganti pakaianmu!" ujar Alex yang tidak menatap Anna lalu berjalan membalikkan tubuhnya dan mengambil handuk lain.
Anna menatap Alex yang membalikkan tubuhnya dalam diam. Anna tidak tau seperti apa efek tubuhnya pada pria itu. Namun terlihat dengan jelas bahwa Alex sedang menahan kuat sesuatu di dalam tubuhnya..
Anna membalikkan badannya perlahan, lalu berjalan masuk ke dalam rumah menuju kamarnya.
Alex menatap Anna yang telah berjalan pergi lalu mengacak rambutnya frustasi. Terlihat jelas ada tatapan ketakutan dari mata gadis itu saat Alex menatapnya tadi. Sekuat tenaga Alex menahan dirinya agar tidak berbuat sesuatu yang tidak-tidak pada gadis itu.
Seumur hidupnya Alex belum pernah merasakan hal ini sebelumnya. Ribuan gadis yang telah dia jumpai tidak pernah membuatnya bergairah. Wanita cantik dengan tubuh yang sexy sekalipun tidak bisa membuat Alex merasakan efek seperti yang gadis itu berikan pada tubuhnya.
Entah mengapa gadis itu membuatnya nyaman dan ingin terus berada di dekatnya.
Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?? tanya Alex bimbang dalam hatinya.
Sementara itu,
Dari kejauhan Lidya yang melihat adegan antara Anna dan Alex sejak awal mengepalkan tangannya kuat. Setetes air mata jatuh di pipinya..
'Kenapa?? Bukankah ini hanya sandiwara Tuan Alex saja untuk mempermainkan gadis itu?? Tapi mengapa... mengapa wajah Tuan Alex tidak mengisyaratkan sebuah sandiwara?? Apakah Tuan Alex benar-benar menyukai gadis itu??? Tidak!!! Aku tidak akan membiarkan ini terjadi!!!!' geramnya dalam hati.
Bersambung...
Support terus cerita ini ya kasih selalu like dan komennya 🤗 aku selalu balesin kok komen-komen pembaca hehe seneng deh bacanya 😁
__ADS_1
Terimakasih dukungannya 🙏❤️
Oh iya mending kita adain tokoh baru atau ngak ya? 🤔